jobs

3 tantangan Typescript untuk programmer dan developer

Published on
Min read
4 min read
time-icon
Maria Yuniar

Experienced Content Editor with a demonstrated history of working in the information technology and services industry. Skilled in News Writing, Headline Writing, Breaking News, Editing, and Feature Writing. Strong media and communication professional with a Graduate focused in Applied English Linguistics from Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

technology-1283624__340.jpg

Jika Anda adalah seorang web programmer atau software developer, pasti sudah tidak asing lagi dengan JavaScript. Bahasa pemrograman ini sangat dikenal dan menjadi salah satu bahasa pemrograman yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi berbasis Windows.

Sayangnya, JavaScript tidak mudah diterapkan dalam pembuatan aplikasi kompleks berskala besar. Untuk memudahkan developer membuat aplikasi berskala besar berbasis Javascript, Microsoft memperkenalkan sebuah bahasa pemrograman baru yang disebut dengan TypeScript.

Typescript adalah bahasa pemrograman berbasis JavaScript yang menambahkan fitur strong-typing & konsep pemrograman OOP klasik (class, interface). Di dalam dokumentasinya, TypeScript disebut sebagai super-set dari JavaScript, artinya semua kode JavaScript adalah kode TypeScript juga. Bahasa pemrograman ini menawarkan class, module, dan interface yang membuat developer bisa mengembangkan aplikasi kompleks dengan lebih mudah. Hal inilah yang membedakannya dengan Javascript.

Meski begitu, ada pula beberapa hal yang menjadi tantangan bagi Typescript untuk membenahi cara penggunaannya. Berikut ini tiga tantangan bagi pengguna Typescript.

 

Konfigurasi Typescript

Hal ini merupakan masalah umum di dunia Javascript karena membangun sebuah sistem bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Typescript memiliki 54 compiler flags pada file tsconfig.jscon yang dibuat ketika mengatur proyek.

Mungkin penggunaan tsconfig.json sebagai penanda pada komentar akan sedikit membantu Anda untuk mengetahui tombol yang harus diubah. Namun, untuk mencari tahu target JavaScript apa yang digunakan, sistem modul apa yang digunakan, atau library yang harus disertakan. Hal itu masih sulit dilakukan dengan Typescript.

 

Pesan error

Typescript menggunaakan sistem yang cukup cerdas karena dapat mendefinisikan objek yang memuat kunci yang dapat diterjemahkan dan tidak dapat diterjemahkan untuk localization. Hal ini akan membuat Anda membutuhkan banyak waktu untuk mengecek apa yang sedang terjadi pada kode Anda.

Selain itu, masalah muncul ketika Anda membaca pesan error pada Typescript yang memang sulit untuk dimengerti.

 

Pengecekan kode

Dalam Typescript, Anda bisa saja melakukan pengecekan kode seperti pada bahasa pemrograman lainnya. Anda bisa memberikan informasi telah menerima permintaaan obyek yang memiliki bentuk tertentu. Namun, karena tidak ada informasi saat run-time, maka belum ada cara yang pasti untuk memastikan bahwa kode yang Anda masukkan akan berhasil.

Jika Anda ingin mengecek struktur obyek, Anda perlu menentukannya saat run-time dengan sesautu seperti class-validators atau io-ts.

Jadi, perhatikan hal-hal di atas ya sebelum menggunakan TypeScript. 

Sumber:
hackernoon.com
codepolitan.com

0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    API-adalah-EKRUT.jpg

    Technology

    API: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Arsitektur, dan Contohnya

    Nur Rosita Dewi

    14 November 2022
    6 min read
    pexels-sora-shimazaki-5926389.jpg

    Careers

    15 Pertanyaan Interview Kerja Mobile Engineer 2022

    Chrissila Jessica

    10 November 2022
    5 min read
    H1_Coding.jpg

    Technology

    10 Rekomendasi Aplikasi untuk Coding [2022]

    Tio Derma

    09 November 2022
    7 min read

    Video