Published on

startup

3 Contoh peraturan perusahaan dan panduan membuatnya

Luqman Hafidz

peraturan_perusahaan.jpg

Pernahkah kamu bekerja di sebuah perusahaan namun belum tidak benar-benar mengetahui peraturannya dengan jelas? Seperti jam mulai dan berhenti bekerja selama work from home dan perhitungan overtime jika pekerjaanmu sangat banyak dan kamu terpaksa bekerja lebih dari jam kerja seharusnya. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai peraturan perusahaan serta memberi panduan untuk membuatnya. 

Apa itu peraturan perusahaan?

Apa itu peraturan perusahaan?
Peraturan perusahaan melibatkan dua pihak yakni karyawan dan pemangku kepentingan perusahaan seperti pihak Human Resources. (Sumber: Pexels)

Peraturan perusahaan adalah kebijakan tertulis yang dibuat oleh perusahaan untuk dipatuhi dan dijalankan oleh semua karyawan serta pihak perusahaan. Kumpulan aturan-aturan dalam kebijakan ini berfungsi untuk melindungi semua karyawan maupun perusahaan dari tuntutan hukum serta untuk membangun lingkungan kerja yang positif. Peraturan perusahaan memiliki peran penting untuk diformulasikan sejak awal pendirian perusahaan agar kegiatan operasional dapat berjalan secara baik serta tetap dalam ranah peraturan pemerintah yang berlaku.  

1. Peraturan perusahaan yang melibatkan karyawan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa peraturan perusahaan melibatkan dua pihak yakni karyawan dan pemangku kepentingan perusahaan seperti pihak Human Resources. Peraturan perusahaan mencakup semua hal tentang karyawan mulai dari jam kerja, gaji dan tunjangan, cuti, overtime policy hingga semua hal detail mengenai pekerjaan setiap karyawan. Hal ini diperlukan agar semua karyawan memiliki tanggung jawab atas pekerjaan yang diemban. 

Baca juga: Lembur tidak dibayar, sebuah loyalitas atau profesionalitas?

2. Tata-tertib Perusahaan

Tata-tertib perusahaan diaplikasikan sebagai budaya perusahaan. Tata-tertib ini lebih mengatur hal-hal yang general seperti peraturan keterlambatan bagi semua karyawan, cara berbusana, penggunaan inventaris kantor serta hal-hal administratif yang berfungsi untuk mengatur operasional kantor secara lebih terstruktur.

Tujuan adanya peraturan perusahaan

Tujuan adanya peraturan perusahaan
Selain untuk karyawan, peraturan perusahaan juga berlaku terhadap pihak managerial. (Sumber: Pexels) 

Tujuan perusahaan dibentuk dan diimplementasikan agar semua stakeholder dalam perusahaan dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam perusahaan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional serta tidak cacat di mata hukum. 

Baca juga: Surat perjanjian kerja: Tujuan, jenis, syarat, isi, dan 4 contohnya

Hal yang harus tercantum dalam peraturan perusahaan

Hal yang harus tercantum dalam peraturan perusahaan
Ilustrasi pemilihan peraturan perusahaan (Sumber: Pexels)

Peraturan perusahaan wajib mengikuti peraturan yang berlaku. Pada saat ini dasar hukum tercantum pada UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam dokumen yang dapat diunduh secara daring berjumlah 1187 halaman tersebut, bidang ketenagakerjaan diatur dalam Bab IV pada halaman ke 533.

1. Hak dan kewajiban Karyawan

Hak dan kewajiban karyawan merupakan salah satu hal terpenting yang ada dalam peraturan perusahaan. Hal ini menjadi penting karena karyawan membutuhkan legalitas status pekerjaan serta mengetahui segala hal yang menjadi hak dan kewajiban. Kesepahaman akan hak dan kewajiban ini menjadi hal yang sangat esensial agar karyawan mengetahui apa besaran yang menjadi hak maupun kewajiban. Hal-hal yang menjadi hak dan tercantum dalam kesepakatan awal diantaranya gaji, tanggal penerimaan gaji serta peraturan cuti. Sedangkan hal yang menjadi kewajiban diantaranya total jam bekerja, job description yang harus dipatuhi serta peraturan perusahaan yang wajib dipatuhi. 

2. Hak dan kewajiban pengusaha

Hak dan kewajiban pengusaha merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Salah satu fungsi dari kesepahaman antara karyawan dan pengusaha adalah jelasnya posisi pengusaha di perusahaan agar mereka dapat menunaikan kewajibannya sebagai pengusaha. Beberapa contoh hak sebagai pengusaha adalah mendapatkan karyawan yang kompeten serta mendapatkan karyawan yang bekerja dengan tekun dan mengikuti peraturan perusahaan. Sedangkan kewajiban pengusaha adalah memastikan payroll bulanan diselesaikan secara tepat waktu serta memberi keleluasaan bagi para karyawannya untuk mengambil cuti sesuai dengan peraturan perusahaan dan pemerintah yang berlaku. 

3. Tata cara kerja 

Setelah kesepahaman antara pengusaha dan karyawan mendapati titik temu, diperlukan juga tata cara kerja yang jelas. Hal ini akan bermanfaat bagi operasional perusahaan. Sebagai contoh, tata cara kerja mengatur jam mulai kerja dan selesai bekerja setiap harinya. Apakah hanya Senin sampai dengan Jumat dengan proporsi 8 jam sehari, atau proporsi Senin sampai dengan Sabtu dengan proporsi kerja 7 jam sehari dan 5 jam pada hari Sabtu. Tata cara kerja juga mengatur hal-hal lain seperti jam istirahat juga tata cara penggunaan dan peminjaman inventaris kantor.

4. Tata tertib perusahaan

Tata tertib perusahaan mengatur hal-hal operasional kantor harian. Contohnya absen hadir dan pulang yang dilaksanakan oleh semua karyawan, jenis-jenis pakaian yang boleh dan tidak boleh dikenakan, serta apa saja hal yang harus dilakukan ketika melakukan penggunaan atau peminjaman inventaris kantor. Tata tertib perusahaan dibuat agar operasional kantor berjalan rapi dan dapat dimonitor dengan mudah. 

5. Jangka waktu pemberlakuan

Hal terakhir yang tidak boleh luput dalam peraturan perusahaan adalah jangka waktu pemberlakuannya. Hal ini tentu saja tergantung pada status pekerja dari masing-masing karyawan. Apabila kontrak kerja berdasarkan waktu tertentu tentu sama waktu yang disepakati kedua belah pihak, apabila karyawan tersebut mendapatkan posisi pekerja tetap, maka pemberlakuan akan selesai pada hari terakhir karyawan tersebut tugas sebelum resign/pensiun.

Baca juga : Apa itu regulasi? Pengertian, 4 jenis, dan peranannya dalam bisnis

3 contoh peraturan perusahaan 

3 contoh peraturan perusahaan
Ilustrasi contoh peraturan perusahaan (Sumber: Pexels) 

Setelah mengetahui seluk beluk mengenai peraturan perusahaan, sekarang saatnya kamu mendapatkan beberapa contoh riil.

1. Sudah punya pengalaman kerja profesional bertahun-tahun

Pasal XX
Usia Pensiun

1. Usia pensiun ditetapkan sebagai berikut : 

a. Direksi: 60 (enam puluh) tahun. 
b. Manager s/d Wakil Direksi: 55 (lima puluh lima) tahun. 
c. Non-staf s/d Supervisor dengan jam kerja non-shift ataupun shift : 50 (lima puluh) tahun dan dapat diperpanjang sampai usia 55 (lima puluh lima) tahun sesuai 
    kondisi dan kebutuhan perusahaan. 

2. Bila perusahaan masih membutuhkan tenaga dan atau pemikiran tenaga kerja karyawan seperti di maksud pada ayat (1) di atas, perusahaan dapat saja menyampaikan maksud tersebut kepada karyawan yang bersangkutan, namun harus menyelesaikan hak-hak pensiun yang bersangkutan terlebih dahulu, selanjutnya kedua belah pihak akan membuat kesepakatan yang dituangkan dalam suatu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). 

3. Besarnya dana pensiun karyawan yang sudah mencapai usia pensiun disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Contoh tata tertib perusahaan

Pasal XX
Hari dan Jam Kerja 

1. Dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, hari kerja di perusahaan diatur sebagai berikut: 

a). Staff : 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.
b). Operasional : Setiap hari dan diatur sedemikian rupa sehingga setiap karyawan mendapat 1 (satu) hari istirahat mingguan. 

2. Jam kerja di perusahaan adalah 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu dan/atau 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu, dengan ketentuan bahwa apabila perusahaan memerlukan kerja 2 dan/atau 3 shift, maka karyawan harus bersedia untuk melaksanakan jam kerja tersebut dengan seizin Dinas Tenaga Kerja, dengan pengaturannya sebagai berikut : 

a). Staff tanpa shift Hari Senin s/d Jumat : Jam 08.00 - 17.00 (termasuk 1 jam istirahat) Waktu istirahat hari Senin s/d Jumat : jam 12.00 WIB s/d 13.00 WIB. 
b). Operasional dengan shift Shift I : Jam 07.00 – 15.00 WIB Shift II : Jam 15.00 – 23.00 WIB Shift III : Jam 23.00 – 07.00 WIB Di dalamnya sudah termasuk 1 (satu) jam istirahat, sedangkan istirahat mingguan diatur sedemikian rupa sehingga setiap karyawan mendapat 1 (satu) hari istirahat mingguan

Baca juga: 11 Tips dan teknik manajemen waktu untuk mencapai kesuksesan

3. Contoh peraturan perusahaan

Pasal XX 
Pakaian Kerja 

1. Pakaian kerja harus rapi dan sopan dengan ketentuan : 

a) Pakaian kerja pria adalah kemeja lengan panjang / pendek yang disesuaikan dengan celana panjang. 
b) Tidak dibenarkan menggunakan celana jeans dan baju kaos. 
c) Pakaian kerja wanita adalah kemeja dengan celana panjang atau rok. Bagi yang menggunakan T-Shirt harus disesuaikan dengan Blazer dengan bahan bukan jenis jeans

2. Bagi karyawan-karyawan yang karena tugasnya tidak diperlukan pakaian seragam, maka Perusahaan akan memberikan tunjangan berupa uang yang jumlah besarnya akan disesuaikan dengan golongan jabatannya. 

3. Kepada karyawan yang menurut pertimbangan Perusahaan dipandang perlu mendapat pakaian kerja seragam dan atau sepatu, maka kepadanya akan disediakan oleh perusahaan seragam dan sepatu yang wajib dipakai dalam waktu kerja.

Baca juga: 9 Tips berpakaian saat interview yang membuat HRD terkesan

Cara membuat peraturan perusahaan

Cara membuat peraturan perusahaan
Ilustrasi pembuatan peraturan perusahaan (Sumber: Pexels)

Membuat peraturan perusahaan merupakan pekerjaan yang spesifik hanya dapat dikerjakan para ahlinya, yakni orang orang yang mengerti dan memiliki sertifikasi resmi yang diakui secara luas. Hal ini dikarenakan segala sesuatu yang tercantum dalam peraturan perusahaan harus disesuaikan dengan Undang-undang atau peraturan pemerintah yang berlaku. 

Dengan penjelasan di atas, semoga kamu semakin mengerti secara lebih mendalam mengenai peraturan perusahaan dan dapat menemukan perusahaan dengan peraturan yang sesuai. Apabila kamu ingin menemukan perusahaan kamu bisa mencoba membuat akun di EKRUT untuk dapat di hire secara langsung oleh perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia.

sign up EKRUT

Sumber:

  • Liberia
  • newsmoor
  • Metland 

Tags

Share