Published on

Careers

3 Contoh analisis SWOT yang dapat digunakan untuk memulai bisnis

Algonz D.B. Raharja

Analisis_SWOT.jpg

Mengawali langkah dalam dunia bisnis memerlukan langkah tepat dan strategi yang mantap. Salah satu cara untuk menelaah strategi itu adalah memakai analisis SWOT. Analisis ini terdiri dari empat kuadran yang berisi Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats. Analisis SWOT ini menjadi cara paling umum dilakukan sebelum memulai suatu usaha atau bisnis.

Lantas, bagaimana metode analisis ini dapat digunakan dalam memulai bisnis? Cari tahu informasi lengkapnya dan contoh analisis SWOT di artikel ini!

Apa itu analisis SWOT?

Apa itu analisis SWOT?
Analisis SWOT perlu dipahami oleh perencana bisnis (Sumber: Pexel)

Metode analisa SWOT diciptakan oleh seorang konsultan bisnis dan manajemen dari Amerika Serikat bernama Albert S. Humphrey pada tahun 1960-an saat ia bekerja di Standford Research Institute (SRI) di California. Humphrey yang mulanya seorang saintis teknik kimia lulusan University of Illinois ini banting setir ke sektor bisnis dan manajemen saat menempuh pendidikan pascasarjana manajemen bisnis di Harvard University. 

Mulanya, metode SWOT ini ditemukan saat peneliti dari SRI mencoba mengidentifikasi mengapa perencanaan perusahaan tertentu dapat secara konsisten gagal. Sehingga, penemuan metode ini hingga kini dianggap sebagai salah satu terobosan paling berguna untuk memulai dan mengembangkan perusahaan.

Secara umum, analisis SWOT adalah metode analisis yang digunakan dengan cara mengevaluasi strengths (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman). Keempat subjek ini menjadi pokok wajib dalam menelaah potensi dari rencana bisnis atau usaha yang hendak dibuat atau dirintis. Metode ini seringkali diterapkan di dalam seluruh perusahaan, lembaga, atau organisasi, serta beberapa proyek tertentu.

Analisis SWOT dapat digunakan untuk menganalisa pertumbuhan bisnis dan tolok ukur keberhasilannya. Selain itu, analisis ini juga dapat dipakai dalam ranah praktikal seperti proyek untuk mengevaluasi kinerja berdasarkan perencanaan di awal. 

Manfaat analisis SWOT

Manfaat analisis SWOT
Analisis SWOT dilakukan secara bertahap untuk menemukan strategi bisnis (Sumber: Pexels)

Analisis SWOT memiliki manfaat bagi sebuah usaha atau bisnis baik di tahap perencanaan maupun pada tahap pengembangan. Misalnya, pada usaha kecil dan menengah, analisis ini dapat menentukan masa depan keberlangsungan usaha. Hal utama yang dianalisis adalah faktor internal dan eksternal perusahaan. 

Dari sini, seorang perencana bisnis akan mengetahui bagaimana sebuah usaha akan dibentuk dan bagaimana strategi ke depan untuk menghadapi faktor risiko dan persaingan dari usaha serupa.

Tak hanya itu, melalui analisis SWOT ini pula nantinya seorang perencana bisnis dapat menetapkan skala prioritas dalam membangun usahanya. Hal ini juga terkait dengan mengetahu potensi pasar, minat konsumen, serta peluang yang ada. Adanya faktor persaingan pasar juga perlu ditelaah untuk nantinya dapat digunakan sebagai basis analisa produk sebelum menawarkannya kepada konsumen. 

Sehingga, dengan menggunakan analisis SWOT ini seorang perencana bisnis dapat merancang strategi guna memaksimalkan cakupan profit yang ditargetkan. Selain itu, pelaku bisnis juga dapat meminimalisasi adanya kemungkinan kegagalan dan risiko dari potensi ancaman, baik dari internal maupun eksternal perusahaan.

Proses analisis SWOT

Proses analisis SWOT
Proses analisis SWOT dapat menghasilkan prioritas yang perlu ditetap dalam membangun bisnis. (Sumber: Pexels)

Analisis SWOT lebih mudah dilakukan dalam menggunakan tabel matriks dari empat elemen SWOT. Hal ini dilakukan guna mempermudah diri dalam menemukan korelasi antara temuan evaluasi dari tiap elemen.

  Strength (S)
Daftar semua kekuatan/kelebihan yang dimiliki
Weakness (W)
Daftar semua kekurangan/kelemahan yang dimiliki

                              Opportunities (O)
Daftar semua peluang yang dapat diidentifikasi                                                        

Strategi (S-O)
Gunakan semua kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada
Strategi (W-O)
Atasi semua kelemahan dengan memanfaatkan semua peluang yang ada
                                      Threats (T)
Daftar semua ancaman yang dapat diidentifikasi                                                          
Strategi (S-T)
Gunakan semua kekuatan untuk menghindari semua ancaman
Strategi (W-T)
​​​​​​​Tekan semua kelemahan dan cegah semua ancaman

Tabel Proses Analisis SWOT (Sumber: http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2HTML/2012201964SIBab2001/page23.html)

Dalam prosesnya, analisis SWOT digunakan untuk mempertemukan semua hasil identifikasi dari setiap elemen. Dari sana, kemudian dilakukan saling silang antar elemen untuk mendukung kelebihan atau peluang dan mereduksi kekurangan atau ancaman. Secara mendasar, analisis ini dilakukan sedemikian rupa agar perencana bisnis dapat senantiasa mafhum atas apa yang ada dalam internalnya dan mengetahui potensi pihak eksternal.

Baca Juga: Analisis SWOT: Pengertian, Contoh, dan Cara Menggunakannya

3 Contoh analisis SWOT untuk bisnis

Contoh analisis SWOT untuk bisnis
Analisis SWOT masih efektif untuk diterapkan dalam membangun bisnis. (Sumber: Pexels)

Dalam dunia bisnis, analisis SWOT memang diharapkan menjadi basis utama dalam peletakan dasar perusahaan. Hasil dari analisis ini dapat digunakan sebagai tolok ukur atau kompas bagi tujuan perusahaan ke depan. Tak hanya itu, analisis ini juga diperlukan dalam masa pengembangan bisnis agar dapat mengidentifikasi faktor risiko dan peluang dalam pasar. 

Elemen-elemen dalam SWOT dibagi atas faktor internal dan eksternal, strengths dan weakness masuk dalam faktor internal, sedangkan opportunities dan threats merupakan faktor eksternal.

1. Contoh Analisis SWOT dalam Bisnis Manufaktur

Dalam sebuah pengandaian perusahaan produksi barang, diketahui beberapa subjek dari elemen-elemen SWOT sebagai berikut,

Strengths (S)

  • Staf dengan pengetahuan produk yang kuat.
  • Relasi yang baik dengan pelanggan.
  • Komunikasi internal yang baik.
  • Reputasi atas inovasi produk.

Weakness (W)

  • Sedang payah terhadap tenggat waktu - terlalu banyak pekerjaan?
  • Data riset pasar belum diperbaharui.
  • Masalah arus kas.
  • Menyimpan terlalu banyak stok.

Opportunities (O)

  • Rendahnya kualitas produk serupa di pasaran.
  • Pelanggan yang loyal.
  • Produk seharusnya ada di pasaran saat hari raya (Lebaran/Natal).
  • Staf penjualan mendapatkan permintaan atas produk serupa.

Threats (T)

  • Kompetitor memiliki produk serupa.
  • Kompetitor meluncurkan iklan terbaru.
  • Kompetitor membuka toko di lokasi terdekat.
  • Penurunan ekonomi dapat menyebabkan orang-orang menghabiskan sedikit uang.

Melalui identifikasi di atas maka dapat diambil beberapa kesimpulan analisis. Salah satunya adalah menemukan relasi antara kelebihan pada Inovasi Produk (S-4) untuk menekan ancaman Kompetitor Memiliki Produk Serupa (T-1) untuk mengekspos pasar dengan varian produk terbaru yang inovatif. 

Begitu pula dengan memaksimalkan penjualan pada hari raya yang mengorelasikan antara W-4 dengan O-3.

Baca Juga: 8 Strategi dan Contoh Analisis Pesaing dalam Marketing

2. Contoh analisis SWOT dalam Usaha Kecil Menengah (UKM)

Berikut ini adalah contoh sederhana dari pengandaian sebuah usaha usaha reseller dompet dan sabuk kulit yang dijual secara daring. 

Strengths (S)

  • Konsep gaya kekinian dan mengikuti tren.
  • Harga produk terjangkau dan toko yang nyaman.
  • Memiliki laman dan forum pribadi dengan kontak delivery order.
  • Terjaminnya pengiriman barang terjual kepada pelanggan.

Weakness (W)

  • Kurangnya kemampuan dalam menyediakan barang, --waiting list--
  • Modal pengembangan usaha masih kurang.
  • Pembelian bahan baku memerlukan modal besar.
  • Masih belum membuat produk dompet dan sabuk kulit dengan brand sendiri.

Opportunities (O)

  • Permintaan pasar selalu ada dan dukungan tren produk yang terus berkembang.
  • Masih sedikit toko daring dengan produk serupa yang menyediakan forum pribadi antar pelanggan.
  • Media sosial membantu pemasaran dengan cepat.

Threats (T)

  • Mulai banyak bermunculan penjual dompet dan sabuk kulit secara daring dengan harga lebih murah.
  • Harga dari supplier makin mahal.
  • Adanya perubahan aturan pajak oleh pemerintah bagi UKM daring.

Melalui contoh di atas, pemilik bisnis daring dapat mengetahui bahwa setidaknya ada beberapa hal yang dapat dianalisis. Salah satunya adalah korelasi antara S-3 dan O-2 dan sekaligus dapat menekan T-1. Analisis yang didapat adalah adanya forum pribadi antara penjual dan pelanggan memungkinkan tumbuhnya loyalitas dan promosi gratis oleh para pelanggan. 

Komunikasi secara terus menerus antar pelanggan maupun pemilik bisnis dapat menumbuhkan rasa percaya terhadap produk yang perlahan akan meningkatkan profit. Tentunya, hal ini jika diiringi oleh penambahan konsumen hasil dari interaksi pelanggan di lingkungan sekitarnya.

3. Contoh analisis SWOT dalam usaha kedai kopi

Dalam satu dasawarsa terakhir, pertumbuhan kedai kopi di Indonesia dapat dikatakan amat pesat. Hal ini terjadi di beberapa kota, terutama kota dengan basis mahasiswa yang tinggi. Kedai kopi menjamur di sekitar kampus hingga perkantoran. Dan berikut salah satu contoh analisis SWOT untuk jenis usaha kedai kopi ini.

Strengths (S)

  • Kualitas kopi yang digunakan merupakan yang terbaik dari petani lokal.
  • Terdapat berbagai pilihan rasa kopi yang menarik dan unik.
  • Harga yang ditawarkan adalah harga mahasiswa dan terjangkau.
  • Karyawan kedai sudah berpengalaman di bidangnya.

Weakness (W)

  • Kurangnya kemampuan untuk menyediakan bahan baku kopi unggul, karena harus menunggu dari petani.
  • Modal besar untuk membeli bahan dan sewa kedai.
  • Sulitnya mencari pegawai baru yang sesuai standar.
  • Faktor cuaca memengaruhi ketersediaan bahan baku kopi.

Opportunities (O)

  • Tingginya tingkat konsumtif terhadap kopi pada kalangan mahasiswa.
  • Media sosial memudahkan promosi dan interaksi antara pelanggan dan kedai kopi.
  • Adanya platform pemesanan makanan dan minuman daring memudahkan akses jual beli.
  • Tren atau gaya hidup nongkrong di kalangan anak muda meningkat.

Threats (T)

  • Usaha kedai kopi makin menjamur di berbagai tempat.
  • Variasi rasa dari pesaing lebih menarik meski kualitas bahan rendah.
  • Lokasi kedai kopi lain cukup dekat.
  • Kenaikan harga barang baku.

Melalui gambaran di atas ditemukan bahwa usaha kedai kopi memang amat bertumbuh seiring dengan minat konsumen yang tinggi. Namun, di balik beberapa kelemahan dan ancaman masih ditemukan beberapa hal yang dapat menguntungkan pemilik usaha kedai kopi. 

Misalnya, adanya korelasi antara W-2 dan O-3 yang memungkinkan adanya minimalisasi biaya sewa kedai dalam ukuran besar dengan mengubahnya lebih mampat dan memaksimalkan penjualan daring. 

Selain itu juga ada korelasi antara S-1 dan T-2 di mana kualitas bahan yang digunakan pemilik usaha lebih baik, meski varian lebih sedikit. Untuk itu dapat dilakukan inovasi varian kopi yang tetap berkualitas dan menarik pelanggan.

Demikian bagaimana analisis SWOT dapat digunakan dalam merintis maupun mengembangkan bisnis, mulai dari usaha kecil hingga menengah. 

sign up EKRUT

Sumber:

  • https://www.businessnewsdaily.com/4245-swot-analysis.html
  • https://sleekr.co/blog/analisis-swot-untuk-bisnis-ukm/
  • http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2HTML/2012201964SIBab2001/page23.html
  • https://www.business.qld.gov.au/starting-business/planning/market-customer-research/swot-analysis/example

Tags

Share