Published on

Expert's Corner

API: Pengertian, jenis, cara kerja, arsitektur, dan 5 contohnya

Nur Rosita Dewi

API-adalah-EKRUT.jpg

API adalah singkatan dari Application Programming Interface atau Antarmuka Pemrograman Aplikasi dalam bahasa Indonesia. API merupakan perantara server dengan aplikasi. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai API, berikut adalah pengertian serta contoh-contohnya.

Pengertian API (Application Programming Interface)

API adalah - EKRUT
API membantu produk terhubung dengan layanan lainnya - EKRUT

Mungkin kamu sedang bertanya-tanya, apa itu API. Padahal, setiap kali menggunakan aplikasi seperti Facebook, mengirim pesan, atau memeriksa cuaca di smartphone, kamu pasti menggunakan API. API adalah sekumpulan definisi dan protokol untuk membangun dan mengintegrasikan aplikasi software. Singkatnya, API adalah pengembangan dan inovasi software yang memungkinkan berbagai aplikasi bertukar data dan fungsionalitas dengan mudah dan aman.

API adalah sebuah konsep yang ada di mana-mana, mulai dari alat baris perintah, Java code perusahaan, hingga aplikasi situs. API adalah cara untuk berinteraksi secara terprogram dengan komponen perangkat lunak atau sumber daya yang terpisah. Adanya API membuat produk atau layanan yang kamu gunakan terhubung dengan produk dan layanan lainnya tanpa harus tahu bagaimana cara penerapannya. Kemudahan ini dapat menyederhanakan pengembangan aplikasi, menghemat waktu, bahkan uang.

Saat kamu merancang alat dan produk baru atau mengelola yang sudah ada, API akan memberikan kemudahan dalam penyederhanaan desain, fleksibilitas, administrasi, penggunaan, hingga kesempatan untuk berinovasi.

Cara kerja API

Cara kerja API
Proses cara kerja API (Sumber: tray.io)

Cara kerja API bisa dibayangkan dengan kamu sebagai pelanggan di toko es krim. Ada tiga aspek penting dalam API yaitu pengguna atau kamu, pelayan (API), dan dapur (server web). Sebagai pelanggan, kamu akan memberi tahu pelayanan tentang es krim pesananmu. Lalu pelayan (API) akan memintanya ke dapur. Setelahnya, pelayan (API) akan mengantarkan es krim sesuai pesananmu.

API bertindak sebagai perantara antara pengguna dan server web. API juga merupakan abstraksi atau konsep dasar dalam rekayasa perangkat lunak yang bertujuan untuk menyederhanakan mekanisme kompleks dengan hanya berfokus pada detail penting. Dengan adanya API, pelanggan atau pengguna tidak perlu tahu bagaimana server web beroperasi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Secara umum, API bekerja sebagai pembuka pintu ke perangkat lunak atau data berbasis web. API membuka semua hal itu dengan cara terkontrol dan aman untuk program tersebut. Pengodean yang dimasukkan akan mengirimkan permintaan ke perangkat lunak penerima, dan kemudian data dapat dikembalikan. Panggilan yang dilakukan API untuk sekumpulan data akan ditampilkan untuk dikonsumsi pengguna akhir.

Baca juga: Hal yang perlu diketahui Developer dan Programmer

4 Jenis API

Jenis API
API memungkinkan adanya pembayaran lewat third-party (Sumber: EKRUT)

Sebagai pemroses permintaan pengguna pada data berbasis web, API terbagi dalam beberapa jenis yang di antaranya adalah sebagai berikut,

1. Public API

Public API merupakan jenis API terbuka yang tersedia untuk digunakan oleh pengembang atau bisnis eksternal. Perusahaan yang mengembangkan strategi bisnis dengan pelibatan berbagai aplikasi dan data dengan bisnis lain akan mengembangkan dan menawarkan API kepada publik. API jenis ini umumnya melibatkan otentikasi dan otorisasi moderat. Perusahaan juga dapat berupaya memonetisasi API dengan mengenakan biaya per panggilan akses yang dipakai publik untuk memanfaatkan API.

2. Private API

Private API atau seringkali juga disebut sebagai API internal merupakan API yang digunakan di dalam suatu perusahaan secara eksklusif untuk menghubungkan sistem dan data dalam bisnis. API internal ini misalnya dipakai untuk menghubungkan sistem penggajian dan pengorganisasian sumber daya manusia.

Private API secara khusus dapat menghadirkan keamanan dan otentikasi yang lemah atau bahkan tidak ada keamanan sama sekali. Hal ini disebabkan API internal ini ditujukan hanya untuk penggunaan internal dan asumsi kebijakan keamanannya lebih lemah. Namun belakangan, API internal pun kini memiliki beberapa tuntutan terkait strategi perusahaan yang membuatnya ditambahkan dengan kebijakan keamanan lebih.

3. Partner API

Partner API merupakan API dari pihak ketiga atau mitra yang memfasilitasi kegiatan B2B (business to business) secara khusus lewat perjanjian tertentu. Penggunaan API dari pihak eksternal ini dilakukan secara selektif dalam beberapa bisnis yang ingin membagikan data dengan perusahaan lain secara khusus. Mitra memiliki hak dan lisensi untuk mengakses API dengan penggabungan otentikasi, otorisasi, dan keamanan yang lebih kuat. Perusahaan juga umumnya tidak memonetisasi API tersebut secara langsung. Di sisi lain, mitra justru dibayar untuk layanan mereka daripada melalui penggunaan API itu sendiri.

4. Composite API

Composite API secara umum merupakan penggabungan dua atau lebih API untuk menyusun urutan operasi yang terkait atau saling bergantung satu sama lain. Composite API dapat bermanfaat untuk mengatasi perilaku API yang kompleks atau terkait erat dan terkadang dapat meningkatkan kecepatan dan kinerja dibandingkan API individual.

Baca juga: 7 Pekerjaan dengan gaji tinggi di bidang teknologi

Arsitektur API

Arsitektur API
Arsitektur API mendukung adanya sinergi antara dua layanan aplikasi dalam satu ketukan (Sumber: Pexels)

Arsitektur API mengacu pada proses pengembangan antarmuka perangkat lunak yang memaparkan data back end dan fungsionalitas aplikasi untuk digunakan dalam aplikasi baru. Secara umum terdapat tiga arsitektur API yang digunakan oleh para pengembang perangkat lunak dalam pembangunan aplikasi. Adapun beberapa arsitektur API ini adalah sebagai berikut,

1. RPC

RPC merupakan Remote Procedure Call yang merupakan gaya arsitektur untuk sistem API terdistribusi. RPC ada sejak tahun 1980 dengan konsep sentralnya pada prosedur. Prosedur tidak perlu dijalankan pada mesin lokal atau internal, tetapi dapat dijalankan pada mesin jarak jauh dalam sebuah sistem terdistribusi. Arsitektur RPC dalam API bertugas memanggil prosedur jarak jauh secara sederhana seperti pada proses pemanggilan prosedur lokal.

2. SOAP

SOAP atau Simple Object Access Protocol merupakan arsitektur yang bergantung pada XML (extensible markup language) dan dijalankan dengan skema pendefinisian kerangka pesan API yang diketik dengan sangat kuat. Setiap operasi yang disediakan SOAP secara eksplisit menggunakan struktur XML untuk memberi respons untuk operasi API. Setiap parameter masukan SOAP didefinisikan dan diikat dengan cara yang sama ke suatu tipe tertentu baik integer, string, atau objek kompleks lainnya. Dengan kata lain, SOAP memungkin semua data yang ada disimpan dalam dokumen tertentu.

3. REST

REST atau Representational State Transfer merupakan arsitektur API yang dapat dengan cepat menjadi model desain yang disukai untuk publik. Sebabnya, arsitektur API jenis ini bergantung pada protokol komunikasi stateless, dan juga HTTP (hypertext transfer protocol). Secara umum REST menyusun data tidak hanya dalam XML, tetapi juga YAML (yet another markup language) atau format lain yang dapat dibaca mesin seperti JSON (JavaScript Object Notation). REST mengikuti paradigma pemrograman berorientasi objek dari kata benda dan kata kerja. Dibandingkan dengan SOAP, REST amat bergantung pada fungsi atau pengodean tertentu.

Baca juga: 6 Cara menjadi App Developer di perusahaan startup

Contoh penggunaan API

API adalah - EKRUT
Proses pembayaran dengan third-party adalah salah satu contoh penggunaan API - EKRUT

API telah menjadi aspek berharga bagi bisnis modern karena memungkinkan perusahaan untuk membuka akses ke sumber daya mereka sambil menjaga keamanan dan kontrol. Berikut adalah beberapa contoh populer API yang bisa dengan mudah kamu temui.

1. Login universal

Contoh API yang paling populer dan bisa kamu temui setiap saat adalah kemudahan untuk masuk ke situs menggunakan detail profil Facebook, Twitter, atau Google.

Fitur ini sangat praktis karena membuat situs mana pun memanfaatkan API untuk mengautentikasi pengguna dengan cepat. Fitur ini juga menghemat waktu karena kita tidak perlu repot mengisi profil baru untuk setiap layanan situs atau keanggotaan baru.

2. Proses pembayaran third-party

Contoh penggunaan API lainnya adalah dalam proses pembayaran ke pihak ketiga, misalnya PayPal. Sekarang kita bisa leluasa membayar produk secara online tanpa harus mengungkap data pribadi atau memberikan akses kepada individu yang tidak berwenang.

3. Membandingkan pemesanan travel

Melalui API, pengguna kini bisa membandingkan opsi termurah untuk setiap tanggal dan tujuan di berbagai layanan travel booking. Kamu juga bisa mengakses ketersediaan dari hotel dan maskapai penerbangan. Sangat menghemat waktu, bukan?

4. Google Maps

Salah satu contoh paling umum dari API adalah Google Maps. Selain API menampilkan peta statis atau interaktif, aplikasi menggunakan API dan fitur lain untuk memberikan petunjuk arah atau tempat menarik kepada pengguna.

5. Twitter

Setiap Tweet berisi berbagai macam info, mulai dari penulis, ID unik, pesan, waktu posting, hingga tempat. 

Baca juga: 9 Tips meeting untuk Developer yang perlu kamu coba

Itulah tadi contoh penggunaan API serta bagaimana penjelasan tentang API secara umum. Kamu bisa mempelajari tentang API jika kamu berminat belajar menjadi pengembang perangkat lunak. Jika kamu ingin berkarier sebagai Software Developer dan sedang mencari perusahaan yang cocok, maka EKRUT bisa membantumu. Kamu hanya perlu mendaftar lewat EKRUT untuk ditemukan dan bertemu dengan perusahaan impianmu yang mencari kandidat sesuai kapasitasmu.

API adalah - EKRUT
Last update: 21 October 2021

Sumber: 

  • mulesoft.com
  • redhat.com
  • ibm.com
  • How do APIs work? An in-depth guide
  • What are the types of APIs and their differences?
  • API Styles: SOAP, REST, RPC, GraphQL and more – API-University

Tags

Share