technology

Produk digital dari luar negeri resmi dikenakan PPN mulai 1 Juli 2020

Nur Lella Junaedi

18 May 2020

ppn-EKRUT.jpg

Pemerintah melalui Dirjen Pajak Kementerian Keuangan akan mulai menarik Pajak Penambahan Nilai (PPN), untuk produk digital yang berasal dari luar negeri mulai 1 Juli nanti.

Beberapa produk digital tersebut contohnya adalah Netflix, Spotify, JOOX, Google, Zoom, game online, PUBG, Mobile Legend dan sebagainya. 

Kebijakan tersebut tertuang dalam PMK No 48/PMK.03/2020 yang telah diresmikan beberapa waktu lalu. 

Pemerintah mengklaim jika aturan ini merupakan  upaya untuk menciptakan kesetaraan berusaha bagi semua pelaku usaha digital baik dari dalam negeri maupun  luar negeri. 

Baca juga: Tunggak pajak hingga milyaran, Netflix dikecam Pemerintah

Sebagaimana produk konvensional saat ini yang dikonsumsi masyarakat, juga telah banyak yang dikenakan PPN. 

Selain itu, penerapan  aturan ini juga akan menambah penerimaan pajak bagi negara, di samping pemerintah juga akan mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) bagi perusahaan tersebut.

Perlu diingat bahwa aturan PMK No 48/PMK.03/2020 juga berlaku bagi pelaku perdagangan melalui sistem elektronik (PSME) atau dikenal e-commerce. Lalu bagaimana bila perusahaan itu tidak memiliki kantor fisik di Indonesia? 

Mereka bisa menunjuk kantor perwakilan di dalam negeri yang bertugas menarik PPN tersebut. 

Adapun besaran PPN yang akan dikenakan sebesar 10 persen dan  kemungkinan nilai itu akan berimbas bagi konsumen lewat peningkatan biaya berlangganan. 

Contoh biaya berlanggan Spotify premium adalah Rp 49.990 per bulan, maka bila dikenakan PPN 10 persen biaya langganan akun premium Spotify akan menjadi  Rp 54.989 per bulan. 

Baca juga: Ini yang akan dilakukan Menkeu agar Netflix dan Spotify bayar pajak

Akan tetapi, menurut Fajri Akbar selaku Pengamat Pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), kebijakan ini bisa sepenuhnya berubah tergantung perusahaannya.

Bila nilai ini nantinya dianggap terlalu besar bagi konsumen, bisa jadi perusahaan akan menanggung sebagian dari pajak tersebut atau mungkin perusahaan menurunkan dulu biaya berlangganan lalu setelah itu menaikkan sebesar 10 persen. Meski begitu cara ini akan berdampak pada laba dari perusahaan tersebut.   

Sayangnya hingga saat ini beberapa perusahaan di atas belum ada yang memberikan tanggapan terkait dengan pemungutan nilai PPN ini. 

Produk digital dari luar negeri resmi dikenakan PPN mulai 1 Juli 2020 EKRUT

Sumber: 

Tags

Share