Published on

Lainnya

8 Jawaban untuk Jelaskan Sifat Produksi dari Proses Produksi Massal

Andi Ubay Baisha

H1_8_Jawaban.jpg

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan produksi massal? produksi massal juga biasa disebut dengan produksi terus-menerus. Mari simak artikel ini lebih lanjut untuk mengetahui pengertian, kelebihan dan kekurangan, serta 8 jawaban untuk jelaskan sifat produksi dari proses produksi massal.

Baca juga: Operator Produksi: Pengertian, Tugas, serta Kualifikasi

Apa itu produksi massal?


Kegagalan Ford Motor Company menjadi pacuan. (sumber: pexels)

Produksi massal juga biasa disebut dengan produksi terus-menerus. Secara umum, produksi massal adalah proses produksi yang memiliki pola urutan yang pasti dan tidak berubah-ubah dalam pelaksanaan produksi yang dilakukan dari perusahaan yang bersangkutan sejak dari bahan baku hingga menjadi bahan jadi.

Diketahui juga bahwa produksi massal adalah tiga dari jenis metode yang biasa digunakan saat ini. Sejarah tentang produksi massal pertama kali dipopulerkan di Encyclopedia Britannica pada tahun 1926 berdasarkan dari korespondensi Ford Motor Company.

Konsep produksi massal bisa dipakai untuk jenis produk, dari cairan dan partikel yang diketahui berjumlah besar. Misalnya saja bahan kimia, makanan, bahan bakar, dan tambang mineral. Namun seiring berkembangnya, produksi massal ternyata bisa digunakan dalam banyak bidang. Terutama pada bidang kerajinan dan distribusi manufaktur.

Baca juga: Apa itu Gross Domestic Product (GDP)? Simak penjelasan lengkapnya di sini!

Kelebihan dan kekurangan dari produksi massal


Produksi massal biasanya digunakan oleh perusahaan besar. (sumber: pexels)

Dikarenakan pengerjaannya dalam jumlah besar dan secara terus-menerus, produksi massal  pasti memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.

Kelebihan sistem produksi massal

1. Efisien secara ekonomi

Produksi massal sebagai proses ekonomi menimbulkan lebih sedikit biaya tenaga kerja, biaya material, dan meningkatkan efisiensi dalam menggunakan sumber daya. Dengan menghemat pengeluaran yang tidak perlu, sistem produksi ini mengurangi total pengeluaran per unit yang diproduksi.

2. Tingkat produksi cepat

Dikarenakan proses ini mencakup teknologi canggih dan sistem konveyor untuk mempercepat produksi, produksi massal menawarkan tingkat produksi tercepat dari setiap prosedur pembuatan. Misalnya, ketika sistem pengangkutan menjadi lebih maju dalam industri ini dikarenakan menggunakan mesin khusus.

3. Akurasi produksi

Karena pola produksi ini didasarkan pada operasi utama dan tambahan yang berulang yang bekerja bersama secara mekanis untuk menciptakan produk akhir, kurangnya tenaga kerja terampil atau spesialisasi yang diperlukan untuk membuat produk tidak akan terlalu berdampak negatif.

Baca juga: Perencanaan produksi: Pengertian, tujuan, tahapan, dan 5 jenisnya

Kekurangan sistem produksi massal

1. Tidak fleksibel terhadap permintaan konsumen

Dikarenakan menggunakan mesin yang sudah diatur dan otomatis sedemikian rupa, membuat sistem produksi massal menjadi tidak fleksibel terhadap permintaan konsumen.

2. Pengurangan tenaga kerja

Peralatan canggih yang digunakan oleh sistem produksi massal ini dapat menyebabkan staf yang tidak kompeten akan di PHK atau diberhentikan. Jika staf tidak sering dirotasi dan bekerja pada produk yang sama setiap hati, ini pasti dapat menyebabkan inefisiensi dalam aspek-aspek tertentu dari proses manufaktur, seperti kontrol kualitas.

3. Sulit merestrukturisasi produksi

Karena produksi massal adalah sistem mesin yang bekerja sama secara serempak, mengubah aspek jalur produksi dapat memiliki konsekuensi finansial dan logistik yang besar, terutama di puncak tren modern untuk menciptakan proses yang ramah lingkungan.

Baca juga: Supply chain management: Pengertian, proses, tujuan dan 5 komponennya

8 Jawaban untuk jelaskan sifat produksi dari proses produksi massal


Sifat produksi dari proses produksi massal atau produksi terus-menerus. (sumber: pexels)

1. Produk yang dihasilkan berjumlah besar

Produk yang dihasilkan dari sistem produksi massal pasti jumlahnya besar, karena pembuatan barang yang dilakukan secara terus menerus dan berurutan. Pola ini tidak berubah untuk waktu tertentu bahkan seterusnya. Sifat ini yang dapat menjadi alasan mengapa produksi massal biasa juga atau lebih sering disebut produksi terus-menerus, karena perusahaan tidak berhenti melahirkan produk dengan jumlah yang besar.

2. Sistem produksi disesuaikan pada urutan

Produk yang dihasilkan untuk produksi massal atau produksi terus-menerus salah satu sifatnya adalah dibuat secara berurutan dan disesuaikan dengan pola urutan yang sudah diatur. Artinya, proses pengerjaan produk diawali dari bahan baku, hingga bahan jadi.

3. Tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak

Sifat ketiga adalah tidak membutuhkan tenaga kerja yang begitu banyak, karena produk yang diproduksi oleh proses produksi ini menggunakan mesin. Sehingga mesin inilah yang membuat proses pembuatan produk yang ingin dihasilkan lebih cepat.

4. Persediaan bahan produk lebih sedikit

Jika kamu membuat produk untuk dipasarkan sesuai sistem produksi massal, biasanya persediaan bahan produk lebih sedikit karena tidak ada stok bahan yang tidak terpakai hanya karena salah perhitungan. Secara singkat, bahan produk lebih sedikit karena sedikitnya kesalahan yang diakibatkan mesin dan meminimalisir terdapatnya stok bahan yang tidak terpakai. Pola pembuatan produk yang lebih teratur dan berurutan, membuat kalkulasi kebutuhan bahan lebih jelas dan terukur.

5. Bahan-bahan dipindah menggunakan mesin

Sistem produksi massal atau produksi terus-menerus membutuhkan pembuatan barang yang lebih cepat, karena jika terlalu lambat, pasokan kepada target pasar tidak akan maksimal. Maka dari itu, sifat yang satu ini menjadi penting karena pemindahan barang ke mesin pengolah harus menggunakan mesin khusus, sehingga dapat memaksimalkan waktu.

6. Mesin pembuat produk bersifat khusus

Sifat keenam adalah mesin pembuat produk bersifat khusus. Semua proses pembuatan produk didominasi oleh tenaga mesin, maka kerja mesin tersebut harus bersifat khusus karena harus ada yang bekerja sebagai peracik bahan baku, pengolah menjadi barang setengah jadi, mesin pengemas produk, dan lain sebagainya. Biasanya yang menggunakan sistem produksi massal adalah perusahaan besar, dikarenakan pengadaan modal untuk mesin memerlukan finansial atau biaya yang tidak sedikit.

7. Karyawan tidak perlu mempunyai keahlian atau skill yang tinggi karena mesin-mesinnya bersifat khusus dan otomatis

Perusahaan besar yang menggunakan sistem produksi massal ini tetap harus mencari karyawan walaupun tidak mempunyai keahlian khusus, tetapi setidaknya karyawan juga tetap harus tahu bagaimana cara mengoperasikan atau merawat mesin-mesin yang bersifat khusus ini.

8. Apabila terjadi salah satu mesin rusak atau berhenti maka seluruh proses produksi terhenti

Dikarenakan sistem produksi massal atau produksi terus-menerus menggunakan mesin khusus dan otomatis serta saling berhubungan satu sama lainnya. Jika terjadi kerusakan atau berhenti secara tidak sengaja, maka seluruh proses produksi akan terhenti. Maka dari itu, dibutuhkan karyawan untuk merawat dan menjaga mesin-mesin ini agar dapat mengurangi risiko berhentinya atau rusaknya mesin dari sistem operasi ini.

Baca juga: Manajemen Produksi: Definisi, Tujuan, Fungsi, dan 3 Aspeknya

Itulah penjelasan tentang sifat dari proses produksi massal. Jika kamu tertarik bekerja di bidang produksi, EKRUT punya segudang informasi tentang ini, lho! Mulai dari lowongan pekerjaan, diskusi pekerjaan, dan berbagai kebutuhan lainnya terkait dengan pekerjaan.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • investopedia.com
  • cpssoft.com
  • brainly.co.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    h1.jpg

    Lainnya

    Goodwill: Definisi, Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya

    Tio Derma

    30 June 2022
    6 min read
    H1_customer_onboarding_adalah.jpg

    Careers

    Customer Onboarding: Definisi, Manfaat, Matriks Penting, dan Panduan Melakukanya

    Alvina Vivian

    28 June 2022
    5 min read
    Mengenal_Good_Corporate_Governance_(GCG)_Mulai_dari_Tujuan__4_Prinsip__dan_Contohnya.jpg

    Careers

    Mengenal Good Corporate Governance (GCG) Mulai dari Tujuan, 4 Prinsip, dan Contohnya

    Ningtyas Dewanasari Kinasih

    27 June 2022
    5 min read

    Video