events

EKRUTmeets 8: Engagement jadi kunci kurangi turnover karyawan

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Maria Yuniar

Experienced Content Editor with a demonstrated history of working in the information technology and services industry. Skilled in News Writing, Headline Writing, Breaking News, Editing, and Feature Writing. Strong media and communication professional with a Graduate focused in Applied English Linguistics from Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

karyawan_7.JPG

Jika bekerja sebagai bagian dari tim HRD di perusahaanmu, pasti kamu akan berurusan dengan turnover karyawan. Berhentinya karyawan dari perusahaan pasti membuatmu memutar otak untuk mencari pengganti, dan tentunya mempertahankan mereka yang sudah ada di kantor tempatmu bekerja. Apakah kamu dan anggota tim HRD pernah mendiskusikan pangkal persoalan dari turnover karyawan? Sebenarnya, bagaimana sih caranya mengurangi tingkat resign para pekerja?

Untuk membahas persoalan ini, beberapa waktu lalu EKRUT berkolaborasi dengan LinkedIn dan Sleekr dalam event EKRUTmeets 8, "Finder keeper: how to hire and retain talents". Simak rangkuman diskusi tersebut berikut ini, untuk menemukan cara meredam tingkat pengunduran diri karyawan.

Baca juga  : Kembangkan bisnis, Sleekr akuisisi Talenta

Seberapa penting perusahaan memahami karakter kandidat?

Account Director LinkedIn Lanny Wijaya mengungkapkan, dengan memahami karakteristik serta keterampilan kandidat, perusahaan sebenarnnya bisa meningkatkan engagement dengan kandidat. Sebagai dampak baiknya, jika kandidat tersebut diterima bekerja di perusahaan tempatmu bekerja, maka keinginannya untuk resign di kemudian hari bisa diantisipasi. 

Head of Human Resources Sleekr, Ricky Surya Putra mengatakan, apabila perusahaan bisa memastikan karyawan mendapatkan kesempatan belajar yang tinggi, angka turnover pasti bisa diturunkan. Baginya, turnover bukan menjadi masalah jika seorang karyawan tidak bisa dipertahankan dengan budaya perusahaan. Engagement menjadi kunci agar perusahaan tidak terus-menerus kehilangan karyawannya.

 

Bagaimana dengan "talent war" di startup?

Ricky mengingatkan agar perusahaan rintisan atau startup siap menghadapi "talent war". Yang harus dipahami, para talent yang berkualitas biasanya menjadi pasif dalam pencarian kerja. Oleh karena itu, perekrut harus agresif dalam "menjemput bola". Namun, jangan khawatir.

Sebab, kata Lanny, keinginan dan motivasi yang dimiliki seorang kandidat akan mempertemukannya juga dengan perusahaan yang tepat. Sebab, diterimanya dan bertahannya seorang kandidat di suatu perusahaan bukan sekadar peran dari prestasi, daftar panjang di resume, maupun portofolionya. Namun juga motivasinya. 

 

Bagaimana menghadapi karyawan yang resign?

Ricky menjelaskan, jika hal ini kamu hadapi di perusahaan, ada yang mesti dicermati. Apalagi jika karyawan yang mengajukan resign, ternyata sudah lama bekerja di perusahaanmu. Kamu harus mencari tahu alasannya mengundurkan diri dan pindah ke perusahaan lain. Dengan demikian, kamu bisa tahu, apakah kesalahannya ada pada latar belakang karyawan, atau perusahaan?

Lanny mengingatkan, jika perusahaan menghargai dan memberikan kepercayaan kepada para karyawan, maka bisa dipastikan mereka tidak akan pindah ke perusahaan-perusahaan lain. Jadi kembali lagi, apa kunci untuk menurunkan angka turnover? Engagement.

0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Assessment_adalah_Pengertian__tujuan__dan_12_jenis_untuk_rekrutmen.jpg

    Careers

    Assessment adalah: Tujuan, Fungsi, dan Persiapan untuk Menghadapinya

    Nur Lella Junaedi

    03 November 2022
    6 min read
    business-2584721__340.jpg

    Careers

    Perlonggar persyaratan kerja perusahaanmu demi dapatkan kandidat yang sesuai

    Maria Yuniar

    12 October 2022
    4 min read
    jenis-psikotes---EKRUT.jpg

    Expert's Corner

    10 Jenis psikotes kerja yang sering digunakan dalam proses rekrutmen

    Maria Tri Handayani

    30 September 2022
    8 min read

    Video