Published on

Lainnya

MCU Karyawan: Kenali Status Kesehatan Pekerja dan Jenis-jenis Medical Check Up

Anisa Sekarningrum

H1_1._MCU_Karyawan_Kenali_status_kesehatan_pekerja_dan_jenis-jenis_Medical_Check_Up.jpg

MCU adalah Medical Check Up atau pemeriksaan kesehatan yang dibutuhkan setiap individu. Beberapa perusahaan memberikan fasilitas MCU kepada karyawan mereka. Berikut informasi selengkapnya mengenai MCU karyawan.

Apa itu MCU karyawan?


MCU adalah pemeriksaan kesehatan yang biasanya dilakukan oleh perusahaan untuk calon karyawan mereka - Pexels

Medical Check Up atau MCU adalah pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini akan ada atau tidaknya penyakit di dalam tubuh. MCU karyawan adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk karyawan merek, dengan tujuan untuk mendeteksi gangguan kesehatan akibat aktivitas dalam pekerjaan yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam bekerja.

MCU karyawan menjadi salah satu program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang perlu dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini dari karyawan atau calon karyawan mereka.

MCU adalah sebuah hal yang direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit yang mungkin dimiliki berkembang menjadi buruk. MCU karyawan penting untuk dilakukan agar perusahaan dapat menentukan kemampuan karyawan dalam melakukan sebuah pekerjaan berdasarkan kondisi kesehatannya agar perusahaan dapat mencegah kecelakaan kerja.

Beberapa manfaat dari MCU adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan saat ini, mencegah risiko penyakit, menangani penyakit sedini mungkin, menghemat biaya pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup agar tetap sehat.

Baca juga: 8 Alasan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja (K3)

3 Jenis Medical Check Up karyawan


Salah satu jenis MCU adalah pemeriksaan kesehatan sebelum kerja untuk calon karyawan - Pexels

Beberapa jenis dari MCU adalah sebagai berikut.

1. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja

Pre-employment MCU adalah pemeriksaan kesehatan untuk calon karyawan, seperti pemeriksaan fisik lengkap, foto rontgen paru-paru, dan cek laboratorium rutin.

2. Pemeriksaan kesehatan secara berkala

Regular MCU adalah pemeriksaan kesehatan berkala untuk karyawan yang dilakukan sesuai dengan risiko dan potensi bahaya yang terjadi di lingkungan kerja. MCU ini biasanya dilakukan kepada karyawan yang mengalami paparan bahan kimia, suara bising, suhu panas, atau agen biologi infeksius di tempat kerja.

MCU berkala ini dilakukan setiap satu tahun sekali dengan pemeriksaan fisik lengkap, foto rontgen paru-paru, cek laboratorium rutin, dan tambahan pemeriksaan lain yang dilakukan sesuai dengan keluhan pasien dan pertimbangan dokter.

3. Pemeriksaan kesehatan khusus

MCU khusus adalah pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi pengaruh pekerjaan terhadap karyawan atau golongan pekerja tertentu. MCU ini dilakukan kepada:

  • Pekerja yang mengalami kecelakaan atau menderita sakit yang membutuhkan perawatan lebih dari 2 minggu.
  • Pekerja berusia 40 tahun ke atas dan pekerja dengan disabilitas.
  • Pekerja yang diduga memiliki gangguan kesehatan tertentu dan perlu pemeriksaan khusus sesuai kebutuhan pasien.
  • Golongan pekerja tertentu seperti OGUK atau pekerja offshore, MedEx untuk pilot dan sertifikat untuk commercial driver.

Baca juga: Mengenal urgensi medical check up bagi calon karyawan

Pemeriksaan apa saja yang dilakukan saat MCU


Salah satu pemeriksaan MCU adalah pemeriksaan penunjang seperti cek laboratorium rutin - Pexels

Ada serangkaian prosedur pemeriksaan yang dibutuhkan untuk MCU karyawan. Pemeriksaan ini umumnya akan disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, serta kondisi kesehatan karyawan saat itu. Berikut beberapa pemeriksaan yang dilakukan saat MCU karyawan.

1. Pemeriksaan riwayat kesehatan

Tahap pertama dari proses MCU adalah pemeriksaan riwayat kesehatan. Pada tahap ini dokter akan bertanya beberapa hal berikut ini kepada pasien:

  • Keluhan kesehatan yang dirasakan pasien.
  • Riwayat kesehatan pasien dan gangguan kesehatan yang pernah diderita sebelumnya.
  • Riwayat operasi yang pernah dilakukan pasien.
  • Obat-obatan yang saat ini dikonsumsi pasien.
  • Alergi terhadap obat atau makanan tertentu.
  • Riwayat kesehatan keluarga seperti diabetes, hipertensi, jantung, atau kanker.
  • Gaya hidup yang dijalani pasien. Contohnya, merokok, minum alkohol, olahraga, atau diet tertentu yang sedang dilakukan pasien.

2. Pemeriksaan tanda vital

Selanjutnya pasien akan diperiksa tanda-tanda vitalnya seperti:

  • Frekuensi denyut jantung, dengan nilai normal, yaitu 60-100 kali per menit.
  • Frekuensi pernapasan, dengan nilai normal antara 12-20 kali per menit.
  • Suhu tubuh, dengan nilai normal 36-37 derajat celcius.
  • Tekanan darah, dengan nilai normal, yaitu 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

3. Pemeriksaan fisik

Setelah itu, pasien akan menjalani pemeriksaan fisik yang dimulai dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan pasien. Selain itu, ada sejumlah pemeriksaan lain seperti:

  • Pemeriksaan kepala dan leher, yaitu dimulai dengan pemeriksaan mulut untuk melihat kondisi tenggorokan dan amandel. Dokter juga akan memeriksa kondisi kesehatan gigi, gusi, telinga, hidung, mata, kelenjar getah bening, dan kelenjar tiroid.
  • Pemeriksaan paru-paru yang dilakukan dengan stetoskop untuk memeriksa suara abnormal yang mungkin terjadi di organ paru-paru.
  • Pemeriksaan jantung dengan memeriksa detak jantung (apakah normal atau tidak beraturan) dan tanda lain yang menunjukkan adanya gangguan pada jantung.
  • Pemeriksaan perut dengan menekan perut pasien untuk memeriksa ukuran hati dan keberadaan cairan perut, serta mendengarkan bunyi usus dengan stetoskop.
  • Pemeriksaan kulit untuk mendeteksi ada atau tidaknya gangguan pada kulit dan kuku.
  • Pemeriksaan saraf untuk mengukur kekuatan otot, refleks tubuh, dan keseimbangan yang mungkin terganggu.

Pemeriksaan fisik tambahan mungkin dilakukan jika pasien mengeluhkan sesuatu atau dokter menemukan sesuatu yang mengganjal saat pemeriksaan fisik di atas.

Baca juga: Mengenal virus Corona dan cara mencegahnya di kantor

4. Pemeriksaan mental

Pemeriksaan mental biasanya dilakukan dengan menanyakan pertanyaan berikut ini:

  • Tujuan karyawan melamar kerja dan apa yang akan dilakukan bila diterima bekerja.
  • Kepuasan mengenai diri sendiri dan lingkungan kerja.
  • Motivasi untuk bekerja.

5. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Beberapa pemeriksaan penunjang MCU adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan laboratorium dengan pengambilan sampel darah, urine, atau tinja. Tes darah dilakukan untuk menghitung jumlah sel darah, zat kimia penanda fungsi organ, gula darah, kolesterol, fungsi hati, dan fungsi ginjal. Tes urine dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan atau infeksi saluran kemih dan diabetes. Tes tinja dilakukan untuk membantu dokter mendiagnosis penyakit seperti gastroenteritis dan radang usus.
  • Foto rontgen untuk menunjukkan kondisi tulang dan sendi serta gambaran umum tentang kondisi jantung, paru-paru, dan usus.
  • Ultrasonografi (USG) untuk melihat kondisi organ hati, ginjal, pankreas, usus, kandung kemih, dan kemungkinan adanya infeksi atau peradangan pada organ tubuh.
  • Elektrokardiografi (EKG) untuk melihat aktivitas listrik pada jantung dan mendeteksi gangguan jantung.
  • Spirometri untuk memeriksa fungsi paru dan mendeteksi kondisi gangguan pernapasan seperti asma, COPD, dan penyakit paru restriktif.
  • Tes buta warna menggunakan metode Ishihara, yaitu menyebutkan angka berwarna yang disisipkan di antara titik-titik warna.

Pemeriksaan lain seperti tes pendengaran (audiometri) atau monitoring terhadap kadar zat kimia dalam darah mungkin dibutuhkan, tergantung pada usia, jenis pekerjaan, dan risiko di lingkungan kerja, dan keluhan yang mungkin dirasakan pasien.

Baca juga: 6 Manfaat medical check up untuk pekerja kantoran di usia 20 tahunan

Status kesehatan pekerja


Setelah melakukan serangkaian proses MCU, dokter akan memberikan evaluasi dan menyampaikan hasil MCU kepada pasien - Pexels

Setelah menjalani semua proses dari MCU, dokter akan melakukan evaluasi dari hasil MCU yang sudah dilakukan pasien. Berikut beberapa kriteria yang dibuat untuk menentukan status kesehatan pekerja, yaitu:

1. Fit to work

Fit to work adalah status layak kerja dimana karyawan dianggap sehat dan bebas dari sakit. Karyawan memenuhi syarat kesehatan sehingga dapat bekerja dan dinilai mampu melaksanakan tanggung jawab pekerjaan tanpa pembatasan apapun.

2. Fit with note

Fit with note adalah status layak kerja dengan catatan dimana secara keseluruhan ditemukan adanya kelainan medis minor pada karyawan dengan tingkat risiko rendah-sedang yang membutuhkan pemeriksaan. Namun, karyawan masih dianggap mampu memenuhi tanggung jawab kerja, serta tetap harus memperhatikan catatan dokter agar kesehatan tidak memburuk di kemudian hari.

3. Fit with restriction

Fit with restriction adalah status kesehatan karyawan yang dinyatakan masih dapat bekerja namun dengan batasan dan penghindaran dari jenis pekerjaan atau lingkungan kerja tertentu.

4. Temporary unfit

Temporary unfit adalah status kesehatan tidak layak kerja untuk sementara waktu. Hasil pemeriksaan kesehatan karyawan menunjukkan adanya kelainan medis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut karena berpotensi membahayakan jiwa, menimbulkan komplikasi berat, dan kecacatan lanjut, yang dapat membahayakan personal lain atau aset perusahaan.

Kondisi kesehatan karyawan akan dievaluasi kembali dalam 2-6 bulan sesuai kondisi kesehatan, untuk melihat apakah sudah bisa kembali bekerja atau belum.

5. Unfit

Unfit atau kondisi tidak layak kerja adalah kondisi dimana karyawan tidak dapat bekerja karena dapat menimbulkan bahaya bagi diri mereka sendiri dan pekerja lain di lingkungan kerja, sehingga karyawan perlu dipindahkan ke posisi atau lingkungan kerja lain.

Baca juga: 14 Penyakit akibat kerja berlebihan yang sering diderita karyawan

Untuk kamu yang saat ini masih belum memiliki pekerjaan, coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan profesional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Itu tadi penjelasan mengenai MCU untuk karyawan, sayangnya tidak semua perusahaan memberikan fasilitas medical check up ini, sehingga kamu mungkin harus melakukan pemeriksaan kesehatan berkala ini secara mandiri.

Namun, yang terpenting adalah terus menjaga kesehatanmu setiap hari. Kesehatan itu tidak hanya sehat secara fisik namun juga secara mental. Tonton video cara mengatasi burnout saat work from home berikut ini agar kamu terhindar dari stres berkepanjangan.

Sumber:

  • ciputra
  • alodokter
  • sehatq

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-karolina-grabowska-4239013.jpg

    Careers

    7 Rekomendasi Skincare Cowok agar Kulit Tetap Sehat saat WFO

    Dwisafira Dharanasari

    13 June 2022
    5 min read
    Memulai_pola_hidup_sehat_dan_tips_menjaganya.jpg

    Careers

    10 Tips Pola Hidup Sehat Untuk Karyawan Kantoran

    Nelson Simbolon

    30 May 2022
    5 min read
    H1-Kebiasaan_Bangun_Jam_5_Pagi_Dapat_Mengubah_Hidupmu_Menjadi_Lebih_Baik.jpg

    Lainnya

    Kebiasaan Bangun Jam 5 Pagi Dapat Mengubah Hidupmu Menjadi Lebih Baik

    Lita Lia

    24 May 2022
    5 min read

    Video