Published on

Careers

CTO adalah: Tugas, peran, 8 skill-set, dan proyeksi kariernya

Maria Tri Handayani

cto-adalah---EKRUT.jpg

Teknologi telah menjadi salah satu bagian yang tidak lepas dari suatu usaha bisnis. Itu sebabnya, peran seorang Chief Technology Officer (CTO) pun kini banyak dibutuhkan untuk memastikan keselarasan strategi teknologi dengan tujuan perusahaan. Lantas, apa yang dimaksud dengan CTO dan bagaimana perannya dalam perusahaan?

Apa itu CTO?

definisi cto
Peran CTO dan CIO telah dibedakan terkait operasional internal dan eksternal (Sumber: Ekrut)

Chief Technology Officer atau CTO adalah eksekutif yang bertanggung jawab atas kebutuhan, penelitian, dan pengembangan teknologi di dalam suatu perusahaan. Dalam pekerjaannya, CTO akan langsung memberikan laporan pada Chief Execuitve Officer (CEO) perusahaan. 

Selain CTO, suatu perusahaan umumnya juga memiliki jabatan eksekutif Chief Information Officer (CIO) dan mungkin kerap bingung dalam membedakan CTO dengan CIO. Sebabnya, kedua jabatan ini berkaitan erat dengan pengelolaan teknologi dalam suatu perusahaan. Namun, sesungguhnya kedua jabatan eksekutif ini amat berbeda.

Chief Information Officer umumnya bertugas mengelola infrastruktur dan operasional dari teknologi informasi (TI) perusahaan. Merekalah yang menerapkan sistem dan produk teknologi untuk menyederhanakan proses bisnis internal. Sementara itu, peran CTO lebih kepada membangun produk/layanan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan perusahaan. 

Sebelumnya, seorang CIO bisa memerankan dua peranan dalam perusahaan yaitu sebagai CIO itu sendiri sekaligus sebagai CTO. Namun, lambat laun perkembangan teknologi membuat kebutuhan untuk pemisahan kedua peran tersebut menjadi penting. Kedua jabatan ini kemudian dipisah supaya dapat berkontribusi maksimal dan efisien terhadap produktivitas perusahaan.

Meski begitu, sebuah perusahaan kini bisa sata hanya memiliki seorang CTO, CIO, atau memiliki keduanya. Secara umum, perusahaan-perusahaan besar memiliki kedua peran tersebut sementara perusahaan yang lebih kecil hanya memiliki salah satunya.

Baca juga: Panduan kerja: 100 hari pertama sebagai CFO

Tugas CTO

tugas cto
Seorang CTO memiliki tugas berbeda tiap perusahaan berdasarkan kebutuhan teknisnya (Sumber: Pexels)

Dilansir Investopedia, seorang CTO umumnya memimpin departemen teknologi atau teknik dalam suatu perusahaan. Mereka dituntut untuk mampu mengembangkan kebijakan dan prosedur serta menggunakan teknologi untuk peningkatan produk dan layanan perusahaan kepada pelanggan atau klien. 

Seorang CTO juga diharapkan mampu serta mumpuni untuk melakukan pengembangan strategi demi meningkatkan pendapatan melalui analisis biaya dan manfaat serta analisis laba atas investasi.

Berbeda dengan posisi CIO yang lebih berperan pada operasional dan internal perusahaan, seorang CTO lebih banyak bertugas terhadap strategi dan berwawasan ke luar. Seorang CTO juga memiliki tugas terhadap pertumbuhan bisnis eksternal dengan penerapan layanan dan produk yang melayani para klien atau pelanggan perusahaan. 

Di masa kini, seorang CTO menjadi orang di balik berbagai integrasi aplikasi dan proses digitalisasi transaksi produk dengan konsumen. Selain itu, seorang CTO juga mengelola profesional helpdesk serta membu0at keputusan tentang alat atau teknologi yang tepat untuk digunakan oleh perusahaan. Secara umum CTO bertugas sebagai perwakilan teknologi yang “menghadap ke luar” dan memastikan perkembangan teknologi perusahaan mendapat tempat di pasar maupun konferensi perusahaan terkait.

Peran dan jenis CTO dalam sebuah perusahaan

peran dan jenis CTO dalam sebuah perusahaan
Seorang CTO membantu dan mengatur strategi perusahaan terutama dalam hal infrastruktur teknologi (Sumber: Pexels)

Berdasarkan tugas-tugas CTO yang telah dijelaskan di atas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan seorang CTO berperan untuk urusan teknologi perusahaan kepada klien eksternal. Tak hanya itu, CTO juga secara langsung akan memiliki peran untuk mengembangkan strategi pendapatan dan melakukan analisis cost benefit dan analisis Return of Investment (ROI). 

Tanggung jawab seorang CTO di setiap perusahaan akan dipengaruhi beberapa faktor seperti ukuran perusahaan, industri, model bisnis, hingga jumlah karyawan. Namun, secara umum peran seorang CTO adalah sebagai berikut:

  • Mengembangangkan aspek teknis dari strategi perusahaan unutk memastikan keselarasan dengan tujuan bisnis
  • Menemukan dan menerapkan teknologi baru yang menghasilkan keunggulan yang kompetitif
  • Membantu departemen menggunakan teknologi secara menguntungkan
  • Mengawasi sistem infrastruktur untuk memastikan fungsionalitas dan efisiensinya
  • Membangun proses jaminan kualitas dan perlindungan data
  • Menggunakan impresi atau umpan balik dari para pemangku kepentingan untuk menginformasikan perbaikan serta penyesuaian yang diperlukan dalam segi teknologi
  • Mengkomunikasikan strategi teknologi kepada para mitra dan investor

Peran dari seorang CTO bisa jadi berbeda di tiap-tiap perusahaan. Namun, bila dilihat dari tugas utamanya maka umumnya terdapat beberapa jenis CTO yang antara lain adalah sebagai berikut:

  • Infrastructure, CTO dengan jenis dapat bertugas mengawasi data perusahaan, keamanan, pemeliharaan, dan jaringan perusahaan serta dapat menerapkan strategi teknis perusahaan. CTO infrastructure juga dapat mengelola technology roadmap perusahaan.
  • Planner, CTO jenis ini bertugas membuat visi tentang bagaimana teknologi dapat digunakan dalam perusahaan sambil menetapkan strategi teknis untuk perusahaan. Jenis CTO ini juga akan melihat bagaimana penerapan teknologi baru lebih lanjut dalam perusahaan untuk memastikan keberhasilannya.
  • Consumer-Focused, CTO jenis ini memiliki peran sebagai penghubung antara pelanggan dan bisnis dengan mengambil peran dalam costumer relation. Tak hanya itu, CTO jenis ini perlu memahami target market dan membantu menyampaikan proyek-proyek teknologi informasi kepada pasar.
  • Thinker, jenis CTO yang satu ini umumnya bertugas untuk membantu dan mengatur strategi perusahaan serta mendorong infrastruktur teknologi dalam perusahaan. Jabatan CTO jenis ini juga memiliki tanggung jawab terhadap analisis target pasar serta membuat model bisnis bagi perusahaan untuk klien atau pelanggan.

Perbedaan CEO, CFO, CTO, dan COO

perbedaan ceo, cfo, cto, dan coo
COO, CEO, CFO, dan CTO memang serupa, tetapi memiliki beberapa perbedaan (Sumber: Pexels)

Sebagai jabatan eksekutif atau C-Level maka kedudukan CTO berada dalam kelompok yang sama dengan para eksekutif lain. Namun, tiap jabatan-jabatan eksekutif ini memiliki ciri khasnya sendiri dalam proses bisnis perusahaan. Adapun perbedaan-perbedaan antara keempat jabatan eksekutif ini adalah sebagai berikut.

COO CEO CFO CTO
Menjabat sebagai pimpinan operasional perusahaan Menjabat sebagai pimpinan tertinggi perusahaan Menjabat sebagai pimpinan keuangan perusahaan Menjabat sebagai pimpinan bagian teknologi perusahaan
Bertugas untuk mengawasi dan mengambil keputusan terkait operasional perusahaan Bertugas mengambil keputusan dan strategi umum dari perusahaan Bertugas mengawasi perencanaan dan segala administrasi keuangan perusahaan Bertugas mengawasi data perusahaan serta keamanan dan pemeliharaan jaringan perusahaan
Bertanggung jawab menyelesaikan masalah perusahaan melalui ranah operasional (komunikasi, kolaborasi, improvisasi, rekrutmen, analisis operasional, dan implementasi strategi) Bertanggung jawab secara umum dalam perusahaan dan perlu mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan. Bertanggung jawab terhadap keuangan dan fungsi akuntansi dalam perusahaan, supervisi terhadap staf yang berhubungan dengan keuangan, dan memahami peraturan pajak yang berlaku. Bertanggung jawab pada strategi teknis untuk perusahaan dan penerapannya bagi penetrasi pasar
Posisi sebagai wakil presiden senior utama dalam perusahaan Posisi utama sebagai presiden/direktur utama dari sebuah perusahaan Posisi sebagai wakil presiden senior dalam perusahaan (urusan keuangan)  Posisi sebagai wakil presiden senior dalam perusahaan dengan orientasi teknologi yang berfokus pada konsumen 

Baca juga: Ini 7 cara menjadi CEO muda sukses yang tepat

8 Skill-set yang harus dimiliki oleh CTO

8 skill-set yang harus dimiliki oleh CTO
Seorang CTO tidak hanya harus berpengetahuan teknis tetapi juga dapat memimpin departemennya (Sumber: Pexels)

Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik, seorang CTO dituntut untuk menguasai kemampuan yang dapat menunjang kinerjanya. Beberapa skill yang harus dimiliki oleh CTO itu adalah sebagai berikut.

1. Leadership

Seorang CTO bekerja di tingkat eksekutif perusahaan. Hal ini berarti seorang CTO akan mengawasi manajer dan tim untuk memastikan semua hal teknis di perusahaan berjalan dengan baik.Hal ini membutuhkan kemampuan leadership supaya seorang CTO mampu mendelegasikan tugas dan memberikan bimbingan pada seluruh jajarannya.

2. Komunikasi

Seorang CTO yang baik harus memiliki kemampuan komunikasi lisan dan tulisan dengan mumpuni. Hal ini dilakukan agar seorang CTO dapat unggul dalam pekerjaan dan dapat membangun kerja sama dengan baik. Seorang CTO juga dituntut untuk dapat mengkomunikasikan kebutuhan teknologi perusahaan serta mengimplementasikan sistem baru atau modifikasi/pengembangan dari sistem teknis yang sudah ada. Seorang CTO juga harus dapat menyusun laporan tentang kinerja teknologi perusahaan dan memberikan umpan balik ketika dibutuhkan.

3. Pengambilan keputusan

Menduduki posisi sebagai seorang CTO berarti seseorang harus bertanggung jawab dalam membuat keputusan penting terutama yang berkaitan dengan teknologi. Hal ini mencakup teknologi internal dan urusan produksi hingga pemasaran. Oleh sebab itu, seorang CTO yang baik harus dapat mengambil keputusan tepat agar mampu memengaruhi progresivitas perusahaan.

4. Pemahaman bisnis

Seorang CTO juga harus memiliki pemahaman akan bisnis. Ia harus memahami kebutuhan perusahaan dan menggunakan keterampilan bisnis tersebut demi mengembangkan dan mengawasi strategi yang tepat dalam peningkatan kesuksesan perusahaan.

5. Organisasi

organisasi CTO
Seorang CTO juga dituntut untuk dapat berorganisasi dalam sebuah tim (Sumber: Pexels)

Bergantung pada ukuran perusahaan, seorang CTO dimungkinkan untuk mengelola beberapa departemen seperti infrastruktur, keamanan data, dan helpsdesk support. Hal ini menyebabkan kemampuan organisasi seorang CTO amat dibutuhkan untuk memastikan setiap departemen dapat bekerja satu sama lain.

6. Kemampuan teknologi

Kemampuan ini diharpkan mutlak dikuasai oleh seorang CTO. Pasalnya, seorang CTO diharapkan dapat memiliki latar belakang teknis yang kuat. Beberapa keahlian teknis yang kerap dicari dari seorang CTO antara lain adalah mampu mengoperasikan Agile, JavaScript, dan machine learning. Selain itu, ada pula persyaratan kemampuan seperti Java, Net., big data, manajemen proyek, dan kecerdasan buatan. Pemahaman yang kuat tentang teknologi akan membantu CTO dalam merancang strategi dan membuat keputusan terkait teknologi dalam perusahaan.

7. Mengikuti tren teknologi terkini

mengikuti tren teknologi terkini
Seorang CTO diharapkan terus mengikuti perkembangan teknologi agar mendukung pembaharuan sistem perusahaan (Sumber: Pexels)

Seperti halnya pengetahuan dalam suatu profesi yang terus berkembang, teknologi pun terus mengalami perkembangan seiring zaman. Oleh karena itu seorang CTO diharapkan mampu mengikuti tren atau tetap up to date terhadap tren teknologi ini. Hal ini nantinya akan berkorelasi dengan penawaran-penawaran inovasi teknologi dari perusahaan untuk kepentingan klien maupun operasional perusahaan.

Tak hanya itu, kemampuan seorang CTO dalam mengikuti tren teknologi juga akan memengaruhi progresivitas departemen teknologi dalam hal pembaharuan alat atau perangkat lunak. Dengan mengikuti perkembangan teknologi terbaru, seorang CTO dapat memperkirakan dimana bisnis dapat berada dalam beberapa tahun ke depan dan teknologi apa yang akan membawa perusahaan menuju ke sana. Hal ini membuat perusahaan senantiasa kompetitif, efisien, dan terukur.

8. Mengetahui kandidat rekrutmen

Bagian terpenting dari seorang CTO adalah menemukan kandidat-kandidat yang tepat untuk departemen teknologi yang ia pimpin. Hal ini merupakan urgensi yang harus dipenuhi sebab tak mungkin seorang CTO terbaik dapat bekerja tanpa sebuah tim. Terlebih, umumnya lebih banyak perusahaan mencari bakat daripada memilih kandidat yang memenuhi syarat dalam mencari peluang kerja baru.

Oleh karena itu, seorang CTO harus mengetahui kandidat yang memenuhi syarat-syarat teknis yang dibutuhkannya dalam membangun suatu ekosistem teknologi bisnis mumpuni. Seorang CTO harus berpartisipasi dalam proses perekrutan untuk timnya. Seorang CTO juga harus memiliki keterampilan untuk mengetahui siapa kandidat yang cocok dengan budaya perusahaan dan mana yang memiliki keterampilan selaras untuk perusahaan.

Proyeksi karier CTO saat ini

proyeksi karier cto saat ini
Untuk menjadi seorang CTO, dibutuhkan kemampuan dan pengalaman dalam hal teknis (Sumber: Pexels)

Tumbuhnya berbagai perusahaan rintisan atau start-up di Indonesia membuat peran teknologi dalam suatu ekosistem bisnis ikut berkembang. Di masa ini, hampir semua perusahaan komersial memerlukan teknologi seperti aplikasi jual-beli untuk memasarkan produknya. Bahkan, tak sedikit pula perusahaan yang memang menggunakan teknologi sebagai basis bisnisnya. Semua dapat berbisnis secara daring saat ini.

Hal ini membuat proyeksi karier untuk menjadi seorang CTO juga terbuka lebar. Pengembangan teknologi untuk urusan bisnis membutuhkan sosok CTO yang mumpuni. Dan belakangan, jabatan eksekutif ini umumnya dapat dimulai dari peran sebagai developer atau pengembang dan juga teknisi dalam suatu perusahaan. 

Dari situs Maryville University, disebut bahwa untuk mencapai jabatan CTO, seseorang harus berpengalaman setidaknya 10 sampai 15 tahun dengan spesialisasi peran pada teknologi informasi. Beberapa hal yang harus dikuasai sebelum mencapai posisi ini adalah tentang arsitektur jaringan, rekayasa big data, manajemen keamanan informasi, rekayasa keamanan, dan pengembangan perangkat lunak. 

Sebelum mencapai jenjang tertinggi pada posisi CTO, seseorang juga baiknya melalui posisi manajerial dalam bidang teknologi informasi. Hal ini dilakukan untuk mematangkan pengalaman dan kinerja seseorang. Kini, gaji seorang dengan jabatan CTO di Indonesia berkisar mulai 62 juta rupiah per bulan. 

Itulah tadi ulasan mengenai peran seorang CTO dan gambaran pekerjaannya. Jika kamu memiliki passion pada bidang teknologi, maka tak ada salahnya jika kamu bercita-cita sebagai seorang CTO di masa depan. 

SIGN UP EKRUT
Sumber

  • cnbcindonesia.com
  • online.maryville.edu
  • adevait.com
  • investiopedia.com
  • searchcio.techtarget.com

Tags

Share