Published on

Expert's Corner

Teori warna: Pengertian, tujuan, dan penerapan color wheel

Nelson Simbolon

Teori_warna__Pengertian__tujuan__dan_penerapan_color_wheel.png

Tahukah kamu, bahwa seseorang dapat memutuskan untuk menyukai sebuah produk hanya dalam 90 detik atau bahkan kurang. 90 persen keputusan tersebut dipengaruhi oleh warna. Oleh karena itu, memahami teori warna akan sangat membantu kamu. Apalagi, jika kamu bekerja di bidang marketing dan desain. Mari pahami lebih lanjut ulasan lengkapnya di artikel ini! 

Dasar teori warna dan tujuannya

Dasar teori warna dan tujuannya
Teori warna juga sangat berpengaruh untuk penjualan - EKRUT

Teori warna adalah sekumpulan aturan dan petunjuk warna yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, menyampaikan pesan melalui visual. Untuk dapat menggunakan teori warna dengan baik, kamu perlu mengaitkannya dengan berbagai pengetahuan seperti psikologi, budaya dan kemampuan optikal manusia.

Warna merupakan sebuah persepsi. Saat seseorang melihat warna, warna tersebut akan dikirimkan langsung ke otak dan otak akan mendefinisikan warna tersebut. Karena itulah, teori warna merupakan penggabungan antara sains dan seni. Dengan mempelajari teori warna, kamu bisa mengetahui bagaimana manusia memahami sebuah warna dan apa yang ada di pikiran mereka saat melihat warna tertentu. 

Mengapa kamu perlu mempelajari teori warna? Teori warna sangat esensial untuk kegiatan branding, marketing, dan akhirnya berujung kepada sales

Dengan memahami teori warna, kamu bisa memutuskan branding yang tepat. Misalnya saja, warna logo yang cocok, warna untuk website kamu dan warna-warna yang dapat membangkitkan emosi dari target customer kamu. Selain itu, dengan memahami teori warna, kamu juga dapat menganalisis apa yang dilakukan oleh kompetitor. Seperti, emosi apa yang ingin disampaikan oleh kompetitor sebagai strategi untuk menggaet customer mereka.

Teori warna untuk color wheel 

Teori warna untuk color wheel
Penemuan teori warna dapat membantumu berkomunikasi melalui visual - EKRUT

Pada tahun 1666, Sir Isaac Newton menetapkan teori warna setelah menemukan color wheel atau cakra warna. Newton memahami warna sebagai persepsi dari manusia dan kemudian mengkategorikan secara sistematis warna-warna tersebut. Sehingga, terciptalah tiga grup warna, yaitu primary colors, secondary colors dan tertiary colors.

color wheel teori warna

  • Primary Colors

Primary colors atau warna primer terdiri dari warna merah, biru dan kuning. Primary colors merupakan 3 warna pigmen yang tidak dapat dicampur atau terbentuk dari percampuran warna-warna lainnya. Warna-warna lain yang biasa kamu temui, akan terbentuk dari tiga warna dasar ini.

  • Secondary Colors

Secondary colors terdiri dari hijau, oranye dan ungu. Warna-warna ini terbentuk dari percampuran warna-warna primer atau primary colors.

  • Tertiary Colors

Tertiary colors atau intermediate colors merupakan penggabungan dari satu dari primary colors dan satu dari secondary colors. Warna-warna tersebut adalah kuning-oranye, merah-oranye, merah-ungu, biru-ungu dan kuning-hijau. 

Dari penemuan tiga kategori warna oleh Newton di atas, studi terkait color wheel terus berlanjut dan akhirnya menemukan sifat-sifat warna dalam dua format. Yaitu, format cetak/cat dan layar/cahaya. Sifat-sifat dari warna tersebut adalah;

  1. Hue: Bagaimana warna tersebut terlihat.
  2. Chroma: Bagaimana kejernihan sebuah warna, apakah tercampur dengan warna hitam (shade), tercampur dengan warna putih (tints) atau tercampur dengan warna abu-abu (tones).
  3. Lighting: Seberapa pucat atau terang sebuah warna terlihat.

Dari color wheel ini juga, kamu bisa menemukan dua kategori warna yaitu warm colors dan cool colors. Warm colors terdiri dari merah, oranye, kuning dan cool colors terdiri dari biru, ungu, hijau. 

Warm colors identik dengan energi, aksi, kecerahan dan cool colors diasosiasikan dengan ketenangan, kedamaian dan ketentraman. Dengan memahami color wheel, kamu bisa dengan mudah mengkomunikasikan keinginan kamu misalnya saja dengan desainer jika kamu bekerja dengan mereka atau pun percetakan jika kamu ingin mencetak brosur dari produk kamu. 

Baca juga: Pentingnya branding dalam bisnis 

Teori warna untuk color harmony

Teori warna untuk color harmony
Logo pepsi sebagai salah satu penggunaan color harmony.

Pada konteks visual, harmoni berarti adalah sesuatu yang indah dilihat di mata. Jika ada warna yang tidak sesuai, pasti seseorang dapat merasakannya dan akan melihat warna tersebut sebagai warna yang membosankan dan kacau. Hal ini terjadi karena otak manusia dapat memahami jika warna tersebut tidak sesuai. Sehingga, warna yang disajikan tentu harus logis. 

Berikut beberapa formula dari penggunaan color harmony:

1. Complementary colors

Menggunakan warna yang sangat berseberangan pada cakra warna atau color wheel. Misalnya saja menggunakan warna merah dan hijau. Penggunaan complementary colors akan sangat menarik untuk kegiatan pemasaran, dimana akan ada perbedaan jelas antar gambar-gambar yang disajikan.

2. Analogous colors

Menggunakan warna yang saling berdekatan dalam color wheel. Misalnya saja merah, oranye, kuning. Walaupun terlihat kurang menarik, namun menggunakan analogous colors dapat memberikan kesempatan sebuah warna untuk mendominasi dan mengarahkan user untuk melakukan aksi.

3. Triadic colors

Triadic colors menggunakan warna yang merata dari color wheel dan biasanya bersifat cerah dan dinamis. Jika kamu pernah melihat logo dari Burger King, kamu dapat melihat warna oranye, merah dan biru yang digunakan secara merata. Sehingga, masing-masing komponen warna dan gambar terlihat mencolok.

Baca juga: Cara menjadi desainer grafis tanpa kuliah 

Dengan memahami teori warna, semoga kamu dapat semakin memperkuat brand yang kamu miliki atau kerjakan sekarang, ya! Jangan lupa untuk terus mengasah kemampuan kamu supaya semakin berkembang. Klik tautan di bawah untuk mendapatkan insight terbaru dari EKRUT, yuk!

sign up EKRUT

Sumber:

  • colormatters
  • 99designs
  • interactions-design

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    apa-itu-UX-Writer-EKRUT.jpg

    Careers

    Catat, cara menjadi UX Writer yang mumpuni

    Maria Yuniar

    16 August 2022
    5 min read
    H1_UIUX_Designer.jpg

    Careers

    UI/UX Designer: Pengertian, Tanggung Jawab, dan Skill yang Harus Dimilikinya

    Algonz D.B. Raharja

    16 August 2022
    7 min read
    H1_user_experience_adalah.jpg

    Technology

    User Experience: Pengertian, Tujuan, dan 7 Aspek yang Penting dalam Membangunnya

    Alvina Vivian

    01 July 2022
    6 min read

    Video