Published on

Expert's Corner

SKU adalah: Fungsi, penulisan, dan 3 contoh cara menerapkannya

Ningtyas Dewanasari Kinasih

SKU-Pengertian__fungsi__penulisan__dan_3_contoh_cara_menerapkannya.jpg

Pada saat selesai berbelanja di supermarket atau toko retail lainnya, kasir pasti akan melakukan scan barcode terhadap barang-barang yang kamu beli. Label barcode tersebut merupakan SKU atau stock keeping unit. SKU adalah kode unik yang dimiliki oleh tiap retailer untuk mengidentifikasi produk yang mereka jual.

SKU adalah hal yang sangat penting pada industri retail karena memiliki fungsi yang dapat berpengaruh pada perkembangan perusahaan. Itulah sebabnya SKU diperlukan agar pekerjaan menjadi lebih efisien, perhatikan identifikasi penulisan dan contoh penerapannya berikut inil.

Apa itu SKU (Stock Keeping Unit)

Apa itu SKU (Stock Keeping Unit)
SKU adalah sistem untuk mengidentifikasi suatu produk oleh retailer. (Sumber: Pexels)

Stock keeping unit atau SKU adalah pengidentifikasi unik pada sebuat item yang dijual oleh retailer. Retailer menciptakan sendiri suatu kode berdasarkan dari berbagai macam karakteristik dari barang yang mereka jual. Dengan kata lain, SKU adalah sebuah barcode yang dapat di-scan pada barang-barang yang dijual oleh retailer. Label barcode yang tertera akan memudahkan vendor dalam melacak pergerakan barang tersebut.
 
Biasanya, SKU dibagi menjadi beberapa klasifikasi dan kategori tergantung dari jenis barang apa saja yang dijual. SKU terdiri dari kombinasi 8 atau lebih karakter alfanumerik. Karakter tersebut akan melacak harga, detail produk, dan manufaktur. Tidak sebatas pada barang saja, SKU juga dapat diterapkan pada produk intangible seperti jadwal perbaikan unit di bengkel atau garansi. 

Fungsi pembuatan SKU

Fungsi pembuatan SKU
Salah satu fungsi SKU adalah untuk melacak ketersediaan produk.  (Sumber: Pexels)

Salah satu fungsi SKU adalah untuk mengidentifikasi suatu produk, selain untuk melacak inventaris. Peran SKU sebenarnya lebih luas dari kedua hal tersebut. Dengan informasi yang dikumpulkan, kamu akan mendapatkan data untuk menganalisa bisnis retail agar lebih efisien dan menguntungkan.

Baca juga: 5 teknologi online ini permudah kebutuhan manusia

SKU adalah hal penting yang diperlukan dan umum digunakan pada toko retail atau gudang. Dilansir dari corporatefinanceinstitute.com, berikut ini beberapa fungsi dari SKU yang perlu kamu ketahui:

  • Mengidentifikasi produk secara spesifik.
  • Melacak inventaris untuk mengetahui berapa banyak produk yang tersedia.
  • Membantu menyesuaikan level stok dari produk.
  • Mengidentifikasi penyusutan dalam persediaan.
  • Menentukan produk mana yang paling menguntungkan melalui analisis data.
  • Membantu mengidentifikasi produk mana yang harus dipesan ulang.
  • Membantu konsumen menemukan produk yang diinginkan secara cepat.

Identifikasi penulisan SKU

Identifikasi penulisan SKU
SKU adalah kode unik yang dibuat oleh retailer untuk membedakan produknya. (Sumber: Pexels)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, SKU adalah sistem penting yang banyak digunakan dalam berbagai macam penjualan produk untuk mempermudah proses pelacakan persediaan. Dengan menggunakan SKU dan POS (point-of-sale) yang dapat di-scan, maka kamu dengan mudah dapat mengetahui produk mana yang harus stok ulang. Ketika konsumen membeli barang pada point-of-sale, SKU akan di-scan dan sistem POS secara otomatis akan menghapus produk tersebut dari inventaris sekaligus merekam data lainnya seperti harga jual.

Dikutip dari investopedia.com, setiap perusahaan memiliki SKU yang berbeda-beda untuk setiap barang atau layanan yang dijual. Misalnya, toko retail yang menjual jaket akan membuat SKU yang menunjukkan produk secara detail, seperti warna, ukuran, model, harga, manufaktur, dan mereknya.

Contoh dari SKU adalah sebagai berikut: BRW-LAR-B678-HNM

Dengan keterangan:

  • Simbol - (dash) digunakan untuk memisahkan informasi produk.
  • BRW menunjukkan warna produk (Brown).
  • Lar menunjukkan ukuran dari produk (Large).
  • B678 merupakan nomor manufaktur dari produk.
  • HNM merupakan merek dari produk.

Bedanya SKU dengan UPC

Bedanya SKU dengan UPC
Kelebihan dari SKU adalah dapat terhindar dari promosi yang sama dengan kompetitor. (Sumber: Pexels)

SKU adalah barcode yang banyak digunakan retailer, sama halnya dengan UPC (Universal Product Codes) yang juga digunakan oleh beberapa toko retail. Lalu, apa perbedaan antara keduanya? Berikut ini beberapa perbedaan SKU dengan UPC.

SKU UPC
Memiliki nomor unik yang berbeda untuk tiap retailer. Barcode bersifat universal sehingga akan sama untuk siapapun yang menjualnya.
Kode terdiri dari alfanumerik. Barcode terdiri dari 12 digit numerik.
Dibuat oleh retailer secara internal. Harus didaftarkan oleh pemilik produk.
Dapat terhindar dari pembuatan promosi yang sama dengan kompetitor. Nomor yang identikal cenderung akan memiliki promosi yang sama dengan kompetitor.

Baca juga: Cara membuat QR Code 2021 dengan mudah, cepat, dan gratis

3 Contoh cara menerapkan SKU

3 Contoh cara menerapkan SKU
SKU adalah sistem adalah sistem yang dapat digunakan oleh berbagai macam toko retail. (Sumber: Pexels)

Jika kamu bekerja di perusahaan retail atau memiliki toko retail, kamu bisa menerapkan beberapa contoh SKU berikut ini:

1. Contoh SKU pada toko roti

Jika kamu memiliki toko roti yang menjual beberapa jenis roti dengan berbagai macam merek, tentunya akan sangat merepotkan apabila harus mengecek ketersediaan secara manual. Selain tidak efektif, juga akan memakan waktu saat ada konsumen yang ingin membeli roti dari merek tertentu. Pelanggan harus menunggu untuk mengecek ketersediaan produk, jika ternyata roti yang diinginkan sudah habis, tentunya akan mengecewakan konsumen.

Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa membuat SKU untuk setiap jenis roti. Misalnya, untuk roti tawar gandum, tanggal produksi 19 Juni, dengan merek ABC, kamu bisa membuat SKU: TWR-GNDM-1906-ABC.

2. Contoh SKU pada retail apparel

Contoh SKU pada retail apparel
Keuntungan membuat SKU adalah mendapatkan data yang berisi informasi tentang tren produk. (Sumber: Pexels)

Apabila kamu bergerak di bidang retail pakaian, menggunakan SKU tentu akan sangat mempermudah pekerjaan. Mempertimbangkan jumlah pakaian yang dijual dan jenisnya, mengecek inventaris secara manual sangatlah tidak efisien dan beresiko terjadinya kesalahan.

Keuntungan lain dari menggunakan SKU adalah kamu bisa mengetahui jenis pakaian mana yang sedang tren dan yang paling menguntungkan. Sebagai contohnya, untuk jenis pakaian sweater, berwarna biru, ukuran medium, nomor manufaktur A345, dan merek AAA, label yang digunakan adalah SWE-M-A345-AAA.

3. Contoh SKU pada retail perabot rumah tangga

Retail perabot rumah tangga tentunya memiliki kuantitas produk dan jenis yang cukup banyak. Akan lebih mudah jika membuat SKU berdasarkan kategori dari jenis produk yang ada. Misalnya alat dapur, furniture, bedding, dan lainnya. Dengan begitu, konsumen juga akan lebih mudah menemukan barang yang mereka cari, juga mengetahui stok yang tersedia.

Bekerja di bidang retail memerlukan strategi, agar dapat bekerja dengan efisien. Jika kamu tertarik bekerja di bidang tersebut atau lainnya, kamu bisa mendapatkannya dengan mendaftarkan diri di EKRUT. Kamu akan mendapatkan pekerjaan impian dengan jenjang karier yang baik.

Baca juga: 7 Pertanyaan interview kerja untuk Sales dan jawabannya

SKU adalah sistem yang sangat strategis dalam bisnis retail. Tidak hanya dapat melacak inventaris produk, tetapi juga bisa meningkatkan keuntungan setelah menganalisis data yang didapat. Dengan menggunakan SKU, pekerjaan dilakukan dengan lebih efisien dan meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses restocking produk.

sign up EKRUT

Sumber: 

  • thebalancesmb.com
  • corporatefinanceinstitute.com
  • investopedia.com

Tags

Share