Published on

Technology

Mengenal sejarah JavaScript dan kelebihannya

Maria Tri Handayani

sejarah-JavaScript---EKRUT.jpg

Survei menyebutkan bahwa JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang paling populer dan banyak digunakan oleh developer selama beberapa tahun terakhir. 

Keberadaannya dianggap memegang peranan utama yang penting dalam pengembangan sebuah website

Lantas, apa yang menyebabkan JavaScript begitu populer dan dianggap penting? Agar kamu lebih paham, simak penjelasan lengkap mengenai sejarah JavaScript beserta kelebihan yang dimilikinya berikut. 

Sejarah JavaScript 

sejarah JavaScript - EKRUT
Dalam sejarahnya JavaScript mengalami beberapa kali perubahan nama - EKRUT

JavaScript pertama kali diciptakan oleh Brendan Eich, seorang karyawan Netscape, pada tahun 1995. Netscape kala itu merupakan perusahaan software ternama yang dikenal dengan web browser miliknya, Netscape Navigator.

Brendan Eich pada awalnya diminta untuk membuat bahasa scripting seperti Java namun dapat diterapkan untuk browser. Ia pun mendesain bahasa pemrograman baru dengan menggunakan fitur-fitur yang terinspirasi dari Java, Scheme dan Self. 

Pada saat itu, bahasa pemrograman yang ia buat diberi nama Mocha dan hanya dibuat dalam waktu 10 hari karena waktu yang mepet dengan peluncuran Netscape Navigator versi 2. 

Mocha pun kemudian diaplikasikan pada browser Netscape Navigator. Nama Mocha sempat mengalami perubahan menjadi LiveScript. 

Netscape kemudian bekerja sama dengan Sun (saat ini Oracle) yang kala itu memegang lisensi Java. Kerja sama itu membawa Netscape mengubah nama LiveScript menjadi JavaScript dengan alasan kebutuhan marketing. 

Pasalnya, pada saat itu Java populer sehingga cara ini dianggap dapat ikut menaikkan pamor JavaScript. Cara ini ternyata cukup berhasil. Saat itu JavaScript hanya dapat digunakan pada Netscape Navigator saja.

Tidak lama berselang, Microsoft membuat bahasa baru yang disebut Jscript yang diaplikasikan pada browser Internet Explorer miliknya. Pada dasarnya Jscript adalah hasil adopsi dari JavaScript. 

Netscape akhirnya mencoba melakukan standarisasi terhadap JavaScript. Pada tahun 1997, JavaScript berhasil diajukan ke ECMA Internasional dengan label ECMAScript. 

Baca juga: Bikin chart real-time di JavaScript, ikuti langkah-langkahnya

Pada tahun-tahun berikutnya, ECMAScript mengalami banyak revisi dan peningkatan sehingga JavaScript menjadi bahasa pemrograman yang dapat digunakan pada berbagai jenis aplikasi. 

Meski telah berkembang, JavaScript juga sempat mengalami hambatan dalam implementasinya.

Kala itu JavaScript dinilai masih memiliki beberapa kekurangan fitur. Namun pada tahun 2005, Jesse James Grrett membantu mengembalikan pamor JavaScript dengan mempopulerkan AJAX. 

JavaScript kemudian berkembang dengan pustaka baru yang kuat seperti JQuery dan MooTools yang mengurangi ketidakkonsistenan browser dan membuatnya lebih mudah untuk diterapkan pada design patterns. 

ECMAScript versi 5 kemudian dirilis pada tahun 2009, dan terus dikembangkan hingga JavaScript seperti sekarang. 

Kelebihan dan kekurangan JavaScript 

sejarah JavaScript - EKRUT
JavaScript dapat membuat website menjadi lebih interaktif - EKRUT

JavaScript adalah salah satu dari tiga bahasa inti yang digunakan untuk mengembangkan sebuah situs. Selain JavaScript, dua bahasa inti lainnya tak lain adalah HTML dan CSS.

Bila HTML dan CSS digunakan untuk memberikan struktur dan gaya pada website, maka JavaScript memungkinkan kamu untuk menambah fungsionalitas sehingga website bisa menjadi lebih interaktif. 

Biasanya web developer akan menggunakan JavaScript untuk banyak hal, mulai dari mengotomatisasi tugas-tugas sederhana hingga membuat halaman web kompleks dengan perilaku seperti aplikasi software desktop. 

JavaScript juga dapat digunakan misalnya untuk presentasi, web applications, server applications, web servers, game, mobile apps, machine learning, robot dan IoT. 

JavaScript sendiri terbilang memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya sering digunakan oleh developer, seperti: 

  • Mudah untuk dipelajari 
  • Dapat digunakan pada berbagai platform dan browser
  • Dapat digunakan pada pengembangan situs baik front-end dan back-end 
  • Dinamis. Secara rutin diperbaharui dengan versi-versi terbaru 
  • Memungkinkan situs menjadi lebih interaktif 
  • Menawarkan berbagai framework dan libraries 
  • Lebih cepat karena dapat segera dijalankan pada client-side browser
  • Interoperabilitas.  Dapat digunakan baik dengan bahasa pemrograman lain dan berbagai aplikasi
  • Populer. JavaScript digunakan di mana saja sehingga sumber daya untuk mempelajari JavaScript sangat banyak.
  • Lebih ringan karena tidak memerlukan source memori yang besar
  • Dapat menunjang antarmuka yang lebih kaya pada situs 
  • Tidak memerlukan proses kompilasi 
  • Mudah untuk diuji dan di-debug

Meski begitu, JavaScript juga memiliki beberapa kekurangan, seperti: 

  • Keamanan. Dalam beberapa kasus kode yang bisa dieksekusi di komputer pengguna justru  rentan untuk dieksploitasi karena tujuan jahat
  • Terkadang dapat ditafsirkan secara berbeda pada browser yang berbeda
  •  Kode selalu terlihat karena kode JavaScript ditambahkan secara eksplisit ke halaman web dan dapat dilihat di dalam browser. Ini membuat siapa pun dapat membaca kode dan menggunakannya kembali

Baca juga: Apakah Python bakal lebih populer dibanding JavaScript?

Itulah sejarah Javascript yang menarik untuk kamu ketahui. Bila kamu sudah tahu dan mengerti sejarahnya, ada baiknya kamu terus mengasah kemampuan di bidang ini terutama  jika kamu ingin mengembangkan karier di bidang web developer.

Pasalnya, dengan semakin banyaknya bisnis yang merambah ranah digital, membuat permintaan akan ahli yang terampil dalam JavaScript pun akan terus meningkat. 

exit interview ekrut 

Rekomendasi bacaan: 

Sumber:

Tags

Share