Media

8 kesalahan terbesar dalam pemasaran konten
By Maria Yuniar - 27 September 2018
5 min read 103 Views

Content marketing saat ini sangat populer di kalangan dunia digital marketing dan menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran di berbagai macam jenis bisnis. Namun, terdapat beberapa kesalahan yang dapat melemahkan strategi marketing dan dengan signifikan mempengaruhi bisnis. Apa saja sih kesalahan-kesalahan fatal dalam content marketing yang ada selama ini? (Baca juga: 5 keahlian content marketing untuk memikat netizen)

 

Konten tidak memanfaatkan channel yang tepat

Beberapa orang terlalu yakin bahwa konten mereka cukup bagus akan jadi populer. Padahal kesempatan konten kamu mendapatkan perhatian dari web crawler sangat kecil, jika website kamu tidak menjadi website dengan peringkat tinggi dari topik yang biasa dicari orang-orang. Akan labih baik jika kamu fokus mendistribusikan konten kepada orang yang dituju melalui channel yang benar. Sebagai hasilnya, pesan kamu akan sampai ke target  dan mungkin saja akan menghasilkan konversi dan penjualan dari sini. (Baca juga: 5 tips agar kontenmu disukai pembaca)

 

Tidak melakukan evaluasi

Membuat konten tanpa evaluasi akan menjadi kesalahan besar. Cobalah dengan mengurangi jumlah konten yang diterbitkan per hari. Selanjutnya, luangkan waktu untuk memastikan bahwa konten tersebut benar-benar berkualitas dan menjangkau lebih banyak audiens. (Baca juga: Tips agar konten yang kamu buat menjadi viral, apa saja sih?)

 

Tidak menjalankan promosi konten

Scott Berinato dari Harvard Business Review pernah bekerja sama dengan tim marketing yang memasarkan buku yang ditulisnya. Kesalahan terbesarnya adalah, ia yakin dengan kualitas karyanya, audiens akan datang dengan sendirinya. Ternyata tidak. Tentunya kita butuh kerja keras untuk membuat orang mengetahui karyamu. Dalam hal ini, peran promosi sangat dibutuhkan.


Sumber: makeameme.org

 

Medsos hanya untuk berjualan

Ini adalah kesalahan besar ketika orang dan pebisnis melihat media sosial hanya sebatas sarana untuk beriklan. Setiap channel memiliki karakteristik dan peran tersendiri. Sebagian besar brand masuk ke channel media sosial untuk menjual produk maupun jasa mereka. Padahal, mereka semestinya menggali lebih dalam untuk menjadi bagian dari budaya audiens.

 

Fokus pada kuantitas

Banyak orang yang berpikir bahwa mereka dapat memasarkan konten sebanyak-banyaknya pada website mereka. Cara ini memang banyak ditemukan pada marketing di masa terdahulu. Namun sekarang, orang-orang membatasi waktu mereka di Internet dan menjadi selektif dalam mengakses konten. 

Oleh karena itu, daripada terus berbicara lebih dan lebih tanpa target yang jelas, lebih baik fokus untuk mendapatkan lebih banyak perhatian audiens. Terlebih lagi, kamu harus mempertimbangkan waktu posting konten untuk sosial media yang berbeda agar mendapatkan perhatian optimal dari audiens. Jadi, jangan hanya berfokus pada kunatitas atau banyaknya konten, tapi juga pada kualitas konten yang diproduksi.

 

Hanya menulis tentang bisnis perusahaan

Jika kamu menjalankan usaha dengan permintaan lebih besar daripada penawaran, maka kamu boleh memproduksi konten tentang produkmu saja di website. Pelanggan akan mengakses website milikmu, mempelajari jenis produk dan cara mendapatkanya. Namun di pasar normal, kamu harus menghadirkan sebuah keunikan. Tujuannya, tentu saja mendapatkan perhatian audiens.

Jadi, konten tentang produkmu semata belumlah cukup. Kamu mesti memikirkan konten dengan topik-topik lain yang menarik. Selain konten, kamu harus mempertimbangkan orientasi pasar. Dengan demikian, sisipkan pesan call-to-action (CTA) atau ajakan untuk melakukan pendaftaran maupun pembelian produk.

 

Mengincar viralitas

Terkadang viralitas berhasil, tapi kegagalannya juga tak jarang. Banyak faktor yang berpengaruh, dan salah satu yang terbesar adalah keberuntungan. Kamu tidak bisa bergantung pada keberuntungan. Jadi, jangan membuat konten dengan tujuan viral. Buatlah konten yang bermanfaat bagi audiens.

 

Mengandalkan asumsi

Setiap konten harus bisa menjawab sebuah pertanyaan ini, "Apa manfaat yang bisa diambil pengguna darinya, dan tindakan apa yang kamu harapkan dari audiens dari konten itu?" Jadi, hindari membuat keputusan dalam pembuatan konten berdasarkan asumsi saja. Cobalah untuk membuat konten yang kreatif dan perhatikan target audiensmu.

Delapan kesalahan di atas dalam content marketing dapat membuat perkembangan bisnismu terhambat. Oleh karena itu, jangan biarkan kesalahan tersebut menjadi penghalang bisnismu. 

 

Rekomendasi bacaan:
Apa saja kesalahan fresh graduate saat pertama kali bekerja?
Bingung cari referensi saat diminta HRD?
Apakah Python bakal lebih populer dibanding JavaScript?

 

Sumber:
contentmarketinginstitute.com
contentcollision.co
techinasia.com
digitalmarketer.id
coredna.com
optinmonster.com
 

Tags:

  • website
  • content marketing
  • marketing
  • konten
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang