Careers

Golden Ratio: Pengertian dan Cara Menerapkannya Pada Desain

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Chey Yuanita

Versatile writer, proficient in researching, writing and editing diverse content. Works with minimal input to produce engaging, authoritative and error-free work.

Golden_ratio_HL.png

Dunia seni dan desain berkaitan erat dengan naluri dan kreativitas. Nyatanya, tak sebebas yang kamu pikirkan, lho! Desain juga dibuat dengan perhitungan matematika agar hasilnya lebih indah dan istilah ini disebut dengan golden ratio. Golden ratio adalah angka yang sangat berguna untuk menciptakan desain agar hasilnya lebih seimbang dan sempurna secara estetika. Suatu hal yang proporsional mampu menciptakan perasaan nyaman ketika memandangnya. Berikut penjelasan tentang golden ratio dan bagaimana cara menerapkannya dalam desain.

Baca juga: Desainer grafis: Tanggung jawab, skill-set, dan proyeksi karier 2022

Apa itu golden ratio?


Golden ratio digunakan untuk membantu hasil desain agar komposisinya seimbang (sumber: pixabay)

Sering disebut dengan golden section, golden mean, atau divine proportion. Pengertian dari golden ratio adalah angka yang digunakan ketika dua kuantitas dibagi sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasio yang sama dari rasio jumlah terbesar dari kedua kuantitas. Angkanya adalah 1.618 atau disebut dengan Phi. Golden ratio digunakan untuk membantu menciptakan hasil desain agar komposisinya lebih seimbang.

Setidaknya, golden ratio telah digunakan selama 4000 tahun dalam seni dan desain manusia. Bahkan, bisa lebih lama dari itu. Beberapa ada yang berpendapat bahwa orang-orang Mesir Kuno menggunakan prinsip ini untuk membangun Piramida. Zaman dahulu, orang Yunani menggunakan deret Fibonacci untuk membentuk pola visual pada sebuah desain.

Deret tersebut merupakan penjumlahan dari dua angka sebelumnya yaitu 0,1,1,2,3,5,8,13,21,... dan selanjutnya. Cara menghitungnya, seperti 1+2=3, 3+2=5, dan seterusnya. Arsitektur Yunani Kuno juga menggunakan golden ratio untuk menentukan hubungan antara dimensi lebar dan tinggi bangunan, hingga posisi kolom yang menopang struktur.

Golden ratio kerap direpresentasikan menggunakan spiral, lingkaran, atau segitiga. Cara membuatnya cukup mudah. Kamu hanya perlu membuat persegi dengan ukuran berapapun. Berikut langkah-langkahnya:

  • Gambar persegi dengan ukuran berapapun. Sisi ini akan membentuk panjang ‘sisi pendek’ persegi panjang
  • Bagilah persegi menjadi dua dengan garis vertikal di tengahnya
  • Tarik garis lurus dari satu sudut ke sudut berlawanan
  • Putar garis dari titik bawah (atau atas) hingga sejajar dengan bagian bawah persegi panjang pertama
  • Buat persegi panjang baru menggunakan garis horizontal dan persegi panjang yang awal sebagai panduan. Jadilah persegi panjang dengan golden rectangle

Ketika membuat desain dan ingin mengetahui ukuran elemen yang pas, cukup kalikan ukuran dari elemen dengan angka 1.618. Seperti contoh, jika ingin membuat layout dengan sidebar dan area konten utama yang lebarnya 960px, maka hitung 960px/1.6.18. Dengan begitu, lebarnya menjadi 539px. Cara ini bisa kamu terapkan juga untuk mendapatkan lebar pada sidebar. Kalau menginginkan hasil desain yang lebih seimbang, sebaiknya hindari untuk membulatkan angkanya.

Golden ratio tidak hanya ditemukan di dalam desain, melainkan dapat dijumpai di mana saja, mulai dari alam, arsitektur, lukisan, hingga musik. Ketika diterapkan ke dalam desain, maka mampu menghasilkan komposisi yang organik, seimbang, dan estetis. Perlu dipahami, meski tidak setiap komposisi desain bisa diturunkan menggunakan golden ratio, namun ini bisa menjadi alat yang berguna bagi desainer. Jika melenceng, biasanya desain akan terlihat ganjil dan hasilnya tidak nyaman untuk dipandang.

Dibutuhkan banyak latihan untuk menyempurnakannya. Saat ini, sudah banyak aplikasi yang bisa membantumu dalam menggunakan golden ratio tanpa harus mengukurnya secara manual ketika ingin mendesain apapun.

Baca juga: 10 Software desain grafis 2022 yang gratis dan berbayar

Cara menerapkan golden ratio pada desain


Menerapkan golden ratio pada desain (sumber: pixabay)

Pengaplikasian golden ratio tidak serumit yang kamu pikirkan. Bahkan, terbilang cukup sederhana. Kamu hanya perlu menggunakan rumus untuk menghasilkan kolom dan tata letak yang profesional. Golden ratio dapat digunakan untuk layout, mengkomposisikan elemen lain seperti spacing, content, gambar, hingga bentuk. Penerapannya memberikan keseimbangan sehingga memiliki daya tarik estetika. Berikut cara menerapkannya.

1. Hierarki dan tipografi

Sudah menjadi hal wajib untuk mempertimbangkan hierarki tipografi saat membuat desain yang menggunakan teks. Ketika kamu kesulitan dalam menyeimbangkannya, maka bisa menggunakan golden ratio. Fungsinya untuk mengetahui ukuran font yang digunakan di beberapa layout baik untuk poster, situs web, atau desain cetak.

Seperti contoh, untuk menentukan ukuran teks header jika body copy berukuran 12px, kamu bisa kalikan dengan 1.618. Maka, hasil yang didapatkan adalah 19.416. Artinya, ukuran teks header, yaitu 19px atau 20px mengikuti golden ratio dan menyeimbangkan ukuran font badan 12px. Jika ingin mengetahui angka teks body, lakukan cara sebaliknya. Jika teks header 25x, maka bagikan dengan 1.618 untuk menemukan teks isi (15 atau 16px). Mudah, bukan?

Baca juga: Mengenal Apa itu Current ratio? Berikut Kelebihan-Kekurangan, Cara Menghitung, dan 3 Syaratnya!

2. Memotong dan mengubah ukuran gambar

Bagaimana memastikan gambar tetap seimbang setelah mengubah ukurannya? Kamu bisa melapisi golden spiral sebagai panduan untuk menentukan komposisi pada sebuah gambar. Pastikan bahwa titik fokus berada di tengah spiral agar lebih presisi.

3. Menggunakan golden spiral

Menciptakan visual yang indah dan menarik merupakan hal penting dalam membuat sebuah desain. Golden spiral dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan penempatan isi. Fokuskan desain di tengah spiral dan tempatkan area yang menarik secara visual di dalam spiral. Jarak antara satu huruf dengan huruf lain pun tampak presisi dan nyaman ketika dipandang.

4. Menerapkan rule of thirds

Komposisi sangatlah penting untuk menciptakan desain yang estetik. Dengan menggunakan golden ratio, kamu bisa membagi gambar menjadi tiga bagian yang tidak sama untuk menemukan garis dan perpotongan yang tepat ketika menyusun gambar. Perbandingannya adalah 1:0,618.

Kolom vertikal pertama dan ketiga adalah 1 dan lebar kolom vertikal tengah adalah 0,618. Begitu juga dengan baris horizontal, tinggi baris horizontal pertama dan ketiga adalah 1 dan lebar baris tengahnya, yaitu 0,618. Jika mengikuti rule of thirds, atur semua garis vertikal dan horizontal menjadi 1:1:1 sehingga semua ruang memiliki ruang yang sama. Sejajarkan elemen penting gambar di sekitar persegi panjang pusat idealnya di keempat sudutnya.

5. Membuat desain logo

Beberapa logo perusahaan besar seperti Twitter, Apple, Pepsi, National Geographic, hingga Toyota memiliki Golden Ratio untuk menemukan proporsi dan bentuk yang tepat. Seperti logo Apple yang menggunakan perbandingan diameter 1,2,3,5,8, dan 13 atau logo Toyota yang memiliki bentuk oval dengan nilai 1,618. Tips menerapkannya, kamu tinggal membayangkan deret Fibonacci sebagai suatu rangkaian lingkaran, lalu susun hingga membentuk grid untuk menjadi dasar dari desain logo. Cara ini akan membuat komposisi logo tampil lebih estetik.

6. Layout pada website

Dibutuhkan komposisi seni untuk mengatur elemen visual pada suatu halaman website. Kamu bisa menggunakan golden ratio untuk menentukan ukuran lebar panel, sidebar, hingga ketinggian. Hasilnya, layout pada website tampak proporsional.

Baca juga: Prospek Graphic Designer 2022 dan tips membangun kariernya

Ada banyak unsur yang harus kamu kuasai ketika ingin menjadi seorang desainer grafis dan golden ratio adalah salah satunya. Di era digital saat ini, skill desain banyak dibutuhkan oleh berbagai perusahaan. Kamu bisa menemukan tempat yang cocok dan mendapatkan pekerjaan impian dengan sign up di EKRUT! EKRUT adalah platform yang menyediakan berbagai lowongan pekerjaan dari perusahaan-perusahaan populer dan membantu dalam mewujudkan karier yang kamu impikan!

Sumber:

  • binus.ac.id
  • canva.com
  • kreativv.com
  • 99designs.com
  • invisionapp.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    13 February 2023
    6 min read
    H1_1._Cara_Menulis_Artikel_yang_Baik_Untuk_Pemula.jpg

    Careers

    10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

    Anisa Sekarningrum

    19 December 2022
    5 min read
    ucapan_perpisahan_kerja_-_EKRUT.jpg

    Careers

    Tips Menyampaikan Kata-kata Perpisahan Kerja yang Berkesan beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    19 December 2022
    7 min read

    Video