Published on

jobs

3 tantangan Typescript untuk programmer dan developer

Maria Yuniar

technology-1283624__340.jpg

Jika Anda adalah seorang web programmer atau software developer, pasti sudah tidak asing lagi dengan JavaScript. Bahasa pemrograman ini sangat dikenal dan menjadi salah satu bahasa pemrograman yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi berbasis Windows.

Sayangnya, JavaScript tidak mudah diterapkan dalam pembuatan aplikasi kompleks berskala besar. Untuk memudahkan developer membuat aplikasi berskala besar berbasis Javascript, Microsoft memperkenalkan sebuah bahasa pemrograman baru yang disebut dengan TypeScript.

Typescript adalah bahasa pemrograman berbasis JavaScript yang menambahkan fitur strong-typing & konsep pemrograman OOP klasik (class, interface). Di dalam dokumentasinya, TypeScript disebut sebagai super-set dari JavaScript, artinya semua kode JavaScript adalah kode TypeScript juga. Bahasa pemrograman ini menawarkan class, module, dan interface yang membuat developer bisa mengembangkan aplikasi kompleks dengan lebih mudah. Hal inilah yang membedakannya dengan Javascript.

Meski begitu, ada pula beberapa hal yang menjadi tantangan bagi Typescript untuk membenahi cara penggunaannya. Berikut ini tiga tantangan bagi pengguna Typescript.

 

Konfigurasi Typescript

Hal ini merupakan masalah umum di dunia Javascript karena membangun sebuah sistem bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Typescript memiliki 54 compiler flags pada file tsconfig.jscon yang dibuat ketika mengatur proyek.

Mungkin penggunaan tsconfig.json sebagai penanda pada komentar akan sedikit membantu Anda untuk mengetahui tombol yang harus diubah. Namun, untuk mencari tahu target JavaScript apa yang digunakan, sistem modul apa yang digunakan, atau library yang harus disertakan. Hal itu masih sulit dilakukan dengan Typescript.

 

Pesan error

Typescript menggunaakan sistem yang cukup cerdas karena dapat mendefinisikan objek yang memuat kunci yang dapat diterjemahkan dan tidak dapat diterjemahkan untuk localization. Hal ini akan membuat Anda membutuhkan banyak waktu untuk mengecek apa yang sedang terjadi pada kode Anda.

Selain itu, masalah muncul ketika Anda membaca pesan error pada Typescript yang memang sulit untuk dimengerti.

 

Pengecekan kode

Dalam Typescript, Anda bisa saja melakukan pengecekan kode seperti pada bahasa pemrograman lainnya. Anda bisa memberikan informasi telah menerima permintaaan obyek yang memiliki bentuk tertentu. Namun, karena tidak ada informasi saat run-time, maka belum ada cara yang pasti untuk memastikan bahwa kode yang Anda masukkan akan berhasil.

Jika Anda ingin mengecek struktur obyek, Anda perlu menentukannya saat run-time dengan sesautu seperti class-validators atau io-ts.

Jadi, perhatikan hal-hal di atas ya sebelum menggunakan TypeScript. 

Sumber:
hackernoon.com
codepolitan.com

Tags

Share

Artikel Terkait

H1_iOS_Developer.jpg

Expert's Corner

iOS Developer: Latar Pendidikan, Tugas, Skill-set, dan Proyeksi Karier 2022

Algonz D.B. Raharja

18 May 2022
5 min read
H1_Nodejs.jpg

Technology

Node.js Adalah: Cara Kerja, Frameworks dan Tools Beserta Kelebihannya

Algonz D.B. Raharja

27 April 2022
5 min read
H1_Data_Engineer.jpg

Expert's Corner

4 Cara Memulai Karier Data Engineer Beserta Proyeksi Kariernya di Tahun 2022

Algonz D.B. Raharja

27 April 2022
5 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh Deskripsi Diri Sendiri yang Profesional dan Menarik HRD

Maria Tri Handayani

07 April 2022
6 min read
02

Jadwal FYP TikTok 2022: Pelajari dan Terapkan Tren Terbaru Agar Kontenmu Ramai!

Nurina Ulfah

04 April 2022
5 min read
03

5 Cara Cek Nomor Smartfren Sendiri dengan Cepat dan Mudah 2022

Algonz D.B. Raharja

27 April 2022
5 min read
04

Tips Menyampaikan Kata-Kata Perpisahan Kerja yang Berkesan

Maria Tri Handayani

07 April 2022
5 min read
05

12 Jenis Strategi Pemasaran yang Paling Efektif Beserta Contohnya

Tsalis Annisa

07 April 2022
5 min read