Published on

Careers

Sistem ekonomi campuran: Tujuan, kelebihan-kekurangan, dan 3 contohnya

Algonz D.B. Raharja

H1_Sistem_Ekonomi_Campuran.jpg

Sistem ekonomi secara global dipakai di tiap negara di seluruh dunia. Namun, tiap-tiap negara menganut sistem ekonomi tertentu yang menurut mereka tepat bagi kehidupan perekonomiannya. Secara umum kita mengenal sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme, tapi sesungguhnya ada satu tipe sistem ekonomi yang menengahi kedua sistem tadi. Sistem ini dinamakan sistem ekonomi campuran.

Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi campuran dan bagaimana karakteristiknya dalam perekonomian suatu negara? Mari simak bersama ulasan berikut ini.

Apa itu sistem ekonomi campuran?

Apa itu sistem ekonomi campuran?
Sistem ekonomi campuran merupakan penengah antara kepentingan ekonomi sektor privat dan publik (Sumber: Pexels)

Menurut situs The National Institute of Open Schooling (NIOS), sistem ekonomi campuran didefinisikan sebagai sistem ekonomi yang menggabungkan fitur atau karakteristik terbaik dari sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Sistem ekonomi campuran berperan dalam menengahi antara pasar bebas dan pasar terkontrol. Ciri khas dari sistem ekonomi campuran adalah perusahaan sektor publik dan swasta hidup berdampingan satu sama lain.

Greg Young, seorang profesor strategi dan manajemen etika dari North Carolina State University mendefinisikan sistem ekonomi campuran sebagai sistem ekonomi di mana pasar alokasi sumber daya dan pasar bebas hidup berdampingan dengan intervensi pemerintah. Menurunya, sistem ekonomi campuran dapat muncul ketika pemerintah campur tangan terhadap pasar bebas dengan memperkenalkan perusahaan milik negara. 

Selain itu, Young juga berujar bahwa campur tangan pemerintah dalam pasar bebas juga dapat dilakukan dengan mengeluarkan peraturan, subsidi, tarif, dan kebijakan pajak tertentu.  Dalam hal ini misalnya pemerintah memberi pengecualian keuntungan ekonomi bagi perusahaan milik negara dan juga mengambil insentif dari pasar bebas yang dilakukan para perusahaan swasta.

Secara umum, sistem ekonomi campuran berarti sistem ekonomi di mana terdapat perlindungan kepemilikan privat dan memungkinkan tingkat kebebasan ekonomi dalam penggunaan modal, tetapi juga memungkinkan pemerintah untuk campur tangan dalam kegiatan ekonomi demi mencapai tujuan sosial. 

Baca juga: Segmentasi pasar: Pengertian, manfaat, dan langkah melakukannya

Karakteristik produksi barang dalam sistem ekonomi campuran

Karakteristik produksi barang dalam sistem ekonomi campuran
Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan liberal. (Sumber: Pexels.som)

Dalam perkembangannya, sistem ekonomi campuran memiliki karakteristik utama yang lahir dari modifikasi karakteristik positif dari sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Adapun 4 karakteristik sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut,

1. Ko-eksistensi sektor publik dan privat

Dalam sistem ekonomi campuran, terdapat penyelarasan antara dua sistem ekonomi privat (kapitalis) dan publik (sosialis). Ekonomi sektor privat terdiri dari unit-unit produksi yang dimiliki secara pribadi dan dikerjakan atas dasar keuntungan. Sedangkan, sektor publik terdiri dari unit-unit produksi yang dimiliki oleh pemerintah dan dikerjakan atas dasar kesejahteraan sosial. Ruang lingkup kegiatan ekonomi di masing-masing sektor ini memiliki batasan tersendiri.

Batasan antar sektor ekonomi ini dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan berbagai kebijakan. Kebijakan yang umum dikenal dalam sistem ekonomi campuran adalah adanya perizinan, perpajakan, harga, moneter, dan kebijakan fiskal dalam pengendalian sektor swasta terhadap perusahaan negara sektor publik.

2. Kebebasan Individu

Sistem ekonomi campuran tetap memiliki karakteristik kebebasan individu untuk memaksimalkan pendapatan pribadi mereka. Hal ini juga merupakan ciri dari sistem ekonomi kapitalis. Dalam sistem ekonomi campuran ini para individu pelaku ekonomi tetap beba memiliki pekerjaan atau mengonsumsi setiap pilihan sesuai selera mereka, namun produsen tidak diberi kebebasan untuk mengeksploitasi konsumen dan tenaga kerja.

Pemerintah akan memberikan beberapa batasan dengan mempertimbangkan kesejahteraan sosial. Hal ini misalnya pemerintah membatasi produksi dan konsumsi barang yang dinilai berbahaya. Meski begitu, dalam peraturan yang diterbitkan nantinya pemerintah tetap memberi celah bagi produsen untuk memproduksi barang tertentu dengan cakupan konsumen tertentu pula, sehingga hanya dijual pada pasar tertentu juga akhirnya.

Baca juga: Prospek kerja ekonomi pembangunan dengan gaji tertinggi tahun 2021

3. Perencanaan Ekonomi

Karakteristik utama lainnya dari sistem ekonomi campuran adalah adanya kesiapan pemerintah dalam menyusun rencana jangka panjang nasional dan memutuskan peran yang akan dimainkan oleh perusahaan di sektor swasta maupun publik. Pembuatan rencana jangka panjang ini dilakukan agar kedua sektor tetap bersinergi untuk mengembangkan ekonomi di suatu negara penganut sistem ekonomi campuran.

Sektor publik berada langsung di bawah kendali pemerintah mendapat target dan rencana produksi sesuai rumusan yang dibuat pemerintah. Sedangkan, sektor swasta diberikan dorongan, insentif, dukungan, dan subsidi untuk bekerja sesuai dengan prioritas nasional.

4. Mekanisme Harga

Dalam sistem ekonomi campuran ini harga produk memainkan peran penting dalam alokasi sumber daya. Untuk beberapa sektor, kebijakan harga ini diatur oleh pemerintah. Contoh dari hal ini adalah adanya harga eceran tertinggi bagi tiap produk yang dijual di pasaran. Pemerintah juga memberikan subsidi harga untuk membantu kelompok-kelompok sasaran tertentu.

Tujuan dari pemerintah dari kebijakan ini adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan sosial dan terus mendukung terserapnya produksi dari semua sektor bisnis. Bagi konsumen yang tidak mampu membeli dengan harga pasar, subsidi diberikan pemerintah agar mereka tetap mendapatkan barang di bawah harga bahkan gratis. Proses ini umum dalam sebuah negara yang menganut sistem ekonomi campuran.

Perbedaan sistem ekonomi campuran dengan pasar bebas

Perbedaan sistem ekonomi campuran dengan pasar bebas
Sistem ekonomi memberi batasan terhadap setiap sektor dalam pasar sehingga tidak seleluasa pasar bebas (Sumber: Pexels)

Jika merujuk pada karakteristik produksi barang dan alur pasar dalam sistem ekonomi campuran di atas, maka kita dapat melihat beberapa perbedaan utama antara sistem ekonomi campuran dengan pasar bebas yang menganut sistem ekonomi kapitalis. Adapun perbedaan itu antara lain adalah sebagai berikut,

Sistem ekonomi campuran Pasar bebas
Pembatasan produksi barang dilakukan melalui kebijakan anti monopoli oleh pemerintah. Di bawah kebijakan pasar bebas, barang dan jasa dapat dibeli dan dijual melintasi perbatasan internasional dengan tarif minimal dan pemerintah tidak bisa melarang laju pertukaran ini.
Memberikan subsidi untuk terhadap produk tertentu agar dapat dinikmati kalangan konsumen yang terbebani dengan harga jual produk (khususnya bahan pokok). Tidak ada subsidi yang diatur resmi karena pemerintah tidak ikut campur dalam transaksi produk di pasar bebas.
Pemerintah menetapkan pajak terhadap perusahaan produsen dan produk yang dijual di pasaran. Kesepakatan pasar bebas antar satu atau lebih negara akan membuat tidak adanya kontrol terhadap impor dan ekspor.
Proteksi terhadap produk lokal di pasaran dilakukan untuk memastikan mereka dapat bersaing. Tidak ada proteksi terhadap produk lokal karena setiap produk berkedudukan sama di pasar bebas, baik produk impor maupun produk lokal.

Tujuan sistem ekonomi campuran

Tujuan sistem ekonomi campuran
Sistem ekonomi campuran bertujuan untuk mencegah monopoli pasar oleh sektor privat terhadap suatu produk (Sumber: Pexels)

Ekonomi campuran menyiratkan sebuah harmonisasi antara sektor publik dan privat. Di dalam sistem ekonomi campuran tidak diperbolehkan mekanisme pasar berfungsi untuk mengatur dirinya secara bebas seperti pada sistem ekonomi kapitalis. Meski begitu, pemerintah dengan intervensinya akan mengatur sedemikian rupa agar kedua sektor bisnis baik privat maupun publik dapat saling menguatkan.

Tujuan dari sistem ekonomi campuran yang utama adalah keselarasan ekonomi sektor publik dan privat demi perkembangan ekonomi nasional. Adapun beberapa tujuan sistem ekonomi campuran antara lain:

  • Keseimbangan, dalam hal ini sistem ekonomi campuran mewakili pencapaian keseimbangan antara inisiatif privat dan tujuan sosial melalui sinergi di sektor bisnis swasta dan negara.
  • Perencanaan dan mekanisme pasar, sistem ekonomi campuran menjamin terciptanya pasar yang terencana dengan mekanisme seimbang yang mencakup produk dari sektor privat maupun swasta. Perencanaan ini disesuaikan dengan rencana atau rancangan jangka panjang nasional yang dibuat pemerintah terhadap pasar dan ekonomi nasional secara luas. 
  • Tujuan prioritas nasional, setiap negara penganut sistem ekonomi campuran umumnya memiliki tujuan untuk mencapai prioritas nasional lewat suatu produk tertentu. Hal ini dapat didukung dengan sistem ekonomi campuran melalui kebijakan saling dukung antara sektor produksi privat dan juga sektor publik. Contohnya adalah sinergi atau konsorsium tertentu dalam proses pertambangan atau perkebunan.
  • Kesejahteraan, tujuan lain dari sistem ekonomi campuran adalah kesejahteraan sosial secara menyeluruh. Melalui sistem ekonomi campuran ini, setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama dalam meraup keuntungan di pasar produksi. Hal ini nantinya mendukung berkembangnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan usaha menengah yang didirikan dengan modal terbatas.
  • Menghindari monopoli pasar, melalui kebijakannya, pemerintah mengendalikan pasar dan sektor privat untuk tidak memonopoli pasar dengan produk tunggal. Mekanisme pasar diatur sedemikian rupa agar setiap pelaku usaha memiliki peluang yang sama dalam cakupan produk tertentu. Namun, untuk beberapa produk yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, monopoli masih bisa dilakukan oleh sektor publik, seperti listrik dan air. 

Baca Juga: SKU adalah: Fungsi, penulisan, dan 3 contoh cara menerapkannya

Kekurangan dan kelebihan sistem ekonomi campuran

Kekurangan dan kelebihan sistem ekonomi campuran
Sistem ekonomi campuran memunculkan peran besar pemerintah dalam birokrasi terkait usaha dan membuka potensi korupsi (Sumber: Pexels)

Jika dibandingkan dengan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis, sebetulnya sistem ekonomi campuran memiliki keseimbangan yang mumpuni. Meski begitu, hal ini juga menciptakan varian kekurangan dan kelebihan tertentu bagi sistem ekonomi campuran dalam perkembangan ekonomi suatu negara. Adapun kekurangan dan kelebihan sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut,

Kelebihan sistem ekonomi campuran Kekurangan sistem ekonomi campuran
Mendorong inisiatif pribadi untuk melakukan usaha produksi baik secara mikro maupun skala industri. Tingkat potensi korupsi terhadap kebijakan ekonomi tinggi.
Memastikan bahwa pembangunan ekonomi berjalan baik seiring keseimbangan produk di pasaran. Kekayaan tidak terdistribusikan secara merata karena peran swasta di banyak sektor sulit diikuti oleh inisiatif usaha mikro.
Monopoli dapat dicegah karena partisipasi bersama antara sektor swasta dan publik. Keterlibatan negara dalam setiap aspek ekonomi dapat menghambat proses produksi dan pemasaran.
Kesejahteraan sosial terjamin dengan dukungan subsidi pada produk-produk pokok seperti listrik, air, dan bahan bakar. Birokrasi terkait penguasaan sumber daya alam oleh industri swasta cukup rumit dan menghambat berlangsungnya usaha.

Baca juga: SOP adalah: Pengertian, manfaat, tips pembuatan, dan 3 contohnya

3 Contoh Sistem Ekonomi Campuran

3 Contoh Sistem Ekonomi Campuran
Kebijakan subsidi merupakan salah satu contoh penerapan sistem ekonomi campuran dalam suatu negara (Sumber: Pexels)

Setelah memahami kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi campuran tadi, maka kita dapat membayangkan bahwa Indonesia adalah penganut sistem ekonomi jenis ini. Berikut ini adalah contoh sistem ekonomi campuran,

1. Subsidi bahan bakar minyak

Harga minyak mentah dunia makin tahun makin meningkat. Hal ini membuat Indonesia sebagai negara yang juga membeli minyak mentah perlu menyesuaikan harga pembelian  minyak mentah dengan harga bahan bakar minyak yang dijual ke masyarakat. Beberapa produk minyak seperti aspal dan avtur dijual secara eksklusif, sedangkan untuk bahan bakar kendaraan tetap dijual secara umum dengan menekan harganya menggunakan subsidi.

Harga minyak sebagai bahan bakar tipe A seharusnya memiliki harga asli 13.560 rupiah per liternya, namun hal ini tidak memungkinkan untuk masyarakat sebagai konsumen dapat mengikuti pasaran harga tersebut. Karena melihat potensi adanya kelesuan pasar dan keluhan masyarakat, maka pemerintah melakukan subsidi terhadap BBM tiap liternya sebesar 3.600 rupiah. Akhirnya seliter bahan bakar Tipe A dapat dibeli dengan harga 9.960 rupiah per liternya.

Baca juga: 3 Strategi community marketing yang efektif dilakukan tahun 2021

2. Kebijakan anti monopoli terhadap produk swasta

Untuk membatasi laju bisnis sektor privat, pemerintah mengeluarkan undang-undang anti monopoli dan mengatur cakupan produksi sektor privat terhadap pasar. Pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap beberapa bahan pokok seperti listrik, air, dan gas untuk dikelola oleh badan usaha milik pemerintah agar tidak menimbulkan pergolakan ekonomi tertentu.

Perusahaan listrik dikuasai oleh negara untuk dapat mengelola listrik di seluruh negara secara terpusat. Untuk produk minyak dan gas, pemerintah mulanya melakukan penguasaan terpusat untuk mempermudah distribusi, baru kemudian sektor privat bisa masuk di beberapa kota dengan distribusi yang sudah baik. Sedangkan untuk produk air pemerintah menyerahkan pada tiap pemerintah daerah lewat perusahaan milik daerah  untuk distribusi tiap wilayahnya.

3. Bantuan modal UMKM

Bantuan modal UMKM
Bantuan modal untuk mengembangkan usaha kecil dapat mendukung kesejahteraan masyarakat (Sumber: Pexels)

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menambah varian produk di pasaran, pemerintah melakukan kebijakan bantuan modal kepada usaha mikro kecil dan menengah lewat bank-bank daerah maupun nasional. Usaha ini dilakukan untuk menguatkan sektor usaha privat dalam skala kecil agar dapat bersaing dengan produk-produk dari usaha privat skala besar.

Sebuah usaha rumahan pembuat keripik tempe aneka rasa mendapat bantuan modal untuk mengembangkan usahanya dan pemerintah membukakan pasar bagi mereka untuk ekspor. Hal ini nantinya diharapkan mampu menyerap tenaga kerja non-privilese di kampung-kampung yang bekerja sebagai karyawan pembuatan tempe serta para petani kedelai yang menjadi penyuplai bahan baku tempe kepada usaha keripik tempe ini.

Dari contoh-contoh di atas kita dapat melihat bahwa peran pemerintah dalam sistem ekonomi campuran masih besar, tapi tidak bersifat eksploitatif. Hal ini berbeda dengan sistem ekonomi sosialis di mana pemerintah menguasai hampir semua sektor industri untuk proses kesejahteraan sosial, sehingga kesenjangan dapat ditekan. 

Meski begitu, sistem ekonomi campuran cukup berguna untuk pengentasan kemiskinan karena membuka ruang bagi masyarakat dengan modal kecil untuk membuka industri skala kecil. Di sisi lain, peran swasta juga dibatasi dengan pajak dan aturan perdagangan yang membuat mereka tidak bisa bebas seperti pada sistem ekonomi kapitalis.

sign up EKRUT

Sumber:

  • 4 ECONOMY – ITS MEANING AND TYPES
  • Free Trade Agreement (FTA) Definition
  • Mixed economy

Tags

Share