Published on

Technology

Teknologi AI ini dipakai untuk kenali tamu di Royal Wedding

Widyanto Gunadi

royal_wedding.jpg

Apakah Anda menyaksikan siaran televisi yang menayangkan pernikahan Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle? Hashtag #RoyalWedding, #RoyalWedding2018, serta #HarryMeghan bertebaran di media sosial. Upacara pemberkatan pernikahan yang berlangsung pada Sabtu, 19 Mei 2018 itu berlangsung di Kapel St. George, Kastil Windsor, Inggris.

 

Seperti dilansir kumparan.com, sebanyak 600 tamu undangan hadir. Mereka bukan hanya berasal dari keluarga kerajaan, tapi juga para selebriti dunia, termasuk actor George Clooney. Stasiun televisi Inggris, Sky News, menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam meliput pernikahan tersebut. Seperti apa cara kerja aplikasi itu? Berikut ini ulasannya untuk Anda.

 

 

Aplikasi Who’s Who

Seperti dilansir thequint.com, stasiun televisi Sky News menjadi salah satu kantor media yang meliput upacara pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle, dengan menggunakan aplikasi Who’s Who. Aplikasi ini dilengkapi software Rekognition besutan Amazon.

 

Sky News pun memanfaatkan software yang dikembangkan oleh GrayMeta tersebut melalui aplikasi mobile. Bagaimana cara kerjanya? Aplikasi ini memakai kecerdasan buatan untuk mengenali wajah para tamu undangan. Selanjutnya, aplikasi ini akan memberikan informasi relevan mengenai wajah yang dikenali.

 

 

Memanfaatkan database Amazon

Aplikasi Who’s Who ini bekerja dengan melibatkan database dari komputasi awan (cloud) Amazon Web Service. Dengan cepat, Who’s Who akan menampilkan data-data dari tamu undangan yang wajahnya tertangkap pada kamera.

 

Sebelum ada teknologi ini, stasiun televisi mengandalkan peran celebrity spotters untuk meliput kegiatan-kegiatan yang dihadiri tokoh-tokh kelas dunia. Celebrity spotters adalah orang-orang yang melakukan pengamatan dan mengumpulkan informasi mengenai selebriti yang menghadiri suatu perhelatan.

 

 

Butuh penyempurnaan

Aplikasi Who’s Who ini terlihat begitu canggih ya? Namun, seperti dilansir The Economist, software pengenalan wajah atau facial-recognition ini masih membutuhkan penyempurnaan. Sebab, saat aparat penegak hukum Inggris memakainya untuk mengidentifikasi pelaku tindak kejahatan di ruang publik selama dua tahun terakhir, tingkat ketidakakuratan Who’s Who mencapai 95 persen. Para developer pun masih berupaya melakukan penyempuraan.

 

Menarik sekali ya aplikasi ini. Apakah Who’s Who akurat dalam menampilkan informasi berdasarkan wajah tamu undangan yang menghadiri upacara pernikahan Pangeran Harry dan Meghan? Kita tunggu berita selanjutnya.

 

Rekomendasi bacaan:
Apakah mata uang digital dapat mengatasi inflasi?
Berhati-hatilah menggunakan cryptocurrency, ini alasannya
Program registrasi telah usai, ratusan juta nomor ponsel terdaftar

 

Sumber:
kumparan.com
thequint.com
mediapost.com

Tags

Share