Published on

Careers

6 Contoh kajian pustaka untuk skripsi, tesis, karya Ilmiah, makalah, artikel, dan proposal

Algonz D.B. Raharja

Contoh_kajian_pustaka.jpg

Kajian pustaka atau literature review merupakan salah satu aspek penting dalam memulai sebuah tulisan ilmiah. Contoh kajian pustaka yang ideal umumnya berada di bab awal sebuah tulisan ilmiah, baik terletak sebelum atau sesudah rumusan masalah. 

Beberapa dosen atau kampus memiliki aturannya sendiri untuk meletakkan sub bab kajian pustaka ini. Alasannya beragam, bisa karena faktor kepentingan penulisan proposal di bab pertama, atau untuk mendorong pemahaman lebih bagi seorang mahasiswa yang sedang menulis karya ilmiah.

Apa itu kajian pustaka?

Apa itu kajian pustaka?
Kajian pustaka tak sulit dibuat karena berisi rangkuman karya-karya terdahulu yang relevan dengan tema tulisanmu (Sumber: Pexels)

Secara akademis, kajian pustaka dikenal sebagai ringkasan komprehensif dari penelitian-penelitian terdahulu tentang suatu topik. Kajian pustaka atau juga dapat disebut tinjauan pustaka ini dilakukan dengan menyurvei artikel ilmiah, buku, dan sumber lain yang relevan dengan bidang penelitian tertentu.

Menulis kajian pustaka berarti harus dibarengi dengan membaca beberapa risalah ilmiah terkait topik ilmiah tertentu. Proses ini kemudian membuat seorang yang menulis kajian pustaka akan mendapat sudut pandang lain dalam kajian ilmiahnya. Oleh karena itu, peran kajian pustaka dalam penulisan ilmiah amat penting.

Manfaat kajian pustaka dalam penelitian

Kajian pustaka memiliki peran dan manfaat yang besar dalam sebuah penelitian ilmiah. Waktu dilakukannya kajian pustaka ini tak hanya saat penulisan karya ilmiah tetapi jug jauh sebelum penelitian dilaksanakan. Hal ini dikarenakan penting untuk mengetahui korelasi dan relevansi dari sebuah topik yang akan diteliti dengan penelitian-penelitian sebelumnya. 

Pengetahuan tentang kajian pustaka yang berisi berbagai penelitian serupa membuat seorang peneliti bisa memahami arah dan tujuan karya ilmiahnya. Membaca dan menulis sebuah kajian pustaka dapat menentukan posisi sebuah karya ilmiah baru yang akan ditulis, entah itu sebagai pembaharu, pembanding, atau bahkan mengkritisi penelitian sebelumnya.

Adapun manfaat utama dari kajian pustaka secara umum adalah,

  • Menunjukkan keakraban peneliti dengan topik dan konteks ilmiah yang akan dibuat.
  • Membantu peneliti untuk mengembangkan kerangka kerja/teori dan metodologi penelitian.
  • Memposisikan peneliti dalam kaitannya dengan peneliti atau teori-teori lain.
  • Menunjukkan bagaimana penelitian baru yang akan dibuat akan mengatasi kesenjangan atau berkontribusi pada pembaharuan hasil pada topik serupa.

Fungsi kajian pustaka dalam penelitian

Fungsi kajian pustaka dalam penelitian
Kajian pustaka amat penting bagi suatu penelitian karena membantu penulis membangun kerangka teori dan sudut pandang (Sumber: Pexels)

Adapun fungsi dari sebuah kajian pustaka adalah membuat peneliti atau penulis karya ilmiah dapat mengetahui, mengenal, dan memahami lebih lanjut tentang penelitian-penelitian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya. Tentunya, penelitian-penelitian lampau ini ditentukan dengan kaitan erat dengan topik penulisan karya ilmiah.

Fungsi utama dari sebuah kajian pustaka adalah penulis/peneliti dapat menganalisis beberapa penelitian sebelumnya untuk membangun kerangka berpikir secara terpadu. Dalam artian lain, kajian pustaka akan mewakili literatur-literatur yang akan memberikan informasi atau latar belakang tentang penelitian terbaru. 

Perbedaan kajian pustaka dengan daftar pustaka

Kajian pustaka bersifat rangkuman dan analisis sederhana dari sebuah literatur. Hal ini yang lantas menjadi pembeda secara gamblang antara kajian pustaka dengan daftar pustaka. Adapun perbedaan-perbedaan dari keduanya antara lain sebagai berikut.

Kajian Pustaka Daftar Pustaka
Referensi penelitian berbentuk rangkuman. Referensi penelitian/penulisan berbentuk baris keterangan literatur (sitasi).
Berisi tentang tinjauan pustaka yang selaras dengan penelitian. Berisi nama penulis referensi, judul referensi, tahun penerbitan, dan penerbit referensi.
Terletak di bab pertama sebuah karya ilmiah setelah/sebelum rumusan masalah. Terletak di bagian akhir sebuah karya ilmiah sebagai pertanggung jawaban atas referensi-referensi yang telah dipakai dalam penulisan/penelitian.
Fungsi utamanya adalah membentuk kerangka teori atau kerangka penelitian. Fungsi utamanya adalah menyajikan referensi-referensi penyerta sebuah karya ilmiah untuk menghindari plagiasi.

6 Contoh kajian pustaka

Contoh kajian pustaka
Kajian pustaka tidak hanya dipakai dalam karya ilmiah akhir mahasiswa saja. (Sumber: Paxels)

Secara umum, kajian pustaka dipakai untuk semua karya ilmiah, baik masih berupa proposal hingga karya akhir. Sesuai fungsinya sebagai fondasi yang dapat menjadi tumpuan terbentuknya kerangka penelitian, maka kajian ilmiah berada di bagian awal dari sebuah penelitian.

Berikut ini adalah 6 contoh kajian pustaka yang umum dipakai dalam dunia akademis.

1. Contoh kajian pustaka untuk Skripsi

Salah satu contoh kajian pustaka untuk skripsi dapat dilihat dari skripsi berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran Tutor Sebaya dengan Pendekatan Moderat (Modification of Reciprocal Teaching)” yang ditulis M. Mufadiah di Institut Agama Islam Walisongo Semarang.

Dalam sub bab kajian pustaka yang ditulis Mufadiah memakai dua penelitian terdahulu yang memiliki tema serupa. Kajian pustaka ini berisi tentang bagaimana penerapan pendekatan reciprocal teaching di beberapa Madrasah Tsanawiyah dan pendekatan modification of reciprocal teaching (Moderat) di SMP Negeri.

Mufaidah membandingkan dua pendekatan di dua sekolah berbeda untuk melihat efisiensi pendekatan reciprocal teaching. Di dalam dua penelitian itu terdapat penjelasan tentang instrumen penelitian berupa multiple choice test dan esai. 

Di mana kemudian penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Analisis dilakukan untuk mengetahui persentase siklus ketuntasan belajar siswa baik secara kognitif maupun psikomotorik. Kajian pustaka yang diambil Mufadiah ini diambil langsung merujuk pada tema khusus yang akan ia tulis sebagai skripsi.

Apa yang dicantumkan Mufadiah dalam kajian pustaka skripsinya menjadi contoh bahwa penulisan kajian pustaka dapat dibuat sederhana dan langsung to the point pada tema tertentu. Hal ini kemudian membantu Mufadiah untuk mengembangkan kerangka teori yang akan ia pakai pada penulisan bab-bab selanjutnya.

2. Kajian pustaka untuk Tesis

Contoh kedua dari penggunaan kajian pustaka pada tesis. Sebagai tugas akhir untuk jenjang pendidikan magister, tesis pun perlu kajian pustaka yang komprehensif untuk dapat menyajikan analisis data dengan baik.

Tesis yang menjadi contoh penulisan kajian pustaka ini diambil dari tulisan Sari Nur Aini berjudul “Peran Dinas Pendidikan Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar di Kota Metro” di Program Pascasarjana FISIP UI.

Dalam kajian pustakanya, Nur Aini mencoba menguraikan teori dan konsep mengenai organisasi publik, institusi, desentralisasi, mutu, dan mazhab pendidikan, dan konsep SWOT. Kajian pustaka yang disusun Nur Aini bersifat kompleks karena tujuan tesis sehingga ia mengawalinya dengan hal umum terlebih dahulu, yaitu organisasi publik. Pertama-tama Nur Aini menjelaskan ringkas tentang definisi organisasi publik hingga tujuan-tujuan khususnya.

Setelah menjelaskan apa itu organisasi publik menurut Stewart dan Ramon, Nur Aini lantas mulai merujuk pada penjelasan khusus mengenai otoritas lokal, aspirasi lokal menurut Walsh et al, dan partisipasi publik. Begitu pula kemudian ia mulai mengerucutkan kajian pustakanya pada kinerja local government yang dalam hal ini adalah pemerintah daerah.

Nur Aini tercatat membangun kajian pustaka tentang pemerintahan daerah yang merujuk pada buku “Manajemen Pemerintahan Indonesia” (2004) karya Dharma S. Setyawan. Dengan kajian pustaka ini, Nur Aini menutup aspek kajian pustaka yang bersifat organisasi publik secara umum. Selanjutnya, ia mulai mengarah pada kajian pustaka tentang pendidikan.

Pada bagian pendidikan, secara holistik Nur Aini menjelaskan secara rinci tentang definisi pendidikan, institusi pendidikan, hingga tujuan-tujuan pendidikan menurut UNESCO dan Langeveld. Sebagai pelengkap kompleksitas aspek kajian pustaka tentang pendidikan ini Nur Aini menambahkan penjelasan melalui bagan tentang model pendidikan sebagai suatu sistem.

Selepas itu, berturut-turut Nur Aini menjelaskan desentralisasi pendidikan dan mutu pendidikan. hingga di bagian khususnya ia membahas mazhab pendidikan menurut Mazhab Frankfurt (Herbert Marcuse), Mazhab Gramsci (Antonio Gramsci), Mazhab Paulo Freire, dan Mazhab Pendidikan Kritis yang dirangkai melalui teori reproduksi dan korespondensi Bowles dan Gintis.

Bagian khusus dari kajian pustaka milik Nur Aini ini merupakan ciri khas kajian pustaka tesis yang menjabarkan teori-teori dasar dari sebuah tema besar suatu riset. Penjelasan atas kajian pustaka khusus ini berperan untuk memperkuat sudut pandang penulis tesis untuk menganalisis hasil observasinya. 

Terlebih, rangkuman-rangkuman yang ada dalam kajian pustaka ini akan menjadi kerangka teori utama penelitian hingga menarik kesimpulan. Untuk itulah, kajian pustaka tesis lebih kompleks daripada kajian pustaka skripsi. Namun, juga tak menutup kemungkinan jika ditemukan kajian pustaka skripsi yang kompleks.

3. Kajian pustaka karya ilmiah

Merujuk pada buku “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah” yang diterbitkan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, dijelaskan secara singkat bagaimana seharusnya kajian pustaka itu ditulis.

Dalam buku pedoman tersebut dijelaskan bahwa kajian pustaka dibuat untuk memperoleh adanya kesenjangan teoretis (konseptual) dan kesenjangan praktis (kontekstual). Kesenjangan ini dihubungkan oleh kajian pustaka dan temuan di lapangan atau riset tertentu. Untuk itulah kajian pustaka dibuat untuk dapat membedakan antara masalah dan gejala yang ada di lapangan dan mempermudah identifikasinya.

Penulisan kajian pustaka untuk karya ilmiah dasar secara umum lebih ringkas dan mudah karena tinggal menempatkan satu atau dua sumber terkait dengan temuan di lapangan. Hal ini tentunya disesuaikan dengan relevansi sumber baik tema maupun waktu karya ilmiah terdahulu dibuat.

Contoh Kajian Pustaka (Karya Ilmiah)

Karya ilmiah berjudul “Potensi Reforestasi Sebagai Salah Satu Solusi Rehabilitasi Lahan Gambut” ini dibangun atas perspektif bahwa persentase kerusakan lahan gambut di Provinsi Riau hampir mencapai 53% pada tahun 2015. Kerusakan ini utamanya terjadi karena kebakaran lahan gambut sepanjang Agustus hingga November 2015 yang menyebabkan 35.876 ribu hektar lahan gambut rusak.

Melihat kondisi itu, menurut Mizuno et al (2003: 87) disebutkan bahwa proses rehabilitasi lahan gambut yang telah terbakar tidak serta-merta dapat mengembalikan kualitas air gambut yang telah kering. Lahan gambut yang terbakar dianggap telah kehilangan cakupan airnya hingga melebihi dua meter. Padahal, sejatinya lahan gambut harus senantiasa basah. 

Selama ini, pembuatan kanal-kanal atau sekat gambut justru akan melokalisasi air gambut dan keluar dari serasah gambut yang kering. Perlu diketahui pula, bahwa menurut Arif (2007: 67), serasah di lahan gambut adalah bahan utama terbentuknya batubara di masa depan. Lahan gambut yang berisi serasah organik akan mengendap dalam larutan air asam di waktu yang lama dan akan membentuk batubara. Hal ini yang lantas membuat lahan gambut kering akan mudah terbakar.

Melihat fakta tersebut, maka melalui karya ilmiah ini saya akan mencoba menjelaskan potensi reforestasi sebagai salah satu solusi rehabilitasi lahan gambut. Hal ini dikhususkan pada reforestasi dengan tumbuhan kayu yang bisa hidup di lahan berair asam seperti pohon Jelutung (Dyera costulata dan Ramin (Gonystylus bancanus). Keberadaan pohon-pohon khas lahan gambut ini diharapkan mampu mempertahankan muka air gambut agar tidak surut di musim kemarau panjang.


4. Contoh kajian pustaka untuk makalah

Penulisan kajian pustaka dalam makalah menuntut rangkuman seringkas mungkin karena umumnya makalah disajikan dalam jumlah kata yang tidak sebanyak skripsi, tesis, maupun karya ilmiah lainnya. Makalah dibuat untuk paparan langsung, baik dalam jurnal ilmiah maupun dalam sebuah simposium ilmiah.

Oleh karena itu, hendaknya kajian pustaka dalam makalah berisi setidaknya dua rujukan utama yang diringkas dalam dua paragraf saja. Hal ini dimaksudkan untuk membuat bahasan pokok makalah agar mendapat tempat lebih untuk dipaparkan. 

Contoh Kajian Pustaka Makalah

Makalah berjudul “Integrasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur” ini dibuat dengan merujuk pada fakta tersedianya sumber daya alam mumpuni di kawasan Manggarai Barat sebagai aspek utama pariwisata. Meski begitu, pemanfaatan pariwisata nampak belum menjangkau peningkatan ekonomi masyarakat Manggarai Barat.

Menurut data Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas 2019) ditemukan bahwa masih terdapat lebih dari 7.560 kepala keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini tentunya menjadi sorotan karena pembangunan pariwisata di Manggarai Barat amat pesat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Terlebih, adanya program pemerintah yang menegaskan Labuan Bajo dan Pulau Komodo sebagai destinasi wisata premium di Indonesia membuat cakupan perekonomian yang berputar akan sangat tinggi.

Mubaryo (1988) ekonomi kerakyatan yang dijelaskan sebagai proses pencapaian peningkatan ekonomi oleh dan untuk kepentingan masyarakat. Adapun integrasi antara ekonomi kerakyatan ini dapat dicapai dengan tindakan swadaya masyarakat yang dibimbing oleh pemerintah maupun lembaga swadaya tertentu. 

Untuk itulah, dalam menanggapi pesatnya pariwisata skala besar di Kabupaten Manggarai Barat, maka perlu diberdayakan pula ekowisata mandiri berbasis masyarakat untuk memperluas sebaran perputaran ekonomi di Manggarai Barat. Melalui makalah ini, saya ingin memaparkan beberapa lokasi dan kelompok swadaya ekowisata di Manggarai Barat yang telah tumbuh dan memberdayakan orang-orang setempat sebagai bagian dari rencana pariwisata nasional.  


5. Contoh kajian pustaka untuk artikel

Penulisan kajian pustaka untuk artikel umumnya tak perlu ditulis secara formal dengan kaidah-kaidah karya ilmiah. Sebabnya, artikel ditujukan kepada pembaca awam secara luas agar mudah dipahami dan menarik untuk dibaca.

Dalam sebuah artikel, baik itu ilmiah maupun populer, kajian pustaka ditulis secara naratif dan menyatu dalam bacaan atau sub judul tertentu. Sehingga tidak ada bagian tertentu di awal tulisan yang menjelaskan secara khusus tentang kajian pustaka terkait suatu tema.

Contoh Kajian Pustaka Artikel

Populasi Harimau Sumatra (Panthera tigris Sondaica) di dunia hanya mencapai 672 ekor. Semua populasi ini memiliki habitat asli di Pulau Sumatra, Indonesia. Jenis ini adalah satu dari 9 jenis harimau yang masih tersisa di dunia. 

Menurut ProFauna, Indonesia sendiri sejatinya memiliki 3 sub-spesies harimau endemik, yaitu Harimau Sumatra, Harimau Jawa, dan Harimau Bali. Namun, sebelum memasuki abad ke-20, dua jenis harimau terakhir telah dinyatakan punah oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature). Perburuan dan juga cara hidup harimau yang soliter membuat hewan ini rawan punah. Terlebih lagi, di hutan Sumatra diyakini hanya ada satu ekor harimau dalam rentang hutan seluas 320 hektar. 


6. Contoh kajian pustaka untuk proposal

Selain dibutuhkan untuk menulis artikel ilmiah atau hasil penelitian, kajian pustaka juga diperlukan untuk mengajukan proposal sebelum penelitian lebih lanjut dijalankan.

Dalam proposal, kajian pustaka berfungsi sebagai penguat sebuah judul atau tema yang diangkat oleh seorang penulis proposal. Jika kajian pustaka yang ditampilkan bernilai baik, maka kemungkinan besar proposal ini akan disetujui. Sebaliknya, jika kajian pustaka dianggap kurang memenuhi kerangka berpikir sebuah tema yang diangkat, maka bisa dipastikan kajian pustaka tersebut akan direvisi.

Penulisan kajian pustaka untuk proposal secara umum lebih ringkas tetapi langsung khusus kepada karya-karya terdahulu yang paling relevan dengan tema pengajuan proposal. Hal ini kurang lebih sama dengan penulisan kajian pustaka dalam karya ilmiah namun dengan bahasa yang lebih persuasif.

Contoh Kajian Pustaka Proposal

Riset Djamaludin et al. (2019) tentang kandungan merkuri pada air di Sungai Brantas, Kabupaten Mojokerto memunculkan pelbagai pertanyaan tentang kualitas air baku masyarakat di aliran sungai itu. Tercatat, sungai terbesar di Jawa Timur ini mengitari lebih dari 5 kabupaten dan 4 kota besar. Terlebih lagi, perusahaan daerah air minum (PDAM) di tiap kota/kabupaten itu juga memakai air Sungai Brantas sebagai air baku.

Penelitian Djamaludin et al. menunjukkan bahwa kandungan merkuri yang tinggi pada air di Sungai Brantas salah satunya disebabkan oleh buangan sampah popok bayi. Ditambah lagi, kandungan-kandungan kimia lain yang sulit terurai juga terdapat dalam bahan popok bayi. Kandungan polypropylene dan natrium polyacrylate dalam popok bayi dapat berpengaruh tak hanya pada air sungai tetapi juga ikan-ikan yang hidup di alirannya. Hal ini membuat daerah aliran sungai (DAS) Brantas menjadi perlu diperhatikan untuk urusan pembuangan limbah rumah tangga macam popok bayi ini.

Berdasar pada temuan dan fakta di atas, saya tertarik untuk mengajukan penelitian akhir berjudul “Pemahaman Psikologis Masyarakat di Daerah Aliran Sungai Brantas di Kota Mojokerto dalam Konteks Pencemaran Bahan Kimia dari Popok Bayi”. Penelitian ini saya tujukan sebagai sarana untuk mengetahui sudut pandang masyarakat tentang kebiasaan membuang sampah popok bayi ke Sungai Brantas. 

Di samping itu, penelitian ini akan menjadi pelengkap dari beberapa penelitian terdahulu yang mengulas tentang aspek-aspek kimiawi dari limbah popok bayi. Terdapat kesenjangan teori yang rumpang pada sisi manusia dalam kasus ini, dan karena itulah saya hendak menjadikan penelitian saya untuk menyoroti sudut pandang perilaku manusia terkait pembuangan limbah ini. Secara psikologis, hal semacam ini dapat dipengaruhi beberapa hal termasuk rendahnya edukasi maupun adanya keyakinan-keyakinan setempat yang amat kuat.


Jika dilihat dari keseluruhan penjelasan tentang kajian pustaka di atas, dapat ditemukan bahwa penulisan kajian pustaka tak sesulit yang kita kira sebelumnya. Meski bersifat teoretis dan keilmuan, namun kajian pustaka secara umum hanya membutuhkan waktu untuk kamu membaca dan merangkum sebuah literatur. Tentu saja, literatur ini yang sesuai dengan rencana penelitian atau tulisan kamu.

Nah, kamu tak perlu ragu dan takut lagi untuk segera menyelesaikan tulisan atau karya ilmiahmu. Penjelasan tentang kajian pustaka ini sedikit banyak bisa kamu terapkan secara langsung dalam tugas akhirmu, baik skripsi, tesis, maupun karya ilmiah lainnya. Selamat mencoba!

sign up EKRUT

Sumber:

  • https://guides.library.bloomu.edu/litreview
  • https://www.scribbr.com/dissertation/literature-review/
  • http://mercubuana.ac.id/files/MetodeLogiPenelitian/Kajian%20pustaka%20UMB%204-ok.pdf
  • http://mscdoctor.feb.ugm.ac.id/wp-content/uploads/2018/03/PEDOMAN-PENULISAN-Versi-cetak-170405084717-1.pdf

Tags

Share