Technology

Black Box Testing: Definisi, Teknik, Kelebihan dan Kekurangan beserta Contohnya

Published on
Min read
6 min read
time-icon
Nurina Ulfah

Experienced in content writing and editing with a demonstrated history of working in a startup company. Currently, looking for new opportunities that match her passion in writing and editing.

H1_black_box_testing.jpg

Black box testing adalah salah satu metode pengujian yang paling sering digunakan. Aplikasi yang dibuat harus diuji terlebih dahulu sebagai evaluasi apakah perangkat lunak sudah memenuhi persyaratan atau belum. Selain itu, pengujian aplikasi juga sangat penting guna memastikan software layak dipublikasikan. Untuk lebih lengkapnya, ketahui definisi, teknik, kelebihan dan kekurangan beserta contoh black box testing di artikel ini.

Apa itu black box testing?


Black box testing adalah pengujian dalam perangkat lunak. (sumber: pexels)

Black box testing adalah pengujian yang dilakukan untuk mengamati hasil input dan output dari perangkat lunak tanpa mengetahui struktur kode dari perangkat lunak. Pengujian ini dilakukan di akhir pembuatan perangkat lunak untuk mengetahui apakah perangkat lunak dapat berfungsi dengan baik. Untuk melakukan pengujian, penguji tidak harus memiliki kemampuan menulis kode program. Pengujian ini dapat dilakukan oleh siapa saja. Selain itu, kamu juga bisa menguji aplikasi atau perangkat lunak buatanmu sendiri dengan metode pengujian black box. Pengujian dilakukan untuk menemukan masalah atau bug pada aplikasi. Hal ini sangat penting guna memastikan aplikasi yang dibuat benar-benar sudah siap dipublikasikan.

Baca juga: Mengenal White Box Testing: Jenis dan 6 Teknik yang Digunakan

Teknik black box testing


Black box testing memiliki beberapa teknik untuk menguji perangkat. (sumber: pexels)

Ada beberapa teknik black box testing yang digunakan untuk menguji perangkat lunak seperti berikut ini.

1. All pair testing

Teknik all pair testing ini dikenal juga dengan pairwise testing. Pengujian ini digunakan untuk menguji semua kemungkinan kombinasi dari seluruh pasangan berdasarkan input parameternya.

2. Boundary value analysis

Teknik ini berfokus pada pencarian eror dari luar atau sisi dalam perangkat lunak.

3. Cause-effect graph

Berikutnya adalah teknik cause-effect graph. Teknik pengujian ini menggunakan grafik sebagai patokannya. Grafik ini menggambarkan relasi antara efek dan penyebab dari eror.

4. Equivalence partitioning

Teknik ini bekerja dengan cara membagi data input dari beberapa perangkat lunak menjadi beberapa partisi data.

5. Fuzzing

Fuzzing merupakan teknik pencarian bug dalam perangkat lunak dengan memasukan data yang tidak sempurna.

6. Orthogonal array testing

Selanjutnya adalah orthogonal array testing. Teknik ini digunakan jika input berukuran kecil, namun cukup berat jika digunakan dalam skala yang besar.

7. State transition

Terakhir adalah state transition. Teknik ini berguna untuk melakukan pengujian terhadap mesin dan navigasi dalam bentuk grafik.

Baca juga: Apa Itu Bug? Berikut Berbagai Penyebab dan Cara untuk Mencegahnya!

Kelebihan dan kekurangan black box testing


Black box testing memungkinkan penguji dan pengembang bekerja secara independen. (sumber: pexels)

Adapun kelebihan dan kekurangan black box testing sebagai berikut.

Kelebihan

Ketika black box testing digunakan dalam pengujian perangkat lunak, ada beberapa kelebihan yang dapat diperoleh dari pengujian tersebut.

  • Penguji tidak harus memiliki pengetahuan tentang suatu bahasa pemrograman
  • Pengujian dilakukan berdasarkan sudut pandang pengguna. Hal tersebut dilakukan agar dapat menemukan inkonsistensi dalam perangkat lunak
  • Pengembang dan penguji memiliki ketergantungan satu dengan yang lainnya
  • Penguji tidak perlu memeriksa kode
  • Memungkinkan penguji dan pengembang bekerja secara independen tanpa mengganggu proses kerja satu sama lain

Kekurangan

Selain memiliki kelebihan, black box testing juga memiliki kekurangan seperti berikut.

  • Memiliki kemungkinan kesalahan tidak terdeteksi karena kurang teliti dan tidak adanya pengetahuan teknis
  • Ada bagian back-end yang tidak diuji sama sekali
  • Kemungkinan pengujian dilakukan kembali oleh programmer

Baca juga: Test Driven Development: Pengertian, Manfaat, Komponen, dan Cara Melakukan TDD

Contoh black box testing


Ada beberapa contoh black box testing yang dapat dipelajari. (sumber: pexels)

Berikut ini adalah contoh black box testing yang bisa dilakukan.

1. Functional testing

Functional testing adalah suatu proses pengujian pada fitur spesifik atau fungsi dari suatu software. Tujuan sederhana dari pengujian ini adalah agar bisa memeriksa kemampuan pengguna aplikasi dalam melakukan login atau kelancaran mereka saat menggunakan password, email, dan username masing-masing.

Pengujian tersebut juga dilakukan untuk memastikan keamanan program. Secara garis besar, functional testing berfokus pada aspek-aspek terpenting suatu perangkat lunak beserta integrasinya dengan komponen utama. Pengujian ini juga bisa dilakukan untuk menguji sistem secara menyeluruh.

2. Non-functional testing

Non-functional testing adalah suatu proses pengujian yang dilakukan dengan berbagai aspek tambahan non-functional. Non-functional testing ini dilakukan agar bisa mengetahui bagaimana suatu software mampu menjalankan suatu perintah atau tugas. Selain itu, pengujian ini juga dilakukan agar bisa melihat apakah aplikasi yang dibuat mampu digunakan dengan baik pada perangkat dan ukuran layar, serta pada sistem operasi yang berbeda-beda.

3. Regression testing

Pada pengujian ini, pengecekan dilakukan pada kedua aspek yang telah dijelaskan sebelumnya, yakni functional dan non-functional. Regression testing bertujuan untuk meninjau kemungkinan terjadinya kemunduran saat software di-upgrade ke versi terbaru.

Dari sisi functional, contoh pengujian paling sederhana adalah mengecek fungsi fitur yang bekerja kurang baik di versi software terbaru. Sedangkan contoh pengujian aspek non-functional, yaitu pengecekan performa aplikasi atau software secara keseluruhan setelah upgrade versi.

Baca juga: Data Mapping: Pengertian, Benefit, 3 Teknik, dan Tipe Data Mapping Software

Itulah definisi, teknik, kelebihan dan kekurangan beserta contoh black box testing. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untukmu, ya!

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • accurate.id
  • guru99.com
  • dicoding.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cover_(2).jpg

    Technology

    30 Contoh Slogan Unik dan Menarik Serta Cara Membuatnya

    Detty Risetya

    13 February 2023
    4 min read
    H1_jadwal_fyp_tiktok.jpg

    Technology

    Jadwal FYP TikTok 2022: Jam Terbaik untuk Upload Video

    Nurina Ulfah

    16 January 2023
    5 min read
    0-cara-cek-nomor-indosat.jpg

    Technology

    5 Cara Cek Nomor Indosat dengan Mudah dan Cepat 2022

    Arin Khurota

    19 December 2022
    5 min read

    Video