Published on

startup

Akuntabilitas adalah: Prinsip, jenis, fungsi, dan 3 hal yang perlu diperhatikan

Anisa Sekarningrum

H1_1._Akuntabilitas_adalah_Prinsip__jenis__fungsi__dan_3_hal_yang_perlu_diperhatikan.jpg

Akuntabilitas adalah sebuah prinsip yang dibutuhkan saat bekerja baik itu di perusahaan maupun pemerintahan. Secara umum, akuntabilitas adalah permintaan pertanggungjawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang diserahkan kepada seseorang. Simak penjelasan selengkapnya mengenai akuntabilitas berikut ini.

Apa itu akuntabilitas?

Apa itu akuntabilitas?
Akuntabilitas adalah keadaan di mana karyawan bertanggung jawab atas jabatan yang dia punya - Pexels

Webster (Waluyo 2007:203) mendefinisikan akuntabilitas adalah suatu keadaan yang dapat dipertanggungkan, bertanggung jawab, dan akuntabel. Arti kata akuntabel yang pertama adalah dapat diperhitungkan, dapat menjawab pada atasan, sebagaimana seorang manusia bertanggung gugat kepada Tuhannya atas apa yang telah dilakukan. 

Arti yang kedua adalah memiliki kemampuan untuk dipertanggung gugatkan secara eksplisit, dan ketiga, sesuatu yang biasa diperhitungkan atau dipertanggung gugatkan. Sementara dalam KBBI akuntabilitas adalah perihal bertanggung jawab; keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban. Akuntabilitas adalah keadaan saat karyawan memiliki kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atas pekerjaan yang dia lakukan kepada perusahaan. 

Baca juga: 8 Cara meningkatkan jenjang karier yang efektif 

Prinsip akuntabilitas

Prinsip akuntabilitas
Salah satu prinsip akuntabilitas adalah komitmen dari pimpinan perusahaan - Pexels

Prinsip akuntabilitas adalah siapa yang bertanggung jawab, kepada siapa mereka bertanggung jawab, untuk apa pertanggung jawaban tersebut, dan apa konsekuensi dari tanggung jawab tersebut. Penerapan akuntabilitas akan membuat perusahaan berjalan efektif dan efisien.

Menurut LAN dan BPKP (2000), prinsip-prinsip akuntabilitas adalah sebagai berikut:

  • Harus ada komitmen dari pimpinan dan seluruh staf instansi untuk melakukan pengelolaan pelaksanaan misi agar akuntabel.
  • Harus merupakan suatu sistem yang dapat menjamin penggunaan sumber daya secara konsisten dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Harus dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  • Harus berorientasi pada pencapaian visi dan misi serta hasil dan manfaat yang diperoleh. 
  • Harus jujur, objektif, transparan dan inovatif sebagai katalisator perubahan manajemen instansi pemerintah dalam bentuk pemutakhiran metode dan teknik pengukuran kinerja dan penyusunan laporan akuntabilitas.

Baca juga: 7 Cara melatih kemampuan delegasi 

Jenis akuntabilitas

Jenis akuntabilitas
Akuntabilitas vertikal dilakukan oleh kepala cabang kepada CEO - Pexels

Menurut Mahmudi (2013), dua jenis akuntabilitas adalah akuntabilitas vertikal dan horizontal.

1. Akuntabilitas vertikal

Akuntabilitas vertikal (vertical accountability) adalah akuntabilitas kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya akuntabilitas kepala dinas kepada bupati atau walikota, menteri kepada presiden, kepala unit kepada kepala cabang, kepala cabang kepada CEO, dan sebagainya. 

2. Akuntabilitas horizontal

Akuntabilitas horizontal (horizontal accountability) adalah akuntabilitas kepada publik secara luas atau terhadap sesama lembaga lainnya yang tidak memiliki hubungan atasan bawahan.

Fungsi akuntabilitas dalam bisnis

Fungsi akuntabilitas dalam bisnis
Akuntabilitas berfungsi untuk mencegah korupsi - Pexels

Menurut Bowen memiliki 3 fungsi dari akuntabilitas adalah:

1. Sebagai alat kontrol demokrasi

Akuntabilitas bisa dianggap sebagai sebuah sistem untuk mengontrol tanggung jawab seseorang akan sebuah tugas, fungsi atau jabatan yang dimiliki. Baik itu kontrol pemimpin kepada anggota atau kepada jabatan lain di atasnya. Tidak hanya sebagai alat kontrol demokrasi, akuntabilitas juga bisa digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan seseorang dalam menjalankan tugas atau evaluasi kinerja yang sudah dilakukan.

2. Mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan

Tindakan korupsi dapat dimulai dengan tindakan kecil seperti penyalahgunaan kekuasaan. Sehingga hal tersebut harus dicegah, salah satunya dengan membuat laporan pertanggungjawaban. Inilah yang menjadi fungsi dari akuntabilitas. Dengan adanya akuntabilitas, maka istilah “power tend to corrupt” dapat dihindarkan, dengan pengendalian internal, mekanisme pertanggungjawaban keuangan negara, lalu kegiatan pengadaan barang dan jasa yang transparan.

3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas

Fungsi akuntabilitas lainnya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dengan menjaga proses dan meningkatkan evaluasi kerja, efisiensi dan efektivitas kerja dapat diraih dengan lebih sempurna.

Baca juga: 6 Cara untuk memotivasi karyawan agar rajin bekerja 

3 Hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga akuntabilitas perusahaan

3 Hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga akuntabilitas perusahaan
Dukungan dari atasan kepada anggota tim dibutuhkan untuk menjaga akuntabilitas perusahaan - Pexels

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga akuntabilitas perusahaan.

1. Balance scorecard

Balance scorecard adalah sistem manajemen yang bertujuan untuk menerjemahkan tujuan strategis organisasi ke dalam serangkaian tujuan kinerja yang dapat diukur, dipantau, dan diubah jika perlu untuk memastikan tujuan organisasi tercapai. Keseimbangan balance scorecard dapat meningkatkan akuntabilitas, termasuk untuk menghindari kebiasaan menilai sesuatu secara subjektif dalam pengukuran kinerja. 

Hal-hal seperti evaluasi peer, upstream, dan top-down dapat dimasukkan ke dalam scorecard. Setelah diterapkan, balance scorecard juga dapat dikaitkan dengan berbagai mekanisme seperti bonus, pengakuan, dan status kinerja.

2. Transparansi tindakan dan hasil

Sudah menjadi hal yang natural untuk seseorang menjadi lebih giat dan produktif ketika dirinya diawasi oleh orang lain. Hal ini yang membuat sebuah bisnis memerlukan transparansi atas tindakan dan hasil yang dicapai agar memiliki outcome yang maksimal.  

3. Manajemen yang mendukung dan terlibat

Untuk mencapai hasil yang maksimal dan pelaksanaan kerja yang terarah sesuai rencana, dibutuhkan komitmen, keterlibatan serta dukungan dari manajemen. Dengan dorongan untuk tim agar semua rencana tetap terlaksana dan tidak ada anggota yang menyerah atau mundur, manajer harus selalu siap untuk membantu dan memfasilitasi tim agar bisa mencapai tujuan yang sudah direncanakan dengan maksimal.

Baca juga: 8 Contoh self management skills untuk menunjang karier di pekerjaan apapun 

Contoh kasus akuntabilitas dalam bisnis

Contoh kasus akuntabilitas dalam bisnis
Contoh kasus akuntabilitas adalah bekerja bersama dalam tim dan melalukan pekerjaan secara jujur dan transparan - Pexels

Deni adalah seorang manajer di sebuah perusahaan. Dia bertanggung jawab kepada atasannya dan 6 orang anggota tim yang ada di divisi marketing bersamanya. Deni bersama timnya memiliki tugas untuk mengerjakan semua pekerjaan terkait dengan marketing, baik pekerjaan internal ataupun yang berhubungan dengan klien. Semua pekerjaan yang dilakukan Deni dan timnya dilakukan secara jujur, transparan, dan dengan tujuan untuk meraih keuntungan bagi perusahaan. Contohnya dengan membuat laporan untuk klien dan atasan di perusahaan. 

Baca juga: 7 Cara memotivasi diri sendiri ini bantu kamu kembali semangat 

Kamu siap menjadi karyawan yang memiliki akuntabilitas? Siapkan dirimu untuk bekerja dan coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai.

Itu tadi informasi mengenai akuntabilitas untuk membantu kamu menjadi pegawai yang memiliki integritas tinggi dan bertanggung jawab. Tonton juga video cerita mereka yang mendapatkan professional talent hanya dalam seminggu dengan bantuan EKRUT berikut ini. 

sign up EKRUT

Sumber: 

  • kajian pustaka 
  • repository uinsu  
  • unismuh 
  • kemenkeu 

Tags

Share