Published on

startup

Kopi Kenangan dan Fore Coffee, mana yang akan merajai pasar

Tsalis Annisa

kopi-kenangan-dan-fore-coffee-EKRUT.jpg

Setelah kopi Tuku, belakangan ini nama Kopi Kenangan dan Fore Coffee cukup menjadi perbincangan. Kopi Kenangan dengan nama kopinya yang nyeleneh serta pendanaan baru yang didapat, dan Fore Coffee dengan kopi masa kininya. 

Sama-sama digemari, mana yang akan lebih merajai pasar di kemudian hari, Kopi Kenangan atau Fore Coffee?

Kopi Kenangan

Didirikan oleh  Edward Tirtanata dan James Pranoto pada tahun 2017, Kopi Kenangan cukup menjadi perbincangan karena nama kopinya yang mengundang tawa. Mulai dari Kopi Kenangan Mantan hingga Kopi Lupakan Dia dipilih untuk mengisi daftar menu Kopi Kenangan. 

Pemilihan nama ini ternyata berkat ide Edward yang sebelumnya bekerja di agensi iklan. Menurutnya, selama ia bekerja, produk dengan nama yang sederhana serta cenderung tidak terkesan mahal justru menunjukkan hasil yang bagus karena mudah diingat oleh konsumen dan membuat konsumen tidak takut untuk datang. 

Tidak hanya namanya yang menarik, Kopi Kenangan juga menyuguhkan kopi yang tidak kalah nikmat dengan kopi kekinian lainnya. Tak sekadar bermain pada kopi, susu, dan gula aren, Kopi Kenangan juga menawarkan rasa yang lain. 

Misalnya saja seperti Kopi Lupakan Dia yang merupakan kopi susu dengan perisa Baileys. Selain itu, ada juga Kopi Kelapa yang merupakan percampuran antara single shot espresso dan air kelapa. 

Dengan menunya yang beragam, hingga saat ini setidaknya dikabarkan bahwa Kopi Kenangan sudah melayani sekitar sejuta cangkir setiap bulannya dan memiliki 80 outlet di delapan kota.

Kopi Kenangan mendapatkan pendanaan pertamanya pada Oktober 2018 dari Alpha JWC Ventures dan jumlah sekitar Rp113,6 miliar. Setelah menerima pendanaan ini, aplikasi Kopi Kenangan pun mulai dikembangkan. 

Melalui aplikasi ini, pelanggan bisa mencari toko Kopi Kenangan terdekat, serta memesan dan membayar pesanan mereka. Setelah memesan dan membayar melalui aplikasi, pengguna dapat langsung datang dan mengambil minuman. 

Tak hanya memesan, pelanggan juga bisa mendapatkan poin loyalitas untuk setiap pembelian melalui aplikasi. 

Tak berhenti pada pendanaan pertama, pada bulan Juni Kopi Kenangan mendapatkan pendanaan kedua sekitar sebesar Rp288 miliar dari Sequoia India. 

Dengan angka pendanaan yang lebih tinggi dari sebelumnya, Kopi Kenangan berencana membuka lebih dari 100 outlet pada akhir 2019 dan seribu outlet pada tahun 2021.

Fore Coffee

Berbeda dengan Kopi Kenangan, Fore Coffee bermula saat Elisa Suteja bersama founder lain yaitu Robin Boe berada di naungan East Ventures dan berusaha membuat satu inovasi yang menggabungkan teknologi dan tren di Indonesia.

Fore Coffee hadir sebagai on demand coffee company.  Di mana masyarakat tidak perlu lagi harus pergi ke suatu tempat untuk dapat menikmati kopi. Karena dengan Fore Coffee mereka bisa mendapatkan kopi dengan kualitas yang baik hanya dengan melalui aplikasi.

Outlet Fore Coffee pun merupakan gabungan dari konsep futuristik, namun tetap ramah lingkungan, dan juga memiliki fasiltas yang unggul. Di mana setiap outlet memiliki desain serba putih dengan dekorasi tanaman.

Jika Kopi Kenangan menyuguhkan kopi dengan nama-nama sederhana dan unik, Fore Coffee memiliki Roasted Latte yang nikmat, dan beberapa pilihan kopi manual brew. Seperti Filter Indonesian Coffee (Java Ciwidey, Kerinci Kayu Aro), Flter Imported Coffee (Ethiopia Virgachefe), dan Cold Brew. 

Hingga Juni 2019, Fore Coffee sudah memiliki sekitar 50 outlet dan sudah menjual sekitar 1 juta cangkir. 

Sama-sama menawarkan kenikmatan kopi dan teknologi kedua coffee shop ini terus bersaing untuk saling memberikan yang terbaik untuk pelanggan. Lalu, siapa yang akan merajai pasar kopi? 

Rekomendasi bacaan:

Sumber:

  • techinasia.com
  • ekrut.com
  • ottencoffee.co.id

Tags

Share