Published on

Careers

5 Langkah kolaborasi kerja yang efektif dan sukses

Elisha Nathania

kolaborasi_kerja_yang_efektif_dan_sukses.jpg

Dalam dunia kerja, kamu tidak mungkin mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Misalnya saja jika ingin melakukan pembuatan sebuah produk berupa aplikasi, kamu pasti akan melibatkan berbagai tim seperti Product, Design, Engineer, Business dan Marketing. Dari berbagai tim ini, kamu akan mendapatkan insight yang kaya dan tentunya pekerjaan akan selesai lebih cepat.

Lalu, bagaimana cara menciptakan kolaborasi kerja yang efektif dan sukses? Kamu bisa simak tipsnya berikut ini.

Pentingnya kolaborasi dalam dunia kerja

Pentingnya kolaborasi dalam dunia kerja
Kolaborasi akan menurunkan angka resign dalam perusahaan. (Sumber: Pexels)

Kolaborasi sendiri berarti bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang sama. Jika kamu perhatikan, kolaborasi juga sering kali menjadi salah satu skill yang perusahaan cari saat merekrut seorang pegawai. Mengapa? 

Pertama, kolaborasi dapat membuat karyawan saling membagi kemampuan yang mereka miliki dan memupuk relasi antar karyawan yang erat. Bahkan, jika kolaborasi berlangsung dengan baik, kolaborasi dapat meningkatkan tingkat engagement antar karyawan sehingga menjadi semakin loyal terhadap tim.

Selain itu, kolaborasi juga akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Pasalnya, jika kolaborasi berlangsung efektif, maka biaya yang dikeluarkan perusahaan juga semakin efektif, menciptakan produk perusahaan yang kompetitif dan kreatif. Selain itu, juga dapat menurunkan angka karyawan yang resign.

Skills yang dibutuhkan untuk berkolaborasi

Skills yang dibutuhkan untuk berkolaborasi
Salah satu kemampuan untuk kolaborasi ada kecerdasan emosional. (Sumber: Pexels)

Untuk membentuk kolaborasi kerja yang efektif, kamu membutuhkan kemampuan komunikasi, menghargai perbedaan dan kecerdasan emosional.

1. Kemampuan komunikasi

Saat berkolaborasi, kamu tidak boleh malu untuk mengungkapkan pendapatmu. Begitu juga sebaliknya, kamu juga harus mendengarkan pendapat orang lain dan menghargainya. Jika dilihat lebih detail, berikut kemampuan komunikasi yang perlu kamu miliki:

  • Kemampuan mendengar. Bukan hanya mendengar, namun juga memahami apa yang mereka katakan.
  • Komunikasi verbal
  • Komunikasi tertulis
  • Kemampuan non-verbal. Kemampuan ini meliputi memahami bahasa tubuh, nada bicara.

2. Menghargai perbedaan

Saat berkolaborasi dalam dunia kerja, kamu pasti akan mengalami bekerjasama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dengan berkolaborasi dengan sesama orang Indonesia saja, kamu akan menemui berbagai suku, agama dan ras yang tentunya memiliki kebiasaan yang berbeda. Apalagi, jika kamu harus bekerja dengan tim yang berasal dari luar negeri. Mungkin saja, etos kerja mereka bahkan berbeda.

Itu sebabnya, kemampuan mempelajari dan menghargai perbedaan sangat penting untuk dimiliki. Berbagai kemampuan menghargai perbedaan meliputi:

  • Komunikasi terbuka.
  • Fasilitasi diskusi grup.
  • Peka terhadap etnis dan pandangan keagamaan.
  • Membangun pemufakatan.
  • Dapat mengumpulkan berbagai perspektif dari tim.

3. Kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional menjadi salah satu skills yang banyak dicari dan diperbincangkan saat ini. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi emosi dari dirimu sendiri dan juga memahami emosi yang ada pada orang lain. 

Saat berkolaborasi, kecerdasan emosional sangat penting. Karena, kamu dapat memahami dan tahu apa yang harus diperbuat jika keadaan salah seorang di tim kamu sedang tidak baik. Begitu juga jika kondisimu sedang tidak baik, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Berikut beberapa kemampuan yang termasuk kecerdasan emosional:

  • Empati.
  • Tidak mudah tersinggung.
  • Memiliki energi yang positif.
  • Sensitif terhadap perubahan mood di tim.
  • Dapat memberikan motivasi jika ada yang membutuhkan.

Jenis-jenis kolaborasi 

Jenis-jenis kolaborasi
Pahami jenis-jenis kolaborasi berikut ini. (Sumber: Pexels)

Secara umum, kolaborasi terbagi menjadi dua jenis yaitu kolaborasi terbuka dan kolaborasi tertutup. Agar kamu lebih memahami perbedaannya, kamu dapat mempelajari tabel berikut:

Open collaboration Closed collaboration
Mengundang banyak pihak luar untuk memberikan ide. Hanya mengundang pihak internal dan cenderung terbatas.
Cocok untuk pekerjaan yang besar dan menantang. Menargetkan orang-orang dengan kemampuan khusus untuk bergabung.
Terdiri dari tim yang besar. Tim cenderung lebih kecil.
Mendapatkan insight yang luas. Insight terbatas dan hanya fokus pada tema yang spesifik.

Selain kolaborasi terbuka dan tertutup, kamu juga bisa mencoba berbagai tipe kolaborasi seperti;

  • Kolaborasi lintas budaya: bekerjasama dengan pihak dari negara atau budaya yang berbeda. Kolaborasi ini bisa bermanfaat jika kamu ingin menyasar target market unik dan belum mengetahui pendekatan yang cocok.
  • Kolaborasi lintas fungsi: berkolaborasi dengan berbagai fungsi di kantor misalnya untuk sebuah proyek. Kamu dapat bergabung dengan tim finance, IT, customer service, dan lain-lain.
  • Kolaborasi virtual: seperti namanya, berkolaborasi secara virtual melalui Zoom, Google Drive atau Skype.

Baca juga: Cara aman menggunakan Zoom 

5 Langkah kolaborasi kerja yang efektif dan sukses

5 Langkah kolaborasi kerja yang efektif dan sukses
Meyakinkan partner kolaborasi adalah salah satu langkah yang harus ditempuh. (Sumber: Pexels)

Tentu, kamu sudah memahami pentingnya kolaborasi dalam tim dan apa saja kemampuan yang perlu dimiliki. Nah, supaya kolaborasi kerjamu berjalan dengan lancar, kamu bisa menerapkan langkah-langkah berikut ini:

1. Menetapkan tujuan

Seperti yang sudah kamu pahami, kolaborasi adalah bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Jadi, sebelum memutuskan untuk berkolaborasi, pastikan kamu sudah menetapkan tujuan dan tim yang terlibat juga memahami tujuan tersebut.

2. Memilih antara kolaborasi terbuka atau tertutup

Setelah mengetahui perbedaan kolaborasi terbuka dan tertutup, kamu kemudian dapat memilih mana yang dibutuhkan saat ini. Jika kamu menginginkan banyak ide-ide baru, kolaborasi terbuka merupakan pilihan yang tepat. Kamu bahkan bisa melibatkan seluruh pegawai perusahaan misalnya ketika ingin mengumpulkan ide untuk desain produk terbaru dan membutuhkan ide yang out of the box namun tetap relevan.

Sebaliknya, jika kamu hanya memiliki isu spesifik yang perlu diselesaikan seperti menangani masalah penurunan angka kunjungan website. Kamu mungkin hanya perlu melibatkan pihak-pihak yang sudah paham untuk memberikan solusinya.

3. Libatkan orang yang tepat

Tahap kolaborasi ini sangat penting jika kamu memilih kolaborasi tertutup. Kamu harus memilih orang-orang dengan kemampuan spesifik dapat membantumu mencapai tujuan tersebut. Selain itu, kamu juga bisa membagi peran dalam tim kolaborasi. Siapa yang akan bertindak sebagai pemimpin, pengumpul data dan lain-lain. Pastikan setiap orang mendapatkan kesempatan yang adil, ya!

4. Meyakinkan orang untuk terlibat

Kamu mungkin akan menjumpai situasi saat seseorang enggan untuk ikut berkolaborasi dengan tim yang akan kamu buat. Mereka bisa saja ragu apakah kolaborasi ini bisa bermanfaat untuk mereka atau jangan-jangan hanya menambah beban pekerjaan saja.

Nah, kamu perlu meyakinkan mereka untuk ikut dalam kolaborasi dengan memberikan benefit apa saja yang akan didapatkan. Misalnya, kesempatan untuk menjalin koneksi dengan pihak internasional, jenjang karier yang lebih cepat, mempelajari skills baru secara gratis dan lain-lain.

5. Mengedepankan sikap kolaboratif

Saat memutuskan berkolaborasi, kamu harus siap untuk bersifat kolaboratif sesuai dengan kemampuan kolaborasi yang telah disebutkan di atas. Kamu perlu memiliki kemampuan berbicara dan mendengar, menghargai perbedaan dan peka terhadap situasi.

Jika belum memiliki kesempatan berkolaborasi di perusahaan tempatmu bekerja saat ini, kamu bisa mendapatkannya di perusahaan baru. Daftar di EKRUT sekarang supaya kamu bisa berkolaborasi dengan pihak-pihak baru dan mendapatkan karier yang lebih cerah.

Ada kalanya pekerjaan tidak dapat kamu selesaikan sendiri, itulah mengapa, kolaborasi dibutuhkan. Jadi, jangan ragu untuk berkolaborasi di dalam dunia kerja dengan menerapkan langkah-langkah di atas, ya!

sign up EKRUT

Sumber:

  • mindtools
  • Thebalancecareers 

Tags

Share