Published on

Technology

YouTube punya strategi baru untuk konten premium, apa saja ya?

Maria Yuniar

youtube-344107__340.png

Tahun ini, YouTube berencana untuk meluncurkan layanan video berlangganan berbayar mereka. Kepala konten orisinil YouTube, Luke Hyams, mengatakan bahwa YouTube berencana untuk merilis 50 serial televisi mereka pada 2019. “Kami sudah memiliki lebih dari 65 serial dan film sejak YouTube Premium diluncurkan pada akhir 2016. Pada tahun 2019, kami pun akan merilis 50 serial baru,” kata Hyams seperti dilansir dari The Hollywood Reporter.

Nantinya, beberapa konten YouTube premium dapat dinikmati secara gratis. Namun, tentunya ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan para netizen untuk bisa menikmati konten-konten tertentu. Lalu, apa lagi ya strategi YouTube untuk konten kelas premium ini?


Sumber: memegen.com

 

Produksi konten lokal Inggris

Untuk langkah selanjutnya, Hyams mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan konten-konten baru yang personal dan memiliki potensi besar untuk bisa dinikmati oleh pasar internasional.

Ia juga membocorkan bahwa YouTube berencana untuk memproduksi konten lokal bersama para produser di Inggris Raya. Selain itu, serial musik Sugar milik Adam Levine dan aksi lompat Will Smith saat ulang tahunnya, merupakan contoh konten-konten berikutnya yang akan mereka produksi.

 

Rilis serial komedi

Perihal konten-konten berseri, YouTube juga berencana untuk merilis serial berjenis komedi berdurasi setengah jam dibanding serial komedi situasi dan pertunjukan komedi tunggal.

 

Siapkan konten sosial

Selain itu, untuk konten-konten yang tidak berseri, YouTube sangat tertarik untuk merilis konten video yang berkaitan dengan dampak sosial yang menghibur. Salah satunya adalah serial wawancara Priyanka Chopra dengan berbagai tokoh inspiratif dalam If I Could Tell You Just One Thing. “Kami akan terus mengembangkan konten-konten terbaru untuk memenuhi permintaan pasar,” tambah Hyams.


Sumber: imgflip.com

 

Langkah ambisius

Langkah-langkah bisnis yang dilakukan YouTube tersebut terbilang cukup ambisius untuk meraih perhatian pasar dunia. Hal tersebut cukup wajar mengingat mulai menjamurnya layanan video sejenis yang diluncurkan di berbagai negara. Sebut saja HBO, Amazon Tube, Hulu, dan Netflix.

Vice President YouTube untuk manajemen produk, Adam Smith mengatakan, “YouTube merupakan produk yang sudah terkenal di dunia dengan lebih dari 80 persen waktu tonton berasal dari luar Amerika Serikat.” Ia menjelaskan, setiap negara memiliki strategi lisensi, pembayaran, serta kerja sama yang berbeda. Jadi, YouTube mesti bergerak cepat untuk mengjangkau penonton di berbagai negara.

 

Rekomendasi bacaan:
Tahukah kamu, Google Docs bisa lakukan 10 hal ini?
4 kesalahan dalam email yang sering dijumpai
Bagaimana sih caranya nego gaji agar tetap terlihat wajar?

 

Sumber:
tubefilter.com
hollywoodreporter.com
deadline.com
fastcompany.com
 

Tags

Share