Published on

Technology

Blockchain jamin keamanan pemilu, apakah Indonesia siap?

Widyanto Gunadi

blockchain_pemilu.png

Teknologi blockchain kini memungkinkan pemilu online dilakukan secara aman. Cara ini dapat mengganti pemilu model konvensional yang berisiko kecurangan dan mahal. Bayangkan saja, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan Pilkada 2018 menelan dana Rp 10,7 triliun. Sementara itu, Pemilu 2019 yang terdiri atas pemilihan legislatif dan presiden diperkirakan memerlukan Rp 10,8 triliun. Selain mahal, pemilu model manual masih dibayangi manipulasi proses pendataan suara yang dilakukan berjenjang. Lalu, apa saja kelebihan blockchain dalam pemilu? Apakah Indonesia sudah siap mengadopsi teknologi ini?

 

Menangkal serangan siber

Kini, berbasis teknologi blockchain, hasil pemungutan suara dapat diamankan dengan sistem yang diklaim bebas serangan siber. Blockchain merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan penyimpanan data yang sama di dalam banyak server sekaligus. Dengan demikian, data tidak bisa dimodifikasi sembarangan. Keuntungan ini tidak bisa ditemukan pada server tunggal.

Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Oscar Darmawan, mengatakan ada satu lagi keunggulan dari teknologi blockchain. "Selain multiple server, setiap datanya itu saling terkait satu sama lain. Setiap server itu juga terhubung dan saling memeriksa data yang berada di dalamnya," ujarnya seperti dilansir detik.com.

 

Tidak bisa diretas

Oscar menyebut, sampai sekarang teknologi blockchain tidak bisa diretas karena memang kuat. Jika salah satu server diretas, maka server lain akan menganggap server tersebut tidak valid. Sebab, keduanya saling melakukan verifikasi.

Dengan kemampuannya tersebut, teknologi blockchain mampu diimplementasikan untuk berbagai hal. Selain untuk pemilu, blockchain pun bisa dipakai untuk mempercepat proses perjanjian bilateral. Selain itu, teknologi ini juga mampu mencegah pemalsuan sertifikat akta tanah, surat kelahiran, dan ijazah.

 

Menghilangkan pemilih ganda

Blockchain pun memiliki kemampuan menghilangkan pemilih ganda atau multiple vote, yang kerap ditemukan pada pemilu. Pemungutan suara pun bisa berlangsung dengan lebih transparan. 

 

Belum siap di Indonesia

Meski memiliki banyak keuntungan, blockchain belum siap diterapkan untuk pemilu mendatang di Indonesia. Sebab, waktu persiapannya relatif singkat, jika ingin mengejak pemilu tahun depan. Indonesia masih harus menjajaki sistem pemilu elektronik tersebih dahulu, sebelum menggunakan blockchain.

Selain itu, regulasi blockchain di Tanah Air pun masih belum memadai. Sehingga, kecepatan dan manfaat teknologi tersebut masih belum maksimal. Namun, bukan mustahil kan, kalau kelak Indonesia mengadopsi sistem electronic voting, dengan teknologi blockchain?

 

Sumber:
koran-jakarta.com
detik.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-steve-johnson-13078553.jpg

    Technology

    Animasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

    Tio Derma

    21 September 2022
    8 min read
    H1_Data_Mapping.jpg

    Technology

    Data Mapping: Pengertian, Benefit, 3 Teknik, dan Tipe Data Mapping Software

    Algonz D.B. Raharja

    22 August 2022
    6 min read
    H1_6_Langkah_Pengolahan_Data_Beserta_Tipe__Metode_dan_Contohnya.jpg

    Technology

    6 Langkah Pengolahan Data beserta Tipe, Metode, dan Contohnya

    Sartika Nuralifah

    19 August 2022
    6 min read

    Video