Published on

Technology

Panduan Membuat Channel YouTube Beserta Tips Optimasi Terbaiknya untuk Pemula di Tahun 2022

Nurina Ulfah

H1_channel_youtube.jpg

YouTube merupakan sebuah platform media sosial yang menyediakan berbagai macam video menarik. Karenanya, YouTube telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling banyak dikunjungi. Simak panduan membuat channel YouTube beserta tips optimasi terbaiknya untuk pemula di tahun 2022 berikut ini.

Baca juga: Cara membuat Youtube channel pertama kali dan panduan optimasinya

Cara membuat channel YouTube


cara membuat channel youtube sangat mudah. (sumber: pexels)

Terdapat dua pilihan channel yang dapat kamu buat di akun YouTube milikmu, yaitu channel pribadi dan channel bisnis. Berikut penjelasannya.

1. Untuk channel pribadi

Perlu diketahui bahwa channel pribadi hanya dapat dikelola secara pribadi menggunakan akun Google milikmu. Berikut cara untuk membuat channel pribadi.

  • Login YouTube di komputer maupun ponsel
  • Klik foto profil dan pilih Buat Channel
  • Ikuti langkah dari YouTube untuk membuat channel
  • Periksa kembali detail nama dan foto akun Google milikmu
  • Konfirmasi untuk membuat channel

2. Untuk channel bisnis atau perusahaan

Sementara, jika kamu ingin membuat channel yang dapat dimiliki oleh lebih dari satu pengelola atau pemilik, kamu dapat membuat channel bisnis atau perusahaan berikut ini.

  • Login YouTube di komputer maupun ponsel
  • Buka daftar channel milikmu
  • Pilih antara membuat channel baru atau menggunakan akun bisnis yang sudah ada
  • Klik Buat Channel Baru, jika kamu ingin membuat channel baru
  • Buat channel bisnis dengan memilih Akun Bisnis dari daftar
  • Isi detail seperti memberi nama channel baru, lalu klik Buat
  • Ikuti petunjuk untuk mengubah pemilik dan pengelola channel di laman Google

Baca juga: 5 Cara Download Video YouTube dengan Praktis, Mudah, dan Tercepat 2022

Algoritma YouTube terbaru 2022


algoritma youtube terbaru. (sumber: pexels)

Algoritma YouTube menyesuaikan video yang berkualitas, ke audiens yang sesuai, dan di waktu yang tepat. Itulah mengapa algoritma YouTube disebut juga search and discovery sistem. Terdapat dua bagian YouTube terpenting yang mempengaruhi hasil algoritma, yaitu:

  • Search result atau hasil pencarian
  • Discovery atau rekomendasi

1. Algoritma YouTube: Search result atau hasil pencarian

Sistem ini bekerja dengan menyajikan hasil penelusuran yang dipersonalisasi sesuai minat pengguna. Misalnya, kamu mencari video dengan kata kunci “content marketing”. Nantinya, kamu akan menemukan deretan video yang memiliki konten tersebut dari berbagai channel.

YouTube bisa melakukan hal tersebut dengan data. Sebab, semua aktivitas pengguna di YouTube akan terekam oleh sistem, seperti search history, like, comment, subscribe, share, dan lain sebagainya. Semua data itu digunakan untuk memberikan list video yang dipersonalisasi sesuai minat tiap user.

Jadi, ketika kamu mencari kata kunci “content marketing”, hasil yang keluar bisa jadi berbeda dengan orang lain. Hal itu karena hasil penelusuran dipengaruhi oleh faktor:

  • Metadata, seperti judul video, deskripsi, kata kunci, dan thumbnail.
  • Engagement, aktivitas yang melibatkan audiens, seperti like, comment, subscribe, dan share.

Itulah mengapa hasil pencarian tiap orang berbeda-beda, meski mencari topik yang sama.

2. Algoritma YouTube: discovery atau rekomendasi

Pada sistem ini, terdapat dua hal yang dilakukan YouTube, yaitu memberlakukan peringkat video dan mencocokkan video dengan viewers.

Pertama, untuk mendapatkan peringkat dari YouTube, ada beberapa performa video yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Jumlah penayangan vs jumlah klik
  • Durasi penayangan
  • Engagement, seperti jumlah like, comment, subscribe, dan share
  • Jumlah video yang ditonton viewers di channel-mu
  • Laju pertumbuhan video, misalnya seberapa cepat kepopuleran video
  • Baru atau tidaknya video, video yang up-to-date lebih mungkin dikenal
  • Konsistensi upload video
  • Histori video yang ditonton viewers
  • Histori penelusuran viewers
  • Lama waktu pengguna menjelajahi YouTube

Kedua, YouTube selalu memberikan rekomendasi video yang relevan dengan pencarian dan juga dengan video yang sedang diputar. Cara YouTube untuk mencocokkan video kamu dengan viewers adalah dengan melihat:

  • Topik atau channel mana yang penonton putar sebelumnya
  • Topik apa yang sebelumnya di-like, dislike, comment, atau share oleh penonton
  • Durasi waktu viewers di YouTube
  • Apakah viewers tersebut telah direkomendasikan videomu
  • Apa yang belum pernah mereka tonton
  • Informasi demografis dan lokasi viewers

Nantinya, jika video kamu layak untuk direkomendasikan ke viewers lain, maka thumbnail dan judul akan muncul pada bagian:

  • Recommendation
  • YouTube Mixes
  • Viewers Also Watch
  • Tab
  • Recently Uploaded
  • Trending
  • Subscriptions
  • Up Next Videos

Jadi, jika konten kamu memiliki engagement yang positif, besar kemungkinan YouTube akan merekomendasikan video kamu ke viewers lain, sehingga dapat memikat lebih banyak viewers.

Di tahun ini, YouTube tidak mengubah terlalu banyak algoritmanya. Yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan viewers seperti, like, dislike, subscribe, comment, share, dan lain-lain.

YouTube akan memantau tingkat engagement tersebut pada 3x24 jam pertama setelah video di-upload. Inilah yang akan menentukan apakah channel kamu layak masuk tren atau tidak.

Baca juga: Begini cara kerja algoritma Youtube 2022 terbaru untuk bisnis

5 Tips optimasi channel YouTube untuk pemula


tips optimasi channel youtube untuk pemula. (sumber: pexels)

YouTube dipakai untuk platform promosi, branding, atau mencari uang dari iklan sama halnya dengan website. Traffic yang tinggi pada video dan kemunculan iklan akan dikonversi menjadi penghasilan dan bisa diambil secara berkala. Jika video memiliki view tinggi, penghasilan pun akan mengikuti. Itulah mengapa kamu harus melakukan optimasi channel YouTube.

Optimasi channel YouTube adalah langkah optimasi dari video yang kamu buat dan unggah di YouTube. Tujuan utama optimasi ini adalah membuat video lebih banyak diakses oleh masyarakat. Dengan kata kunci tertentu, video bisa muncul di posisi atas. Jika kamu bisa mengoptimalkan video dengan menerapkan teknik SEO (search engine optimization), video bisa lebih mudah ditemukan di dalam platform. Selain itu, video juga bisa muncul dalam pencarian di YouTube.

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk optimasi channel YouTube yang kamu miliki. Simak langkah-langkahnya berikut ini.

1. Riset keyword

Dalam optimasi channel YouTube, kamu juga harus mengenal kata kunci atau keyword. Sama halnya dengan konten yang ada pada website, kamu menempatkan kata kunci dengan kerapatan tertentu mulai dari kata kunci utama, turunan, hingga sinonimnya.

2. Buat video dengan kualitas terbaik

Sama seperti Google, algoritma YouTube juga rumit dan sering berubah. Dengan kata kunci yang sama, bisa saja video kamu pada halaman pencarian kesekian dan miliki orang lain berada di daftar paling atas.

Dalam pencarian YouTube, video yang berada di atas adalah video yang dianggap paling sesuai dengan kata kunci atau relevan. Nah, sebelum melakukan berbagai optimasi mulai dengan melakukan riset kata kunci, ada baiknya kamu mengetahui jenis video yang disukai oleh YouTube itu sendiri.

3. Optimasi metadata

Pada bagian ini, akan membahas bagaimana optimasi channel YouTube itu dilakukan dan di mana saja kata kunci di tempatkan.

4. Promosikan video

Setelah melakukan berbagai cara optimasi channel YouTube di atas, masih ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menarik banyak penonton video, yaitu dengan melakukan promosi.

5. Evaluasi video YouTube

Setelah menjalankan langkah-langkah di atas, masih ada satu langkah lagi yang tidak kalah penting, yaitu evaluasi. Kamu perlu melakukan evaluasi pada semua video yang sudah dirilis. Caranya sangat mudah karena YouTube sudah menyediakan analytics tool. Cukup buka Studio YouTube-mu, lalu arahkan kursor ke bagian kiri dan klik Analytics.

Di situ, kamu akan mendapatkan data analytics semua video kamu. Dari jumlah view, waktu tonton, jumlah subscriber, jangkauan setiap video, hingga engagement setiap video. Dengan adanya data tersebut, kamu bisa menganalisis apa yang perlu ditingkatkan pada pembuatan video-video selanjutnya. Jadi, kamu tidak hanya merencanakan pembuatan video hanya berdasarkan asumsi, tetapi juga berdasarkan data yang relevan dari video-video sebelumnya.

Baca juga: 8 Aplikasi Download Video YouTube yang Bisa Kamu Gunakan

Itulah panduan membuat channel YouTube beserta tips optimasi terbaiknya untuk pemula. Apakah kamu sudah tertarik berkarier sebagai YouTuber? Semoga informasi di atas dapat bermanfaat, ya!

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • support.google.com
  • influencermarketinghub.com
  • searchenginejournal.com
  • adorama.com
  • niagahoster.co.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_Mengenal_Web_Server.jpg

    Technology

    Mengenal Web Server: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Jenisnya

    Natasya Primatyassari

    30 September 2022
    6 min read
    twitter-EKRUT.jpg

    Technology

    Twitter luncurkan fitur untuk melaporkan daftar akun-akun bermasalah

    Nur Lella Junaedi

    30 September 2022
    3 min read
    H1_website_jurnal.jpg

    Lainnya

    10+ Rekomendasi Website Jurnal Gratis 2022

    Nurina Ulfah

    30 September 2022
    5 min read

    Video