Published on

Technology

6 Jenis native ads dan keuntungan menggunakannya

Maria Yuniar

jenis-native-ads-ekrut.jpg

Pada umumnya, pengguna Internet tidak menyukai tampilan iklan yang dianggap mengganggu kenyamanan saat sedang membaca konten. Lalu, saat ini, muncullah jenis iklan yang dikenal sebagai native advertising atau native ads. Kemunculannya memberikan dampak signifikan bagi dunia digital marketing.

Agar lebih paham dalam mengoptimalkan native ads, berikut ini adalah penjelasannya lengkapnya yang perlu kamu ketahui.

Native ads sebagai media berbayar

jenis native ads- EKRUT
Native ads di dalam suatu website dapat muncul sebagai konten rekomendasi - EKRUT

Native ads adalah bentuk media berbayar yang sering diadopsi oleh content marketer. Jenis iklan seperti ini bisa dideskripsikan sebagai konten berbayar dalam "in-feed" yang tidak mengganggu. Beberapa di antaranya adalah tweets yang dipromosikan di Twitter, saran posting di Facebook, dan rekomendasi konten berbasis editorial dari berbagai platform periklanan, misalnya Google Adsense. 

Format tampilan native ads disesuaikan dengan layout dari media placement. Penyesuaian ini termasuk jenis font iklan, warna font iklan, hingga bentuk  (image maupun video). Format iklan semacam ini bagi sebagian besar orang dianggap tidak mengganggu.

Selain itu, native ads bisa diaplikasikan untuk situs versi desktop, mobile, serta aplikasi. Tampilannya memang jauh lebih user-friendly dibandingkan dengan iklan online konvesional lainnya yang sering menutup konten. 

Baca juga: Cara membuat iklan kreatif yang efektif untuk meningkatkan konversi

Jenis-jenis native ads

jenis native ads - EKRUT
Native ads jenis promoted listings membuat produk yang diiklankan nampak organik dan menarik - EKRUT

Serupa dengan bentuk periklanan pada umumnya, native ads memiliki beberapa format, dengan keunggulan tersendiri. Lembaga Interactive Advertising Bureau (IAB) menyebut ada enam jenis native ads. Berikut beberapa di antaranya. 

Unit in-feed

Jika kamu melihat content dengan sponsor muncul di feed media sosial atau di homepage atau landing page suatu situs, itu adalah contoh unit in-feed. Penempatan iklan berbayar ini langsung sejalan dengan konten. Unit in-feed setiap situs pun bisa berbeda, tergantung dari user experience (UX) masing-masing situs.

Paid search units

Iklan jenis ini pun sudah populer pada search engine. Secara teknis, paid search units muncul dalam penelusuran berbayar. Hasilnya seolah-olah organik, meski nyatanya adalah iklan berbayar. 

Recommendation widgets

Kamu bisa menemukan iklan asli di website, media sosial, bahkan halaman hasil pencarian search engine, serta recommendation widgets. Kamu akan sering melihat iklan ini di samping halaman web, atau di bagian akhir artikel untuk merekomendasikan konten tambahan yang mungkin kamu sukai.

Promoted listings

Jika kamu memiliki kebiasaan belanja online, kamu akan melihat daftar promosi (promoted listings) secara rutin. Sebagai contoh, ketika mencari buku baru tentang marketing, beberapa daftar sponsor muncul di Amazon.com. Meski situs produk tersebut membayar untuk penempatan iklan-iklan semacam itu, mereka dibuat agar terlihat seperti konten organik.

Display ads with native elements

Jenis native ads ini terlihat seperti iklan lainnya yang mungkin kamu lihat online. Kamu bahkan dapat menjumpainya pada banner sebuah website. Namun, yang membuat mereka terlihat organik adalah tampilannya yang relevan secara kontekstual dengan situs tempatnya muncul, dan konten yang ada di sebelahnya.

Custom

Jenis iklan ini menjanjikan banyak peluang untuk dilihat banyak pengguna Internet. Contohnya adalah filter pada Instagram. Filter ini bentuk media berbayar yang telah menyesuaikan UX aplikasi Instagram

Sekitar lebih dari 50% native ads umumnya mendapatkan impression yang lebih banyak dibandingkan iklan jenis lainnya. Bahkan, interaksi visual hingga niat membeli juga dapat menghasilkan angka yang lebih tinggi jika dilakukan dengan baik. 

Baca juga: Mengenal model AIDA yang digunakan dalam periklanan

Jika kamu tertarik untuk melakukannya, pilihlah jenis native ads di atas dan content yang tepat untuk produk yang akan kamu pasarkan guna mendapatkan hasil yang maksimal. 

Semoga berhasil, ya!

jenis native ads - EKRUT
Last update: 25 August 2020

Sumber:

  • linkedin.com
  • techinasia.com
  • outbrain.com 

Tags

Share

Artikel Terkait

5_Struktur_Artikel_yang_Fundamental_dan_Membantu_Penulisanmu_Semakin_Terarah.jpg

Careers

5 Struktur Artikel yang Fundamental dan Membantu Penulisanmu Semakin Terarah

Sylvia Rheny

25 May 2022
5 min read
H1_1._7_Contoh_Gambar_Ilustrasi_Beserta_Ragam_Jenis_dan_Teknik_Pembuatannya.jpg

Careers

7 Contoh Gambar Ilustrasi beserta Ragam Jenis dan Teknik Pembuatannya

Anisa Sekarningrum

24 May 2022
5 min read
H1-7_Unsur_Iklan_yang_Fundamental_Beserta_Beberapa_Contoh_Terbaiknya.jpg

Careers

7 Unsur Iklan yang Fundamental beserta Beberapa Contoh Terbaiknya

Lita Lia

23 May 2022
5 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh Deskripsi Diri Sendiri yang Profesional dan Menarik HRD

Maria Tri Handayani

07 April 2022
6 min read
02

Jadwal FYP TikTok 2022: Pelajari dan Terapkan Tren Terbaru Agar Kontenmu Ramai!

Nurina Ulfah

04 April 2022
5 min read
03

5 Cara Cek Nomor Smartfren Sendiri dengan Cepat dan Mudah 2022

Algonz D.B. Raharja

27 April 2022
5 min read
04

Tips Menyampaikan Kata-Kata Perpisahan Kerja yang Berkesan

Maria Tri Handayani

07 April 2022
5 min read
05

12 Jenis Strategi Pemasaran yang Paling Efektif Beserta Contohnya

Tsalis Annisa

07 April 2022
5 min read