Published on

Technology

Dalam 2 tahun, Pokemon Go raih Rp 25,8 triliun

Widyanto Gunadi

pokemon-1581771__340.jpg

Pokemon Go, salah satu game terpopuler di seluruh dunia, kini resmi berusia dua tahun. Sejak dirilis pertama kali pada bulan Juli 2016, popularitas game yang satu ini memang sudah tak seperti dulu. Akan tetapi, itu tak mengubah fakta bahwa, game Pokemon Go mampu meraup keuntungan yang amat besar, dalam waktu cukup singkat. Seberapa besar sih, pendapatan Pokemon Go dalam kurun waktu dua tahun? Berikut ini ulasannya untuk Anda! 

 

Peningkatan profit dalam 2 tahun

Game mobile besutan perusahaan bernama Niantic ini memang fenomenal. Pasalnya, pada satu tahun pertama saja, Pokemon Go mampu mendulang keuntungan dengan total senilai US$ 1,2 miliar. Kenaikan keuntungan terus terjadi hingga memasuki tahun kedua. Di tahun keduanya, Pokemon Go tercatat telah meraup untung sebesar US$ 1,8 miliar, atau setara dengan Rp 25,8 triliun.  

 

Sukses di lima negara 

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Sensor Tower, besarnya pendapatan Pokemon Go didominasi dengan pengguna Android. Survei tersebut menyatakan, 58 persen pengguna Android berkontribusi terhadap keuntungan bagi Pokemon Go. Sementara itu, sebesar 42 persen pengguna perangkat iOS menyumbang keuntungan tambahan. Pokemon Go nampaknya menjadi game terpopuler di lima negara besar di dunia. Dari hasil riset ini, Amerika Serikat dan Jepang adalah dua negara yang mengalami demam Pokemon Go paling masif. Daftar ini menjadi lengkap oleh tiga negara lain, yaitu Jerman, Inggris, dan Taiwan. 

 

Masuk 10 besar game paling menguntungkan 

Berdasar data dari Sensor Tower, Amerika Serikat merupakan negara yang menyumbang pendapatan terbesar bagi Pokemon Go, dengan angka senilai US$ 607 juta. Peringkat kedua dipegang oleh Jepang, yang menyumbang pemasukan untuk Pokemon Go senilai US$ 500 juta. Besarnya angka pendapatan ini membuat Pokemon Go sukses bertengger di posisi sembilan dari daftar 10 besar game paling menguntungkan.  

 

Miliki penggemar setia

Besarnya keuntungan ini membuktikan bahwa Pokemon Go selalu punya penggemar setia. Meski sekarang game ini tak setenar dulu, banyak pemain masih rela menghabiskan banyak uang untuk melengkapi koleksi Pokemon mereka. Selain itu, untuk tetap menarik minat pemainnya, Niantic terus melakukan inovasi untuk game Pokemon Go. Inovasi yang dimaksud termasuk menambah jumlah fitur, dan ragam Pokemon yang bisa ditangkap pemain. Berkat inovasi ini, pada bulan Juni 2018 lalu, berdasarkan laporan SuperData, jumlah pemain Pokemon Go mulai naik hingga ke titik tertingginya sejak memuncaki popularitas di tahun 2016. 

Apakah Anda salah satu penggemar setia Pokemon Go yang masih memainkan game ini?

 

Rekomendasi bacaan:
Founder Xiaomi ternyata awalnya seorang programmer
Asia mesti tingkatkan daya saing digital
Apa bedanya data scientist dan data analyst?

 

Sumber:
kompas.com
mutiarasoftindo.com

Tags

Share