Published on

startup

4 Jenis budaya kerja dan ciri perusahaan dengan budaya kerja positif

Luqman Hafidz

budaya_kerja.jpg

Saat mencari dan melamar pekerjaan, budaya kerja yang positif dengan penekanan pada work-life wellbeing akan menjadi salah satu pertimbangan yang penting bagi kamu. Bagaimana cara mengetahui ciri-ciri perusahaan yang memiliki budaya tersebut? Agar kamu bisa bekerja dengan lebih produktif dan tenang, berikut ulasan lengkapnya yang sudah EKRUT Media rangkum.

Apa itu budaya kerja? 

Apa itu budaya kerja?
Budaya kerja menentukan seberapa jauh seorang karyawan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka di pekerjaan (Sumber: Shutterstock)

Budaya kerja adalah kombinasi sikap, keyakinan, dan perilaku yang membentuk suasana yang mengakar dalam suatu lingkungan kerja. Budaya tempat kerja yang sehat menyelaraskan perilaku karyawan dan kebijakan perusahaan dengan apa yang menjadi tujuan perusahaan secara keseluruhan, tanpa menyampingkan kesejahteraan setiap individu yang berada di dalamnya. Budaya kerja menentukan seberapa jauh seorang karyawan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka di pekerjaan, terutama dalam membangun hubungan profesional dengan rekan kerja.

Baca juga: 12 Tips membangun kerja sama tim yang wajib diterapkan

Jenis-jenis budaya kerja

Jenis-jenis budaya kerja
Ketahui jenis budaya kerja di atas untuk menyesuaikannya dengan keinginanmu. (Sumber: Shutterstock)

Ada empat jenis budaya kerja yang biasanya diterapkan oleh perusahaan, perlu diketahui bahwa tidak ada satupun jenis yang absolut benar maupun absolut salah karena dari setiap budaya memiliki keunggulannya masing masing dan dapat diterapkan sesuai keadaan masing-masing perusahaan. Berikut keempat jenis tersebut.

1. Clan culture 

Clan culture memiliki penekanan yang kuat pada budaya kolaborasi. Setiap karyawan memiliki kesamaan dan melihat diri mereka adalah bagian dari satu keluarga besar yang dinamis, aktif dan saling terkait satu sama lain. Kepemimpinan menggunakan bentuk mentorship, dan organisasi terikat oleh komitmen serta tradisi. Nilai-nilai utama berakar pada kerjasama tim, komunikasi dan konsensus. Budaya klan ini cocok untuk perusahaan dengan pegawai tidak lebih dari lima puluh orang

2. Market culture 

Market culture dibangun di atas dinamika persaingan serta trend yang terjadi pada masa kini. Fokusnya berorientasi pada penempatan di papan teratas penjualan, dengan pemimpin yang tangguh dan mengharapkan hasil yang selalu baik. Tipe perusahaan seperti ini memiliki tujuan utama untuk menjadi perusahaan nomor satu di bidangnya. Penggerak nilai utama adalah pangsa pasar dan profit yang tinggi. Market culture ini cocok untuk jenis perusahaan multinasional dengan ribuan pekerja yang tersebar di berbagai negara bahkan benua. 

3. Hierarchy culture 

Budaya ini dibangun di atas struktur dan kontrol yang bersifat dari atas ke bawah. Lingkungan kerjanya cenderung kaku, formal, dengan prosedur kelembagaan yang ketat sebagai pedoman. Kepemimpinan didasarkan pada koordinasi dan pemantauan yang terorganisir oleh atasan, dengan budaya yang menekankan efisiensi dan hal-hal yang cenderung repetisi. Contohnya adalah budaya yang diterapkan pada bidang militer. 

4. Adhocracy culture 

Budaya adhokrasi berakar pada inovasi. Budaya ini sangat cocok pada industri 4.0 karena perusahaan-perusahaan ini akan saling berlomba untuk membuat inovasi dan perbaikan struktur hidup manusia di masa depan. Untuk melakukannya, perusahaan ini perlu mengambil risiko. Budaya adhocracy menghargai individualitas dalam arti bahwa karyawan didorong untuk berpikir kreatif dan membawa ide-ide mereka sebagai inovasi baru perusahaan. Adhocracy culture cocok untuk berbagai perusahaan startup sampai dengan level unicorn

Bagaimana sebaiknya budaya kerja di perusahaan?

Bagaimana sebaiknya budaya kerja di perusahaan?
Pastikan kamu telah mengetahui budaya perusahaan tersebut secara umum  sebelum kamu melamar pekerjaan.(Sumber: Shutterstock)

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa tidak ada budaya kerja yang absolut benar, sebuah perusahaan dapat menggabungkan dua atau lebih budaya-budaya sesuai dengan tujuan awal perusahaan tersebut didirikan. Sebagai contoh, perusahaan x merupakan unicorn pertama di Indonesia yang menggunakan budaya adhokrasi dan budaya pasar. Tentu saja perkembangannya akan dinamis dan membutuhkan banyak kreatifitas. Maka dari itu, pastikan kamu telah mengetahui budaya perusahaan tersebut secara umum  sebelum kamu melamar pekerjaan. 

Baca juga: Inilah daftar calon unicorn Indonesia beserta strategi bisnisnya

5 Ciri perusahaan dengan budaya kerja positif

5 Ciri perusahaan dengan budaya kerja positif
Pastikan perusahaan yang akan kamu lamar mengapresiasi prestasi karyawan dengan bonus serta jenjang karir yang jelas (Sumber: Shutterstock)

Dalam pendalam informasi mengenai budaya perusahaan, kamu bisa memulai dengan mengunjungi laman perusahaan tersebut dan membaca sejarah serta perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun. Akan lebih baik jika kamu bertanya langsung pada karyawan yang pernah atau sedang bekerja di perusahaan tersebut. Setelah mendapatkan informasi yang cukup, kamu bisa bandingkan dengan beberapa ciri budaya kerja yang positif di bawah ini.

1. Mengapresiasi prestasi karyawan

Pastikan perusahaan yang akan kamu lamar mengapresiasi prestasi karyawan dengan bonus serta jenjang karir yang jelas. Perkembangan increment per tahun di skala yang masuk akal serta mengikuti perkembangan laju inflasi. Pengalaman dan bakatmu yang telah kamu raih dan asah tentu akan menjadi kurang bermanfaat bagi perkembangan karirmu jika kamu berada di perusahaan yang kurang mengapresiasi karyawannya. 

Baca juga: Bagaimana sih caranya nego gaji agar diterima dan tetap relevan?

2. Membentuk tim yang solid 

Budaya kerja yang menekankan pada kerja sama tim yang solid akan sangat bermanfaat pada perkembangan perusahaan. Hal ini tentu sangat terpengaruh oleh atasan atau manajer di setiap divisi. Dengan peran manajer yang baik, tim yang solid akan terbentuk sehingga tujuan setiap divisi tercapai. Dengan pencapaian-pencapaian tersebut juga lah perusahaan akan mendapatkan profit yang lebih tinggi sehingga kenaikan increment akan cukup signifikan. 

Perlu diperhatikan bahwa tim yang solid tidak serta merta menghalalkan setiap karyawan untuk membantu karyawan lain dalam mengerjakan tugas kewajibannya. Namun lebih menekankan pada pembagian tugas yang sesuai dengan kapasitas setiap pekerja sehingga tujuan perusahaan tercapai.

3. Membentuk komunikasi yang terbuka dan transparan

Komunikasi secara langsung merupakan salah satu kunci dari penyelesaian masalah. Namun ada cara untuk meminimalisir masalah, yakni dengan pengaplikasian budaya komunikasi yang terbuka dan transparan sejak awal. Dengan begini, setiap karyawan mengetahui peran, kewajiban, serta hak mereka sebagai pekerja. Pastikan kamu mendapatkan informasi tentang hal ini sebelum melamar pekerjaan, ya!

4. Membentuk suasana yang menyenangkan

Suasana kantor juga menjadi salah satu budaya yang perlu kamu perhatikan. Mungkin setiap perusahaan akan mempunyai senior yang cukup arogan. Namun apabila kecenderungan budaya yang telah terjalin di perusahaan tersebut menyenangkan, turn-over pada perusahaan tersebut biasanya cenderung rendah. Kamu harus lebih hati-hati apabila suatu perusahaan yang telah cukup stabil dan berdiri cukup lama membuka lowongan pekerjaan setiap bulannya. 

Baca juga: Kenali 6 penyebab turnover karyawan meningkat

5. Lingkungan kerja produktif

Perusahaan dengan produktivitas yang tinggi merupakan kantor yang didambakan generasi milenial maupun generasi Z. Hal ini penting dimana semua orang ramai-ramai berusaha mengaktualisasikan diri mereka menjadi versi terbaiknya. Namun perlu diperhatikan juga bahwa bahwa produktivitas tidak terjadi ketika kamu bekerja overtime setiap hari. Pastikan produktivitas di kantormu tidak berasaskan pada quantity namun lebih kualitas produktivitasnya

Baca juga: Terapkan 6 tips meningkatkan produktivitas kerja berikut!

Dengan pemaparan tersebut semoga kamu bisa menentukan perusahaan yang cocok dan positif bagi perkembangan karirmu. Nah, untuk kamu yang juga ingin membangun karier, yuk segera daftarkan diri kamu di EKRUT. Ingin tahu informasi lebih lanjut tentang EKRUT? Simak salah satu video berikut ini.

sign up EKRUT

Sumber:

  • indeed
  • managementstudyguide
  • yourerc

Tags

Share