Media

Gedung Putih bersiap kembangkan kecerdasan buatan
By Widyanto Gunadi - 16 May 2018
17 Views

Potensi dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) rupanya tak hanya dilirik oleh perusahaan-perusahaan teknologi. Gedung Putih Amerika Serikat juga melihat urgensi dari teknologi tersebut. Beberapa waktu yang lalu, Gedung Putih mengadakan pertemuan khusus untuk membahas tentang kecerdasan buatan.

 

Seperti dikutip Reuters, pihak Gedung Putih akan mengadakan pertemuan selama satu hari penuh bersama para petinggi beberapa perusahaan teknologi ternama, antara lain Facebook, Google, Amazon, Intel, NVIDIA, dan General Electric. Pemerintah Amerika Serikat rencananya mengirim perwakilan Pentagon, Kementerian Agrikultur, Perdagangan, Energi, Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Transportasi, yang bersiap menyambut kehadiran teknologi kecerdasan buatan.

 

AI berperan dalam semua segmen industri

 

Sumber di Gedung Putih mengungkapkan, teknologi kecerdasan buatan telah mengubah semua segmen industri di Amerika dengan cepat. Mulai dari penerapan agrikultur, diagnosis medis, manufaktur, hingga transportasi.

 

Presiden dan Ketua Eksekutif Majelis Industri Teknologi Informasi, Dean Garfield mendukung langkah ini, karena akan menciptakan kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri dalam pengembangan kecerdasan buatan. Ia menjelaskan, pemerintah, khususnya dari sektor teknologi berkomitmen agar seluruh rakyat Amerika dapat menuai keuntungan dari teknologi transformatif ini.

 

Melibatkan 40 perusahaan

 

Selain itu, beberapa perusahaan dari sektor di luar teknologi juga turut hadir, antara lain JPMorgan, Johnson & Johnson, Walmart Inc., Mastercard Inc., dan United Airlines. Secara keseluruhan, ada 40 perusahaan yang dilibatkan dalam pertemuan ini. Sementara itu, dari kalangan akademisi bidang teknologi, hadir juga para petinggi California Institute of Technology dan Carnegie Mellon University.

 

Sanggahan dari ilmuwan

 

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan juga tak luput dari kritik beberapa petinggi perusahaan dan para ilmuwan, seperti Elon Musk dan Stephen Hawking. Menurut Hawking, kecerdasan buatan dapat berdampak buruk terhadap sektor lapangan kerja, khususnya bagi kelas menengah.

Hawking dikutip businessinsider.sg mengatakan, keberadaan kecerdasan buatan dan otomatisasi teknologi dapat menghapus pekerjaan kelas menengah. Bila dibiarkan, hal tersebut akan menciptakan ketidaksetaraan serta risiko pergolakan industri pekerjaan yang lebih besar.

Musk pun berharap pemerintah, instansi terkait, dan pihak berwajib segera menetapkan regulasi yang mengatur kecerdasan buatan agar tidak kelewat batas. Bagi Musk, AI merupakan kasus langka. Sehingga, harus ada regulasi sebelum semuanya terlambat, karena kecerdasan buatan memiliki risiko mendasar bagi peradaban manusia.

Rekomendasi bacaan:
Klout akan tutup situsnya bulan ini
Pascaserangan bom di Surabaya, Kominfo temukan 1.000 akun radikal
Tontonan warga kota versus warga desa di YouTube

 

Sumber:
reuters.com
liputan6.com

Tags:

  • Amerika Serikat
  • Gedung Putih
  • AI
  • artificial intelligence
  • kecerdasan buatan
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang