Published on

Technology

Conversion Rate: Definisi, Fungsi, dan 10 Cara untuk Meningkatkan Conversion Rate

Farah Reginda

H1_Conversion_Rate_Definisi__Fungsi_dan_10_Cara_Untuk_Meningkatkan_Conversion_Rate_(1).jpg

Melebarkan sayap bisnis ke ranah digital digadang-gadang memberikan keuntungan yang signifikan dengan tenaga lebih kecil. Namun, bukan berarti pemasaran dengan hal ini sederhana dan mudah, ya. Ada banyak aspek dan faktor yang berkontribusi pada peningkatan dan keberhasilan penjualanmu. Sebagai bagian dari digital marketing, kamu perlu memahami conversion rate usahamu. Lalu, apa itu conversion rate? Ketahui selengkapnya di artikel di bawah ini!

Apa itu conversion rate?


Conversion rate dihitung dari audiens yang berhasil melakukan konversi. (Sumber: Unsplash)

Sebelum memulai memahami arti conversion rate, coba maknai arti conversion atau konversi. Konversi berarti perubahan dari satu bentuk ke bentuk lain. Dalam konteks ini, audiens kampanye bisnismu tertarik untuk membeli produkmu dan berakhir menjadi konsumen. Perubahan dan keadaan inilah yang dimaksudkan dengan conversion.

Conversion rate berarti persentase pengguna atau audiens yang berhasil memenuhi atau melakukan aksi yang ditargetkan dari sebuah strategi kampanye. Strategi pemasaran digital yang baik dan efektif dapat menghasilkan konversi yang banyak juga conversion rate yang tinggi.

Setiap strategi mempunyai tujuan atau target yang berbeda-beda. Maka, aksi apapun yang dilakukan oleh audiens dapat menjadi perhitungan conversion rate selama memenuhi tujuan tersebut. Bentuk aksi yang menjadi goal dari sebuah kampanye dan menjadi tolak ukur conversion rate beragam:

  • Mengunduh e-book gratis
  • Membuka e-mail dan menjadi subscriber
  • Mengunjungi tautan atau situs web
  • Menginstal aplikasi
  • Mengisi survei
  • Berinteraksi dengan posting-an dalam bentuk komentar dan likes
  • Menggunakan layanan atau membeli produk

Terdapat 2 jenis konversi. Pertama, macro conversion yang merujuk pada aksi yang secara langsung memengaruhi pendapatan, seperti penggunaan layanan dan pembelian produk. Kedua, micro conversion yang berarti aksi yang secara tidak langsung berpengaruh pada bisnis, seperti interaksi di media sosial, mengikuti survei, dan banyak lagi.

Lalu, conversion rate seperti apa yang dikatakan baik? Untuk situs web, conversion rate yang baik berkisar pada 2-5% di semua industri. Secara global, 1-4% conversion rate sudah dapat dikatakan baik. Namun, perlu kamu perhatikan saat mengukur dan membandingkan persentase ini, kamu harus mempertimbangkan wilayah, jenis industri, periode, sampai strategi marketing.

Nilai unik dan kuat yang ditawarkan dalam kampanye dapat meningkatkan conversion rate. Hal ini harus jelas, singkat, lengkap, dan berbeda dari yang lainnya sehingga audiens tergerak untuk melakukan aksi yang diharapkan.

User experience yang berkualitas, seperti desain web yang interaktif, proses online yang lancar, dan lainnya dapat memotivasi audiens untuk menjadi konsumen. Makin cepat laman situs webmu terbuka dan dapat diakses, makin tinggi juga potensi konversimu.

Baca juga: Cara membuat landing page yang dapat meningkatkan konversi

Fungsi conversion rate


Conversion rate memiliki manfaat yang signifikan, tetapi tidak dapat menjadi acuan secara individu. (Sumber: Pexels)

Dengan conversion rate, kamu dapat membandingkan performa channel dan kampanye dengan mudah, terutama situs web dan aplikasi. Kamu dapat melihat tingkat efektivitas channel yang digunakan untuk meninjau copy dan UX-nya sehingga kamu dapat mendeteksi kelemahannya lalu menjadikannya acuan untuk perbaikan.

Melanjutkan fungsi di atas, conversion rate membantumu mengukur efektivitas strategi dan kampanye yang dijalankan sehingga dari gap yang telah teridentifikasi, kamu bisa melakukan perbaikan dan peningkatan selanjutnya dalam aspek apapun. Persentase ini juga dapat menjadi tolok ukur return of investment (ROI).

Kamu juga dapat mengetahui sejauh mana audiens menyelesaikan target yang ditetapkan. Dalam lingkup ini, kamu jadi dapat mengidentifikasi audiens potensial sehingga langkahmu selanjutnya bisa lebih fokus dan disesuaikan dengan hasil tersebut. Penting untuk kamu pahami bahwa conversion rate tidak serta-merta menentukan keberhasilan strategi ataupun kampanye. Perlu adanya riset dan tolok ukur industri dan ekspektasi konversi lebih lanjut untuk mengetahui hal tersebut. Gunakan hal-hal tersebut untuk membuat pertimbangan yang berpengaruh pada strategimu selanjutnya.

Baca juga: Ini 8 strategi digital marketing yang tepat untuk bisnismu

Cara menghitung conversion rate


Penghitungan conversion rate meliputi jumlah konversi dan interaksi dengan konten. (Sumber: Pexels)

Rumus menghitung conversion rate tidak rumit, kok. Persentase conversion rate didapatkan dengan membagi total konversi (audiens atau pengguna yang telah menyelesaikan aksi target yang dimaksud) dengan total audiens yang telah mengunjungi, berinteraksi, atau tercapai dengan kampanyemu.

Misalnya, kamu menjalankan sebuah iklan untuk menarik audiens mengikuti survei. Dari total 15.000 audiens yang melihat atau berinteraksi dengan iklan tersebut, 500 diantaranya mengisi survei yang kamu berikan. Maka, kalkulasinya akan seperti ini:

Konversi ÷ total audiens atau pengguna = conversion rate
500 ÷ 15.000 = 0,03 x 100% = 3%

Sesuai penghitungan di atas, maka hasil conversion rate-nya adalah 3%. Beberapa layanan seperti Google Ads dan Facebook Ads sudah menyertakan alat untuk membantumu melacak conversion rate dengan cepat sehingga kamu tidak perlu khawatir dan repot lagi.

Baca juga: 6 Tool gratis untuk tingkatkan konversi landing page

Jenis-jenis conversion rate


Ketahui aspek apa yang hendak kamu hitung conversion rate-nya. (Sumber: Unsplash)

Berbagai macam aksi dapat diartikan sebagai konversi. Mengikuti hal ini, hitungan conversion rate juga dapat bermacam-macam, tergantung objektifnya. Pastikan kamu tahu dan paham akan persentase apa yang kamu cari, ya. Ada beberapa jenis conversion rate yang dapat kamu hitung dan menjadi tolok ukur strategimu.

1. Overall conversion rate

Sesuai namanya, overall conversion rate mengukur kualitas dan efektivitas situs webmu dalam mengonversi traffic atau pengunjung dari segala sumber.

2. Marketing channel conversion rate

Berbagai channel digital yang kamu gunakan sudah memiliki layanan iklan dan memiliki kelemahan dan kelebihannya sendiri. Conversion rate ini difokuskan pada channel tersebut, seperti Google Ads, Facebook Ads, TikTok Ads, dan masih banyak lagi. Dari penghitungan ini, kamu dapat mengidentifikasi mana yang lebih efektif dalam mendorong konversi.

3. Page-level conversion rate

Lebih terperinci, jenis conversion rate ini merujuk pada halaman situs web. Setiap page situs webmu memiliki performa yang berbeda karena kontennya yang beragam. Penghitungan ini akan memberikanmu insight terkait halaman (dan konten) mana yang paling memikat audiens dan memberikan konversi terbanyak.

4. Campaign conversion rate

Kampanye yang kamu lakukan perlu dianalisis performanya. Menghitung conversion rate kampanye berarti mengidentifikasi dampak dari kampanye tersebut. Kamu akan melihat perbedaan persentase mengikuti modifikasi bentuk, penargetan, dan lainnya.

5. Individual ad conversion rate

Jenis conversion rate ini menunjukkan iklan digital terbaik yang paling menghasilkan konversi. Dari situ, kamu dapat mempelajari hal-hal mikro di dalamnya seperti copywriting dan aspek kreatif sejenisnya untuk dipertimbangkan dalam perbaikan iklan selanjutnya.

6. Keyword conversion rate

Kata kunci atau keyword memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat konversi karena sangat spesifik. Dengan jenis conversion rate ini, kamu jadi tahu keyword apa yang efektif dan perlu dioptimasi sehingga berdampak positif pada konversi dan conversion rate selanjutnya.

Baca juga: Digital marketing adalah: Pengertian, 7 jenis, manfaat, dan prospek kariernya

10 Cara meningkatkan conversion rate


Ada banyak strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konversi. (Sumber: Unsplash)

Masih bingung bagaimana cara meningkatkan conversion rate-mu? Agar digital marketing memberikan hasil yang baik pada bisnismu, ada banyak cara yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan performa konversimu, lho! Coba aplikasikan saran-saran di bawah ini untuk strategimu selanjutnya.

1. Memendekkan formulir yang perlu diisi

Memiliki data yang lengkap terkait konsumen tentu memudahkan kinerja bisnismu. Namun, bukan berarti audiens potensial akan semangat mengisinya. Banyaknya kolom data yang perlu diisi merupakan salah satu gangguan dalam meningkatkan conversion rate, lho! Formulir yang panjang justru membuat mereka cenderung ragu dan batal menjadi konversi. Maka, pertahankan mereka dengan membuat formulir yang singkat dan padat untuk efisiensi waktu dan menjaga motivasi audiens.

2. Meningkatkan kecepatan halaman 

Konversi digital melalui smartphone berkaitan erat dengan kecepatan halaman yang berarti seberapa cepat kontenmu muncul di layar. Hal ini cukup krusial karena nyatanya, 40% pengguna akan meninggalkan situsmu apabila konten tidak termuat dalam 3 detik. Sangat disayangkan, bukan? Cara untuk meningkatkan page speed adalah dengan mengecilkan ukuran dan memori gambar (image) yang kamu gunakan. Analisis juga kecepatan halamanmu dengan Google PageSpeed.

3. Meningkatkan kualitas proses pembelian

Proses check-out yang ribet dan sulit dapat menurunkan tingkat konversimu, lho! Apalagi pembelian melalui mobile, konsumen ingin membeli dan membayar dengan mudah. Biasanya, masalahnya terletak di pengisian data pengiriman dan pilihan pembayaran.

Atasi masalah tersebut dengan mempersingkat proses check-out. Apabila pembelian di situs web dilakukan melalui smartphone, hapus pembatasan karakter dan buat tampilan lebih mobile-friendly. Konsumen dapat merasa lebih senang apabila mereka bisa membeli sebagai “tamu” tanpa perlu daftar akun dan disediakan banyak pilihan pembayaran yang mudah dan lumrah digunakan.

4. Menambahkan bukti sosial

Bukti sosial yang dimaksud adalah testimoni konsumen, studi kasus, dan data singkat yang dilihatkan di halaman utama, informasi produk, ataupun pembelian. Membangun reputasi yang baik akan efektif dengan cara ini karena konsumen tidak perlu mencari sumber lain. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan audiens untuk melakukan konversi.

5. Menguji tawaran pada konsumen

Di banyak kesempatan, konversi tidak meningkat meskipun kamu telah melakukan strategi di atas. Apabila ini terjadi, kamu perlu mencari tahu apakah konten dan konteksmu sudah sesuai atau belum. Tawaran yang lebih spesifik dengan konteks (audiens, halaman) yang sesuai dan konten menarik dapat meningkatkan konversi dan conversion rate.

6. Menambahkan live chat pada situs web

Fitur live chat di situs web cukup berguna untuk mengeliminasi keraguan dan menjawab pertanyaan audiens dengan cepat. Kamu dapat mengaturnya menjadi dimulai dengan pilihan pertanyaan dan komunikasi diteruskan dengan karyawan customer service atau sales sesuai kategorinya.

7. Memperkuat CTA dan copywriting

Call-to-action (CTA) sebagai bagian dari copywriting nyatanya sangat berpengaruh dalam meningkatkan konversi. Formula CTA yang umum memang memudahkan konversi, tetapi jangan puas dan silakan berkreasi dengan kalimatnya. Penempatan button CTA juga penting. Pastikan tombol ini tersebar merata, mudah diakses, dan dalam jumlah yang sesuai.

8. Melokalisasi konten

Membuat audiens merasa spesial dan “diperhatikan” berdampak pada tingkat konversi, lho! Lokalisasi (dan personalisasi) konten berarti memberikan info lokasi pada situs web dan menyesuaikan konten dengan target konsumen. Mereka akan merasa terkoneksi dengan produk dan layananmu. Selain itu, strategi ini dapat meningkatkan performa pencarian lokal dengan memberikan penawaran dan rekomendasi yang sesuai area audiens.

9. Melakukan A/B testing

Strategi ini berarti kamu harus kreatif dan kritis terhadap apa yang telah kamu lakukan. Perbarui headline, copy, tata letak, warna, CTA, dan analisis perubahannya untuk mengetahui versi mana yang mendatangkan konversi lebih baik.

10. Memenuhi ekspektasi audiens

Kamu sering mengalami “dibohongi” dengan headline, tidak? Hati-hati, praktik clickbait ini akan menurunkan kualitas konversimu! Disamping memastikan tawaran dan copy yang digunakan menarik, kontennya juga harus sesuai ketika dilihat secara menyeluruh. Cek juga kesesuaian di posting-an media sosial dan deskripsi di mesin pencarian.

Baca juga: Cara membuat iklan kreatif yang efektif untuk meningkatkan konversi

Akhirnya, kamu selangkah lebih dekat dari menjadi ahli conversion rate dan digital marketing. Karier di bidang ini cukup menjanjikan, lho! Temukan kesempatanmu untuk bekerja di bidang terkait dengan mendaftarkan diri melalui EKRUT dan dapatkan sejumlah kesempatan interview dalam waktu singkat!


Sumber:

  • adjust.com
  • jogjahost.co.id
  • mailchimp.com
  • blog.hubspot.com
  • influencermarketinghub.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-steve-johnson-13078553.jpg

    Technology

    Animasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

    Tio Derma

    21 September 2022
    8 min read
    0-youtube-dashboard.jpg

    Technology

    Apa Itu YouTube Dashboard? Berikut Penjelasan dan Cara Menggunakannya

    Arin Khurota

    21 September 2022
    5 min read
    H1.PNG

    Technology

    Apa Itu Twibbonize? Berikut Fungsi dan Panduan Membuatnya 2022

    Mentari Nurmalia

    20 September 2022
    5 min read

    Video