Careers

Industri: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Anisa Sekarningrum

Content writer experiences in digital marketing, startup, and writing feature article. 

H1_1._Industri_Pengertian__Tujuan__Jenis_dan_Contohnya.jpg

Kata industri pasti sudah sering kamu dengar, namun sebetulnya apa itu industri? Simak penjelasan selengkapnya berikut tujuan pembangunan industri, jenis-jenis, hingga contohnya berikut ini.

Apa itu industri?


Industri adalah kegiatan mengolah bahan baru menjadi barang bernilai tinggi - Pexels

Apa itu industri? Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan seperti mesin. Profesor I Made Sandy (1985:148) berpendapat bahwa industri adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi-tingginya.

Sementara di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri.

Industri juga dikenal sebagai mata rantai dari usaha-usaha untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Selain itu, industri juga sering dikaitkan dengan pengolahan atau manufaktur. Hasil dari industri tidak hanya berupa barang, melainkan juga jasa.

Ada beberapa syarat untuk pembangunan industri, antara lain sebagai berikut:

  • Adanya modal yang cukup
  • Adanya permintaan pasar
  • Tersedianya bahan mentah atau bahan setengah jadi yang melimpah
  • Tersedianya tenaga kerja ahli dan terampil
  • Tersedianya transportasi yang lancar dan memadai
  • Terjadi proses pengolahan dan pemasaran yang baik
  • Situasi politik yang mendukung dan keamanan yang terjamin

Baca juga: Sejarah Revolusi Industri dan Dampaknya Bagi Kehidupan Manusia

Tujuan pembangunan industri


Salah satu tujuan pembangunan industri adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan - Pexels

Ada banyak sekali tujuan dari pembangunan industri, yaitu sebagai berikut.

1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata melalui pemanfaatan sumber daya alam dan dana, hasil budidaya dan tak lupa memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.

2. Menciptakan lapangan pekerjaan

Untuk membuka dan memperluas kesempatan kerja juga meningkatkan peranan koperasi dalam industri, serta meningkatkan partisipasi rakyat dan kemampuan golongan ekonomi lemah agar berperan aktif dalam pembangunan industri.

3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Untuk meningkatkan secara bertahap pertumbuhan ekonomi negara, mengubah struktur ekonomi menjadi lebih baik, dan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri, serta memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dan memperkokoh ketahanan nasional.

4. Meningkatkan pertumbuhan industri dan teknologi

Industri berfungsi untuk mengembangkan pusat pertumbuhan industri, menunjang pembangunan daerah dalam perwujudan wawasan nusantara, dan meningkatkan kemampuan serta mendorong perkembangan teknologi yang tepat untuk menumbuhkan kepercayaan akan kemampuan usaha nasional.

5. Meningkatkan devisa negara

Untuk meningkatkan penerimaan devisa dari peningkatan ekspor hasil produksi yang bermutu dan mengurangi ketergantungan terhadap barang impor dengan mengutamakan penggunaan produk-produk dalam negeri.

Baca juga: Mengulik industri bisnis SaaS yang berkembang pesat

Jenis-jenis industri dan contohnya


Salah satu contoh industri bahan alam yaitu industri peternakan - Pexels

Ada banyak sekali jenis-jenis industri yang dibedakan menjadi beberapa klasifikasi seperti berikut.

Jenis-jenis industri yang berkaitan dengan bahan baku

Dikutip dari Modul Geografi Kelas XI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan oleh Kasman, S.Pd, M.Pd., dijelaskan bahwa ada jenis-jenis industri yang berkaitan dengan bahan baku, yaitu:

  • Industri ekstraktif adalah industri yang menggunakan bahan baru yang diperoleh langsung dari alam.
  • Industri nonekstraktif adalah industri yang menggunakan bahan baru dari hasil-hasil industri lain seperti industri pakaian jadi.
  • Industri fasilitatif atau industri tersier adalah industri yang kegiatannya menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain seperti perbankan, perdagangan, angkutan dan pariwisata.

Jenis-jenis industri berdasarkan produktivitas perorangan

Ada tiga jenis industri berdasarkan produktivitas perorangan yaitu:

  • Industri primer, yaitu industri yang barang produksinya bukan hasil olahan langsung (tanpa diolah terlebih dahulu). Contohnya hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan.
  • Industri sekunder, yaitu industri yang bahan mentahnya diolah dan menghasilkan barang-barang yang akan diolah lagi. Contohnya pemintalan benang sutra, komponen elektronik dan kendaraan bermotor.
  • Industri tersier, yaitu industri yang produknya adalah layanan jasa. Contohnya telekomunikasi, perawatan kesehatan, transportasi, dan perbankan.

Jenis-jenis industri berdasarkan klasifikasi

Ada empat jenis industri berdasarkan klasifikasi, yaitu:

  • Industri kimia dasar seperti industri semen, obat-obatan, pupuk, kertas, dll.
  • Industri mesin dan logam dasar seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, industri tekstil, dll.
  • Industri kecil seperti industri roti, makanan ringan, es, minyak goreng, kompor minyak, dll.
  • Aneka industri seperti industri pakaian, makanan dan minuman, dll.

Jenis-jenis industri berdasarkan modal

Ada dua jenis industri berdasarkan besar kecilnya modal, yaitu:

  • Industri padat modal yaitu industri yang dibangun dengan modal dalam jumlah besar untuk kegiatan operasional dan pembangunan.
  • Industri padat karya adalah industri yang lebih dititikberatkan pada sejumlah besar tenaga kerja dalam pembangunan.

Jenis-jenis industri berdasarkan tenaga kerja

Ada empat jenis industri berdasarkan jumlah tenaga kerja, yaitu:

  • Industri rumah tangga yang memiliki jumlah tenaga kerja 1 hingga 4 orang.
  • Industri kecil yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 hingga 19 orang.
  • Industri sedang menengah yang memiliki jumlah tenaga kerja 20 hingga 99 orang.
  • Industri besar yang memiliki jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang.

Baca juga: Bekal Berkarier di Industri Teknologi

Itu tadi penjelasan tentang industri beserta jenis-jenis dan contohnya. Kamu sudah siap bekerja di salah satu contoh industri di atas? Yuk, coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan profesional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Sumber:

  • detik.com
  • liputan6.com
  • idntimes.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    13 February 2023
    6 min read
    H1_1._Cara_Menulis_Artikel_yang_Baik_Untuk_Pemula.jpg

    Careers

    10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

    Anisa Sekarningrum

    19 December 2022
    5 min read
    ucapan_perpisahan_kerja_-_EKRUT.jpg

    Careers

    Tips Menyampaikan Kata-kata Perpisahan Kerja yang Berkesan beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    19 December 2022
    7 min read

    Video