Media

Empat formula untuk membuat produk yang memiliki product/market fit
By Aldo Imanuel - 29 October 2018
3 min read 323 Views
Q:

Menurut Pak Hadikusuma, apakah itu product-market fit? Apakah ada best practice agar produk/fitur yang kita buat bisa cocok dengan target audience?

Terima kasih!

Michael Cornelius, Associate Product Manager
 
A:

Product-market fit selalu menjadi pembahasan menarik di perusahaan startup, karena setiap produk yang ingin dihasilkan tidak hanya cukup menyelesaikan masalah penggunanya, tetapi juga harus mempunyai target market yang jelas agar produknya bisa berkembang. 

Tahap product-market fit ini penting karena startup tidak akan bisa berkembang atau masuk ke tahapan scaling jika produknya belum bisa menyelesaikan masalah pada target market tertentu, atau dengan kata lain ada cukup besar target pengguna yang kita sasar untuk menggunakan produk yang akan kita buat. 

Berikut formula sederhana sebagai panduan untuk membuat produk yang tepat dengan pengguna:

Define and validate your target users

Untuk membuat produk yang cocok dengan target audience maka harus mampu melihat masalah dan peluang sehingga produk yang dibuat bisa memberikan inovasi atau solusinya. Untuk itu, buatlah persona, gambarkan secara detil siapa yang akan menggunakan produk Anda, bagaimana demografisnya dan apa saja kebutuhan mereka.

Lalu yang paling penting adalah lakukan riset atau survei ke lapangan apakah produk yang akan kita buat bisa memenuhi kebutuhan mereka, apakah bisa menyelesaikan masalah mereka, dan validasi apakah target audience kita benar-benar ada? Jika tidak, maka ulangi lagi proses ini sampai Anda menemukan target audience yang tepat.

Unique Value Propositions

Langkah selanjutnya adalah tentukan Unique Value Proposition produk Anda. Caranya bayangkan judul media massa dan twit pertama produk Anda ketika Anda pertama kali meluncurkan produk ke market. Membayangkan dua hal ini dapat membantu tim Anda untuk fokus menentukan UVP produk atau fitur Anda. 

Release the product

Di BBM, sebelum beberapa fitur di-develop, kami melakukan survei dan riset terlebih dahulu untuk mendapatkan feedback dari pengguna. Lalu juga melakukan usability testing, yaitu membuat prototype design untuk diuji kepada beberapa pengguna untuk mendapat feedback melalui wawancara baik tatap muka maupun remote. 

Setelah fitur selesai dibuat, maka kami semua melakukan bug bash, suatu metode internal testing, untuk menguji coba fitur-fitur baru di produk dan memperbaikinya jika ada masalah. Setelah internal bug bash, kami meluncurkan external beta test untuk uji coba produk secara lebih luas agar mendapatkan feedback dari pengguna dan mengirimkan survei singkat untuk diisi oleh pengguna beta.

Setelah memastikan produk siap dirilis, maka produk secara resmi dapat diluncurkan kepada masyarakat.

Measure what matters

Saat produk atau fitur Anda telah siap diluncurkan, tetap teruskan untuk melakukan testing dan analisa apakah pengguna telah senang dengan fitur dan produk yang Anda luncurkan. Di tahap ini feedback dari pengguna sangat penting untuk pengembangan produk dan fitur ke depan. 

Sebagai aplikasi yang fokus pada customer-centric, BBM terus mengembangkan produk yang menjawab kebutuhan hidup pengguna. BBM telah berkembang menjadi aplikasi sosial yang menyatukan berbagai fitur, dari chat, belanja, menonton live TV, membaca komik, hingga dompet digital DANA yang dapat membayar berbagai tagihan dan membeli pulsa dan data.

Hadikusuma Wahab

VP of Product of BBM

About the expert

Hadikusuma Wahab (Dhiku) is VP of Product at KMK Online. As VP of Product, he is leading product management, UI/UX design, advertising and data analytics team for various media product such as Liputan6, Vidio, Bintang, Bola and also BBM. 

Tags: product, BBM

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang