Media

Go-Jek diundang berkompetisi di Filipina
By Maria Yuniar - 11 July 2018
3 min read 109 Views
Sumber: twitter.com
Sumber: twitter.com

Setelah Grab melakukan akuisisi terhadap Uber, timbul lah sebuah kecemasan di Filipina. Pimpinan dewan majelis rendah negara tetangga Indonesia ini pun mengundang Go-Jek untuk melebarkan sayap di sana. Tujuannya, untuk menciptakan kompetisi yang memicu persaingan sehat.

 

Cegah monopoli

Filipina cemas bergabungnya Grab dan Uber akan menimbulkan praktik monopoli. Oleh karena itu, baik Grab maupun Uber harus menjelaskan detil perjanjian bisnis keduanya kepada Komisi Kompetisi Filipina (PCC). Pemerintah Filipina ingin memastikan tak akan ada efek anti-kompetisi, termasuk layanan yang buruk dan harga yang mahal untuk konsumen.

 

Siapkah Go-Jek bertarung di Filipina?

Mendengar informasi ini, mungkin Anda bertanya-tanya apakah Go-Jek siap berekspansi? Kabarnya, startup yang dipimpin Nadiem Makarim ini sedang meramu rencana untuk melakukan ekspansi ke negara lain di wilayah Asia Tenggara dalam beberapa pekan ke depan. Tentu saja, Go-jek menyambut kompetisi ini. Berbeda dari Go-Jek, Grab dan Uber sudah lebih dulu membuka layanan ride hailing di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

 

Kekuatan akuisisi Grab terhadap Uber

Melalui aksi korporasi berupa akuisisi, Grab akan mengambil alih bisnis ride hailing Uber di delapan negara. Kedelapan negara tersebut adalah, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Selain transportasi online, layanan antarmakanan UberEats yang beroperasi di tiga negara Asia Tenggara pun akan digabungkan menjadi satu dengan layanan serupa milik Grab, yakni GrabFood. 

Lewat akuisisi ini, Uber akan mendapat saham Grab sebesar 27,5 persen. Sebelum bergabung dengan Uber, Grab sudah memiliki 5 juta rekanan driver yang tersebar di 195 kota, sementara aplikasinya diunduh 90 juta kali. Valuasi Grab saat ini sekitar US$ 6 miliar. 

Jadi, bisa dikatakan, baik Grab dan Go-Jek memiliki keunggulan dan rencana masing-masing. Kita lihat saja kompetisi mereka bertarung di Filipina dan berbagai kawasan Asia lainnya. Bagaimana pendapat Anda, siapa yang akan lebih sukses?

 

Rekomendasi bacaan:
Dalam 2 tahun, Pokemon Go raih Rp 25,8 triliun
Berangus berita palsu, startup Israel ini gandeng tentara
Founder Xiaomi ternyata awalnya seorang programmer

 

Sumber:
techinasia.com
kompas.com
viva.co.id
liputan6.com
idntimes.com
twitter.com

Tags:

  • Filipina
  • startup
  • Go-Jek
  • Grab
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang