Careers

Business Intelligence: Tanggung Jawab, Skill Set, dan Proyeksi Karier 2022

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Natasya Primatyassari

Natasya Primatyassari has been dipping her toes into the digital marketing pool since 2018 and has helped numerous companies with their communication needs. Her passion is to make a business sparkle through its useful and engaging content.

H1_Business_Intelligence.jpg

Ketika data yang diperoleh perusahaan semakin bertambah banyak dan kompleks, mereka ingin mengoptimalkan data tersebut secara efektif dan hal ini menjadi prioritas bagi bisnis mereka. Data yang belum dikelompokkan dapat menjadi sulit untuk diolah apalagi dianalisis untuk kepentingan bisnis. Di situlah peran business intelligence diperlukan.

Apa itu business intelligence?


Business intelligence adalah wawasan yang didapatkan dari mengelola data perusahaan. (Sumber: Pexels)

Banyak orang telah mendengar istilah business intelligence, tetapi mungkin tidak yakin apa makna sebenarnya. Dikutip dari fieldengineer.com, business intelligence mengacu pada wawasan yang diperoleh dari hasil menganalisis informasi bisnis yang dimiliki perusahaan. Bisnis menyimpan sejumlah besar data, yang semuanya berpotensi memberi mereka wawasan mendetail untuk menginformasikan keputusan bisnis yang krusial. Data ini perlu digali dan dianalisis dengan cara yang benar untuk memaksimalkan potensinya dalam memberikan wawasan yang berharga bagi perusahaan.

Dilansir dari cio.com, setiap perusahaan yang menaruh perhatian khusus pada business intelligence sebaiknya memiliki staf analis tersendiri. Secara umum, mereka akan mengoptimalkan semua fitur yang terdapat dalam alat business intelligence untuk mendapatkan data yang dibutuhkan perusahaan, khususnya menemukan letak kerugian pendapatan dan mengidentifikasi langkah perbaikan yang dapat dilakukan untuk menghemat pengeluaran perusahaan atau meningkatkan keuntungan.

Baca juga: 7 Cara Efektif Belajar Data Science beserta Online Course Terbaiknya

Tugas dan tanggung jawab business intelligence


Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan bisnis menjadi salah satu tugas business intelligence. (Sumber: Pexels)

Analis business intelligence memiliki cakupan tugas dan tanggung jawab yang beragam tergantung pada kebijakan perusahaan. Namun, tugas utama business intelligence adalah mengubah data menjadi wawasan yang dapat membantu meningkatkan nilai bisnis. Dikutip dari indeed.com, tugas dan tanggung jawab business intelligence antara lain sebagai berikut.

  • Mengembangkan dan mengelola keputusan terbaik untuk perusahaan.
  • Memberikan laporan melalui aplikasi perkantoran untuk meningkatkan proses bisnis.
  • Berkolaborasi dengan anggota tim untuk mengumpulkan data dan menjalankan misi perusahaan.
  • Menganalisis persyaratan dan proses bisnis kemudian merekomendasikan penerapannya kepada manajemen dan eksekutif.
  • Membuat dan memelihara dokumentasi bisnis yang mencakup desain, persyaratan, dan manual pengguna.
  • Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan untuk tujuan merampingkan dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Baca juga: Tableau: Pengertian, fungsi, fitur, 3 elemen, dan contohnya

Skill-set untuk menjadi business intelligence


Menganalisis dan memvisualisasikan data adalah keterampilan utama yang dibutuhkan (Sumber: Pexels)

Untuk menjadi analis business intelligence yang terampil, kamu memerlukan perpaduan keterampilan teknis, nonteknis, dan analitis. Dilansir dari thebalancecareers.com dan coursera.org, berikut beberapa skill-set yang penting untuk dikuasai.

1. Analisis data

Tugas utama dalam business intelligence adalah menerjemahkan data menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti sehingga perusahaan dapat membuat keputusan yang akan meningkatkan profitabilitas. Proses ini melibatkan pemahaman mengolah berbagai macam data. Oleh karena itu, business intelligence perlu memiliki kemampuan analitis yang kuat.

Mereka harus dapat melihat korelasi dan membuat makna dari data yang disajikan. Selain itu, business intelligence juga harus bisa menyusun instrumen untuk kepentingan pengumpulan data serta mengetahui cara mengelola data menggunakan alat seperti Excel dan SQL.

2. Visualisasi data

Pengetahuan tentang perangkat lunak atau platform seperti Tableau dan Power BI sering dikutip dalam deskripsi pekerjaan sebagai keterampilan penting yang harus dimiliki. Alat-alat ini membantu membuat grafik dan visualisasi data lainnya.

3. Bahasa pemrograman

Sebagai analis business intelligence, kamu dapat diminta untuk membuat sistem atau proses untuk membantu menganalisis data dan memantau aspek utama bisnis. Pemahaman terhadap bahasa pengkodean seperti Python, Java, atau R sering muncul dalam deskripsi pekerjaan.

4. Pemahaman terhadap industri

Ketika bekerja menjadi business intelligence, kamu perlu memahami industri tempat kamu bekerja. Sebagai contoh, jika kamu bekerja untuk rumah sakit, kamu harus memiliki pengetahuan tentang tren terkini dalam industri kesehatan. Hal ini akan membantu kamu memahami dan memanfaatkan data yang dianalisis dengan lebih baik serta memberikan solusi yang lebih sesuai kepada para eksekutif.

5. Pemecahan masalah

Seorang business intelligence tidak hanya mampu menganalisis data, tetapi mereka biasanya juga dituntut untuk dapat menawarkan pemecahan masalah kepada eksekutif berdasarkan data tersebut. Oleh karena itu, analis business intelligence perlu memberikan saran atau solusi yang jelas untuk membantu perusahaan membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

6. Komunikasi

Menduduki posisi sebagai business intelligence akan membuatmu sering berbicara di depan tim atau membuat laporan tertulis untuk membagikan hasil temuan. Memiliki keterampilan komunikasi, baik secara tertulis maupun verbal, untuk merangkum penelitian dan menyampaikan rekomendasi akan sangat membantumu dalam menjalankan peran ini.

Baca juga: 5 Buku Visualisasi Data Terbaik dari Level Pemula hingga Profesional

Proyeksi karier business intelligence di tahun 2022


Proyeksi karier sebagai business intelligence cukup menjanjikan. (Sumber: Pexels)

Salah satu alasan menarik untuk berkarier sebagai business intelligence adalah prospek permintaan yang semakin meningkat. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, peluang kerja sebagai analis business intelligence diperkirakan akan tumbuh sebesar 14% dari tahun 2020 hingga 2030.

Profesi ini dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, keuangan, hingga penegakan hukum. Dilansir dari discoverdatascience.org, perusahaan di berbagai industri tersebut sedang berlomba-lomba mencari cara untuk memenangkan persaingan dan analis business intelligence dapat memberikan wawasan yang diperlukan untuk mendapatkan keunggulan ini. Dengan demikian, orang yang memiliki kemampuan ini sangat dibutuhkan. Asalkan kamu memiliki keterampilan, pengalaman, dan minat dalam memecahkan masalah, kamu dapat menjadi salah satu kandidat yang unggul.

Baca juga: 9 Data Analytics Tools Terbaik Sesuai Kebutuhanmu

Jika kamu tertarik dengan profesi business intelligence, kamu bisa menemukan berbagai peluang untuk mengembangkan karier sesuai dengan minatmu hanya dengan sign up melalui EKRUT. Yuk, sambut kesempatan ini sekarang juga!

Sumber:

  • cio.com 
  • indeed.com
  • coursera.org
  • fieldengineer.com
  • thebalancecareers.com
  • discoverdatascience.org
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    BEP_(Break_Event_Point)_Pengertian__konsep__tujuan__3_komponen_dan_cara_perhitunganya.jpg

    startup

    BEP (Break Event Point): Pengertian, Tujuan, dan 3 Komponennya

    Sylvia Rheny

    06 December 2022
    5 min read
    tipe-tipe-kepemimpinan-EKRUT.jpg

    Careers

    10 Tipe Kepemimpinan Dalam Tim, Kamu Termasuk yang Mana?

    Tsalis Annisa

    06 December 2022
    5 min read
    cara-membuat-grafik-di-excel---EKRUT.jpg

    Technology

    Cara Membuat Grafik di Excel dengan Mudah Beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    05 December 2022
    6 min read

    Video