Published on

Careers

Fraud adalah: Pengertian, 3 faktor pendorong, jenis, dan cara mencegahnya

Algonz D.B. Raharja

fraud_adalah.jpg

Laporan keuangan merupakan salah satu hal pokok dari sebuah perusahaan yang dapat berpengaruh pada pengambilan suatu keputusan ekonomi. Setiap data dan aspek dalam sebuah laporan ekonomi merupakan poin penting dalam suatu kajian ekonomi perusahaan secara umum. Namun, dalam proses pelaporan keuangan ini acap kali ditemukan fraud yang dapat merugikan perusahaan maupun membuat pengambilan keputusan menjadi keliru.

Lantas, apa yang dimaksud fraud dalam dunia bisnis, khususnya dalam pelaporan keuangan ini? Dan, bagaimana cara mencegahnya? 

Baca juga: 10 Contoh integritas dalam dunia kerja dan cara menunjukkannya

Apa itu fraud?

Apa itu fraud?
Fraud umum terjadi sebagai white collar crime di dalam perusahaan atau organisasi (Sumber: Pexels)

Menurut kamus Merriam-Webster, fraud dapat diartikan secara spesifik sebagai penyimpangan kebenaran yang disengaja untuk membujuk orang lain untuk berpisah dengan sesuatu yang berharga atau menyerahkan haknya yang sah. Sedangkan, menurut ensiklopedia Britannica, fraud diartikan sebagai penipuan secara hukum dengan cara kesalahan penyajian fakta yang disengaja. 

Selebihnya, Britannica membahas fraud sebagai penipuan atau kejahatan yang dilakukan untuk memperoleh uang dengan kepura-puraan palsu atau peniruan identitas. Fraud sebagai penipuan juga dijelaskan James Chen lewat artikelnya di Investopedia di mana ia mendefinisikan fraud sebagai tindakan menipu dengan sengaja yang dirancang untuk memberikan keuntungan pada pelaku pelanggar hukum. 

Fraud atau penipuan ini dapat termasuk seperti penipuan pajak, penipuan kartu kredit, penipuan kawat telepon, penipuan kartu kredit, penipuan sekuritas, dan penipuan keuangan yang mengarah pada kebangkrutan. Aktivitas penipuan atau fraud ini dapat dilakukan oleh satu individu, kelompok, maupun sebuah perusahaan bisnis secara utuh.

Dalam ranah pelaporan keuangan, fraud secara umum dapat diartikan sebagai penyajian laporan keuangan palsu secara disengaja atau penghilangan jumlah tertentu untuk menipu pengguna atau pemilik hak dari laporan keuangan tersebut. Fraud dalam laporan keuangan umumnya dilakukan dengan penyajian data yang salah atau pengungkapan jumlah yang tidak relevan secara riil. 

Suatu perusahaan bahkan bisa melakukan fraud hanya dengan melebih-lebihkan pendapatannya dengan menghilangkan utang dagang dan kewajiban lain yang seharusnya dibayar. Beberapa kasus fraud juga terjadi oleh individu dalam suatu perusahaan atau usaha yang berhubungan dengan keuangan. Beberapa perusahaan lantas mencegah fraud ini dengan adanya audit.

Baca juga: Fraud triangle dan jenis kecurangan di tempat kerja

3 Faktor pendorong fraud

3 Faktor pendorong fraud
Fraud dilakukan dengan berbagai cara dengan menyalahgunakan kewajiban. (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fraud dapat terjadi atau dilakukan oleh perseorangan hingga organisasi. Fraud dapat terjadi dengan berbagai alasan dan latar belakang yang umumnya berhubungan dengan tekanan ekonomi atau kepentingan terkait ekonomi. Berikut ini adalah 3 faktor pendorong terjadinya fraud di suatu organisasi atau perusahaan.

1. Faktor individu

Dalam risalahnya tentang fraud, Anisa Putri menjelaskan bahwa faktor individu menjadi salah satu faktor utama terjadinya fraud dalam pelaporan keuangan atau penipuan lain. Faktor individu ini melekat pada diri seseorang dan terbagi menjadi dua kategori yaitu moral dan motivasi. Kategori moral dalam individu pelaku fraud dapat muncul karena sifat seperti keserakahan. Sedangkan motivasi individu dalam melakukan fraud umumnya berhubungan dengan kebutuhan individu itu sendiri yang tidak terpenuhi.

2. Himpitan ekonomi

Faktor himpitan ekonomi berkorelasi dengan kebutuhan individu tadi. Seseorang melakukan fraud karena ia merasa tidak dapat memenuhi kebutuhannya yang juga dikarenakan oleh himpitan ekonomi. Tekanan ekonomi yang dirasakan seseorang dapat memengaruhinya untuk mengambil keputusan yang keliru dan mengarah pada fraud. Fraud dengan dorongan faktor ini umumnya dilakukan untuk keuntungan diri sendiri.

3. Lemahnya hukum

3. Lemahnya hukum
Lemahnya hukum dapat membuat fraud berpotensi sering terjadi (Sumber: Pexels)

Selain faktor individu dan ekonomi, faktor utama yang menunjang terjadinya fraud adalah penindakan hukum yang lemah. Ketika sanksi pidana atau hukum terlihat lemah dan memiliki celah, maka pelaku fraud tidak akan merasa takut untuk melakukan tindakan negatifnya tersebut. Hal ini dapat dilihat dari contoh kasus-kasus korupsi yang umumnya mendapat potongan hukuman dan sanksi pidana ringan dibanding kasus pencurian lain.

Baca Juga: 10 Jenis bukti transaksi yang biasa digunakan dalam bisnis

4 Jenis fraud

4 Jenis fraud
Pencurian data internal perusahaan lewat komputer merupakan salah satu fraud yang umum terjadi (Sumber: Pexels)

Fraud memang umumnya berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Pengaruh fraud dalam dunia ekonomi dan sosial juga cukup erat karena setiap orang atau siapa saja dapat menjadi pelakunya dengan latar belakang atau alasan apa pun. Berikut ini adalah jenis-jenis fraud yang umum terjadi di lingkungan perusahaan maupun instansi atau organisasi,

1. Penyimpangan aset

Penyimpangan aset merupakan fraud yang umumnya terjadi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Fraud jenis ini dapat dilakukan oleh individu atau kelompok orang yang bekerja di dalam suatu organisasi atau perusahaan dengan menyalahgunakan aset perusahaan demi keuntungan pribadinya. Fraud jenis penyimpangan aset ini misalnya terjadi dengan cara menggelapkan kas kantor, menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, hingga menggunakan nama kantor demi keuntungan pribadinya.

2. Pencurian data

Pencurian data merupakan fraud yang terjadi dengan pengambilan data-data penting organisasi untuk kepentingan pribadi pelaku. Fraud jenis ini umumnya disebut computer fraud jika di suatu perusahaan atau organisasi terdapat pencatatan data terpusat pada komputer baik berisi pembukuan keuangan maupun catatan operasional. Sumber daya komputer yang diretas atau dicuri demi keuntungan pribadi ini masuk dalam computer fraud.

3. Korupsi

Korupsi merupakan fraud yang paling umum terjadi di suatu organisasi atau perusahaan. Menurut Britannica, korupsi merupakan perilaku menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang bersumber pada sesuatu hal yang bukan haknya. Korupsi dapat berbentuk penyuapan, pemerasan, dan penyalahgunaan informasi orang dalam di suatu organisasi. Korupsi sebagai fraud juga dapat berwujud gratifikasi atau pemberian hadiah demi kepentingan jangka panjang.

4. Penggelapan uang

Penggelapan uang
Penggelapan uang lewat skema investasi bodong merupakan salah satu fraud di bidang pemasaran (Sumber: Pexels)

Penggelapan uang merupakan fraud yang berkorelasi dengan white collar crime di mana seseorang atau kelompok menyalahgunakan aset yang dipercayakan kepadanya. Aset dalam hal ini adalah uang atau atau investasi yang berujung pada investasi bodong. Contoh dari fraud jenis ini misalnya adalah multi level marketing dengan skema Ponzi di mana pelaku menipu para investor untuk mempercayakan aset dan menggelapkan uang mereka tanpa diketahui ujungnya.

Baca juga: Pahami fungsi Non Disclosure Agreement (NDA) untuk bisnismu

Cara mencegah terjadinya fraud

Cara mencegah terjadinya fraud
Fraud dapat dicegah dengan audit keuangan dan sosialisasi secara simultan kepada pegawai (Sumber: Pexels)

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fraud adalah sebagai berikut:

  • Sosialisasi anti korupsi, cara ini merupakan cara paling awal untuk menjelaskan pada setiap karyawan atau pegawai dalam perusahaan tentang bentuk-bentuk korupsi. Beberapa orang seringkali tidak begitu paham hal-hal apa saja yang termasuk korupsi dan masuk dalam ranah pidana. Pemahaman melalui sosialisasi anti korupsi ini penting bagi edukasi pegawai tentang pentingnya integritas dalam suatu organisasi.
  • Audit keuangan simultan, salah satu cara untuk mencegah terjadinya fraud di ranah laporan keuangan adalah mengadakan audit keuangan, baik audit internal maupun eksternal. Audit dilakukan untuk mengoreksi laporan keuangan perusahaan secara lengkap dan terperinci agar dapat menemukan potensi-potensi penggelapan aset dan tindakan fraud lain yang mungkin dilakukan pegawai terkait.
  • Penetapan hukum secara tegas, penindakan hukum terhadap pelaku fraud juga harus didukung secara integral dari perusahaan hingga aparat berwenang. Hal ini juga dapat didukung dengan membuka ruang bagi whistle blower dan investigasi internal dalam perusahaan untuk memeriksa terduga kasus fraud sebelum nantinya diteruskan pada pihak berwajib.

Baca Juga: Assessment Adalah: Pengertian Tujuan, dan 12 jenis untuk Rekrutmen

Contoh kecurangan fraud

Contoh Kecurangan Fraud
Praktik calo di kantor-kantor pemerintahan untuk kepentingan publik merupakan salah satu bentuk fraud (Sumber: Pexels)

Beberapa contoh fraud yang umum terjadi di sekitar kita adalah korupsi maupun penggelapan aset. Berikut ini adalah beberapa contoh fraud tersebut:

  1. Seorang pegawai pemerintahan bertugas di loket layanan publik untuk pembuatan kartu tanda penduduk (KTP). Proses pengurusan kartu penduduk hingga cetak seyogyanya dapat selesai dalam waktu kurang dari 30 menit dengan biaya gratis. Namun karena antrean panjang dan birokrasi berbelit yang harus dilakukan para pencari KTP, pegawai pemerintahan tadi tergerak untuk membuka jalur cepat pencetakan KTP melalui dirinya dengan biaya tertentu. Hal ini adalah fraud yang berbentuk penyalahgunaan wewenang dan penyuapan.
     
  2. Pak B memiliki bisnis bertajuk multi level marketing sebuah produk obat herbal tertentu. Ia memiliki kewajiban untuk menemukan calon-calon investor lain yang nantinya bergabung dalam pengelolaannya. Setelah mendapat 100 orang baru yang memasarkan produk herbalnya, Pak B menggelapkan uang investasi para investornya untuk menunaikan ibadah haji dan berwisata ke luar negeri. Padahal, uang yang disebut “investasi” tadi sebetulnya tidak sebanding dengan kualitas obat herbal yang ia jual. Hal ini merupakan fraud berbentuk penggelapan aset.
     
  3. Sebuah perusahaan sekuritas menghasut calon investornya untuk menanamkan investasi saham lewat perusahaannya. Semua pekerja di perusahaan sekuritas itu bekerja untuk memanipulasi dana dari investor agar tampak diinvestasikan dengan baik, namun sebenarnya yang terjadi adalah dana tersebut dialihkan oleh perusahaan sekuritas tersebut pada bisnis di bidang lain. Hal ini merupakan fraud berbentuk penyalahgunaan aset.

Potensi fraud tetap ada di dalam sebuah bisnis atau usaha yang mencakup banyak pegawai atau para pemangku kepentingan. Kasus fraud terjadi tentunya karena ada celah atau potensi penipuan dalam suatu organisasi. Pelaporan keuangan hingga penyalahgunaan aset menjadi dua hal utama yang perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah penting bagi perusahaan agar dapat bekerja sama dengan auditor maupun pihak eksternal untuk melakukan langkah preventif terhadap potensi fraud.

sign up EKRUT

Sumber:

  • KAJIAN: FRAUD (KECURANGAN) LAPORAN KEUANGAN Anisa Putri., SE, MM ABSTRACT PENDAHULUAN
  • Fraud Definition
  • Fraud | Definition of Fraud by Merriam-Webster Fraud definition is

Tags

Share