Published on

Technology

Dua kali ditolak, tahun depan Gojek mengaspal di Filipina

Nur Lella Junaedi

Gojek-di-filipina-EKRUT.jpg

Perusahaan decacorn Gojek kembali mengajukan izin untuk yang ketiga kalinya agar bisa mengaspal di Filipina. 

Tidak seperti yang sebelumnya, nampaknya proses regulasi ini akan berhasil. Sebab, Gojek telah bekerja sama dengan pengusaha lokal yakni Paulo Campos. 

Paulo Campos adalah pemilik dari 35 persen saham terbesar dari perusahaan lokal Filipina yakni Pace Crimson Ventures Corp.  
 
Pace Crimson ini yang pada akhirnya memiliki saham sebesar 60 persen di perusahaan lokal rintisan Gojek di Filipina yakni, Velox Technology Philipines. 

Gojek memang sempat dilarang di negara tersebut sebanyak dua kali, pada Desember 2018 dan Maret tahun ini.

Baca juga: Gojek berganti logo, ini cerita di baliknya

Itu karena konsititusi Filipina tidak mengijinkan perusahaan asing beroperasi. Terkecuali perusahaan tersebut kepemilikan sahamnya dimiliki oleh warga lokal, setidaknya sebesar 60 persen.

Setelah adanya kesepakatan ini, kabarnya otoritas Filipina yang diwakili oleh Martin Delgra telah melihat dokumen perizinan tersebut dan telah mengesahkannya kepada DOTR. 

Dengan adanya izin tersebut, rencananya pada 2020 nanti Gojek bisa memasuki dua negara sekaligus yakni Filipina dan Malaysia.

Gojek dan Grab di Filipina

Sejak lama, Gojek memang telah membidik negara Filipina. Hal itu karena Filipina merupakan negara kedua terpadat di Asia Tenggara setelah Indonesia.

Sementara itu, di Filipina sendiri bisnis raid hailing (berbagi tumpangan) dikuasai oleh pesaing satu-satunya yakni Grab. 
 
Pada Senin lalu, Ketua Kompetisi Filipina Arseno Balisacan menyerukan agar masuknya kompetitor lain selain Grab. Ini dimaksudkan untuk memberikan persaingan yang sehat antar perusahaan transportasi.
 

Rekomendasi Bacaan: 

Sumber: 

Tags

Share