Published on

Technology

Tutorial dalam Menggunakan Codeigniter 4

Algonz D.B. Raharja

H1_Codeigniter4I.jpg

Untuk dapat menggunakan Codeigniter 4, pengembang harus terlebih dahulu memahami prinsip dasar arsitektur MVC (model-view-controller) sebagai basis dasar Codeigniter 4. Selain itu, pengembang harus memahami bahwa pengembangan situs jejaring dengan Codeigniter 4 dilakukan dengan cara langkah demi langkah berbasis PHP (hypertext preprocessor). Oleh karena itu, pengembang juga harus terbiasa dengan pengembangan berbasis framework PHP sebelum menggunakan Codeigniter 4. Secara teknis, pengembangan Codeigniter 4 dilakukan dengan mulai menulis kode yang dapat memuat halaman statis.

Lantas, hal ini dilanjutkan dengan membuat bagian aplikasi dasar yang membaca tiap item informasi dari basis data. Setelahnya, pengembang dapat menambahkan formulir untuk membuat item informasi di basis data tersebut. Adapun beberapa langkah dalam menggunakan Codeigniter 4 akan dijelaskan secara rinci di berikut ini.

1. Menginstal Codeigniter 4


Pengembang web dapat mengunduh Codeigniter 4 secara mudah lewat situs resminya (Sumber: Pexels)

Pertama-tama, pengembang perlu mengunduh dan menginstal Codeigniter 4 lewat situs berikut ini. pengembang juga dapat mengunduh beberapa paket tertentu seperti App Starter lewat Composer. Sebagai contoh  berikut ini adalah tutorial membuat folder berisi kode aplikasi berita “ci-news” yang dapat dibangun dari baris perintah berikut.

> composer create-project codeigniter4/appstarter ci-news

2. Mengatur mode pengembangan

Seorang developer atau pengembang dapat memulai Codeigniter 4 secara default dalam mode produksi. Secara teknis, ini adalah fitur keamanan untuk menjaga situs agar lebih aman jika terjadi kekacauan pengaturan setelah penayangan. Oleh karena itu, pengembang perlu menyalin dan memberi nama ulang pada dokumen “env” menjadi “.env” lalu membukanya.

Dokumen “.env” berisi pengaturan khusus untuk server. Hal ini berarti pengembang tidak perlu memasukkan informasi sensitif apapun ke sistem kontrol versi pengembang tersebut. Penulisan kode perintah untuk “production" menjadi “development” dapat ditulis demikian.

CI_ENVIRONMENT = development

3. Menjalankan server pengembangan


Codeigniter 4 merupakan framework PHP yang berpusat server (Sumber: Pexels)

Selanjutnya, pengembang dapat melihat aplikasi pada browser. Pengembang bisa menyajikannya melalui server pilihan tertentu seperti Apache, Nginx, dan sebagainya, namun Codeigniter 4 tetap menjadi framework PHP dengan perintah paling sederhana yang dapat memanfaatkan server bawaan PHP untuk mempercepat proses pengembangan. Adapun baris perintah untuk root proyek dalam Codeigniter 4 dapat ditulis demikian.

> php spark serve

4. Halaman selamat datang

Selanjutnya, arahkan browser ke URL yang benar dan lantas akan disambut oleh layar selamat datang. Coba untuk arahkan browser menuju ke URL berikut ini.

http://localhost:8080

Baca juga: Panduan Menggunakan Framework Bootstrap Bagi Pemula

5. Debugging


Proses debugging dalam mengembangkan aplikasi dalam Codeigniter 4 dilakukan untuk melihat ParsError (Sumber: Pexels)

Setelah berada dalam mode pengembangan, pengembang akan melihat bilah alat (toolbar) di bagian bawah aplikasi. Toolbar ini berisi sejumlah item pengembangan yang dapat dirujuk saat proses pengembangan berlangsung. Selain itu, terdapat pula beberapa halaman kesalahan yang dapat berguna ketika pengembang menekan pengecualian atau kesalahan lain dalam program tertentu.

Pengembang dapat membuka folder “app/Controllers/Home.php” dan mengubah beberapa baris untuk menghasilkan kesalahan. Tindakan menghapus titik koma atau kurung kurawal mengharuskan keberhasilan tertentu dalam penulisan perintah. Baru setelah itu, pengembang bisa melihat bagaimana parseerror yang muncul dari kontrol aplikasi tersebut seperti pada gambar berikut ini.


Gambar laman debugging untuk parseerror (Sumber: codeigniter.com)

6. Membuat pengontrol (controller)

Langkah pertama yang dilakukan setelah masuk pada halaman statis adalah menyiapkan pengontrol. Pengontrol secara umum adalah kelas yang membantu pendelegasian pekerjaan dan perekat aplikasi web yang tengah dibangun. Untuk membuat pengontrol, pengembang perlu membuat dokumen di folder “app/Controllers/Pages.php” dengan kode berikut ini.

 <?php

namespace App\Controllers;

class Pages extends BaseController
{
    public function index()
    {
        return view('welcome_message');
    }
    public function view($page = 'home')
    {
        // ...
    }
}

Dengan ini, pengembang telah membuat kelas bernama “Pages” dengan metode “view()” yang menerima satu argumen bernama “$page”. Selain itu terdapat pula metode “index()” sama seperti controller default yang ditemukan lewat folder “app/Controllers/Home.php”.

7. Menambahkan logika pada pengontrol


Controller dalam Codeigniter 4 dibuat untuk mengontrol logika dan data informasi (Sumber: Pexels)

Langkah ini berarti pengembang menyiapkan pengontrol dengan metode “view()”. Metode ini menerima satu parameter yang berupa nama halaman yang akan dimuat. Badan halaman statis akan ditempatkan di direktori “app/Views/pages/.” Pada direktori ini akan ada dua dokumen bernama “home.php” dan “about.php”. Berikut ini adalah kode perintah yang bisa diterapkan.

<?php

namespace App\Controllers;

class Pages extends BaseController
{
    public function view($page = 'home')
    {
        if (! is_file(APPPATH . 'Views/pages/' . $page . '.php')) {
            // Whoops, we don't have a page for that!
            throw new \CodeIgniter\Exceptions\PageNotFoundException($page);
        }

        $data['title'] = ucfirst($page); // Capitalize the first letter

        return view('templates/header', $data)
            . view('pages/' . $page)
            . view('templates/footer');
    }
}

8. Routing

Setelah membuat pengontrol, langkah selanjutnya adalah menetapkan aturan perutean (routing). Tahapan ini mengaitkan URL dengan metode pengontrol. Dokumen routing terletak pada folder “app/Config/Routes.php” dan cari bagian “Route Definitions”.

9. Menjalankan aplikasi

Setelah proses routing, pengembang sudah siap menguji aplikasi dengan menjalankan aplikasinya menggunakan server built-in PHP. Oleh karena itu aplikasi tidak akan memproses aturan .htaccess yang disediakan publik dan berguna untuk menentukan “index.php/” sebagai bagian dari URL.

Baca juga: Apa Itu Net Framework Serta Fungsi, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Itulah tadi tutorial dalam menggunakan Codeigniter secara singkat. Selebihnya, kamu bisa mengembangkan kemampuanmu di bidang pemrograman dan pengembangan aplikasi berbasis web dengan beberapa dukungan tools lainnya. Bagi kamu yang tengah mencari pekerjaan untuk memulai kariermu, EKRUT hadir sebagai rekan profesional bagi kamu. Dengan mendaftar lewat EKRUT, kamu akan mendapatkan berbagai informasi mengenai pengembangan karier dan kesempatan kerja di berbagai perusahaan di Indonesia. Kamu hanya perlu menyiapkan CV terbaikmu beserta portofolio yang menunjang kapasitas dirimu lalu klik tautan di bawah ini untuk langsung mendaftar lewat EKRUT.

Sumber:

  • mfikri.com
  • hostinger.com
  • codeigniter.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-steve-johnson-13078553.jpg

    Technology

    Animasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

    Tio Derma

    21 September 2022
    8 min read
    0-youtube-dashboard.jpg

    Technology

    Apa Itu YouTube Dashboard? Berikut Penjelasan dan Cara Menggunakannya

    Arin Khurota

    21 September 2022
    5 min read
    H1.PNG

    Technology

    Apa Itu Twibbonize? Berikut Fungsi dan Panduan Membuatnya 2022

    Mentari Nurmalia

    20 September 2022
    5 min read

    Video