Published on

Technology

Berhati-hatilah dalam menggunakan cryptocurrency, ini alasannya

Widyanto Gunadi

hati-hati_cryptocurrency.jpg

Bagi Anda yang suka mengamati perkembangan teknologi, Bitcoin tentu tak asing di telinga. Bisa jadi, ini adalah mata uang virtual atau cryptocurrency yang paling terkenal di dunia. Cryptocurrency merupakan mata uang virtual atau digital dengan enkripsi untuk memverifikasi setiap pengiriman unit uang antarpengguna.

Mata uang ini beroperasi secara mandiri tanpa campur tangan bank sentral negara mana pun. Selain Bitcoin, masih ada cryptocurrency lainnya. Dengan banyaknya jenis mata uang ini, Anda harus berhati-hati untuk menggunakannya,  Apa saja hal yang harus Anda waspadai?

Belum diakui sebagai mata uang universal

Saat ini, cryptocurrency yang paling mudah diterima sebagai alat pembayaran hanyalah bitcoin. Jika Anda menambang atau menggunakan cryptocurrency lainnya, maka anda harus sangat berhati-hati. Jangan cepat tergiur untuk melakukan pembelian.

Tidak layak dijadikan investasi

Nilai kapitalisasi cryptocurrency memang cenderung meningkat. Namun, fluktuasinya tidak bisa diprediksi. Sebab, tidak ada satu negara pun yang mengendalikan mata uang digital ini. Jangan sampai Anda terbujuk untuk berinvestasi dengan cryptocurrency. Cukup gunakan mata uang virtual ini untuk untuk pembayaran atau penghasilan tambahan.

Mudah disalahgunakan sebagai investasi bodong

Lantaran tidak ada regulator yang mengawasi, mata uang digital berpotensi disalahgunakan untuk investasi bodong. Skema ponzi dan money game kembali merajalela dengan kemunculan cryptocurrency. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap tawaran investasi dengan menggunakan mata uang virtual.

Kasus di Korea Selatan

Cryptocurrency terbesar keempat di dunia, yaitu Upbit, sekarang sedang diselidiki karena diduga digunakan dalam pemalsuan neraca dan penipuan investor. Kantor pertukarannya di Seoul, Korea Selatan, digeruduk sepuluh penyelidik dari Badan Pengawas Keuangan (FSS) negara setempat. Mereka menyita komputer serta lembaran akun Upbit, sebagai materi penyelidikan terhadap kepemilikan cryptocurrency perusahaan. Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis laporan lengkap dari penyelidikan itu. Namun, para pengguna Upbit sudah menarik dana mereka.

Bagaimana menurut Anda? Apapun keputusan dan pertimbangannya, pastikan Anda mendapatkan informasi yang cukup mengenai dunia fintech dan cryptocurrency.

Rekomendasi bacaan:
Program registrasi ulang usai, ratusan juta nomor ponsel terdaftar
Anda bisa bayar KFC di Tiongkok dengan senyuman
Bootcamp untuk coding, perlukah?

 

Sumber:
thenextweb.com
techinasia.com
detik.com

 

Tags

Share