Published on

Careers

6 Interpersonal skill yang perlu dibangun di dunia kerja

Algonz D.B. Raharja

Interpersonal_Skill.jpg

Interpersonal skill atau kemampuan interpersonal merupakan salah satu hal penting dalam karier. Interpersonal skill dapat menentukan sejauh mana seorang individu menggunakan relasi sebagai nilai tambah untuk mencapai tujuan bersama tertentu. Dunia kerja yang dinamis, interpersonal skill dapat membantu seseorang untuk bekerja sama dan mempermudah suatu pekerjaan.

Apa itu Interpersonal skill?

Apa itu Interpersonal skill?
Interpersonal skill adalah keterampilan tentang seberapa mahir seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. (Sumber: Pexels)

Hal utama dari interpersonal skill adalah kemampuan mendengarkan secara aktif.  Interpersonal skill juga merupakan salah satu basis komunikasi yang berkorelasi dengan penyelesaian konflik. Interpersonal skill dapat menjadi alat utama dalam pengurangan stress. Tak hanya itu, interpersonal skill juga dapat meningkatkan keintiman, pemahaman, dan kegembiraan antar individu. Seseorang dengan interpersonal skill yang baik dapat melakukan lebih dari sekadar berkolaborasi secara efektif tetapi juga bertindak secara variatif. Interpersonal skill juga membantu seseorang untuk mudah beradaptasi.

Pentingnya interpersonal skill di dunia kerja

Pentingnya interpersonal skill di dunia kerja
Memiliki interpersonal skill amat diperlukan dalam pekerjaan yang melibatkan banyak individu (Sumber: Pexels)

Memiliki interpersonal skill yang mumpuni menjadi aspek penting bagi individu dalam dunia kerja. Interpersonal skill yang perlu dimiliki oleh seorang pekerja adalah kemampuan negosiasi, pemecahan masalah, dan berbagi pengetahuan. Ketiga hal ini bisa dikategorikan sebagai hal yang utama dalam banyak bidang pekerjaan.

Secara khusus, berikut adalah beberapa interpersonal skill yang setidaknya harus dimiliki oleh seseorang dalam dunia kerja.

  • Komunikasi verbal, lisan, dan tertulis
  • Keteguhan dalam membangun relasi
  • Tanggung jawab
  • Kerja tim (teamwork)
  • Empati

Perusahaan akan lebih mudah berkembang dengan dukungan karyawan-karyawan yang memiliki interpersonal skill mumpuni. Sebagian besar pekerjaan yang tidak bersifat isolasi tentu memerlukan interaksi antar banyak individu. Kondisi ini yang kemudian memengaruhi bagaimana hubungan antar kolega amat diperlukan dalam penyelesaian tugas dan untuk memajukan perusahaan.

6 Contoh interpersonal skill yang penting untuk dikembangkan

Contoh Interpersonal skill yang Penting untuk Dikembangkan
Seperti yang telah diulas di atas, pengembangan interpersonal skill dapat memengaruhi individu secara internal dan eksternal. (Sumber: Pexels)

Secara eksternal, pengaruh interpersonal skill terhadap orang-orang di sekitar dan kondisi tempat kerja. Untuk itu, pengembangan interpersonal skill perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan atau strategi tertentu dalam pekerjaan maupun relasi.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka berikut ini adalah beberapa contoh interpersonal skill yang penting untuk dikembangkan.

1. Kepercayaan diri

Kepercayaan diri
Kepercayaan diri menjadi dasar interpersonal skill seseorang (Sumber: Pexels)

Mengenal interpersonal skill haruslah dimulai dari sisi internal seorang individu terlebih dahulu. Hal ini dimulai dari tingkat kepercayaan diri yang dapat membantu seseorang untuk mendapatkan pengakuan. 

Kepercayaan diri adalah bagian utama dan pertama dari interpersonal skill. Hal ini dikarenakan seseorang akan mampu memiliki keberanian untuk menjalin relasi ketika ia percaya diri. Kepercayaan diri menjadi fondasi dari relasi antar individu, sebabnya hal ini akan menunjukkan bagaimana seseorang dapat mendekati orang lain dalam berbagai situasi.

Di dalam dunia kerja, kepercayaan diri menjadi penting karena kita akan bertemu dengan situasi yang dinamis. Impresi orang lain terhadap seseorang akan berbeda-beda, dan bukan tak mungkin beberapa dari mereka juga saling bersaing secara negatif. Kepercayaan diri dibutuhkan karena seseorang dapat memengaruhi orang lain dalam melihat pandangan, ide, dan pendapatnya dengan lebih serius. 

2. Manajemen relasi

Manajemen relasi
Mengelola relasi menjadi penting untuk mempertahankan kualitas interpersonal skill (Sumber: Pexels)

Membangun relasi yang efektif dalam dunia kerja adalah hal pokok yang harus dilakukan seseorang untuk mengembangkan kariernya. Namun diperlukan pula pengelolaan terhadap relasi-relasi ini dengan sebaik mungkin. Relasi dalam dunia kerja yang luas dan seringkali berhubungan dengan jabatan perlu dikelola agar tak menimbulkan masalah.

Di setiap level dalam dunia kerja, relasi-relasi terbagi antara relasi dengan kolega setingkat, tingkat atas, maupun tingkatan di bawahnya, dan juga klien atau mitra. Hal semacam ini memerlukan interpersonal skill yang berperan mengelolanya secara seimbang.

Pengelolaan relasi ini dapat dimisalkan seperti membedakan tiap-tiap kepentingan dan cara dalam menjalani relasi antara karyawan dengan atasan, atau karyawan dengan klien, dan karyawan dengan karyawan. Adanya pengelolaan relasi ini dapat berdasarkan rasa hormat satu sama lain dan rasa saling percaya. Hal ini diyakini dapat menjaga lingkungan pekerjaan tetap harmonis.

3. Bahasa tubuh (Gesture)

Bahasa tubuh (Gesture)
Bahasa tubuh menjadi salah satu gerak-gerik individu yang dapat ditafsirkan orang lain sebagai perilaku. (Sumber: Pexels)

Interpersonal skill lain yang perlu diperhatikan dalam dunia kerja adalah dalam konteks non-verbal. Hal ini dapat dicontohkan dengan bahasa tubuh, gestur, atau gerak-gerik seseorang pada orang lain.

Umumnya, bahasa dan gerak tubuh kerap diabaikan sebagai interpersonal skill karena dianggap tak begitu penting. Faktanya, bahasa dan gerak tubuh seseorang pada orang lain dapat diinterpretasikan atau ditafsirkan beragam.

Bahasa dan gerak tubuh yang seringkali dikenal sebagai interpersonal skill antara lain meliputi eye contact, ekspresi wajah, postur dan posisi tubuh, hingga personal space. Kontak mata antara seorang dengan orang lain dapat menunjukkan hal-hal seperti keramahan, kesopanan, atau bahkan tantangan yang bersifat negatif. 

Sedangkan ekspresi wajah umumnya dikenal saat seseorang berhadapan langsung dengan orang lain dalam suatu pertemuan. Ekspresi wajah dapat menunjukkan keramahan maupun kesan menghargai pada orang lain. Selain itu, postur dan personal space merupakan aspek interpersonal skill yang kerap ditafsirkan secara subjektif oleh tiap orang. Hal ini karena penilaian ini hanya berdasarkan pendapat pribadi saja.

Bahasa tubuh seseorang akan menentukan bagaimana komunikasi verbal dapat diterima dan dirasakan oleh orang lain. Selebihnya, sebagai interpersonal skill, bahasa tubuh akan memengaruhi keterampilan komunikasi dan penilaian orang lain.

4. Sikap dalam memperhatikan

Sikap dalam memperhatikan
Memberi perhatian adalah aspek utama dalam membangun interpersonal skill dengan orang lain (Sumber: Pexels)

Interpersonal skill lainnya yang bersumber pada aspek internal adalah kemampuan mendengar dan memperhatikan. Mendengar dan memperhatikan adalah hal pertama yang dipelajari dalam membangun komunikasi interpersonal. Jika seseorang gagal mendengarkan dengan benar maka konsekuensi akan terjadi padanya, dan umumnya hal itu bersifat negatif.

Contoh dari interpersonal skill ini adalah ketika seseorang dituntut mendengar, memperhatikan, dan mengikuti instruksi dari seorang manajer. Jika interpersonal skill seseorang itu baik maka ia akan bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Namun jika ia keliru menafsirkan dan perhatiannya mudah teralihkan maka ia akan terhambat.

Menjadi seorang pendengar secara aktif adalah interpersonal skill yang akan membantu seseorang dalam memahami dan belajar dari orang lain. Tak hanya itu, seseorang juga akan dapat merespons dengan benar apa yang dikatakan orang lain kepadanya.

5. Manajemen konflik

Manajemen konflik
Tekanan emosi di tempat kerja memerlukan manajemen konflik agar tidak berubah negatif. (Sumber: Pexels)

Manajemen konflik atau pengelolaan konflik adalah hal utama yang dibutuhkan individu dalam membangun relasi dengan orang lain. Interpersonal skill yang satu ini wajib dimiliki seseorang agar relasinya tetap harmonis. Interpersonal skill mengenai manajemen konflik ini berpusat pada penekanan emosi dan ego personal.

Selebihnya, manajemen konflik juga diperlukan agar seorang individu dapat menengahi suatu perselisihan dalam suatu pekerjaan. Sebagai mediator atau penengah, seorang individu dituntut memiliki kemampuan manajemen konflik yang mumpuni tanpa bertendensi untuk hal-hal tertentu. Untuk itulah interpersonal skill ini amat diperlukan untuk dikuasai oleh setiap individu dalam dunia kerja.

6. Kolaborasi

Kolaborasi
Kolaborasi merupakan praktik interpersonal skill yang baik antar individu (Sumber: Pexels)

Interpersonal skill terakhir yang menjadi pokok bagi seorang dalam dunia kerja adalah kolaborasi. Kemampuan untuk berkolaborasi merupakan gabungan dari keempat interpersonal skill yang telah dijelaskan di atas. Kolaborasi menuntut interpersonal skill secara internal dan eksternal karena berurusan dengan pertukaran ide dan pendapat serta mengharuskan kerja sama.

Kolaborasi juga merupakan hal yang tak bisa dilepaskan dari dunia kerja. Sebabnya, bekerja secara kolaboratif akan memungkinkan sebuah tim untuk lebih produktif dan memberikan pengaruh dan hasil positif bagi klien, bisnis, dan perusahaan.

Kolaborasi membutuhkan kemampuan kerja sama dan saling menghormati. Tak hanya itu, dalam kolaborasi diperlukan juga kemampuan resolusi konflik untuk menekan terjadinya singgungan kepentingan. Bagi seorang pekerja atau pelamar kerja, kemampuan kolaborasi ini adalah nilai jual yang bagus. Itu sebabnya beberapa perusahaan akan menanyakan pengalaman organisasi atau sukarelawan bagi pelamar kerja maupun karyawannya.

Cara meningkatkan interpersonal skill

Cara meningkatkan interpersonal skill
Dalam proses meniti karier, diperlukan pengembangan interpersonal skill yang terus-menerus. (Sumber: Pexels)

Cara meningkatkan interpersonal skill ini dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti memberi penghargaan atau ekspresi positif bagi anggota tim karyawan dan staf pendukung. Selain itu, sikap yang senantiasa menunjukkan empati dan mampu memediasi perselisihan dengan cepat juga merupakan cara yang tepat untuk meningkatkan interpersonal skill.

Di samping itu, pengendalian emosi juga merupakan latihan yang baik untuk meningkatkan interpersonal skill. Ditambah lagi dengan sikap aktif mendengarkan dan tak lupa untuk mengulang kembali sebuah instruksi agar meminimalisasi kesalahpahaman.

Jika tidak bisa melakukan peningkatan interpersonal skill secara mandiri, saat ini sudah terdapat kursus-kursus atau pelatihan mengenai interpersonal skill. Hal ini umumnya ditawarkan perusahaan untuk para karyawannya dalam pengembangan soft skill dan bertujuan untuk memperkuat relasi di tempat kerja. 

Memiliki interpersonal skill pada dasarnya memang lebih bermanfaat di dalam dunia kerja karena cakupannya yang tak hanya pada relasi praktikal tetapi juga pada sisi individu. Interpersonal skill perlu dimiliki oleh seseorang yang siap menghadapi dunia kerja maupun bagi para pekerja baru dalam menjalani profesinya.

sign up EKRUT

Sumber:

  • https://counseling.dasa.ncsu.edu/resources/self-help-resources/interpersonal-skills/
  • https://www.investopedia.com/terms/i/interpersonal-skills.asp
  • https://www.wikijob.co.uk/content/interview-advice/competencies/interpersonal-skills

Tags

Share