Published on

Expert's Corner

Desain produk: Pengertian, tujuan, ruang lingkup, dan 3 jenisnya

Elisha Nathania

unnamed_(9).jpg

Dalam menciptakan sebuah produk seperti produk digital, desain produk merupakan hal yang tidak bisa terlewatkan. Pasalnya, tanpa desain produk yang matang, produk yang dihasilkan sebuah bisnis akan menjadi sia-sia karena tidak bisa digunakan oleh pengguna yang dituju. Kamu tertarik menggeluti karier dibidang desain produk, tapi masih belum paham secara mendalam? Yuk, simak ulasan lengkap berikut ini.

Apa itu desain produk?

apa itu desain produk?
Desain produk perlu mengedepankan empati (Sumber: Shutterstock)

Desain produk adalah sebuah proses mulai dari membayangkan sebuah desain, menciptakan, dan memperbaikinya yang dapat menyelesaikan masalah dari penggunanya secara spesifik. Kunci keberhasilan dari sebuah desain produk adalah mengerti secara menyeluruh terkait user, karena mereka yang akan menggunakan produk tersebut.

Dalam sebuah desain produk, kamu juga akan menggunakan kemampuan seperti empati dan observasi yang digunakan untuk memahami user seutuhnya mulai dari kebiasaan, tingkah laku, kebutuhan dan keinginan. Selain itu, desain produk juga harus bermanfaat untuk kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Tujuan desain produk untuk pengembangan bisnis

tujuan desain produk untuk pengembangan bisnis
Desainer produk akan memonitor posisi sebuah brand (Sumber: Shutterstock)

Desain produk sangat berperan dalam pengembangan bisnis, seorang desainer produk akan secara konsisten memastikan bahwa produk tetap cocok dengan kondisi pasar saat ini. Kamu mungkin sudah sering mendengar peran dari UI/UX Designer yang berperan dalam integrasi produk keseluruhan dan menghasilkan produk yang memuaskan untuk user. Namun, peran desain produk tidak hanya itu, melainkan lebih luas yaitu memonitor posisi dari sebuah brand di pasar dari waktu ke waktu.

Dalam sebuah rangkaian proyek pengembangan produk, seorang desainer produk akan mengawasi desain secara keseluruhan dan memberikan penjelasan kepada stakeholder mengenai Return on Investment (ROI). Pengamatan dalam desain produk juga sangat penting untuk memastikan sebuah brand mampu berkompetisi.

Ruang lingkup desain produk

ruang lingkup desain produk
Hal pertama dalam ruang lingkup desain produk adalah riset pengguna (Sumber: Shutterstock)

Karena tujuannya yang cukup penting untuk pengembangan bisnis, maka desain produk tidak hanya terbatas desain saja. Melainkan, ada beberapa hal lain yang menjadi ruang lingkup dari desain produk itu sendiri. Berikut beberapa ruang lingkup dari desain produk. 

1. Riset user atau pengguna

Sebelum memutuskan melakukan desain produk, tentunya kamu ingin mengetahui solusi apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh user. Kamu harus memahami motivasi, aspirasi dan tujuan yang dicapai oleh user. Untuk mencapai hasil riset terbaik, kamu akan bekerjasama dengan Product Manager, UX Researcher, Product Insight dan stakeholder lainnya untuk menentukan target user, masalah yang mereka hadapi dan tentunya KPI yang ingin dicapai dari produk yang akan dibuat.

Baca juga: 11 Skills utama seorang UX Designer 

2. Prototype dan desain

Lalu, setelah menentukan siapa user kamu dan apa masalah dari user, kamu akan mulai melakukan desain produk yang masih dalam bentuk draft. Selanjutnya, dengan menggunakan tools desain, kamu dan tim akan membuat prototype desain. Dalam proses prototyping ini, kamu dan tim akan menguji desain secara visual dan bagaimana interaksinya dengan pengguna. Selain interaksi yang baik dengan pengguna, prototype ini juga perlu mengikuti prinsip desain dari perusahaan.

3. Uji produk

Setelah prototype selesai, kamu akan bekerjasama dengan UX Researcher untuk mencari user yang sesuai untuk menguji produk. Ada berbagai metode untuk menguji desain produk yang biasa digunakan seperti tree testing, A/B testing, survei, interview atau live beta.

4. Desain produk lanjutan

Dengan memanfaatkan feedback dan data dari user, kamu kemudian akan melakukan desain produk lanjutan. Hal ini untuk memastikan bahwa produk dapat benar-benar menyelesaikan masalah user saat peluncuran produk.

5. Launching dan monitoring

Setelah desain produk selesai, kamu akan bekerjasama dengan tim engineer untuk membangun produk sesuai blueprint desain yang ada. Hal ini juga untuk memastikan bahwa produk sesuai dengan desain dan tidak memiliki bugs. Setelah produk diluncurkan, pekerjaan kamu tidak selesai begitu saja.

Kamu akan bekerjasama dengan UX Researcher dan Tim Product lainnya untuk memonitoring KPI. Berdasarkan data monitoring, kamu dan tim akan menyesuaikan kembali apakah desain produk perlu dimodifikasi atau perbarui. Secara garis besar, ruang lingkup desain produk saling berkaitan antara analisis, desain, meluncurkan produk, monitoring dan mengembangkan kembali produk. Dimana, tujuan utama dari desain produk ini adalah menyelesaikan masalah.

Baca juga: 5 Skills Product Manager 

3 Jenis desain produk

3 jenis desain produk
System, process dan interface adalah jenis-jenis desain produk (Sumber: Shutterstock)

Dalam desain produk, ada tiga jenis desain produk utama yang perlu kamu ketahui. Masing-masing jenis produk ini memiliki fungsinya masing-masing yang sangat penting. 

1. System design

Seperti namanya, system design berarti menitikberatkan pada sistem dalam produk kamu. Sehingga salah satu kompetensi yang harus kamu miliki adalah information architecture. Kamu harus mampu mengelola informasi agar menjadi sebuah system design yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Contoh nyata dari system design adalah ketika kamu berbelanja di supermarket.

Ketika kamu berada di sebuah supermarket, kamu akan menemui berbagai solusi sistematis yang dibangun dalam sebuah model hanya untuk bertransaksi jual beli. Mungkin, tanpa kamu sadari lorong-lorong dan rak pada supermarket sudah disusun sedemikian rupa agar menyesuaikan antara kebutuhan user (dalam hal ini pengunjung supermarket dan kebutuhan bisnis). Misalnya, saat hari raya Idul Fitri tiba, kamu akan menemukan kaleng biskuit dan sirup pada bagian depan supermarket. Ini merupakan sistem dalam desain produk yang dibangun oleh bisnis untuk memenuhi kebutuhanmu sebagai konsumen dan meningkatkan angka penjualan mereka sendiri. 

2. Process design

Setelah memiliki sistem dalam sebuah desain produk, kamu selanjutnya perlu memperhatikan process design. Berkaca dari contoh pengalaman berbelanja di supermarket tadi, kamu akan melalui berbagai proses pembayaran untuk membawa belanjaan kamu pulang. Nah, pada saat proses pembayaran ini, ada berbagai cara yang bisa kamu tempuh seperti mengantre secara konvensional untuk menunggu barang kamu dipindai oleh kasir atau melakukan self-checkout seperti yang sudah mulai ada di beberapa supermarket. Ada berbagai variabel dalam process design yang merupakan bagian dari desain produk ini, sehingga kamu harus memikirkannya dengan seksama.

3. Interface design

Sebuah desain produk dapat menentukan kemampuan, efisiensi, kecepatan dan keandalan dari desain interface. Ada berbagai kemungkinan interface design yang bisa kamu tawarkan kepada user. Misalnya saja pada contoh supermarket, saat kamu memilih self-checkout, kamu akan melihat interface berupa barang-barang apa saja yang kamu beli berikut total harganya. 

Interface design memang berbeda-beda, namun ada satu tujuan yang pasti yaitu memuluskan pengalaman user memakai sebuah produk. Setiap tantangan yang muncul dalam interface design harus dipertimbangkan matang-matang dan diselesaikan. Pasalnya, jika tidak dibuat semulus mungkin, desain produk akan gagal dan membuat user beralih ke produk lain.

Baca juga: Prospek karier Graphic Designer di tahun 2021 

Dapat disimpulkan, desain produk merupakan pekerjaan yang ruang lingkupnya luas dan membutuhkan berbagai kemampuan. Tanpa desain produk yang baik, sebuah brand tidak mampu bersaing di pasar dan mempertahankan bisnis jangka panjang. Ingin mengetahui lebih banyak terkait product development? Kamu bisa menonton video berikut ini.

SIGN UP EKRUT
Sumber:

  • Medium.com
  • Interaction-design.org
  • Productplan.com

Tags

Share