Published on

Technology

Benarkah Facebook tertarik masuki blockchain?

Widyanto Gunadi

facebook_blockchain.jpg

Dunia teknologi finansial atau financial technology (fintech) memang selalu menjadi perbincangan menarik. Tak henti-hentinya tersiar berbagai perkembangan terbaru dari dua bidang tersebut mulai dari update mengenai cryptocurrency, mata uang digital, dan perkembangan fintech. Yang menjadi kabar terbaru, Facebook disebut-sebut berminat mengembangkan organisasinya dan merambah dunia blockchain. Berikut ini ulasannya untuk Anda.

 

Facebook tertarik dengan blockchain?

Facebook menata kembali jajaran eksekutifnya yang mengawasi aplikasi dan produk. Yang menarik, struktur baru ini memunculkan unit "New Platforms and Infrastructure" dan dipimpin Kepala Pejabat Teknologi (CTO) Mike Schroepfer. Salah satu bagian dari unit ini adalah blockchain, di bawah David Marcus. Ia pernah menjadi presiden PayPal yang sebelumnya menangani Facebook Messenger. Selain itu, ia berpengalaman di bidang keuangan dan mata uang digital. Ia pun terlibat dalam startup yang sedang ramai dibicarakan, yaitu Coinbase.

Ini mengindikasikan adanya langkah Facebook memasuki blockchain, suatu teknologi yang terdesentralisasi dan mendasari lahirnya Bitcoin. Teknologi ini pun memunculkan berbagai aset digital lain, termasuk Steemit.

 

Tim kecil

Berdasarkan kabar dari Businessinsider, tim eksperimental yang dibentuk Facebook itu merupakan tim kecil, beranggotakan kurang dari 12 orang. Namun, Facebook tampaknya tidak main-main. Ia adalah perusahaan besar yang tak akan begitu saja mengubah organisasi perusahaan tanpa pertimbangan masak. Apalagi, menurut sumber Businessinsider, Mark Zuckerberg memilih orang-orang berkualitas tinggi untuk duduk di unit ini.

Sementara itu Recode memaparkan, eksekutif Instagram, Kevin Weil dan James Everingham, serta Morgan Beller, pejabat pengembangan korporat, juga sedang meneliti blockchain. Meski demikian, yang akan dilakukan tim ini belum jelas. David Marcus hanya menyatakan ingin membentuk sebuah kelompok kecil untuk mengeksplorasi cara terbaik memanfaatkan blockchain di Facebook, dimulai dari nol.

 

Mata uang digital Facebook

Tahukah Anda bahwa sebenarnya Facebook bukan pemain baru dalam mata uang digital? Media sosial itu pernah menerbitkan mata uang virtual pada Juni 2011. Namanya Credits. Nilainya saat itu US$ 0,10. Ini sebenarnya ditujukan untuk menyederhanakan pembayaran yang terjadi di platform Facebook, misalnya bagi user yang mau bermain game berbayar atau mengunduh aplikasi. Dengan Credits, Facebook ingin menarik biaya 30 persen dari transaksi yang tercatat.

Masalahnya, nilai mata uang di negara lain berbeda dan berubah-ubah. Nilai US$ 1 pada 2 Mei 2011 sama dengan Rp 9.312,86. Pada 13 Mei 2011, nilainya Rp 9.050,81. Hal ini membuat user bingung karena nilai Credits-nya berubah-ubah. Akhirnya, pada Juni 2013 Facebook mengubah aturan pembayarannya dengan menghapus Credits dan menggantinya dengan mata uang lokal. Ini membuat pengembang dapat menetapkan harga secara dinamis di berbagai negara. Bila seorang user ingin membeli game, ia cukup melakukan pembayaran dengan kartu kredit, PayPal, dan sistem pembayaran lain yang tersedia.

Apakah informasi di atas membuat Anda semakin tertarik dengan blockchain dan fintech?

Rekomendasi bacaan:
Teknologi AI ini dipakai untuk kenali tamu di Royal Wedding
Apakah mata uang digital dapat mengatasi inflasi?
Berhati-hatilah dalam menggunakan cryptocurrency, ini alasannya

 

Sumber:
thenextweb.com
steemit.com
viva.co.id

Tags

Share