Technology

3 cara baru monetisasi konten bagi kreator di YouTube

Published on
Min read
4 min read
time-icon
Maria Yuniar

Experienced Content Editor with a demonstrated history of working in the information technology and services industry. Skilled in News Writing, Headline Writing, Breaking News, Editing, and Feature Writing. Strong media and communication professional with a Graduate focused in Applied English Linguistics from Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

youtube-1007076__340.jpg

Kreator konten YouTube atau yang kerap disebut YouTuber kini tak lagi harus bergantung pada iklan untuk mendulang pendapatan. YouTube membuka kesempatan monetisasi baru lewat metode keanggotaan berbayar hingga penjualan merchandise. 

Direktur Produk YouTube, Neal Mohan menuturkan, cara monetisasi ini dibuat agar para kreator konten dapat lebih betah dan terus berkreasi di YouTube. Ia juga mengatakan bahwa inovasi ini dibuat untuk memberikan lebih banyak pilihan pada pengguna untuk meraup penghasilan.

Dikutip mashable.com, setidaknya ada 3 cara baru bagi kreator konten YouTube untuk menambang uang. 

 

Keanggotaan berbayar

Dengan cara ini, YouTube menawarkan kepada penonton untuk mendapat akses ke konten eksklusif dengan cara berlangganan setiap bulan.

Konten eksklusif itu bisa berupa video, emoji, badge atau fasilitas ekstra lainnya sesuai dengan keinginan pemilik channel. Konten kreator yang ingin menggunakan fitur ini setidaknya harus memiliki minimal seratus ribu subscriber. 

Tarif yang dibebankan pada pengguna yang ingin mendapat konten eksklusif dan fasilitas ekstra ini adalah sekitar US$ 4,99 atau sekitar Rp 70 ribu setiap bulannya. YouTube pun mengambil potongan biaya keanggotaan sebsar 30 persen dari setiap pengguna. Program ini sebenarnya sudah tersedia untuk beberapa channel melalui tombol "sponsor" selama fase uji coba.

 

Penjualan merchandise

Fitur ini diluncurkan Google agar kreator bisa membuat barang seperti T-shirt, mug, stiker, atau boneka yang menjadi ciri khas kreator tersebut. 

YouTube pun menegaskan tidak akan mengambil keuntungan apapun dari layanan penjualan merchandise. Sehingga, seluruh keuntungan dari penjualan akan langsung diterima oleh pemilik channel. 

Fitur ini pun akan memudahkan para penggemar untuk mendapatkan merchandise asli dari si kreator. Agar bisa menggunakan fitur ini, sebuah channel tersebut harus memiliki minimal sepuluh ribu subscriber. 

 

Premieres

Melalui fitur Premieres, penonton bisa ikut berdonasi pada kreator lewat Super Chat. Super Chat merupakan cara baru bagi para penggemar dan kreator untuk saling berinteraksi selama live streaming berlangsung. Penggemar dapat membeli Super Chat untuk menandai pesan mereka selama streaming chat berlangsung.

Dengan alternatif ini, diharapkan para konten kreator akan tetap bertahan untuk berkreasi lewat YouTube. Pasalnya, belum lama ini YouTube memperketat aturan monetisasi kanal dan hal itu dianggap menyulitkan kreator. 

YouTube Partner Program (YPP) mengharuskan siapapun yang ingin bergabung dalam program tersebut untuk memiliki minimal 1.000 orang subscriber di kanalnya serta ditonton selama lebih dari 4.000 jam dalam setahun ke belakang.

Namun, aturan tersebut dihadirkan bukan tanpa alasan. Aturan-aturan baru diterapkan oleh YouTube setelah insiden video vlogger Logan Paul ke YouTube, yang menampilkan tubuh orang korban bunuh diri di hutan.

Sumber:
mashable.com
kompas.com
cnnindonesia.com

0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_jadwal_fyp_tiktok.jpg

    Technology

    Jadwal FYP TikTok 2022: Jam Terbaik untuk Upload Video

    Nurina Ulfah

    16 January 2023
    5 min read
    Ssstiktok_Download_Video_TikTok_tanpa_Watermark_Secara_Online_2022.jpg

    Technology

    SSSTikTok

    Sylvia Rheny

    19 December 2022
    5 min read
    H1_tiktok_affiliate.jpg

    Technology

    Cara Daftar TikTok Affiliate Terbaru 2022 untuk Menambah Penghasilan

    Alvina Vivian

    05 December 2022
    6 min read

    Video