Published on

Technology

Investor berangsur-angsur tinggalkan Bitcoin, kenapa?

Maria Yuniar

bitcoin-1368256__340.jpg

Mata uang digital atau cryptocurrency termasuk Bitcoin menyita perhatian masyarakat belakangan ini. Polemik muncul karena terjadi pro dan kontra dalam penggunaan mata uang itu. Sejumlah pihak bisa mendapatkan kemudahan bertransaksi dengan alat tukar tersebut, bahkan mencoba berinvestasi. Namun, mengingat risikonya yang tinggi, Bank Indonesia melarang masyarakat berinvestasi dengan Bitcoin. Kini, investor bahkan berangsur-angsur tinggalkan Bitcoin. Apa alasannya?

 

Bitcoin turun drastis

Ketika harga Bitcoin naik 33 persen pada bulan April, beberapa investor cryptocurrency memutuskan meninggalkan mata uang digital itu. Sebab, ada kemungkinan lonjakan yang tidak pasti.

Bahkan di Amerika Serikat, pelanggan Coinbase, pertukaran mata uang cryptocurrency terbesar di sana, menarik aset lebih banyak daripada yang didepositkan pada bulan April. Penarikan dari Coinbase telah meningkat terhadap deposito sejak Desember, ketika harga Bitcoin memuncak di level US$ 20.000. Selama bulan itu, para investor mengambil 37 persen lebih banyak uang dari Coinbase dibanding nilai investasi. Mereka menarik US$ 1,37 untuk setiap dolar yang disetor.

 


Fluktuatif

Anda harus hati-hati dengan ketidaksetabilan Bitcoin. Hanya dalam waktu satu jam nilai Bitcoin bisa turun sekitar Rp 13,5 juta. Naik turunnya nilai Bitcoin yang seperti “roller coaster” ini yang menjadi pertimbangan Bank Indonesia untuk tidak melegalkannya di Indonesia. Sebab, bisa jadi Anda kaya dan miskin hanya dalam waktu satu jam atau sekejap. Mengerikan bukan?

 

Tidak aman

Alasan lain para investor tinggalkan Bitcoin adalah faktor keamanan. Seperti telah diungkapkan sebelumnya, nama pembeli dan penjual Bitcoin tidak pernah bisa diketahui oleh siapa pun. Dengan demikian, sifat transaksinya rahasia dan anonim. Awalnya, memang itulah tujuan Bitcoin, yakni sebagai mata uang digital yang aman dan sulit dilacak. Namun ironisnya, karena itulah banyak yang memanfaatkan alat tukar yang satu ini untuk jual beli ilegal. Selain itu, Bitcoin sebagai cryptocurrency terbukti bisa diretas.

 

Butuh waktu lama

Lantaran teknologi blockchain berkembang semakin besar setiap harinya, maka jaringannya terus didorong untuk memproses lebih dari empat transaksi per detik. Lalu apa dampaknya? Pertama, biaya yang terasosiasi dengan transaksi Bitcoin akan meningkat pesat, sehingga keuntungan Anda akan berkurang. Kedua, dibutuhkan waktu berhari-hari untuk memproses satu transaksi, dan dengan adanya huge price volatility, Anda bisa berakhir membayar lebih dari yang Anda inginkan. Dengan demikian, Anda akan menghasilkan keuntungan lebih sedikit dari yang diharapkan.

Jadi, setelah tahu alasan investor berangsur-angsur tinggalkan Bitcoin, apakah Anda tetap menggunakan Bitcoin sebagai  instrumen investasi? Atau justru berpikir untuk meninggalkannya? Pikirkan dengan matang agar tidak menyesal.

 

Sumber:
fortune.com
finansialku.com
diskartes.com
idntimes.com

Tags

Share

Artikel Terkait

saham_adalah_EKRUT.jpg

Lainnya

Apa Itu Saham? Berikut 3 Jenis Saham, Manfaat, Risiko, dan Cara Transaksinya!

Tsalis Annisa

11 May 2022
5 min read
arb_adalah.jpg

Lainnya

Mengenal Apa Itu Saham ARB dan ARA, Manfaat Beserta 5 Tips Sebelum Membelinya!

Tsalis Annisa

11 May 2022
5 min read
trading-adalah EKRUT.jpg

Careers

Trading: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Risiko dan Panduan Trading yang Baik

Nur Lella Junaedi

09 May 2022
5 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh Deskripsi Diri Sendiri yang Profesional dan Menarik HRD

Maria Tri Handayani

07 April 2022
6 min read
02

Jadwal FYP TikTok 2022: Pelajari dan Terapkan Tren Terbaru Agar Kontenmu Ramai!

Nurina Ulfah

04 April 2022
5 min read
03

5 Cara Cek Nomor Smartfren Sendiri dengan Cepat dan Mudah 2022

Algonz D.B. Raharja

27 April 2022
5 min read
04

Tips Menyampaikan Kata-Kata Perpisahan Kerja yang Berkesan

Maria Tri Handayani

07 April 2022
5 min read
05

12 Jenis Strategi Pemasaran yang Paling Efektif Beserta Contohnya

Tsalis Annisa

07 April 2022
5 min read