Media

Highlights: 27 Agustus-3 September 2018
By Maria Yuniar - 3 September 2018
5 min read 42 Views
Sumber: metrotvnews.com
Sumber: metrotvnews.com

Grab bidik pendanaan US$ 1 miliar sebelum akhir tahun

Grab saat ini sedang berupaya mencari pendanaan senilai US$ 1 miliar. Investasi tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan ekspansi di Asia Tenggara. Seperti dikutip Tech In Asia, Presiden Grab, Ming Maa kepada FinanceAsia mengungkapkan, kucuran dana itu kelak mendukung pendanaan sejak April lalu yang telah mencapai US$ 3 miliar. 


Sumber: grab.com

Grab yakin, kemampuannya dalam mengumpulkan data pelanggan, ditambah perkembangan platformnya pada kawasan ekonomi yang tumbuh pesat di Asia Tenggara, menjadi daya tarik bagi investor. Grab bahkan mengklaim menguasai 65 persen pasar ride-hailing di Indonesia. 

 

Pemerintah Indonesia terbitkan aturan inovasi fintech

Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Peraturan OJK No. 13/POJK.02/ 2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan sebagai ketentuan yang mendasari pengawasan serta pengaturan industri teknologi finansial atau financial technology (fintech). Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan resminya pada Sabtu, 1 September 2018 mengatakan, OJK mengeluarkan peraturan tersebut karena kemajuan teknologi di industri keuangan digital sangat pesat. 


Sumber: cnbcindonesia.com

Jadi kemajuan fitnech pun harus dikelola agar bisa memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. OJK mengungkapkan, inovasi keuangan digital perlu diarahkan agar aman dan mementingkan perlindungan konsumen, sekaligus memiliki pengelolaan risiko yang baik.

 

JD buka toko tanpa penjaga di Jakarta

E-commerce Indonesia yang terafiliasi perusahaan induknya di Tiongkok, JD.id, membuka convenience store-nya di Jakarta. Uniknya, toko yang berlokasi di PIK Avenue Mall, Jakarta Utara itu, tidak memiliki penjaga maupun pelayan. Seperti dilansir Tech In Asia, toko ini memanfaatkan kecanggihan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pengenalan wajah (face recognition), serta radio frequency identification (RFID). 


Sumber: techinasia.com

Meski demikian, saat ini masih ada petugas di sana yang menjelaskan berbagai teknologi tersebut kepada pengunjung. Jika ingin mengunjungi gerai JD.id ini, pastikan kamu sudah menginstal aplikasi mobile-nya dan melakukan sign in. Pada aplikasi tersebut, kamu akan menjumpai tombol "JD.id X". Setelah memilihnya, kamu diminta mengunggah fotomu dan memasukkan nomor kartu kredit. Selanjutnya, kamu menerima QR code untuk bisa masuk ke toko. 

 

LINE luncurkan cryptocurrency

Aplikasi berbagi pesan asal Jepang, LINE, meluncurkan mata uang digital (cryptocurrency) miliknya yang bernama Link. Selain itu, Line memperkenalkan jaringan blockchain-nya, Link Chain. Seperti dilansir Tech in Asia, dengan demikian, Line menjadi salah satu perusahaan terbesar dan mapan yang mengeluarkan mata uang digital.


Sumber: thenextweb.com

Meski demikian, Line tidak akan melakukan penawaran koin perdana atau initial coin offering (ICO). Line malah berencana menerapkan sistem reward yang memberikan penggunanya token sebagai kompensasi dalam menggunakan layanannya, seperti game dan e-commerce di ekosistemnya. Line pun berencana untuk segera mendaftarkan Link melalui layanan jual-beli cryptocurrency-nya yang beranama Bitbox.

 

Prediksi hasil olah raga resmi, SportsHero gandeng LaLiga

Perusahaan aplikasi game SportsHero memulai kemitraan eksklusifnya dengan LaLiga terhitung musim 2018/2019. Kerja sama ini bisa diperpanjang hingga 2019/2020. Dengan adanya kerja sama ini, para pengguna SportsHero akan memperoleh akses untuk berbagai produk. Head of Global Partnerships & Marketing LaLiga, Grégory Boll dalam siaran pers pada Senin, 27 Agustus 2018 mengatakan, Indonesia memang merupakan fokus utama LaLiga. Melalui kerja sama tersebut, LaLiga pun mengincar lebih banyak penggemar di Indonesia.


Sumber: dealstreetasia.com

Sementara itu, CEO SportsHero Tom Lapping menuturkan, kemitraan keduanya berpotensi meningkatkan bisnis SportsHero dengan memanfaatkan momentum setelah aplikasi ini diluncurkan di Indonesia dua bulan lalu. SportsHero memiliki platform untuk memprediksi hasil pertandingan, dan memanfaatkan pengetahuan penggemar olah raga dalam melakukan prediksi. 

 

Travelstop raih pendanaan awal US$ 1,2 juta

Startup perjalanan yang berbasis di Singapura, Travelstop, mendapatkan pendanaan awal senilai US$ 1,2 juta (sekitar Rp 17 miliar) dari para investor terkemuka di negara tersebut. Perusahaan modal ventura yang berbasis di Singapura, SeedPlus, bersama dengan perusahaan modal ventura yang fokus pada bisnis perjalanan dengan Amerika Serikat sebagai basisnya, memimpin pendanaan awal ini.


Sumber: Travelstop

Travelstop memanfaatkan pembelajaran mesin atau machine learning tingkat lanjut serta kecerdasan buatan untuk menghadirkan rekomendasi penerbangan serta hotel bagi para penggunanya. Startup ini menjanjikan proses manajemen biaya pasca-perjalanan yang lebih efisien. CEO Travelstop, Prashant Kirtane dalam keterangan resminya pada Senin, 27 Agustus 2018 mengatakan, generasi muda milenial dan pelancong bisnis di Asia merupakan kelompok yang paham teknologi, termotivasi kehidupan sosial, sekaligus berpartisipasi dalam sharing economy.  

 

Rekomendasi bacaan:
7 kesalahan umum saat mengirim email
Trojan pencuri cryptocurrency ini sudah masuk ke Mac
11 tips sukses lalui 3 bulan pertama bekerja

 

Sumber:
techinasia.com
techinasia.com
techinasia.com
techinasia.com
Siaran Pers: OJK Terbitkan Aturan Inovasi Keuangan Digital Payung Hukum Pengembangan Fintech (1 September 2018)
Siaran Pers - SportsHero Bermitra dengan LaLiga untuk Aplikasi Prediksi Hasil Olah Raga Resmi (27 Agustus 2018)
Siaran Pers: Travelstop Mendapatkan Pendanaan Awal Sebesar USD 1,2 Juta untuk Meluncurkan Platform Modern yang Menyederhanakan Perjalanan Bisnis di Asia (27 Agustus 2018)

Tags: Travelstop, LaLiga, Sportshero, LINE, JD, grab, investasi, startup

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang