Published on

Careers

5 Metode pengambilan keputusan yang tepat di tempat kerja

Nur Lella Junaedi

metode-pengambilan-keputusan-EKRUT.jpg

Mengambil keputusan sering kali menjadi hal yang sulit dilakukan karena memerlukan banyak pertimbangan. Tidak jarang bila keputusan tersebut tidak tepat, maka akan menghasilkan solusi yang kurang efektif. 

Agar hal ini tidak terjadi kepadamu khususnya dalam dunia kerja, kamu bisa menggunakan beberapa metode pengambilan keputusan berikut ini supaya tidak salah langkah. 

Hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengambilan keputusan 

metode pengambilan keputusan EKRUT 
Ada sekitar lima hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan ini - EKRUT

Dalam proses pengambilan keputusan, kamu dituntut untuk memilih opsi yang terbaik dalam situasi tertentu. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam pengambilan keputusan ini di antaranya: 

  • Memahami dampaknya pada organisasi, proyek, atau departemen secara keseluruhan. 
  • Mampu melakukan identifikasi saat banyak opsi yang bermunculan.
  • Bisa mengantisipasi kemungkinan hasil yang terjadi.
  • Mempertimbangkan orang lain yang akan terpengaruh dengan keputusan tersebut.
  • Mampu mengambil keputusan meski dalam keadaan tertekan. 

Baca juga: 5 Model pengambilan keputusan yang tepat

Metode pengambilan keputusan di tempat kerja

metode pengambilan keputusan EKRUT 
Melalui metode voting kamu bisa mengambil keputusan secara cepat dan efisien - EKRUT

Untuk mengelola agar beberapa hal di atas bisa menjadi opsi yang terbaik untuk dipilih, maka kamu dapat mempertimbangkan beberapa metode pengambilan keputusan yang cocok berikut ini. 

1. Metode pengambilan keputusan secara konsensus 

Pengambilan keputusan dengan cara konsensus disarankan hanya digunakan ketika suatu keputusan memiliki risiko yang tinggi dan kompleks. 

Sebab, nantinya dengan menggunakan pendekatan ini semua anggota kelompok berkomitmen untuk menemukan solusi secara aktif yang didukung oleh semua orang dan dapat diterima. 

Dalam pengambilan keputusan dengan cara ini semua kekhawatiran, ide dan pendapat bisa dipertimbangkan oleh semua anggota dengan mendengarkan secara seksama agar bisa sesuai untuk kebutuhan semua orang. 

Akan tetapi, apabila tidak ada kesepakatan di antara semua anggota maka, kemungkinan solusi dari masalah tersebut akan dihentikan untuk sementara waktu dan umumnya kesepakatan akan berjalan dengan alot.  

Biasanya cara konsensus ini dipakai oleh bidang korporasi khususnya bidang kampanye, komunitas lokal hingga lembaga yang mewakili masyarakat agar tercipta keadilan dan kesetaraan. 

Adapun contoh pengambilan keputusan secara konsensus terjadi ketika seorang Senior Copywriter bernama Tammy ingin mengubah naskah copy penjualan untuk rebranding suatu produk. 

Meskipun Tammy adalah seorang Senior Copywriter, tetapi penting baginya untuk mendengar masukan dari staf marketing lainnya yang akan menggunakan aturan skrip copy itu sehari-hari. 

Maka ia pun mengumpulkan tim marketing untuk menentukan aturan naskah copy yang sesuai dengan kesepakatan bersama dan menghasilkan aturan yang paling efektif.  

2. Memberikan perintah 

Metode kedua yang bisa kamu pertimbangkan adalah dengan gaya pengambilan keputusan berupa perintah.  

Untuk melakukan ini kamu tidak perlu berkonsultasi dengan tim. Nah, umumnya gaya keputusan seperti ini dilakukan oleh para eksekutif. 

Dipandang efektif ketika segala sesuatunya berjalan dengan begitu cepat dan tim butuh saran dengan segera. Meski begitu, sayangnya keputusan ini kerap menghasilkan solusi yang tidak tepat karena tanpa pemikiran yang matang. 

3. Melakukan voting

Keputusan secara voting atau pemungutan suara dilakukan untuk mengumpulkan masukan dari banyak orang, tanpa perlu waktu yang lama dan penuh dengan perdebatan. 

Sebagai orang yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan secara vote ini,  kamu harus menyiapkan beberapa opsi solusi yang bisa dipilih oleh tiap karyawan. 

Supaya karyawan bisa memilih opsi yang terbaik, maka dari itu berikan mereka informasi mendetail tentang pilihan opsi tersebut. Nantinya siapa yang memilih opsi yang paling banyak, berarti itu adalah hasil keputusan yang harus diambil. 

Dengan melakukan pemungutan suara juga berarti turut menegakkan sistem demokrasi dalam pengambilan keputusan. 

4. Berkonsultasi

Metode pengambilan keputusan selanjutnya yakni dengan cara berkonsultasi. Lewat upaya ini kamu mengundang orang lain untuk memberikan saran yang bisa memengaruhi proses pengambilan keputusan.  
Biasanya orang yang kamu ajak untuk berkonsultasi adalah seorang pakar seperti konsultan atau karyawan yang dianggap memahami masalah tersebut. 

Metode pengambilan keputusan seperti ini memang biasanya tidak mengalami banyak perdebatan dan evaluasi, tetapi membutuhkan waktu yang lama karena harus mempertimbangkan berbagai saran yang diterima serta alternatifnya.

5. Berkolaborasi 

Bila kamu memiliki rekan kerja di tim lain yang memiliki perspektif berbeda serta bisa memberikan solusi secara seimbang, maka opsi mengambil keputusan dengan cara kolaborasi bisa kamu pertimbangkan. 

Pasalnya dengan kolaborasi ini, kamu dapat menemukan solusi dari masalahmu lewat kolaborasi dengan tim lainnya untuk menemukan ide yang tepat.  

Baca juga: Kenali decision tree untuk pengambilan keputusan yang efektif

Melalui lima metode pengambilan keputusan ini, kini kamu bisa menentukan kira-kira metode mana yang cocok untuk mencari solusi yang tepat. 

Bila diperlukan untuk urusan yang mendesak berarti kamu perlu mengambil keputusan secara perintah, sementara bila diskusi tetap memungkinkan, maka kamu bisa membawanya dalam rapat bersama anggota.  

metode pengambilan keputusan EKRUT

Rekomendasi video:

Sumber: 

  • indeed
  • sourcesofinsight
  • seedsforchange

Tags

Share