Published on

Careers

6 Investasi syariah untuk investor pemula beserta keunggulan dan risikonya

Nadroh Nur Amalia

6_Investasi_Syariah_untuk_investor_pemula_beserta_keunggulan_dan_risikonya.png

Sebagai muslim, kamu mungkin sering bertanya-tanya, “Apakah sumber penghasilan dari investasi saya Halal?”. Mungkin kamu pernah mendengar istilah investasi syariah. Ya, kini terdapat ragam investasi dengan prinsip syariah yang bisa dipertimbangkan untuk menjamin pendapatan yang halal.  

Banyak orang termasuk banyak umat Islam hanya mengaitkan istilah Halal dengan makanan. Namun, belum tentu demikian, berbagai aspek kehidupan lainnya juga perlu dipertimbangkan Halal atau tidak. Bagi kamu yang akan memulai investasi, coba pertimbangkan investasi syariah.

Memastikan bahwa pendapatan investasi halal sangatlah penting. Penghasilan tidak hanya mencakup gaji dan pendapatan bisnis, termasuk juga mencakup pendapatan yang diperoleh melalui investasi. Mari cari tahu lebih lanjut tentang investasi syariah beserta keunggulan dan risikonya.

Cara kerja investasi syariah dibandingkan dengan konvensional

Cara kerja investasi syariah dibandingkan dengan konvensional
Investasi syariah mengedepankan asas akad dan keadilan. (Foto: Pexels)

Syariah merupakan hukum yang ada pada agama Islam. Hukum syariah meliputi hubungan antara manusia, manusia dengan Tuhan, maupun manusia dengan alam yang didasarkan pada Kitab Suci Al Quran dan juga hadits.

Investasi syariah adalah suatu kegiatan untuk mencari keuntungan tanpa harus melanggar aturan yang ada dalam hukum agama Islam. Seluruh cara kerja dari investasi syariah serta perjanjian dan pembagian hasilnya berpedoman pada Al Quran dan hadits berdasarkan asas keadilan dan akad. Tujuannya tentu agar para pelaku investasi tersebut tidak mendapatkan dosa dan tidak menyalahi aturan agama Islam.    

JIka dibandingkan dengan investasi konvensional, Investasi Syariah memiliki syarat dan aturan untuk melarang investasi pada sebuah usaha yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Jenis usaha tersebut misalnya, bank konvensional, perusahaan gambling, perusahaan leasing non-syariah, serta usaha yang menjual produk tidak halal.

Keunggulan dan risiko investasi syariah 

Keunggulan dan risiko investasi syariah
Investasi ini memiliki keunggulan dan ririkonya tersendiri.(Foto: Pexels)

Dalam dunia investasi saat ini, investasi syariah juga dapat dianggap sebagai jenis investasi yang berkelanjutan dan mementingkan tanggung jawab secara sosial. Dengan ajaran dan pedoman syariah, ekosistem tanggung jawab sosial yang seimbang antara masyarakat dan individu tercipta. Meskipun individu tidak dilarang mengejar kepentingan diri sendiri, mereka seharusnya investasi itu tidak mengabaikan kepentingan orang lain untuk tetap mendapat keuntungan dalam prosesnya.

Jika dilihat dari konsepnya, investasi syariah memiliki banyak keunggulan. Namun, kamu tetap perlu tahu bahwa investasi syariah juga tetap tidak terlepas dari risiko investasi. Agar lebih mudah untuk mempertimbangkannya, berikut ini adalah tabel keunggulan dan risiko investasi syariah.

No Keunggulan Risiko
1 Jaminan hasil investasi syariah yang halal. Keuntungan yang diperoleh bisa lebih kecil dibandingkan dengan investasi konvensional.
2 Investasi syariah menghindari praktek Riba. Rawan penipuan yang berkedok investasi tanpa riba.
3 Investasi syariah dilaksanakan melalui prinsip akad pembagian hasil yang adil . Produk investasi syariah banyak dianggap sulit untuk dijual kembali.
4 Lebih minim risiko loss karena bidang usaha investasi yang melalui syarat halal dan syariah. Tidak rentan sepenuhnya terhadap risiko kehilangan modal dan naik turun harga pasar serta imbal hasil yang tidak tentu
5 Mengedepankan tanggung jawab kontribusi sosial dan bagi hasil secara sosial.

Pilihan jenis kegiatan investasi yang lebih sedikit.

Baca juga: Investasi bodong dan cara menghindarinya

6 Investasi syariah untuk investor pemula

6 Investasi syariah untuk investor pemula
Investasi saham syariah kini sudah banyak diterapkan. (Foto: Pexels)

Sebagai investor pemula, kamu perlu mengetahui berbagai jenis investasi syariah yang telah mendapatkan izin dari Majelis Ulama Indonesia. Berikut jenis-jenis investasinya:

1. Reksadana syariah 

Reksadana syariah menurut POJK. No 19/POJK.04/2015 merupakan Reksadana yang secara undang-undang dan peraturan Pasar Modal pelaksanaan dan pengelolaannya tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal. Berdasarkan pengertian tersebut, maka setiap jenis reksadana dapat diterbitkan sebagai reksadana syariah sepanjang memenuhi prinsip-prinsip syariah, termasuk aset yang mendasari penerbitannya.

Reksadana syariah akan dianggap memenuhi prinsip syariah di pasar modal apabila akad, cara pengelolaan, dan portofolionya tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal seperti diatur dalam peraturan OJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

2. Deposito syariah

Deposito syariah merupakan bentuk investasi syariah dengan prinsip Mudharabah (pengganti sistem bunga). Investasi Syariah ini diperuntukkan bagi nasabah individu atau lembaga atau badan dengan pilihan waktu penempatan berjangka biasanya 1, 3, 6 atau 12 bulan atau On Call (harian) pilihan 7, 14 dan 21 hari. Jangka waktu produk akan berakhir pada saat jatuh tempo atau nasabah mengajukan permohonan menutup deposito sebelum jatuh tempo.  Risiko yang akan dihadapi pada Deposito ini adalah perubahan biaya-biaya, Nisbah dan Gross Profit Distribution  (Pendapatan Kotor Bank yang dapat dilakukan sewaktu-waktu oleh Bank)

3. Saham syariah

Saham syariah adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal. Definisi saham syariah merujuk kepada definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan OJK lainnya. Terdapat dua jenis saham syariah yang diakui di pasar modal Indonesia. Pertama, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK. Kedua adalah saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahaan publik syariah.

Sukuk merupakan efek berbentuk sekuritisasi aset yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Sukuk yang diterbitkan oleh pihak korporasi asetnya tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal yang terdiri atas:

  • Aset berwujud tertentu (a’yan maujudat);  
  • Nilai manfaat atas aset berwujud (manafiul a’yan) tertentu baik yang sudah ada maupun yang akan ada;
  • Jasa (al khadamat) yang sudah ada maupun yang akan ada;
  • Aset proyek tertentu (maujudat masyru’ mu’ayyan); 
  • Kegiatan investasi yang telah ditentukan (nasyath ististmarin khashah).

Baca juga: Mudah, begini cara belajar investasi saham

4) Emas syariah

Emas syariah
Investasi tabungan emas sudah menjadi praktik investasi Islam sejak dulu. (Foto: Pexels)

Tabungan emas merupakan investasi syariah berupa layanan penitipan saldo yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas dengan cara mencicil. Uang yang disetorkan akan dikonversikan menjadi emas sampai dengan empat digit di belakang koma. Dalam pencatatan investasi syariah di buku tabungan emas, akan diinformasikan saldo dalam bentuk rupiah dan gram emas.Jika kamu akan mencetak emas dalam bentuk fisik berupa batangan emas dengan memilih kepingan sejumlah 5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr dan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.

Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia No.77/DSN-MUI/V/2010 mengatur Investasi Syariah jual beli emas secara tidak tunai atau dengan cara cicil. Tidak hanya Bank Syariah, kini Pegadaian Syariah juga sudah memiliki produk tabungan emas

Beberapa kelebihan Investasi Emas Syariah diantaranya:

  • Tabungan emas syariah diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah (DSN-MUI) sehingga dijamin sesuai dengan syariat islam.
  • Nilai aset emas yang aman terjaga serta mampu memproteksi kekayaan dalam jangka panjang.
  • Mendapatkan bagi hasil yang kompetitif.
  • Bersifat likuid yaitu dapat diuangkan dengan cara digadaikan jika ada kebutuhan mendesak.

5. Obligasi syariah

Dalam Investasi Syariah, istilah Obligasi dikenal sebagai sukuk atau sertifikat. Sehingga obligasi syariah merupakan alat investasi atau transaksi dengan menerapkan sistem pembiayaan dan pendanaannya sesuai dengan hukum syariat Islam yang berlaku.

Obligasi syariah adalah surat-surat berharga jangka panjang yang berprinsip syariah dan dikeluarkan emiten kepada pemegang surat obligasi berbentuk bagi hasil dan pembayaran kembali dana obligasi pada jatuh tempo tertentu. Dalam pelaksanaan obligasi berbasis syariah ini menggunakan proses akad, mulai dari Ijarah, Istisna, Salam, Murabahah, Mudarabah, serta Musyarakah.

6. Crowdfunding syariah

Investasi crowdfunding Syariah adalah usaha kolektif (individu dan atau organisasi) pengumpulan atau penggalangan dana untuk mendanai proyek perusahaan atau startup. Biasanya Investasi Syariah jenis ini berbentuk usaha P2P (peer to peer) lending. Crowdfunding syariah menggunakan akad syariah antara pemberi dan penerima pembiayaan. Akad ini tidak menggunakan bunga atau hal terkait riba lainnya. Selain itu, objek dan tujuan pembiayaan yang didanai juga merupakan sesuatu yang harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. 

Jenis investasi syariah ini dianggap menjadi terobosan baru dan bermanfaat untuk meningkatkan iklim usaha karena membantu wirausaha yang membutuhkan dana. Kamu juga perlu mulai meningkatkan pendapatan untuk mencoba investasi syariah. Coba dengan mulai mendaftar di EKRUT untuk bertemu dengan talent scouter perusahaan terbaik.

Kamu perlu berhati-hati sebelum memilih produk investasi syariah yang tepat. Banyak usaha investasi yang melabeli produknya sebagai investasi halal namun pada prakteknya tidak sesuai dengan syarat dan aturan. Pilih juga instrumen Investasi Syariah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu. Selamat berinvestasi! 

Selain investasi, kamu juga tentunya perlu jaminan keamanan sejak muda. Yuk, simak video menarik mengenai panduan memilih produk asuransi untuk kaum milenial ini!

[

Daftar EKRUT

Sumber: 

  • ojk.go.id
  • idx.co.id 
  • obligasi.co.id 
  • croowd.co.id
  • wealthface.com
  • bnnbloomberg.ca 
  • benefits.bankmandiri.co.id 
  • cnbcindonesia.com 
  • dppai.uii.ac.id
  • dsnmui.or.id

Tags

Share