careers

Cara membuat iklan kreatif yang efektif untuk meningkatkan konversi

Nelson Simbolon

19 June 2020

cara_membuat_iklan.jpg

Sebagai digital marketer kita turut mendukung pencapaian business goals perusahaan melalui digital marketing campaign yang dijalankan. Digital marketer biasanya memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan brand awareness, website traffic, dan juga konversi. 

Konversi atau conversion yang dimaksud bisa berupa user acquisition atau lead generation, sales seperti purchase atau transaction, install app, store traffic, dan lain-lain tergantung model bisnisnya. 

Di artikel kali ini, kita akan belajar mengenai cara membuat iklan kreatif yang efektif dalam meningkatkan konversi. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan!

Ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil konversi

Penting untuk kamu ingat bahwa digital marketing bukanlah ilmu pasti seputar angka dan perhitungan saja. 

Ada banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan seperti mengatur target audience yang sesuai, forecast budgeting, timing (apakah ada perbedaan hasil antara weekdays dan weekend, user journey—kapan waktu peak season-nya, dan low season-nya), placements, device, optimisation for ad delivery, infrastruktur website atau landing page, dan berbagai faktor lainnya. 

Tentukan metrik sebagai tolak ukur keberhasilan

Selanjutnya, kamu perlu menentukan metrik untuk menilai kreatif iklan yang dijalankan tersebut berhasil atau tidak. 

Untuk konversi, ada 3 marketing metrics utama yang bisa jadi pegangan kamu yaitu CPA (Cost per Acquisition), Conversion Rate, dan CTR (Click-Through Rate). 

Jika CPA dan Conversion Rate yang didapatkan terhitung murah dan tinggi dari biasanya, maka kamu perlu memerhatikan CTR-nya juga sebagai penilaian dari faktor kreatif iklan.
 
Jika persentase CTR jauh di atas biasanya, maka dapat disimpulkan keberhasilan konversi tersebut banyak dipengaruhi oleh kreatif iklannya. 

Misalnya, jika CTR yang biasa kamu dapatkan di angka 0.5% sampai 1%, kemudian kamu berhasil mencapai di angka 1,5%, maka dapat dikatakan kreatif iklan yang kamu jalankan berhasil. 

Lakukan daily monitoring selama 3-14 hari (tergantung digital ads channels yang digunakan) untuk menilai digital marketing campaign yang dijalankan memberikan hasil yang diinginkan atau tidak. Selain itu, dengan dasar penilaian yang objektif akan lebih membantu inovasi kamu dalam cara membuat iklan selanjutnya.

Cari tahu jenis kreatif iklan yang cocok pada setiap digital channels

Jika jumlah digital ad channels lebih dari satu, maka kamu perlu melakukan diferensiasi dan juga perbandingan hasil dari sisi kreatif iklan yang digunakan. Seperti yang kita ketahui, setiap digital ad channels memiliki produk iklan, ad delivery, user behavior dan interest, serta format kreatif yang berbeda-beda. 

Misalnya, jenis kreatif dengan format video untuk tujuan conversion akan lebih murah CPA-nya bila dijalankan di Instagram Ads dibandingkan Youtube. 

Contoh selanjutnya, kreatif iklan dengan format carousel atau multiple image akan lebih efektif jika ditempatkan di placement Instagram Feed dibandingkan Instagram Stories. Oleh sebab itu kamu perlu memberikan perlakuan yang berbeda pada cara membuat iklan di setiap digital channels yang digunakan.

Perhatikan 2-5 detik pertama untuk format video

Hasil penelitian dari IPG Mediabrands, perusahan media di Belanda menyebutkan bahwa 39% pengguna Facebook dan Instagram hanya menghabiskan 2-3 detik dari sebuah iklan video yang dilihatnya. Sementara untuk Youtube atau Google, rata-rata tingkat penggunanya menyelesaikan iklan dengan durasi 1-10 detik adalah 37%. 

Angka-angka tersebut dapat dijadikan patokan atau standar bawah performa iklan kamu. Jika performa digital marketing campaign yang kamu jalankan di bawah angka tersebut, kamu perlu mengerjakan kembali dan mengevaluasi kreatif iklan, khususnya di 2-5 detik pertama. 

Lakukan A/B testing untuk memilih kreatif iklan yang terbaik

A/B testing adalah strategi eksperimen 2 variasi atau lebih pada rancangan digital marketing campaign dengan periode waktu dan anggaran yang sama atau seimbang.

Dengan A/B testing kamu bisa membandingkan hasil dari variabel yang ingin diuji, seperti kreatif iklan, target audience, delivery optimisation, dan placement

Berikut contoh A/B testing dengan variabel kreatif iklan yang dapat diuji/tes, design, image text, caption atau teks, CTA button (Call to Action), dan lain-lain.

Intip kreatif iklan kompetitor sebelah

Masih ingat dengan poin pertama mengenai banyak faktor yang mempengaruhi hasil konversi tadi?  

Hasil konversi dari digital marketing campaign kamu bisa juga dipengaruhi dari performa iklan kompetitor. Jadi, tidak ada salahnya untuk mengintip tetangga sebentar dan membandingkannya ke kreatif iklan kamu. Cara membuat iklan dari perbandingan ini akan lebih efektif dan relevan dalam meningkatkan konversi.

Kamu bisa menggunakan beberapa tools berikut ini untuk mengintip kreatif iklan kompetitor:

Dapatkan insight secara teratur dan terus hasilkan kreatif iklan lainnya!

Jangan puas dulu, ya. Untuk mendapatkan hasil konversi yang stabil kamu perlu konsisten dalam melakukan monitoring report mulai dari daily, weekly, monthly, hingga per kuartal, semester, dan juga tahunan. 

Hal ini penting untuk terus mendapatkan insight baru yang selanjutnya kamu gunakan untuk berinovasi-ria membuat kreatif iklan selanjutnya.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan sesi diskusi secara reguler bersama tim kreatif atau satu divisi kamu untuk mendatangkan perspektif lain dan juga ide-ide menarik dan segar untuk dicoba.

Beberapa istilah penting dalam digital marketing

  • Click-Through Rate: Persentase banyaknya pengunjung yang mengklik suatu iklan dari jumlah semua orang yang melihatnya.
  • Cost per Acquisition: Rata-rata harga akuisisi atau hasil dari suatu iklan.
  • Conversion: Salah satu marketing objective yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan sesuatu yang berpengaruh pada bisnis suatu produk/brand.
  • Conversion rate: Persentase pengunjung website yang sudah melakukan suatu tindakan dari total pengunjung website keseluruhan.
  • Lead generation: Salah satu jenis konversi yang bertujuan meningkatkan penjualan melalui formulir yang berisikan informasi nama, surel, nomor handphone, dan lain sebagainya.
  • Marketing metrics: Indikator yang menjadi tolak ukur dalam menilai efektivitas dalam sebuah marketing campaign.

Itulah catatan penting seputar cara membuat iklan kreatif yang efektif untuk meningkatkan konversi. Selalu lakukan riset dan analisis sebagai pertimbangan yang kuat untuk kamu melakukan inovasi pada digital marketing campaign yang dijalankan.

Rekomendasi bacaan: 

Sumber: 

Tags

Share