Published on

Technology

Cache Adalah: Definisi, Manfaat, Kekurangan, dan Jenisnya

Tio Derma

h1.jpg

Dalam dunia digital seperti ini, kamu pasti sering mendengar istilah cache. Apalagi jika kamu mengikuti tren teknologi, istilah ini sudah tidak asing lagi di telingamu. Cache adalah data yang tersimpan agar membantu mempercepat loading sebuah aplikasi, website, atau pencarian yang sedang kamu akses melalui perangkat yang kamu gunakan.

Ketika kamu membuka website atau aplikasi untuk pertama kalinya, cache akan mengunduh dan menyimpan data tersebut. Kemudian, di waktu kamu akan membuka website atau aplikasi itu lagi, cache akan menampilkan data yang sebelumnya sudah terunduh agar prosesnya lebih cepat. Nah, artikel ini akan mengupas definisi, manfaat, kekurangan, dan jenis cache. Untuk itu, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Cara Refresh Laptop yang Tepat agar Tidak Lemot (2022)

Apa itu cache?


Cache merupakan proses penyimpanan data. (sumber: pexels)

Cache merupakan proses penyimpanan data dan informasi yang dilakukan sistem perangkat digital sehingga aplikasi, website, atau pencarian tidak perlu mengunduh ulang data tersebut untuk mengurangi loading dan mempercepat proses suatu aplikasi atau website. Saat mengakses sebuah aplikasi atau website melalui perangkat digital, maka perangkat tersebut akan menyimpan informasi yang dikirimkan oleh server aplikasi atau website. Inilah definisi cache.

Ketika kamu membuka aplikasi, website, dan pencarian untuk pertama kalinya, cache akan merekam semua data dari aktivitas yang pernah kamu lakukan sehingga ketika kamu membukanya di lain waktu, cache akan menampilkan data yang telah terunduh sehingga prosesnya akan lebih efisien.

Analoginya seperti ketika kamu sedang mendaki Gunung Semeru untuk pertama kali, kamu akan mencerna dan merekam segala memori dan informasi mengenai pendakian tersebut. Ketika suatu saat kamu mendaki Gunung Semeru kembali, kamu akan menggunakan informasi dan memori sebelumnya sehingga pendakian lebih efisien dan lebih terasa cepat.

Data cache berupa file, teks, gambar, multimedia, dan lainnya yang disimpan di perangkat sesudah kamu membuka suatu aplikasi atau website untuk pertama kalinya. Singkatnya, fungsi cache adalah agar kamu bisa mengakses informasi dengan lebih cepat dan efektif dikarenakan adanya data yang telah tersimpan. Tanpa adanya cache, proses loading menampilkan website atau aplikasi akan memakan waktu lama karena sistem belum mengenali aplikasi atau website tersebut.

Banyak website atau aplikasi memanfaatkan teknologi cache untuk meningkatkan pengalaman penggunanya. Secara jangka panjang, proses cache tentu akan sangat bermanfaat karena bisa menghemat waktu dan menjadikan semuanya terasa lebih praktis saat kamu perlu membuka aplikasi atau website yang sama secara berulang kali di setiap waktu.

Baca juga: Mengenal RDP: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Panduan Menghubungkannya

Manfaat dan kekurangan cache


Cache bermanfaat meningkatkan kemampuan kinerja penelusuran aplikasi atau website. (sumber: pexels)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, manfaat utama cache adalah dapat membantu aplikasi atau website yang sering dikunjungi lebih cepat dan efisien karena data telah tersimpan dan tidak perlu mengunduh ulang data dari aplikasi atau website yang dibuka.

Selain bermanfaat terhadap efisiensi waktu, cache juga memiliki manfaat menghemat bandwidth dan internet karena tidak memerlukan lagi proses mengunduh data dari awal. Sebagai contoh, aplikasi layanan streaming yang memungkinkanmu mengunduh film atau TV series dan menambahkannya ke daftar tontonanmu sehingga kamu tetap bisa menikmatinya berkali-kali tanpa internet ataupun ketika offline.

Bagi pemilik aplikasi atau website, dengan adanya cache membuat user experience pengunjung website makin meningkat. Makin cepat dan efisien website atau aplikasi terbuka, maka akan makin nyaman bagi user untuk mengeksplorasi website atau aplikasi tersebut.

Dengan begitu, traffic dan bounce rate akan menurun yang tentunya berdampak bagus pada pemilik aplikasi atau website tersebut. User akan lebih sering meninggalkan situs web di tengah jalan jika terlalu lama loading. Oleh sebab itu, cache adalah cara penting bagi pemilik situs untuk meningkatkan pengalaman user.

Namun, walaupun cache meningkatkan kemampuan kinerja penelusuran aplikasi atau website, cache memiliki kekurangan yang rentan diretas oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut dikarenakan cache pada aplikasi dan website mengandung informasi rahasia dan personal. Secara teori, hal tersebut dapat memaparkan data autentikasi atau informasi pengguna.

Kekurangan lainnya adalah ketika browser atau aplikasi dibiarkan tanpa pengawasan, kemudian pengguna lain dapat mengakses pada perangkat yang digunakan bersama. Pengguna lain dapat memanfaatkan history sebelumnya dari cache yang tersimpan.

Baca juga: User Experience: Pengertian, Tujuan, dan 7 Aspek yang Penting dalam Membangunnya

Jenis-jenis cache


Browser cache adalah jenis cache yang paling familiar. (sumber: pexels)

Secara pengelompokannya, cache dibagi menjadi dua jenis, yaitu hardware cache dan software cache. Kemudian, setiap jenis cache ini memiliki sub-jenisnya lagi. Berikut ini akan diuraikan jenis-jenis cache secara mendalam.

1. Hardware cache

Sesuai dengan namanya, hardware cache merupakan jenis cache yang tertanam di memori yang ada di dalam perangkat keras. Hardware cache mempunyai beberapa macam tipe, yaitu:

  • DSP cache

Cache ini menyimpan hal-hal yang berkaitan dengan DSP (Digital Signal Processors) yang menangkap sinyal-sinyal seperti audio, video, dan lainnya.

  • GPU cache

Cache ini lebih spesifik dalam menyimpan file cache yang berkaitan dengan grafik/gambar.

  • CPU cache

Jenis cache ini berada di dalam CPU sebuah perangkat untuk menghemat waktu dan daya yang dibutuhkan dalam mengakses data dari memori utama.

2. Software cache

Software cache adalah ruang penyimpanan yang ada di dalam aplikasi atau program sebuah perangkat untuk mempercepat fungsi spesifik dari program atau aplikasi tersebut. Software cache mempunyai beberapa macam tipe, yaitu:

  • Disk cache

Cache jenis ini diperlukan agar mempercepat proses loading data oleh sebuah program.

  • Memoization

Dalam computing, memoization adalah metode optimasi yang digunakan mempercepat program sebuah perangkat dengan menyimpan hasil function call yang cukup berat.

  • Web cache

Jenis cache ini merupakan yang paling populer dibahas. Web cache merupakan ruang penyimpanan data di sebuah server yang akan digunakan lagi agar proses website menjadi lebih optimal. Web cache mempunyai beberapa macam tipe, yaitu:

♦ Server-side cache

Data dari laman website yang kamu buka akan tersimpan ke dalam server. Akses informasi dan data menjadi lebih cepat sehingga akan meningkatkan pengalaman pengguna. Server-side cache mempunyai beberapa macam tipe, yaitu:

  • Full-page cache
  • Fragment cache
  • Object cache
  • Opcode cache
  • DNS cache
  • CDN cache
Client-side cache

Client-side cache digunakan sebagai penyimpanan file data yang berfungsi untuk user di perangkat personal mereka. Sebenarnya, ada banyak jenis client-side cache namun browser cache adalah jenis client-side cache yang paling familiar di telinga umum.

Kamu pasti memiliki website favorit yang sering kamu kunjungi (pastinya EKRUT Media adalah salah satunya). Browser cache membantu mempermudah dan membuat proses loading lebih cepat. Dengan adanya browser cache, kamu tidak perlu lagi melakukan request dan transmisi data untuk menampilkan website yang ingin kamu kunjungi di browser. Dengan adanya browser cache, data-data yang dibutuhkan untuk menampilkan website yang akan kamu kunjungi sudah tersedia di perangkat yang kamu miliki.

Kamu dapat mengubah pengaturan di browser untuk mengontrol pemakaian cache agar sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu. Data yang sudah di-cache kemudian akan disimpan di perangkatmu. Oleh sebab itu, data tersebut bisa dihapus atau dikosongkan.

Baca juga: Apa Itu Open Source? Definisi, Jenis, Kelebihan, dan Contohnya

Perlukah menghapus cache?


Menghapus cache berkala dibutuhkan agar performa perangkat tidak menjadi lambat. (sumber: pexels)

Kamu sebaiknya membersihkan cache di perangkatmu secara berkala. Keberadaan cache di perangkat memang menjadi keuntungan tersendiri bagimu. Namun, dalam beberapa kasus justru menimbulkan masalah jika tidak dikelola secara teratur.

Cache dianggap sebagai penyebab dari lambatnya kinerja sebuah perangkat. Hal tersebut masuk akal, sebab makin banyak data cache yang disimpan, maka akan memakan memori dan berdampak pada kecepatan perangkat, sehingga dapat mengganggu kinerja kestabilan perangkat yang mengakibatkan perangkatmu menjadi lambat.

Namun, kamu tidak disarankan terlalu sering menghapus cache karena justru akan memperlambat akses membuka aplikasi atau website. Oleh karena itu, kamu harus mengelola cache secara rutin dan menghapus cache jika sudah terlalu menumpuk dan performa perangkat makin lambat. Hal tersebut sangat diperlukan agar perangkatmu dapat berjalan dengan optimal.

Baca juga: Stack: Definisi, Kelebihan, Kekurangan, Jenis Operasi, dan Implementasi

Itulah pembahasan lengkap mengenai cache secara mendalam. Cache adalah data yang disimpan sementara untuk mengurangi proses loading sebuah website atau aplikasi. Adanya cache bermanfaat untuk efisiensi waktu dan bandwidth ketika kamu mengakses aplikasi atau browser. Mengingat bahwa perangkat memiliki memori yang terbatas, kamu harus dapat mengelola cache dengan cara membersihkannya secara berkala agar perangkatmu dalam kondisi yang optimal. Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu, ya!

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • howtogeek.com
  • freecodecamp.org
  • androidpolice.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-cottonbro-7595266.jpg

    Technology

    YouTube Desktop Dashboard: Cara Mengukur Performa Konten Video yang Efektif di Tahun 2022

    Chrissila Jessica

    06 October 2022
    5 min read
    H1_cara_membuat_linktree.jpg

    Technology

    Cara Membuat Linktree dengan Mudah di Bio Instagram [2022]

    Alvina Vivian

    06 October 2022
    6 min read
    H1_Google_Meet.jpg

    Technology

    Mengenal Google Meet, Mulai dari Manfaat, Fitur, hingga Cara Menggunakannya

    Algonz D.B. Raharja

    06 October 2022
    5 min read

    Video