Published on

Careers

Etika profesi: Prinsip, tujuan, manfaat, dan 7 contohnya di dunia kerja

Nur Lella Junaedi

etika-profesi-adalah-EKRUT.jpg

Pekerja profesional diharapkan selalu menjunjung tinggi etika profesi dalam pekerjaannya. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan etika profesi? Mari simak selengkapnya lewat tulisan di bawah ini.

Apa itu etika profesi? 

etika profesi adalah EKRUT 
Etika profesi berbicara tentang prinsip yang mengatur perilaku seseorang atau kelompok bisnis di tempat kerja - EKRUT

Berbicara tentang pengertian etika profesi, berbagai ahli memiliki pendapatnya masing-masing. Menurut Kaiser dalam buku Etika Profesi Hukum yang ditulis oleh Suhrawardi K. Lubis, etika profesi adalah sikap hidup tentang kesediaan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan keahlian dan terlibat penuh sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas.

Sementara dikutip dari iaa.govt.nz, etika profesi adalah prinsip yang mengatur perilaku seseorang atau kelompok dalam lingkungan bisnis. Dengan adanya etika profesional ini bisa memberikan gambaran tentang bagaimana seseorang harus bertindak terhadap orang lain dan institusinya dalam lingkungan tersebut. Pada akhirnya etika profesi ini akan digunakan oleh semua orang di kelompok yang sama meskipun nilai-nilai mereka mungkin unik bagi sekelompok orang tertentu.
 
Seringkali etika profesi ini disandingkan dengan kode etik profesi, dimana kode etik profesi mengacu pada etika profesional sebagai dasar untuk menentukan perilaku yang diwajibkan bagi anggota suatu profesi. Pengertian lain dari kode etik profesi juga disebutkan dalam UU No 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yaitu suatu pedoman, tingkah laku, sikap dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan kehidupan sehari-hari. 

Dari dua pengertian ini, bisa disimpulkan bahwa etika profesi lebih umum sedangkan kode etik menjelaskan hal-hal yang lebih terperinci. Di samping itu, kode etik juga banyak berhubungan dengan nilai-nilai profesi dan hukum negara di suatu tempat. Umumnya orang yang melanggar kode etik akan menerima sanksi berupa dikeluarkan dari profesinya, dicabut izin usahanya hingga diberikan sanksi hukum.  

Baca juga: Kenali manfaat dan prinsip etika bisnis dalam perusahaan

Tujuan etika profesi

Tujuan etika profesi
Dengan adanya etika profesi akan membuat karyawan bekerja lebih produktif (Sumber: Pexels)

Merujuk pada makalah yang ditulis Dr. Jitendra Kumar dari Berhampur University, disebutkan bahwa secara garis besar etika profesi memiliki tiga tujuan utama. Ketiga tujuan etika profesi tersebut adalah sebagai berikut,

  • Untuk memahami nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi pedoman profesi tertentu
  • Untuk menyelesaikan masalah moral dalam profesi
  • Untuk membenarkan penilaian moral tentang profesi

Secara gamblang, etika profesi memang dimaksudkan agar individu-individu profesional dapat mengembangkan seperangkat keyakinan, sikap, dan kebiasaan yang harus ditunjukkan sesuai dengan profesi mereka. Jika dijabarkan lagi, tiga tujuan dari etika profesi yang berkaitan dengan moral profesional ini dapat dikelompokkan menjadi dua tujuan utama. 

Pertama, etika profesi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif maupun keterampilan intelek dalam berpikir jernih. Tujuan ini meliputi 5 pokok sebagai berikut,

  • Munculnya kesadaran moral atau kemahiran dalam mengenali masalah moral dalam profesi
  • Penalaran moral yang meyakinkan, yaitu dapat memahami dan menilai pandangan berbeda dari pihak lain
  • Koherensi moral dengan membentuk sudut pandang konsisten yang berdasarkan fakta
  • Imajinasi moral, dilakukan dengan mencari tanggapan alternatif terhadap masalah dan mau menerima solusi kreatif dari pihak lain
  • Komunikasi moral, dilakukan untuk mengungkapkan dan mendukung pandangan seseorang kepada orang lain secara profesional

Kedua, etika profesi memiliki tujuan agar individu profesional dapat bertindak dengan cara yang diinginkan secara moral untuk menuju komitmen moral dan perilaku bertanggung jawab. Adapun penjabaran dari tujuan ini adalah sebagai berikut,

  • Adanya kewajaran moral, yaitu mau dan mampu bertanggung jawab secara profesional
  • Menghormati orang lain dengan menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain
  • Toleransi terhadap keragaman dengan menghormati perbedaan etnis dan agama, serta menerima perbedaan secara wajar dalam perspektif moral profesional
  • Harapan moral yang didukung dialog rasional untuk menyelesaikan suatu masalah terkait dengan moral profesi
  • Integritas yang dilakukan untuk proses integrasi antara kehidupan profesional dengan pribadi seseorang di luar profesi.

Penjabaran tujuan etika profesi di atas setidaknya memberi gambaran bahwa etika profesi adalah rambu-rambu moral bagi individu profesional dalam kehidupannya. Hal ini secara langsung berpengaruh terhadap bagaimana seseorang dapat mempertanggungjawabkan profesinya kepada masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Baca Juga: Kenali manfaat dan prinsip etika bisnis dalam perusahaan

Manfaat etika profesi 

etika profesi adalah EKRUT 
Dengan adanya etika profesi akan membuat karyawan bekerja lebih produktif - EKRUT

Begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh karyawan dan perusahaan tatakala etika profesi ini ditunaikan dengan benar, salah satunya karyawan akan mendapat suasana kerja yang lebih positif. Selain itu membuat karyawan bahagia dan puas saat mereka datang ke kantor. Lebih dari itu, manfaat lain dari etika profesi adalah,

1. Meningkatkan produktivitas kerja 

Etika profesi mengajarkan kepada karyawan untuk menghargai pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung jawab. Hal itu yang pada akhirnya akan membuat karyawan bisa menyelesaikan target dengan tepat waktu dan merangsang produktivitas kerja. 

2. Peningkatan branding merek 

Ketika karyawan menanamkan nilai-nilai dan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan, maka akan dipastikan karyawan menghindari proses pembuangan limbah yang berbahaya pada lingkungan masyarakat. Dengan begitu, maka akan timbul kepercayaan dari masyarakat bahwa perusahaan memiliki prinsip ramah lingkungan. Pada akhirnya bentuk kepercayaan inilah yang bisa meningkatkan citra merek di mata pelanggan. 

Baca juga: Mengenal pentingnya branding dalam bisnis

3. Beradaptasi dengan perubahan 

Pekerja yang memiliki etika profesi adalah suatu bentuk kesuksesan perusahaan. Sebab mereka bisa menjadi tim yang bisa dipercaya, diandalkan, bertanggung jawab dan siap dengan semua perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja. Ini juga membuat perusahaan mudah memutuskan arahan bisnis, karena karyawan akan selalu menghargai dan mendukung apapun yang diputuskan oleh perusahaan. 

4. Lingkungan kerja bebas dari masalah 

Kamu bisa membayangkan orang yang bekerja tanpa nilai etika profesi, mereka akan bekerja tanpa arah dan memikirkan orang lain. Dari sana bisa timbul masalah berupa kejahatan dalam dunia kerja seperti sexual harassment, korupsi, bekerja tidak sesuai SOP dan sebagainya. Sebaliknya, karyawan yang taat dan tunduk terhadap etika profesi mereka dapat menghindari penyimpangan itu dan membuat lingkungan kerja menjadi lebih baik.  

Dari manfaat di atas bisa terlihat beberapa prinsip etika profesi yang umumnya dimiliki atau harus ada dalam diri seorang karyawan di antaranya: 

  • Prinsip integritas moral 
  • Prinsip otonomi 
  • Prinsip keadilan 
  • Prinsip bertanggung jawab

7 Contoh etika profesi dalam dunia kerja

7 Contoh etika profesi dalam dunia kerja
Pengetahuan mengenai etika profesi akan bermanfaat untuk perkembangan kariermu ke depan.

Etika profesi secara mendasar memang berhubungan dengan moral seseorang yang terikat secara profesional dengan apa yang ia kerjakan. Namun dalam dunia kerja terdapat beragam etika profesi yang patut diketahui. Beberapa contoh etika profesi dalam dunia kerja tersebut antara lain adalah sebagai berikut,

1. Transparansi

Etika profesi dalam dunia kerja umum bisa dicontohkan lewat transparansi. Etika ini menuntut pelibatan representasi fakta secara akurat. Transparansi mengharuskan seorang pegawai untuk mengatakan kebenaran secara keseluruhan dan mengomunikasikan dengan jelas dan terbuka tentang yang dilakukannya sebagai pegawai perusahaan. Hal ini dapat dicontohkan misalnya seorang pegawai mendapat perusahaan konsultan pajak mendapat klien dari atasan mengerjakan catatan pajak dari klien tersebut. Di tengah proses konsultasi, klien ini menawarkan sejumlah uang kepada pegawai dengan harapan agar pegawai mau melakukan beberapa penyelewengan dari pelaporan pajak si klien.

Jika seorang pegawai tersebut taat pada etika transparansi, maka ia harus membicarakan hal tersebut pada atasannya dan meminta kebijakan perusahaan. Namun, jika ia tidak patuh pada etika transparansi maka ia akan melakukan kesepakatan dengan klien tanpa sepengetahuan perusahaan.

2. Integritas

Etika profesi yang satu ini mungkin paling akrab bagi masyarakat awam karena dapat ditemukan di hampir semua kantor atau lembaga pemerintahan. Etika ini menuntut seorang pegawai untuk berpegang teguh pada keputusan, terutama ketika ditekan untuk melakukan sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kehormatan dan keberanian bagi seorang pegawai dalam menghadapi tekanan atau kehendak negatif.

Contoh dari etika ini dapat dilihat dari seorang pegawai pemerintahan di dinas tertentu, misalnya datang seseorang dari perusahaan tambang yang hendak mengajukan penerbitan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Karena prosesnya rumit dan sulit dipenuhi, maka seseorang ini hendak memberikan gratifikasi pada pegawai dinas terkait untuk memuluskan rencananya.

Jika pegawai tersebut berintegritas maka ia akan tetap memberi arahan pada seseorang tadi untuk mengikuti aturan yang berlaku dalam penerbitan AMDAL. Namun, jika pegawai tersebut tidak berintegritas, maka ia akan menerima gratifikasi itu dan membuat penerbitan AMDAL menjadi mudah dengan segala cara.

3. Loyalitas

Etika profesi yang satu ini secara umum berhubungan dengan relasi pegawai dan perusahaan tempatnya bekerja. Secara profesional, pegawai dituntut memiliki loyalitas kepada tempatnya bernaung. Loyalitas memungkinkan bisnis untuk membuat keputusan menguntungkan dari hubungan baik antar pegawai dan dapat mengatasi pengaruh dan kepentingan dari luar.

Hal ini dapat dicontohkan dengan seorang pegawai memiliki koneksi dengan perusahaan lain dengan sektor bisnis yang sama dengan tempatnya bekerja. Ia mendengar bahwa perusahaan tempatnya bekerja kesulitan mengeksekusi suatu proyek di daerah tertentu. Sedangkan, perusahaan lain yang ia ketahui juga sedang mengerjakan proyek serupa di daerah lain dan juga sama-sama mengajukan tender untuk proyek di daerah yang sama

Jika pegawai tadi memiliki etika loyalitas yang tinggi maka ia akan mencoba mencari solusi dari kesulitan perusahaannya dalam mengeksekusi proyek tersebut secara profesional. Namun, jika pegawai tadi tidak memiliki etika loyalitas maka ia akan menghubungi koneksinya di perusahaan lain untuk memberitahu bahwa eksekusi proyek perusahaannya sedang di ujung tanduk dan perusahaan lain bisa segera mengajukan penggantian antar-waktu di mana pegawai tersebut akan pindah ke perusahan lain itu.

4. Menjunjung tinggi reputasi

Perusahaan yang memiliki etika profesi ini akan mempertahankan dan melindungi reputasi positifnya dengan membangun budaya kerja yang baik dan motivasional. hal ini dilakukan juga dengan membuat investor tetap terlibat dan memberikan layanan yang prima bagi klien atau pelanggan. Hal ini dicontohkan dengan kebijakan perusahaan yang tetap mendiskusikan segala perencanaan baik operasional maupun keuangan bersama seluruh investor atau mendiskusikan permasalah yang ada. Jika perusahaan tidak memiliki etika, maka perusahaan bisa tidak memedulikan peran investor dalam proses pemecahan masalah atau kerugian tertentu.

5. Akuntabilitas

Etika akuntabilitas ini dapat dilakukan oleh suatu perusahaan atau seorang profesional dengan menerima tanggung jawab atas semua keputusan yang dibuat bersama. Etika ini juga menuntut kedua pihak untuk mengakui kesalahan jika memang terbukti bersalah dalam kepentingan profesionalitas baik perusahaan maupun individu. Etika ini dapat digambarkan dari seorang dokter yang melakukan praktik pengobatan di luar kaidah-kaidah spesialisasinya. Ia kemudian dinyatakan bersalah oleh organisasi keilmuannya dan terancam dicabut izin praktiknya. Jika dokter tersebut beretika profesi yang baik, maka ia akan mengakui kesalahannya dan mempertanggung jawabkan praktik kedokterannya.

6. Menghormati kolega

Etika profesi yang juga umum di dunia kerja adalah menghormati profesionalitas orang lain. Hal ini berlaku pada setiap pegawai dalam suatu kantor tertentu, entah ia seorang magang, junior, maupun petugas kebersihan. Hal ini dapat dicontohkan dengan rasa saling menghargai antar pegawai dengan jabatan atau posisi apapun dalam suatu perusahaan. Contoh buruk dari pegawai yang tak beretika adalah cara memperlakukan orang dengan jabatan di bawahnya secara semena-mena seperti menjadikan anak magang sebagai suruhan untuk melakukan banyak hal di luar kompetensinya.

7. Menerima dan memberi kritik dengan baik

Etika profesi ini juga umum ditemui dalam dunia kerja karena relasi antar pegawai yang kuat. Dalam suatu permasalahan, kritik menjadi penting dan menerima kritik juga tak kalah penting. Suatu pekerjaan profesional akan dapat diselesaikan dengan baik jika terjadi diskusi dan kritik yang baik. Jika suatu kritik diterima dengan panas hati maka suatu pekerjaan justru akan terbengkalai atau relasi akan berubah buruk.

Contoh dari etika ini dapat dimisalkan sebuah tim kontraktor sedang bekerja sama membangun sebuah jembatan di daerah terpencil. Salah satu perwakilan kontraktor menganggap bahwa diperlukan dana tambahan untuk menyambung jembatan di kedua sisi. Sedangkan para perwakilan kontraktor lainnya menganggap bahwa hitungan mereka sudah tepat dan tidak perlu adanya dana tambahan. Bahkan ketika dihitung kembali memang sudah tepat.

Sebagai rekan tim yang beretika, para perwakilan kontraktor lainnya akan memberi kritik pada seorang tadi dan menunjukkan perhitungannya. Jika telah dicapai kesepakatan kembali, maka proyek bisa dilanjutkan lebih cepat. Cara meyakinkan satu pihak yang memiliki wacana lain ini juga perlu diperhitungkan secara tepat agar tak menyinggung idenya sebagai profesional.

Etika profesi untuk pekerjaan spesifik

etika profesi adalah EKRUT 
Dokter memiliki kode etik yang harus mereka laksanakan - EKRUT

Berikut ini contoh dari etika profesi yang umumnya dimiliki oleh beberapa profesi mulai dari: 

1. Dokter 

Sebagaimana kita tahu bila Dokter terikat dengan kode etik yang mereka miliki atau lembaga kedokteran keluarkan. Adapun contoh bentuk dari kode etik dokter seperti, 

  • Seorang Dokter menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan sumpah atau janji dokternya
  • Dalam pengambilan keputusan seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengekang kebebasan atau kemandirian profesinya
  • Seorang dokter wajib hanya memberikan surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya 

2. Penasihat keuangan 

Penasihat keuangan terikat secara hukum pada kode etik yang dikenal sebagai kewajiban fidusia. Kode etik profesi ini mewajibkan mereka bertindak demi kepentingan terbaik klien. Beberapa kode etik yang harus dimiliki oleh penasihat keuangan seperti objektivitas, integritas dan kejujuran.

3. Pelaku bisnis 

Tak hanya dua profesi di atas saja yang memiliki etika profesi, pelaku bisnis juga memiliki beberapa bentuk kode etik misalnya, 

  • Menjaga kerahasian dan privasi informasi tentang klien atau saat mereka menangani data dari perusahaan sendiri 
  • Kebijakan kepedulian dan pertimbangan, di sini perusahaan dapat menetapkan kebijakan yang mewajibkan karyawan untuk berperilaku dengan penuh perhatian. 
  • Mematuhi hukum. Maksudnya adalah perusahaan menetapkan pedoman bagi karyawan untuk mematuhi hukum tatkala karyawan mungkin menyimpang dari aturan perusahaan. 

Itulah sekilas informasi tentang etika profesi yang memiliki peran penting dalam menstabilkan jalannya operasional perusahaan, di samping menjamin keamanan dan kepuasaan bagi karyawan sendiri.

Baca juga: Begini cara lakukan penilaian kinerja karyawan di saat pandemi

Tentunya yang perlu kamu ingat adalah bahwa setiap profesi memiliki etika profesi atau kode etiknya masing-masing. 

etika profesi adalah EKRUT

Sumber: 

  • indeed.com
  • mkekidi
  • iaa.govt.nz
  • content.wisestep.com
  • UU No 8 Tahun 1974

Tags

Share