Published on

Technology

Bank Dunia lirik blockchain untuk terbitkan obligasi

Maria Yuniar

bank_dunia_lirik_blockchain_untuk_terbitkan_obligasi_EKRUT.jpg

Commonwealth Bank of Australia (CBA) belum lama ini mendapat mandat dari Bank Dunia untuk menerbitkan obligasi pertama dengan teknologi blockchain. Obligasi tersebut dinamakan Bond-i. Tujuan penerbitan obligasi ini untuk memudahkan peningkatan modal dan proses perdagangan.

Bank Dunia dan CBA mengklaim, permintaan terhadap instrumen utang yang dioperasikan dengan teknologi blockchain ini sangat besar. Sebab, teknologi blockchain dianggap aman karena lebih sulit untuk diretas dan prosesnya cepat. Bank Dunia menjelaskan, teknologi ini secara aman mencatat semua transaksi pada rantainya.

Bond-i libatkan banyak pihak

Executive General Manager CBA, James Wall mengungkapkan, bank asal Australia tersebut melakukan pendekatan kolaboratif bersama lembaga keuangan terkemuka, badan pemerintah, serta perusahaan lain. Tujuannya,  untuk menciptakan inovasi melalui blockchain. Instrumen investasi Bond-i tersebut baru akan diluncurkan Bank Dunia dan CBA setelah proses konsultasi dengan para investor.

Hingga saat ini, memang belum ada informasi mengenai jumlah maupun tanggal penerbitan obligasi tersebut. Kelak, obligasi ini akan dikeluarkan dan didistribusikan pada platform blockchain. Bank Dunia dan CBA yang akan mengoperasikan platform ini. 

Baca juga: Blockchain dan efisiensi industri

Obligasi blockchain janjikan efisiensi

Mulanya, penggunaan blockchain oleh CBA muncul ketika Australian Securities Exchange berencana menerapkan teknologi yang sama untuk memotong biaya perdagangan ekuitas pada tahun 2020. Ternyata, rencana penerbitan obligasi blockchain tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak. 

Sebab, blockchain menjanjikan penyederhanaan proses dengan memangkas keberadaan perantara dan agen pasar modal utang. Langkah ini dapat membantu penghimpunan dan perdagangan modal, sekuritas perdagangan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan pengawasan regulator. 

Obligasi negara berkembang capai triliunan rupiah

Selama ini, Bank Dunia sudah menghabiskan dana sebesar US$ 50 miliar (Rp 725 triliun) sampai US$ 60 miliar (Rp 870 triliun) per tahun untuk menerbitkan obligasi di negara-negara berkembang.

Oleh karena itu, Direktur Informasi Bank Dunia, Denis Robitaille berharap obligasi rintisan ini dapat menjadi upaya untuk memberi saran kepada klien-klien negaranya mengenai kesempatan dan risiko dari teknologi disruptif.

Baca juga: Blockchain dan masa depan negara berkembang

Bagaimana pendapatmu mengenai obligasi dengan teknologi blockchain ini? Apakah sebagai negara berkembang, Indonesia juga akan memperdagangkannya?

bank dunia lirik blockchain untuk terbitkan obligasi EKRUT

Sumber:

  • kontan.co.id
  • computerworld.com.au
  • wartaekonomi.co.id
  • cnbcindonesia.com

Tags

Share

Artikel Terkait

saham_adalah_EKRUT.jpg

Lainnya

Apa Itu Saham? Berikut 3 Jenis Saham, Manfaat, Risiko, dan Cara Transaksinya!

Tsalis Annisa

11 May 2022
5 min read
arb_adalah.jpg

Lainnya

Mengenal Apa Itu Saham ARB dan ARA, Manfaat Beserta 5 Tips Sebelum Membelinya!

Tsalis Annisa

11 May 2022
5 min read
trading-adalah EKRUT.jpg

Careers

Trading: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Risiko dan Panduan Trading yang Baik

Nur Lella Junaedi

09 May 2022
5 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh Deskripsi Diri Sendiri yang Profesional dan Menarik HRD

Maria Tri Handayani

07 April 2022
6 min read
02

Jadwal FYP TikTok 2022: Pelajari dan Terapkan Tren Terbaru Agar Kontenmu Ramai!

Nurina Ulfah

04 April 2022
5 min read
03

5 Cara Cek Nomor Smartfren Sendiri dengan Cepat dan Mudah 2022

Algonz D.B. Raharja

27 April 2022
5 min read
04

Tips Menyampaikan Kata-Kata Perpisahan Kerja yang Berkesan

Maria Tri Handayani

07 April 2022
5 min read
05

12 Jenis Strategi Pemasaran yang Paling Efektif Beserta Contohnya

Tsalis Annisa

07 April 2022
5 min read