Published on

Expert's Corner

Fuad Hamidan: Tantangan Switch Career dari Developer menjadi Product Manager

Fuad Hamidan

Header_Fuad_Product_Jejakin.png

Keberadaan product manager di dalam suatu tech company adalah hal yang krusial. Product manager berperan sebagai penghubung antara kebutuhan user, tim development, dan tim bisnis agar tetap aligned dengan tujuan yang telah ditentukan oleh stakeholder.

Berperan sebagai penghubung antar divisi tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi product manager, terutama bagi yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Hal tersebut dirasakan sendiri oleh saya yang memutuskan switch career dari developer menjadi product manager.

Pada artikel kali ini saya akan berbagi kisah perjalanan karier saya dari seorang developer hingga saat ini menjadi product manager di Jejakin. Selain itu, saya juga akan berbagi tips bagi kamu yang ingin menjadi product manager. Jadi, langsung saja simak artikel berikut ini!

Hi, I’m Fuad Hamidan!

Halo, nama saya Fuad Hamidan dan saat ini saya bekerja sebagai Product Manager di Jejakin.

Jejakin sendiri merupakan perusahaan solusi teknologi berbasis kecerdasan buatan dan internet of things (IoT) yang berfokus pada aksi iklim. Di Jejakin, kami memiliki tujuan untuk membantu masalah sosial dan lingkungan.

Kami membantu bisnis untuk memahami jejak karbon mereka, mengurangi, dan mengimbangi emisi. Platform Jejakin juga membantu dalam merencanakan, memantau, dan mengukur program reboisasi untuk memahami dampak dari setiap program. Selain itu, kami juga memastikan akuntabilitas setiap program yang disediakan dan mencegah adanya masalah perhitungan ganda.

Saya juga telah terlibat dalam berbagai produk yang dikembangkan Jejakin, seperti carbon calculator, tree and forest monitoring, dan tree and carbon offset marketplace.

foto product manager fuad hamidan
Foto Fuad Hamidan, Product Manager di Jejakin (sumber: istimewa/foto diberikan oleh narasumber)

Kisah perjalanan karier Fuad Hamidan

Saya memulai karier sebagai junior android developer di Trustudio. Di sana saya mulai belajar dan mengembangkan aplikasi Android. Saya juga berkesempatan untuk membantu membuat dan mengembangkan aplikasi untuk berbagai perusahaan.

Selain memproduksi aplikasi untuk perusahaan, Trustudio juga berambisi untuk membuat produknya sendiri. Maka dari itu, saya mendapat kesempatan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan konsep yang dapat diubah menjadi aplikasi. Dari berbagai ide yang dieksekusi menjadi sebuah aplikasi, ternyata dua di antaranya menguntungkan bagi perusahaan.

Setelah memiliki banyak pengalaman dan pemimpin yang hebat di Trustudio, saya memutuskan untuk resign. Pada saat itu, saya ingin memulai sebuah perusahaan dengan beberapa teman. Kami mulai mengumpulkan berbagai ide dan mengirimkannya ke I2TB atau Inkubator Inovasi Telematika Bandung, sebuah program yang bertujuan untuk membantu startup dalam pengembangan bisnis dan teknologi.

Ide kami ternyata disetujui dan kami diterima dalam program inkubasi selama setahun. Dalam program inkubasi tersebut saya mendapat banyak ilmu baru tentang pengembangan aplikasi. Kami pun melakukan berbagai inisiatif setelah program inkubasi berakhir dan membantu pengembangan produk bernama Rentuff.

Pada tahun 2016, saya bertemu dengan Arfan, pendiri Nawatech. Saya diminta untuk membantu pengembangan aplikasi Android untuk sejumlah proyek yang sedang dikerjakan Nawatech. Saya pun tertarik dan setuju untuk bergabung dengan syarat Nawatech berinisiatif untuk menghasilkan produk daripada hanya mengerjakan proyek.

Di Nawatech, saya beserta tim bereksperimen dengan sejumlah ide produk selama proses berlangsung. Hingga akhirnya pada tahun 2018, kami menyimpulkan satu ide bisnis yang mungkin bisa diubah menjadi sebuah produk. Pada saat itulah ide kami melahirkan sebuah produk bernama Jejakin.

Saya bersyukur karena saya selalu bertemu dengan pemimpin yang fantastis. Saya diberi kesempatan untuk memajukan karier sekaligus membantu pertumbuhan perusahaan. Arfan melihat potensi dalam diri saya dan menantang saya untuk mencoba berbagai peran di Nawatech sebagai bagian dari pertumbuhan profesional saya.

Selama 10 tahun terakhir, saya telah bekerja di berbagai posisi, dari mulai android developer, project manager, hingga lead of delivery team. Dan saat ini, saya sangat senang dan menikmati pekerjaan saya sebagai product manager.

foto product manager fuad hamidan dan tim
Fuad Hamidan bersama tim Jejakin (sumber: istimewa/foto diserahkan oleh narasumber)

Tugas dan tanggung jawab product manager di Jejakin

Sebagai Product Manager Jejakin, tugas utama saya bekerja sama dengan tim developer untuk mengeksekusi goals yang sudah ditentukan oleh product owner. Jika diuraikan, daily activity saya sebagai product manager adalah sebagai berikut.

  • Bekerja bersama internal stakeholders
  • Membantu tim mengeksekusi visi bersama
  • Membuat dokumen product requirement 
  • Membuat plan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan
  • Mendefinisikan dan mengestimasikan tugas untuk memastikan semua anggota tim memahami scope kerjanya
  • Melakukan sprint planning dengan tim development
  • Menindaklanjuti dan meninjau daily implementation dengan tim development
  • Melakukan sprint review untuk memperlihatkan dan mengumpulkan feedback dari sprint
  • Melakukan sprint retrospektif untuk mengevaluasi kerja selama sprint untuk memastikan tim mengetahui apa yang harus di-improve dan dilakukan untuk memecahkan masalah di sprint yang akan datang
  • Memaparkan fitur lengkap ke lingkungan produksi

Hal yang menarik sebagai product manager Jejakin

Product manager adalah hal yang baru bagi saya, karena saya memulai karier sebagai developer. Maka dari itu, saya tidak memiliki pengalaman apa pun tentang product management. Ini menjadi sangat menarik, karena yang awalnya hanya membuat dan mengembangkan aplikasi, kini harus me-manage produk dan menjadi penghubung antara stakeholder dan tim development. Namun, menjadi product manager di Jejakin seperti keberuntungan bagi saya, karena saya selalu mendapatkan dukungan dari semua tim dan perusahaan untuk bisa berkembang dan meningkatkan keterampilan saya.

Perusahaan selalu mendukung inisiatif positif saya untuk berkembang dan meningkatkan keterampilan saya. Mereka selalu memfasilitasi untuk perkembangan keterampilan saya, seperti kelas online, bootcamp, atau mengikuti sertifikasi apa pun. Hal itu menjadi kesempatan yang bisa saya dapat dari Jejakin untuk menjadi product manager yang lebih baik.


Fuad Hamidan saat menerima penghargaan (sumber: istimewa/foto diserahkan oleh narasumber)

Tantangan menjadi product manager

Ketika saya berpindah dari developer ke product manager, di Jejakin belum ada product manager sebelumnya. Sehingga saya tidak memiliki leader untuk membimbing saya. Maka dari itu, tantangannya, saya harus belajar sendiri, membaca banyak blog tentang product management, mengikuti kelas online, dan belajar melakukan SCRUM hingga memiliki mentor untuk membantu saya mencari tahu apa yang baik dan tidak sebagai product manager.

Tantangan lain yang saya rasakan sebagai product manager di Jejakin adalah tim development. Masalah yang sangat umum di startup terkadang tidak memiliki tim development yang cukup untuk menghasilkan produk. Ini menjadi tantangan bagi product manager karena harus bisa berkomunikasi dengan baik kepada stakeholder dan membuat prioritas untuk fitur mana yang harus dikembangkan lebih dahulu.

Tips menjadi product manager yang andal

Berdasarkan pengalaman saya sebagai product manager, ada beberapa hal yang meningkatkan keterampilan saya dalam product management. Berikut ini tips yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keterampilan sebagai product manager yang andal.

  • Mentorship. Di awal saya sebagai product manager, saya meminta perusahaan untuk memberi saya seorang mentor, karena saya tidak memiliki dasar sebagai product manager. Dengan mentorship saya bisa berbagi dan bertukar pengalaman, serta memecahkan masalah yang dihadapi. Kamu juga bisa mendapatkan mentor dari bootcamp yang kamu ikuti.
  • Technical skill. Karena seorang product manager bekerja sama dengan tim development, memahami pengetahuan teknis developer akan sangat membantu.
  • 1 on 1. Melakukan 1 on 1 dengan internal stakeholder dan tim lainnya sangat membantu saya untuk lebih memahami apa yang terjadi di setiap tim. Mulai progress, improvement, bahkan masalah yang mungkin terjadi dapat dimonitor dengan mudah. Perlu diingat juga bahwa posisi product manager adalah penghubung antara user, tim tech, dan tim bisnis, seperti pada ilustrasi di bawah ini.

  • Ikuti bootcamp. Sebagaimana peribahasa “Stay hungry, stay foolish” selalu belajar dari siapa pun dan tingkatkan terus keterampilanmu. Saat ini banyak kelas online atau bootcamp yang bisa kamu ikuti, baik yang gratis ataupun berbayar. Pilih yang paling cocok denganmu.

Buat portofolio product manager-mu sekarang!

Jika kamu masih bingung untuk membuat portofolio product manager, tenang saja, karena kini banyak platform yang bisa kamu gunakan. Saya sendiri biasanya menggunakan profil LinkedIn untuk portofolio seperti yang bisa kamu lihat di sini. Saya terus memperbaruinya setiap menyelesaikan sertifikasi atau lisensi. Selain itu, setiap produk atau proyek yang pernah kamu kerjakan juga bisa kamu masukkan di profil LinkedIn-mu.

Selain menggunakan LinkedIn, kamu juga bisa menggunakan berbagai media lain untuk mempresentasikan portofoliomu, seperti menggunakan slide atau membuat blog sendiri. Hal terpenting adalah terus upgrade skill-mu dengan mengikuti sertifikasi dan lisensi. Selain itu, cantumkan proyek terbaik yang pernah kamu kerjakan sebagai referensi bagi recruiter.

Itulah kisah perjalanan karier Fuad Hamidan sebagai product manager, hingga tips dan trik untuk menjadi seorang product manager yang andal. Jika kamu ingin berkenalan lebih jauh dengan Fuad Hamidan, langsung saja cek profil LinkedIn-nya di sini.

Demikian artikel dari EKRUT Media Prime kali ini, dapatkan juga berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Header_Aldio_Gojek.png

    Expert's Corner

    Aldio Judisya: Peka Adalah Skill Utama Pekerja Social Media

    Aldio Judisya

    23 September 2022
    8 min read
    Heading_9_Perusahaan_yang_Menerapkan_WFA_1.png

    Expert's Corner

    9 Perusahaan yang Menerapkan WFA (Work From Anywhere) di Indonesia

    Natasya Primatyassari

    14 September 2022
    7 min read
    Header_Menilik_Teknologi_Blockchain.png

    Expert's Corner

    Menilik Teknologi Blockchain di Dunia Olahraga untuk Mendukung klub Kebanggaan

    Fakhrizal Muttaqien

    13 September 2022
    8 min read

    Video